"Kamu kenapa sayang, sakit?' Tanya Evan
"Nggak" jawab Aira singkat masih dengan memejamkan matanya.
"Ngantuk?" Tanya Evandro sambil mengusap kepala Aira. Aira hanya menggelengkan kepalanya saja. Entah kenapa dia tiba-tiba teringat kenangan dengan Lukas.
"Kenapa tiba-tiba aku teringat kenangan saat jalan dengan kak Lukas. Kita memang berbeda jalan, jadi sampai kapanpun kita tak akan pernah bisa bersama. Semoga kamu bahagia dengan pilihan kedua orang tuamu, begitupun denganku" batin Aira mencoba untuk selalu menyadarkan dirinya sendiri.
"Kita mampir dulu ke resto taman ya" ajak Evan.
"Terserah abang saja" jawab Aira malas
Evan membawa Aira untuk berhenti di restoran Taman.
💥 Restoran Taman
"Sayang Aira, kita turun yuk" ajak Evan yang sudah membukakan pintu mobil Aira. Aira kaget saat tangan Evan menyentuh pundak Aira menyadarkan dari lamunannya ke masa lalu.
"Oh sudah sampai ya, maaf bang" kata Aira kemudian turun dari mobil. Evan menatap mata Aira yang tanpa sengaja ada butiran kristal jatuh dari mata indahnya.
"Kenapa Aira seperti menahan tangis, apa yang sedang dipikirkan Aira" tanya batinnya Evan.
"Apakah Aira ada masalah dengan Farel yang tadi ketemuan" batin Evan.
Evan mengusap airmata Aira yang menetes dari samping mata.
"Ah maaf bang, Aira mengantuk tadi" kata Aira tanpa mau menatap Evan.
"Aku yakin ada sesuatu yang kamu sembunyikan Aira" batin Evan.
Evan menggandeng tangan Aira untuk masuk ke dalam restoran itu. Evan mengajak Aira duduk di dekat kolam ikan yang terdengar gemericik air kolam. Aira melihat tempatnya yang indah hatinya merasa lebih nyaman.
"Kamu suka tempat disini sayang?" Tanya Evan melihat raut muka Aira yang ceria berbeda sengan saat turun dari mobil.
"Iya, tempatnya nyaman dan indah" jawab Aira.
Evan menarik kursi untuk Aira duduk.
Evan memesan menu kesukaan Aira, ada ikan bakar dengan sambel mangga, daging sapi lada hitam dan sup jagung serta es jeruk dan tak lupa air mineral.
Setelah menunggu beberapa saat dan pesanan mereka pun…
Berbeda Jalan
Eps 57. Menahan tangis
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 199 Episodes
Comments