Saat Jesse benar - benar pergi, aku menyadari kulitku sudah mulai memerah dan aku merasa kulitku perlahan semakin terbakar, rintihan kesakitanpun kutahan sebisaku dan dengan cepatku tutup gorden jendela yang membuat ruangan kamarpun menjadi gelap.
“baiklah, gw akan benar - benar menjalani ini.. tidak sebagai high schooler tapi seorang mahasiswa. Okay.” Gumamku terhadap diriku sendiri dengan suara kecil yang hanya diriku mendengarnya.
||
(okay aku akan menceritakan Kembali secara singkat tentang diriku, singkat cerita, aku adalah seorang vampir yang jika di totalkan umurku 120 tahun, I died when I was 18 years old and turned into… this ..lalu aku bertemu seorang figure ‘ayah’ setelaha aku membuka mataku sebagai makhluk baru dan memanggilnya ‘papah’ . selama 100 tahun akuselalu bersamanya, dia membantuku agar tidak menyentuh darah manusia sama sekali hanya untuk bertahan hidup, aku Bersama papahku mengkonsumsi darah hewan dan aku sangat tunduk padanya sampai disaat aku harus pergi bersamanya kesebuah kota yang Bernama Jakarta, dan menjadi anak sekolah disana…aku bertemu seorang yang special disekolah itu, yang mengingatkanku bahwa aku masih memiliki ‘hati’. Perempuan itu bernama Alya. Sangat disayangkan bahwa akuseharusnya tidak menaruh hatiku yang mati ini untuk Kembali hidup merasakan apa itu’cinta’ padanya.. karena, dia lahir disaat purnama merah, papahku berkata, Ketika ia berumur 18 tahun, aku diharuskan meminum darahnya agar jadi vampir terkuat…saat itu… aku bimbang melawan logika dan perasaanku sendiri. tetapi aku memutuskan untuk tidak melukainya dan pergi.
karena, jika aku tetap tinggal dikota itu, darah dia akan selalu menghantuiku dan aku akan menjadi sesuatu yang menganggu kehidupannya. Aku bersyukur bahwa papahku setuju denganku untuk pergi juga, tidak akan menganggu kehidupan Alya dan yang lainnya. mereka seharusnya menjalani kehdupan sebagaimana mestinya..tanpa kehadiranku.
Setelah selama 6 bulan kita pindah – pindah hanya sekitaran kota, aku memutuskan untuk melepas diri dari papahku. Aku tidak ingin selalu menjadi beban beliau dan aku juga ingin menantang diriku di lain tempat untuk memulai lagi, sendiri. Aku memutuskan untuk pergi keluar negeri, keinggris, Manchester. Sangat tidak ada persiapan, aku tahu itu salah akan tetapi aku yakin aku pasti bisa bertahan, walaupun masih sambil mencari apa yang ingin aku cari dari kehidupan ini.
Aku berhasil bertahan dengan diriku sendiri tanpa papah selama 3 bulan. Akan tetapi, saat aku yang bisa disebut homeless dan bertahan hanya dengan darah tikus got, moment Ketika aku meminum darah tikus got dilihat oleh seseorang yang kebetulan lewat jalan sempit disaat aku masih menikmati momentku. seseorang itu adalah Jesse, yang membuatku takjub, dia terlihat takut melihatku tapi tidak beranjak pergi atau lari setelahnya. melihatku yang penuh darah disekitar mulutku sambil memegangi tikus yang kusantap. Dia menegurku dan mencoba membantuku ,walau aku terlihat menakutkan saat itu dan aku tahu bahwa dia takut padaku karena aku dapat mendengar detak jantungnya yang berdetak cepat. I think it is a real life nightmare for him .
Sejak saat itu, sudah 3 bulan kita tinggal Bersama di sebuah flat shared daerah Manchester. Aku menceritakan semua tentangku kepadanya dan dia dapat menerima dengan baik walau rasa takut dia yang dia terus coba sembunyikan terhadapku dan tidak bisa benar- benar bendung dan sembunyikan. Tapi ,entah kenapa aku bersyukur bisa bertemu manusia pertama disini yang bisa menjadi seorang teman untuk makhluk sepertiku.aku pun berjanji tidak akan pernah melukainya! Aku benar- benar berhutang budi padanya.)
||
***Download NovelToon to enjoy a better reading experience!***
Comments