Part 21

Lizbeth mengerang dan memegang kepalanya yang terasa berdenyut, ia mengerjapkan matanya berkali kali berusaha menyesuaikan cahaya temaram lampu yang menyinari ruangan besar itu. Itu adalah kamar Lizbeth dan Edward yang ada di mansion. Lizbeth mengedarkan pandangannya, sepertinya hari sudah malam. Selama itu kah dirinya tak sadarkan diri?

Lizbeth menyingkap selimutnya, menjajakkan kakinya ke lantai yang terasa dingin, dan setelahnya Lizbeth baru sadar bahwa betis salah satu kakinya terdapat perban yang melilit. Wanita itu menautkan kedua alisnya mencoba menyentuh luka tembak yang di lakukan oleh Edward padanya. Lizbeth mengerjapkan matanya, apa dirinya sudah mati rasa? Wanita itu kemudian mencubit sisi di sebelah lukanya yang membuatnya meringis bahwa ternyata dirinya masih bisa merasakan sakit. Lalu, kenapa luka yang seharusnya menyakitkan itu tidak terasa apapun?

Lizbeth terus menunduk memperhatikan luka pada kakinya yang menjuntai ke lantai.

“Apa masih sakit?” Lizbeth tersentak mendapati Edward yang sudah berjongkok di depannya kemudian mengelus lembut betisnya yang terluka.

“Aku sudah memberikan obat khusus. Tenang saja, tidak akan ada bekas luka di sana, dan harusnya kau sudah tidak merasakan sakit karena aku yakin lukanya sudah mengering sempurna,” ujar Edward dengan gerakan perlahan dari tangannya yang mencoba membuka perban pada kaki istrinya.

Lizbeth hanya diam membiarkan apa yang akan Edward lakukan padanya. Ah ya—harusnya dia ingat bahwa Edward memiliki tim medis dan profesor handal yang mengelola pabrik racunnya. Obat seperti ini tentu bukan hal sulit bagi mereka.

Edward tersenyum puas mendapati luka Lizbeth yang ternyata memang sudah mengering bahkan bekas jahitan itu sudah terlihat

sedikit memudar. Paling lambat dua hari lagi kulit mulus Lizbeth akan kembali seperti semula.

Edward bangkit, dan membuang perban bekas itu pada bak sampah di sebelah nakas. Kemudian laki laki itu kembali mendekati Lizbeth yang masih terduduk diam dan memberikan…

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi
Terpopuler

Comments

Yulestiani Desy Wulandari Soewarno

Yulestiani Desy Wulandari Soewarno

kereeeen

2023-03-22

0

Denzo_sian_alfoenzo

Denzo_sian_alfoenzo

wahhhhh bs2nya thor punya jln pikiran cerita yg kek gni bgusnya 🤩

2022-02-18

0

kiki

kiki

kasih serbuk kristal aja ed si lizanya, atau d bikin mabok kek😂😂😂kali aja partikel itu gak berpengaruh sama alkohol

2021-06-30

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!