Mo Lian terus berlari menuju Puncak Gunung Emei. Ia ingin memastikan dengan mata kepalanya sendiri apakah Gunung Emei seperti yang dikatakan di laman website, yang mana tertulis di sana memiliki sebuah danau yang dapat bercahaya.
Beberapa puluh menit setelah keberangkatannya, kini Mo Lian tiba di depan gerbang sebuah vila yang sangat mewah, bahkan ukurannya sendiri berkali-kali lipat lebih besar dari Mansion Keluarga Qin yang baru saja didatanginya tadi.
Mo Lian kembali melangkahkan kakinya mendekati gerbang, namun baru saja ia melangkah. Terdengar suara teriakan yang sangat nyaring menghentikannya.
"Berhenti!"
Mo Lian menolehkan kepalanya melihat sumber suara. Terlihat pria dewasa dengan usia berkisar diatas dua puluhan tahun, mengenakan seragam Security berwarna hitam dan terlihat juga di pinggangnya menggantung satu buah pistol ukuran sedang.
"Mau apa kau kemari! Ini adalah vila milik Keluarga Qin! Tidak ada yang diperbolehkan untuk datang!" Pria dewasa itu berkata dengan urat di kepalanya.
"Vila ini telah diberikan padaku," jawab Mo Lian dengan santai seraya mengeluarkan kunci dari dalam kantung celananya.
Pria dewasa yang tidak diketahui namanya itu terdiam sejenak, kemudian tertawa terbahak-bahak. "Apakah kau bermimpi!" ucapnya memandang rendah Mo Lian.
Mo Lian hanya menggelengkan kepalanya pelan, ia memperlihatkan kartu identitas yang telah diberikan oleh Qin Tian tadi bersamaan dengan kunci vila. "Apakah kau masih mengatakan bahwa bukan akulah orang dari pemilik vila ini?"
"Kau! Memalsukan kartu keanggotaan Real Estate Emei adalah tindakan kejahatan!" Pria dewasa itu tidak mengecek lebih lanjut kartu identitas Mo Lian dan langsung menarik pistol yang menggantung di pinggangnya, kemudian mengarahkannya pada Mo Lian.
Wajah Mo Lian mengeras dengan kerutan di dahi. Ia tak menyangka pria di depannya menodongkan senjata api padanya, meski sama-sama Fase Mendalam, tapi perbedaan antara tahap Awal dan Akhir sangatlah jauh. Ia yang sekarang hanya dapat mengubah arah, melambatkan laju peluru. Namun masih tidak dapat menahan tembakan senjata api dengan tubuh fisiknya.
Brom!
Terdengar suara mobil tidak jauh dari mereka, menarik perhatian Mo Lian dan pria dewasa pemegang pistol.
Pria dewasa itu menaruh kembali senjata api miliknya, lalu berlari menghampiri mobil dan kemudian menundukkan tubuhnya 45°. "Selamat datang Nona Qin."
"Nona Qin. Ada bocah idiot yang mengaku sebagai—" Pria dewasa itu mengadukan Mo Lian sesaat setelah orang yang berada di dalam mobil keluar, namun ucapannya terpotong karena tamparan mendarat tepat di wajahnya.
Plak!
Pria dewasa itu terdiam tak percaya dengan apa yang baru saja dilaluinya. Ia menolehkan kepalanya mengamati langkah kaki dari Nona Qin yang berjalan mengarah pada Mo Lian, orang yang baru saja dihinanya tadi.
"Tuan Mo. Maafkan saya karena datang terlambat, kakek saya sudah menduga ini pasti akan terjadi. Jadi dia mengirimkan saya kemari untuk membantu Tuan Mo memasuki Mansion Bai Long." Qin Nian menundukkan kepalanya mengarah…
Kelahiran Kembali Kultivator Abadi
Chapter 09 : Vena Naga
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 500 Episodes
Comments
Rino Wengi
sayangnya harta di dunia kultivator nggak kebawa ke bumi.. coba kebawa lebih mudah naik tingkat
2026-07-20
0
Ama Zon
mantap lanjut Thor
2025-10-11
1
valentino_rosi46
kok main tampar aja
2024-12-21
1