Rajendra mempermainkan ponselnya, berulangkali membuka beberapa akun media sosialnya dan menelan kekecewaan melihat tak ada pesan yang menunjukkan perempuan itu mengingatnya.
Gila ... ini sudah hampir dua bulan sejak hari itu, dan semua yang dirasakannya masih seperti waktu itu. Kekecewaan tak melunturkan kerinduan yang nyatanya kian menebal
Ayolah Jen, kamu bahkan gak mengenalnya. Nama Tya ada jutaan diluar sana. Kamu baru dua kali bertemu, kalau yang dibandara itu terhitung. Jangan berpikir semua orang mengenalmu. Gila aja kamu galau seperti ini untuk orang yang gak kamu kenal .... gerutunya dalam hati .
“ Jen.”
Rajendra tersentak, mengangkat muka menatap Ken yang sudah duduk disampingnya. Diulasnya senyum tipis melihat perempuan yang telah menemaninya beberapa tahun belakangan.
“ Kamu kenapa ?” Ken ... Kenyopalupi, sahabat sekaligus rekan duetnya, menatapnya serius.
Rajendra menggeleng sambil cemberut.
“ Sejak kapan dan tentang apa sampe kamu gak mau berbagi ama aku ?” Ken meraih tangannya ,” Ini sudah beberapa minggu aku perhatiin. Kamu kadang murung, kadang senyum sendiri ... fall in love ya ?” tergelak melihat semburat merah di wajah tampan itu.
“ Jangan ketawa dong “ sungut Rajendra manja, sikap yang selama ini hanya ditunjukkan pada orang terdekatnya, bukan didepan umum.
“ Siapa sih ? Gak pengen ngenalin ama aku seperti biasanya ? Butuh bantuan ?”
“ Baweeeel .....”
“ Serius nih .... perlu bantuan untuk meyakinkan ?” Ken mengurangi senyum lebarnya.
“ Jangankan ngenalin ama kamu ... aku aja gak kenal dia.” Sahutnya kesal.
Ken melongo “ Gak kenal ? Dan udah bikin kamu kayak gini ?” wajahnya mendadak serius ,” Ini bukan kayak di novel novel tentang jatuh cinta pada pandangan pertama kan , Jen ?” dihembuskannya nafas melihat bahu kokoh itu luruh.
“ Ini pas aku bikin klip dua bulan yang lalu. Pas off aku hunting foto upacara tradisional, disitu aku ketemu dia.” Rajendra memejamkan mata ... dan semua kembali terpampang jelas ,” Dia motret di depan aku, satu anak tangga dibawah, dan rambutnya nyangkut di jam ama jaket aku.” Rajendra menatap Ken ,” Berdekatan dengannya aku merasa ... pulang.”
“ Pulang ?”
Rajendra mengangguk ,” Ke tempat seharusnya aku berada. Aku merasa nyaman, utuh, dan lengkap ... semua begitu pas seakan diciptakan khusus ... so customized.”
Ken gagal tertawa melihat kesungguhan sahabatnya. Rajendra bukan sosok yang mudah jatuh cinta, kendati beberapa kali ia menjalin hubungan yang pada akhirnya kandas tanpa meninggalkan luka serius. Lelaki disampingnya ini juga bukan sosok yang mudah dipuaskan dalam segala hal ... ia begitu perfeksionis, detail dan baginya tidak ada yang instan.... Rajendra sangat percaya pada proses. Dan sekarang semua terpatahkan oleh seseorang, yang bahkan tak dikenalnya.
“ Aku Cuma tau namanya Tya ... dan ada ratusan nama yang aku temukan disini ...” digoyangnya ponsel ,” dan masih ada jutaan lagi.” Dihembuskannya nafas “ Aku sempat minta dia DM ... sebelum dia kabur pas ada rombongan yang minta foto bareng.”
Ken bersandar di bahu Jendra mendengar nada putus asa dalam suara berat itu.
“ Kamu pernah bilang tentang kekuatan doa khan Ken ... yang kamu yakini jadi jawaban terbaik waktu kamu putuskan menerima Joey.”
“ Ya ... dan hampir semua keputusan besar dalam hidup aku, saat otak, hati dan keadaan sudah gak sanggup lagi memberi keyakinan ... aku kembalikan sama yang punya hidup. Dan aku yakin itu jawaban yang terbaik ... its worked for me.”
“ Dan dalam sebulan ini aku udah berkali kali berdoa ... Aku udah pertanyakan semua perasaanku. “
“ Dan ....”
“ Aku yakin dia jadi bagian dari hidupku ke depannya. Tapi gimana caranya ....”
Ken menatap sahabatnya ,” Coba pasrahkan untuk jalannya Jen .... kalau memang jawaban doa kamu seperti itu, pasti akan ada jalannya.”
Rajendra tersenyum tipis ,” Bahkan mama juga merasakan jawaban yang sama ... tinggal aku berserah pintu mana yang bakal terbuka buat aku.”
“ Mama ?”
Rajendra tertawa malu, “ Mama pun bertanya lewat doanya, ngelihat aku galau pada sosok misterius itu.”
Ken tercenung .... mengingat bagaimana ia memohon pada orang tuanya untuk membantu berdoa memilih jalan yang terbaik baginya. Menerima Joey bukan hal yang mudah, kendati lelaki itu begitu mudah dicintai dengan segala kebaikan dan ketulusannya. Kegagalannya bersama ayah dari putra semata wayangnya bukan sesuatu yang mudah dilupakan, walaupun sudah dimaafkan.
Dan kini Rajendra sampai melakukan hal yang sama ... kelihatannya mereka berdua berada dalam titik yang sama diwaktu yang hampir bersamaan ,” Aku bantu dengan doa kali ini.”
Rajendra tersenyum, memeluk perempuan disampingnya ... mengangkat kepala saat pintu ruang ganti mereka diketuk ,” Ya ...”
“ Lima menit lagi”
Rajendra dan Ken mengacungkan jempol, berdiri dan bersiap ke belakang panggung ... kembali menjadi milik publik yang harus meninggalkan semua keresahan sejenak.
***Download NovelToon to enjoy a better reading experience!***
Updated 5 Episodes
Comments
Chance Meritt
Hai! tertarik menulis di platform kami? silahkan tinggalkan informasi kontakmu, nanti aku akan menghubungimu dengan detailnya
2022-03-25
0