Case 01 - Karyawisata Berdarah Bagian 2

Siang hari yang cukup terik.di iringi panas matahari yang membuat tubuhku terbakar.

Sesaat sesudah keluar dari bus aku berjalan menuju penginapan yang akan menjadi tempat peristirahatan setelah perjalanan jauh.

entah kenapa hari ini cuacanya panas banget !

Sebisa mungkin aku menutupi kepalaku dari terik panasnya matahari dengan sebuah topi yang sudah aku persiapkan di dalam tas.

Aku tidak ingin tiba-tiba saja pingsan saat sedang berjalan menuju penginapan

Mungkin butuh sekitar 20 menit bagiku untuk menyusul teman sekelasku..

Aku harap bisa datang tepat waktu.

Ketika aku melihat sekelilingku, aku mendapati seorang siswi yang berdiri tepat di bawah sebuah pohon dengan sebuah payung berwarna hitam.

Aku sebenarnya ingin menghindarinya dan langsung pergi menyusul teman sekelasku namun, tatkala dia memanggil namaku aku pun terhenti sejenak.

Pandanganku teralih oleh kehadiran dirinya.

Dia memiliki perawakan wajah seperti wanita indonesia pada umumnya namun yang istimewa darinya adalah warna rambutnya yang seperti sebuah salju. dan bola matanya yang biru seperti permata.

Aku mendengar gosip dari siswa dan siswi disekolah, bahwa ibunya adalah orang eropa.

Bisa di bilang bahwa rambut dan warna matanya yang unik itu adalah pemberian dari ibunya.

Meskipun banyak siswa yang ragu, bahwa 'Putri Salju' hanyalah sebuah pewarna rambut karena setiap kali orang bertanya mengenai rambutnya, dia hanya tersenyum tanpa memberikan sebuah jawaban.

Mungkin saja dia sedikit terganggu jika ada orang yang menanyai tentang rambutya, karena di Indonesia sendiri rata-rata memiliki rambut berwarna hitam.

"Kamu..Rikki bukan?", Seraya berkata, siswi itu datang menghampiriku.

Untuk pertama kalinya dia berbicara kepadaku.

Dalam pikiranku, aku bertanya-tanya 'kenapa dia bisa tahu namaku?'

Kami berdua berbeda kelas dan aku tidak ingat jika aku pernah memberi tahu namaku sebelumnya.

"Kamu lupa sama aku?", sekali lagi siswi itu bertanya kepadaku.

Sesekali dia berjalan sembari mengibaskan rambutnya sampai pada akhirnya ia terhenti dihadapanku.

Matanya memandang ke arahku.

"Kalau gitu nama aku kamu tahukan?" tanya gadis itu sembari mendekatkan wajahnya ke hadapanku.

"Kalau enggak salah 'Merliana Aria*'?"*

"Hmm, gitu ya.. terus, kenapa kamu sendirian?", Raut wajahnya memberikan sebuah pertanyaan sembari memiringkan kepalanya kedua matanya terus memandangiku.

Sejujurnya hal tersebut membuatku tidak nyaman.

Jadi aku membuang pandanganku seraya berkata, "Gara-gara ketiduran, yang lain pergi duluan."

Mungkin Aria tidak keadaanku saat ini karena kami berbeda bus jadi dia mencoba menanyakan kehadiranku disini.

"Oh, kalau gitu, mau pergi ke penginapan bareng aku?", dan sekali lagi rautnya memberikan pertanyaan kepadaku.

"Terserah.", Jawabku dengan singkat.

Aria pun mulai berjalan pergi sambil menarik kopernya sambil mengenakan payungnya untuk menutupi sinar matahari.

Aku pun mengikutinya dari belakang dan entah mengapa aku merasa pernah melihat adegan ini sebelumnya di sebuah game.

'Seorang gadis yang membawa koper sambil mengenakan payung berwarna hitam.'

"Ngomong-ngomong, kenapa Aria bisa tau nama gue?", tanyaku sambil memerhatikan langkah kakinya.

Namun Aria meresponya dengan sebuah tawaan kecil setelah itu ia bertanya, "Mau tau?"

Kalau dia enggak mau kasih tau alasannya, aku akan tetap diam seperti ini.

Aku hanya bisa menunggu sampai ia memberitahukan jawabanya namun, tiba-tiba Aria menghentikan langkah kakinya.

Seketika angin kencang berhembus diantara kami berdua.

Karena angin tersebut topiku jatuh beberapa centi dari tempatku berdiri dan entah mengapa.saat itu aku seperti mendengar suara Aria yang sedang berbicara.

Karena gemuruh angin, aku tidak bisa mendengarnya dengan jelas.

"Maaf, Tadi lu ngomong apa ?"

Aria kembali melangkahkan kaki sembari berkata "enggak, aku enggak ngomong apa-apa kok."

Ternyata cuman perasaan aku saja

Setelah itu kami berdua berjalan menuju penginapan tanpa mengatakan apapun.

-----------

Episodes

Download

Like this story? Download the app to keep your reading history.
Download

Bonus

New users downloading the APP can read 10 episodes for free

Receive
NovelToon
Step Into A Different WORLD!
Download NovelToon APP on App Store and Google Play