Ketika pagi menjemput Ipul sudah sangat sibuk menyiapkan dirinya, bukan untuk ke kantor sebab kemarin dia sudah mengambil libur.
Mobilnya dia pacu sedemikian rupa agar bisa sampai dengan cepat di tempat yang menjadi tujuannya, mobilnya mulai melintasi jalanan yang di samping kiri kanannya terdapat perkebunan anggur yang sedang berbuah, buah berwarna kehitaman yang menandakan sudah siap untuk di panen selalu sukses membuatnya terpukau setiap kali mendatangi tempat ini.
Sudah dua kali dia menjejaki mobilnya di perkebunan anggur ini sejak dua Minggu yang lalu ketika mengantarkan seseorang, seorang temannya yang katanya membutuhkan liburan untuk menghilangkan beban pikiran.
Dan wanita itu mengatakan datang atas ijin suaminya hingga Ipul tidak menolaknya bahkan dengan senang hati mengenalkannya pada seorang kenalannya yang memiliki penginapan di sekitar perkebunan.
Menurutnya tempat ini sangat cocok untuk Zara, Iya! Zara yang sama dengan Zara yang kini tengah di ratapi oleh suaminya di Indonesia.
Gerakan mobilnya sedikit terganggu karena jalanan yang kini hanya beralaskan kerikil-kerikil kecil tanpa aspal mulus, tentu karena tempat yang dia datangi cukup jauh dari pusat kota dan hanya di kelilingi oleh puluhan atau bahkan ratusan kebun anggur dengan udaranya yang sejuk kala angin menghembuskan daunnya.
Rumahnya berhenti di salah satu rumah bergaya klasik dengan tanaman bunga di halamannya yang tertata rapi dan sedap di pandang.
"Di mana Zara?" tanyanya pada seorang wanita yang menghampirinya saat dia baru saja turun dari mobil.
"Sedang di kebun anggur melihat petani yang panen," sahut wanita yang sudah cukup akrab dengan Ipul.
Ipul mengangguk lalu menyimpan handphonenya di saku celana jeans yang dia pakai, pagi ini tampilannya terlihat lebih santai dari hari biasanya ketika dia harus berjibaku dengan pekerjaan.
Sambil berjalan menuju perkebunan sesekali Ipul mengecek selulernya memeriksa berita dari internet yang gempar dua Minggu lalu, kepalanya tergeleng seakan tidak…
Kejaran Cinta Zarania
Bagian 166
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 180 Episodes
Comments
Masfaah Emah
lanjuuut
2022-08-22
0
Senaya
yup...Bagus Ipul... biarkan Zara bercerita sendiri... biarkan dia meluapkan rasa sakit hatinya dan setelahnya semoga dia bisa tabah dan tenang menghadapi ini semua
2022-08-06
0
Farra
Sudah aku duga sebelumnya waktu Davi dan Anyelir bertengkar itu zara menelefon seseorang.. yes. zara berhasil kabur🤣🤣
2022-08-06
0