Bab 20: Tugas Menjaga Ternak
Pertanyaan dalam hati Bu Yuni segera berubah menjadi rencana.
Ia menunggu sampai Rina pulang, lalu mengusap wajahnya agar tampak lelah. Dengan selendang tipis di bahu, ia mengetuk pintu rumah Laras sambil membawa jeriken gas kosong.
Bram yang membuka pintu.
Bu Yuni langsung melembutkan suara. "Maaf mengganggu malam-malam, Mayor. Anak-anak saya kedinginan, tetapi gas habis dan kayu bakar basah. Saya sendirian mengurus tiga anak laki-laki. Boleh pinjam gas atau sedikit kayu?"
Bram memandang wajahnya beberapa detik. "Maaf, Ibu siapa?"
Senyum Bu Yuni membeku. "Saya Yuni, tetangga sebelah. Janda almarhum Sertu Arman. Mayor mungkin pernah melihat tiga putra saya bermain di depan rumah. Semuanya laki-laki dan sehat."
"Kalau keluarga almarhum prajurit mengalami kesulitan kebutuhan pokok, laporkan kepada petugas logistik satuan atau pengurus kesejahteraan keluarga. Ada jalur bantuan resmi."
"Hanya malam ini. Saya pikir sebagai tetangga, Mayor bisa datang memeriksa rumah kami. Anak bungsu saya mudah sakit kalau kedinginan."
"Saya bukan petugas logistik atau dokter anak."
Bram menutup pintu sebelum Bu Yuni sempat mencari alasan lain.
Di teras yang kembali gelap, Bu Yuni mencengkeram pegangan jeriken. Ia sengaja menyebut tiga anak laki-lakinya. Mayor itu seharusnya mengerti apa yang ingin ia tawarkan. Mengapa malah memperlakukannya seperti orang asing?
Di dalam rumah, Laras menyandarkan punggung ke kursi. "Kamu benar-benar tidak mengenalnya?"
"Pernah melihatnya, mungkin. Aku tidak hafal semua penghuni kompleks." Bram mengunci pintu. "Perilakunya aneh. Kalau gas habis, pengurus sudah menyediakan nomor darurat. Mengapa datang ke rumah lelaki yang bukan kerabatnya dan terus menekankan jumlah anak?"
Laras teringat senyum Bu Yuni ketika Garang tersedak. "Aku juga merasa dia tidak tulus."
"Dulu ada keluarga almarhum prajurit di kesatuan lain. Ibunya berulang kali meminta bantuan pribadi, lalu meninggalkan anak-anaknya dan membawa uang santunan pergi bersa…
Dua Tahun Jadi Janda Bersuami, Kini Aku Istri Sang Mayor
Episode 20
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 78 Episodes
Comments