Kirania menahan langkahnya saat memasuki pekarangan rumah Pakde Danang.
" Kenapa?" tanya Dirga.
" Hmmm, kamu pulang saja, deh, Kak." Kirania merasa cemas menghadapi pakdenya jika tahu saat ini dia pulang bersama Dirga.
" Kalau seperti itu terus, kapan aku bisa dapat restu dari pakde kamu?" Dirga kemudian menarik tangan Kirania melangkah dengan mantap mendekati pintu rumah Pakde Danang.
" Assalamualaikum ..." Kirania membuka handle pintu ruang tamu yang tidak terkunci.
" Waalaikumsalam ..." Suara Bude Arum yang menjawab dari dalam, yang kemudian disusul dengan kemunculan wanita paruh baya itu dari balik gorden. " Rania, kamu darimana saja?" Pandangan Bude Arum kini bertumpu pada sosok Dirga yang berdiri di sebelah Kirania. Ada sorot kurang bersahabat yang terpancar dari mata Bude Arum. Sangat berbeda dengan saat pertama kali Dirga menginjakkan kaki di rumah ini.
" Bude ..." Dirga tetap mengulurkan tangannya ingin menyalami Bude Arum. Bude Arum menerimanya, walaupun Bude Arum buru-buru menarik tangannya saat Dirga ingin mencium punggung tangan Bude Arum.
" Kamu darimana saja, Ran? Bude sama pakde cemas nungguin kamu. Nak Yoga juga tadi baru saja pulang. Dia cemas dan merasa bersalah sekali terhadap kami karena tidak bisa menjaga kamu dengan baik." Terdengar ada nada sindiran dari ucapannya yang keluar dari mulut Bude Arum.
" A-aku, Rania ...."
" Rania saya ajak pergi, Bude. Maaf jika sikap saya terlalu lancang membawa Rania tanpa seijin Bude dan pakde." Dirga berucap menyampaikan permintaan maafnya karena telah berani membawa Kirania pergi. Apalagi saat itu Kirania sedang bersama Yoga.
" Rania sudah datang, Bu?" Dari balik gorden Pakde Danang akhirnya muncul. Suasana tegang seketika merayap ke seluruh bagian ruangan tamu yang tidak berukuran besar itu. Terutama untuk Kirania, dia sampai menelan saliva dan menggigit bibirnya.
Pakde Danang sendiri menatap penuh intimidasi ke arah Dirga.
" Pakde ..." Sama seperti yang dilakukan kepada Bude Arum, Dirga pun menyalami tangan Pakde Danang. Tapi kali ini Pakde Danang membiarkan Dirga menyentuh punggung tangannya.
" Bu, Rania bawa masuk." Pakde Danang kepada istrinya.
" Iya, Pak. Ayo, Ran ..." Bude Arum menarik lengan tapi tertahan karena Kirania seolah tak ingin bergerak.
" Pakde, Rania minta maaf ..." lirih Kirania yang merasa takut pakdenya itu akan melakukan sesuatu hal yang melukai Dirga.
" Kamu nggak perlu minta maaf, karena kamu nggak salah apa-apa di sini," sahut Pakde Danang. " Sekarang kamu masuk. Ada yang ingin Pakde bicarakan dengan dia." Pakde Danang menunjuk Dirga dengan gerakan dagunya.
Kirania langsung menoleh ke arah Dirga. Dirga membalasnya dengan senyum dan anggukan kepala. Seolah dia menyetujui Kirania mengikuti perintah pakdenya.
" Duduk!" perintah Pakde Danang ke…
RINDU TAK BERTUAN
Kamu Mencemaskan Aku?
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 217 Episodes
Comments
fitri anwar
ya Allah, aku aku bacanya ikut senyum² sampai gigi ini mau kering🤣🤣🤣🤣
2025-09-29
0
gia nasgia
Bukan Dirgantara namanya klau nggak bisa nyelesain masalah 😁
2025-02-17
0
Erni Fitriana
alhamdulillah...boleh juga cassanova delegasinya nih👍🏾👍🏾👍🏾👍🏾👍🏾
2023-10-22
0