Episode 3 Di Culik Racun Gila

Malam harinya setelah A Liong memberi pelajaran kepada dua preman pasar itu, ia kemudian berjalan-jalan hendak menemui beberapa temannya yang mengemis. Sebetulnya mereka mengemis untuk mengumpukan informasi.

Ketika tiba-tiba terdengar suara teriakan minta tolong dari salah satu gang yang dekat dengan A Liong. “Hey, ada apa itu?” A Liong dengan sigap memutar langkahnya dan melihat apa yang terjadi di gang tersebut.

Namun ia tidak melihat apa-apa. Saat ia membalik badan, tiba-tiba ia menumbuk satu orang berbadan besar, tanpa pakaian, hanya memakai celana pendek saja, tanpa rambut apapun di sekujur tubuhnya termasuk kepalanya. Bau keringatnya sangat tajam. Namun tidak seperti bau keringat lain yang cenderung asam, bau keringatnya justru sangat tajam, seperti bau besi berkarat.

A Liong pun pingsan karena terkena baunya.

Ketika A Liong membuka mata, ia sudah berada di atas sebuah kapal. “Oh. Aku selamat.”

“Oh, kau sudah bangun?” tanya seorang anak perempuan yang berada di sebelahnya.

A Liong mengamati anak itu. Ia sedikit pusing, masih tercium aroma yang membuatnya pingsan tadi, dan sekarang ia berada di atas kapal yang berjalan. Tapi ia tahu, anak perempuan di hadapannya kira-kira seumuran dengan dia. Wajahnya cukup cantik, rambutnya panjang terurai. Ia sadar ia memperhatikan anak perempuan itu dengan tidak sopan. Namun kelihatannya anak perempuan itu tidak mempedulikannya.

“Maafkan aku, bukannya aku tidak sopan kepada nona, tapi aku sedikit pusing.”

“Apakah kau baru pertama kalinya naik kapal?”

“Benar. Di kapal siapakah ini? Hendak kemana kita?”

“Hmmm... baru kali ini ada anak yang tidak bertanya atau merengek hendak diapakan. Cukup bagus juga kau.” Kata si anak perempuan itu.

“Yang kuingat hanyalah aku menabrak seseorang dan kemudian aku pingsan.”

“Kau menabrak pamanku, si RACUN GILA.”

A Liong berpura-pura memegang kepalanya untuk menghilangkan rasa kejutnya. Ia pernah mendengar dari paman A Kun, bahwa Racun Gila adalah salah satu tokoh besar dari Klan Hitam. Lalu kini ia berada di sini, apakah ia memang diculik karena tahu ia berasal dari Kaypang?

“Kau masih pusing? Kau terkena aroma racun dari tubuh paman, tak heran kau pingsan lama dan terasa pusing sampai sekarang.”

“Oh? Aku pingsan berapa lama?”

“Tiga hari”

“Hah, tiga hari?” A Liong terbelalak. Apa maksud dari si Racun Gila? Kalau dia berniat mencelakainya, tidak perlu ia menunggu tiga hari. Berarti kemungkinannya ialah si Racun Gila tidak berniat mencelakainya, atau ada sesuatu yang ingin dikorek dari dirinya. Tapi belum tentu si RACUN GILA tahu asal-usulnya dari Kaypang. Ia harus menyembunyikan jati dirinya. Ia tidak mungkin menang melawan RACUN GILA, maka ia harus memakai otaknya.

“Untunglah kau hanya mencium aromanya saja.” Kata si anak perempuan itu.

“Aromanya saja membuatku pingsan tiga hari...”

“Paman menugaskanku menunggumu di sini, untuk melihat reaksimu. Kalau kau menangis, aku diminta segera membunuhmu. Pamanku tidak butuh anak yang cengeng.”

A Liong terkejut dan menggelengkan kepalanya. “Lalu?”

“Lalu kau tidak menangis. Dan itu cukup untuk membebaskanmu dari hukuman mati.”

Oh? Arogan sekali dia. Tapi aku berada di kapalnya. Aku harus pandai bersikap.

