“Ben Jonathan.”
Seseorang memanggil namaku dengan suara agak lantang yang membuat terdengar diseluruh isi ruangan dimana aku termenung duduk di pojok ruangan kelas. Aku tersentak Ketika semua orang hening dan mencari - cari nama yang disebut beberapa saat lalu.
“Ben Jonathan? Apakah ada orangnya di ruangan ini?” seorang dosen yang masih mencari - cari kesetiap wajah siswa yang ada di kelas.
Aku mengangkat tangan kananku, dan membuat diriku sedikit berdiri.”uhm sorry, here Ms, I’m Ben Jonathan.”Jawabku saat semua orang akhirnya menatapku dengan diam.
“kamu seharusnya merespon saya saat saya memanggil namamu, jangan membuat saya mengulang karena ini masih hari pertama, kita harus saling tahu ya, ini juga berlaku dengan yang lain juga.”
Aku memutar bola mataku dan sedikit menampakkan sikap canggung ,Kembali duduk dengan posisi semula." maaf Ms, I didn’t quite hear you earlier..”
“makanya jangan melamun dikelas, masa hari pertama sudah pake melamun, untuk apa coba?”
Seseorang menyeletuk secara blak blakkan disampingku, yang membuatku sedikit kesal dan menolehkan arah penglihatanku kepadanya. "ya maaf, gw ga ganggu lu juga kan?"
Ia hanya tertawa kecil dengan maksud mengejek.” Engga sih, tapi setidaknya engga membuat sedikit scene untuk di hari pertama itu, kea caper gitu.”
“kalau lu bukan perempuan ,gw sudah—”
“sudah apa? Gw kan ngomong apa adanya, benerkan?”
Aku hanya mendesah kesal dan mengabaikannya, walau aku dapat mendengar dia masih tertawa kecil disampingku.
Bunyi guratan spidol terdengar cukup keras saat dosen itu menulis sesuatu di papan tulis, “ baiklah, karena ini hari pertama kalian di kelas literature ini, untuk mempererat satu sama lain, kalian akan berpasangan sama samping kalian untuk melakukan project literature ini ya, projectnya, carilah sonnet sonnet klasik dan presentasi quote klasik dan interpertasinya menurut point of view kalian masing – masing dalam satu kelompok yang terdiri dari dua orang itu ya.
“jelas seorang dosen perempuan tinggi berpakaian serba merah dengan rambut ikal pendek dan berkaca mata. “ okay , now class dismissed, you can start the assignment now.” Dan dosen itu bergegas pergi meninggalkan ruangan yang bersamaan bell berbunyi.
Aku yang terdiam, seakan melihat kearah depan yang kosong tetapi aslinya tidak kosong, melihat orang orang sekitar sudah bubar dan bergerak, aku merasakan seseorang ,disampingku, menatapku tanpa memanggilku.
Setelah beberapa detik ,aku mengarahkan kepalaku kearah cewe tadi yang menertawakanku ,aku terkejut sedikit ia menatapku dari tadi sambil tersenyum yang membuatku tidak percaya bahwa cewe ini adalah cewe yang barusan menertawakanku.
“kenapa lu, senyum- senyum begitu?” celetukku.
Dia mengulurkan tangan kanannya, seakan ingin berjabat tangan, “ga apa- apa, maaf ya tadi gw ketawain lu, gw Claire, kamu Ben kan?” ucapnya dengan lantang tapi dengan ramah.
Aku mengerutkan keningku, sambil menatap tangan yang diaulurkan kearahku,”lu kan sudah dengar tadi, iya itu nama gw.jadi kita beneran sekelompok?” tanyaku seperti orang bodoh yang aku tau itu sebenarnya tidak perlu di lontarkan.
Claire mengangguk,” yup, we are team,hopefully we can work together yah,” Claire menurunkan tangannya yang tidak aku sambut.”hmm… can I call you ben? Or Jonathan?”
“Just Ben, its okay.”
“okay then,kapan mau ngerjain research ini bareng?”
“up to you,gw bisa kapan aja ko.” Jawabku datar.
Claire ,merenggangkan jari- jarinya, dan mengikat rambutnya,”hmm…..”
Aku yang merhatikan sikapnya, tidak menyadari bahwa aku menatap lehernya yang terekspos itu, aku lupa akan sesuatu…dengan cepat kujauhkan pandanganku, “uhm Claire , gw rasa, kita bisa pulang dulu dan melakukan kerjasamanya nanti sore atau malam di sebuah café yang comfy sekitaran kampus. Gwa ada perlu.” Aku pun beranjak seperti terburu- buru sembari membereskan buku -buku.
“wait wait, nomor hape dulu kalau gitu,” ujar Claire yang memberhentikan aktivitasku dengan menaruh telapak tangannya di buku terakhir yang ingin aku masukkan dalam tas.
“oh ya, gw lupa,ini” gw menunjukkan hapeku dengan nomor yang sudah terlihat di layar hape utama.” Now, can I go?”
“okay okay, see you soon Ben, I guess.” Jawab Claire yang terdengar enggan disaat membalas pernyataanku sembari aku pergi meninggalkannya.
(sulit amat sih, cari hutan di kota besar seperti ini, masih belum lepas dengan tikus-tikus, gw mulai eneg mengkonsumsi hewan menjijikkan itu.)
Aku berdiri didepan sebuah café luas,sambil menggerutu dalam pikiranku.sembari beberapa kali melihat hape dan melihat sekitar, mataku terhenti keseorang gadis yang juga menatapku dan berjalan pelan kearahku.-
***Download NovelToon to enjoy a better reading experience!***
Comments