“Aku tahu kau tidak akan membunuhku. Tapi, aku merasa aneh mengapa pamanmu membawaku kemari, bukankah dia bisa meninggalkanku di lokasi?”

“Aku yang memintanya membawamu kemari. Kau kira bila dirimu ditinggalkan di sana, kau akan masih hidup setelah tiga hari?”

“Oh? Akan ada orang yang menemukanku.”

“Dua jam.”

“Apa maksudmu?

“Dua jam setelah kau pingsan terkena aroma keringat beracun pamanku, kau akan mati bila tidak mendapat penawarnya.”

“Oh... Kalau begitu, aku harus berterimakasih kepada nona...” A Liong mengambil keputusan bersikap demikian, ia sudah tahu bagaimana harus bersikap ketika menghadapi orang yang tak mungkin kau lawan. Ia telah belajar banyak dari Kaypang. Ia tahu melakukan ini bukan karena ia pengecut, namun ia tidak mau mati dalam kebodohan dan kesia-siaan. Selama padang masih menghijau, selama kayu masih ada, tidak akan terlambat untuk berbuat sesuatu.

“Hahaha. Kau benar-benar pintar menundukkan laki-laki, Ling-ling.” Tiba-tiba terdengar suara dari luar pintu.

”Paman? Kau sudah kembali?”

Anak perempuan itu melemparkan satu buah pil kepada A Liong.

A Liong menerima dan menelannya. Ia tidak peduli apakah itu pil beracun atau tidak, ia hanya tahu kalau ingin membunuhnya, si Racun Gila bahkan tidak perlu memakai racunnya.

“Hohoho. Kau hebat juga anak muda. Kau tahu cara mengambil hati ponakanku hahahaha!”

“Yang kau telan itu, adalah pil penawar racun terhadap aroma beracun yang muncul dari tubuhku. Kalau kau tidak menelannya, kau akan pingsan kembali begitu aku masuk ke ruangan ini hahaha.” Kata si Racun Gila sambil masuk ke dalam ruangan.

A Liong merasa lega.

“Paman, aku memang pingsan dan hampir mati karena terkena aroma tubuhmu, tapi aku merasa

lega kau tidak meninggalkanku di sana.”

“Oh? Kau sudah tahu? Rupanya ponakanku benar menilaimu.”

Bau tubuh si Racun Gila memang tidak main-main. Namun bukan karena baunya, melainkan karena kandungan racunnya. Tanpa pil yang diberikan si anak perempuan, atau namanya Ling-ling, si Aliong sudah pasti pingsan kembali.

“Sudahlah. Kau tinggalah di sini, jangan coba-coba kabur, temani ponakanku. Kalau kau kabur, kau mati!”

Hmm. Enak saja menyuruh-nyuruh orang. Tapi mungkin aku sudah menjadi anak ke sekian yang diambil dengan cara seperti ini?

“Aku tidak masalah tinggal di sini, asal kebutuhanku dicukupi. Kalau tidak, tak ada bedanya dengan mati.” Kata A Liang.

Si Racun Gila terkejut juga mendengar jawaban A Liong.

Hmm... anak ini bukan anak biasa... Kalau dia berada di pihak Ling-ling, ketika besar nanti ia akan menjadi pembantu yang sangat berguna...

“Masalahnya, berapa lama pil ini dapat membuatku bertahan sebelum aku pingsan kembali?” tanya A Liong nyengir.

Sementara itu, jauh di daratan, Kaypang segera mencari tahu apa yang terjadi. A Liong menghilang begitu saja setelah kejadian di pasar pagi harinya. Tetapi jelas ia tidak akan menghilang karena kejadian itu. Sayang, mereka sama sekali tidak menduga kalau A Liong sudah berada di atas kapal bersama si Racun Gila!

Hot

Comments

Jusuf

Jusuf

Dilanjut ya

2021-07-07

0

See all
Episodes

Download

Like this story? Download the app to keep your reading history.
Download

Bonus

New users downloading the APP can read 10 episodes for free

Receive
NovelToon
Step Into A Different WORLD!
Download NovelToon APP on App Store and Google Play