Sekuat Apa Rasa Itu ?

Agastya menjauhkan kursinya dari meja, bersandar mengalihkan pandangan pada ikan ikan kecil di dalam aquarium disudut ruangan. Berenang kesana kemari, bahkan tak pernah berhenti ... tapi nyatanya mereka tetap disana, tak bisa kemana mana. Bahkan seandaikan bisa keluarpun mereka tak akan bertahan diluar kehidupan kecilnya dibalik kaca itu.

Seperti itulah aku sekarang ... kesana kemari, tak berhenti untuk berlari ... tapi nyatanya tak bisa kemana mana, aku tetap disini dengan perasaan aneh ini .... bahkan seandainya bisa kuingkari rasa ini, belum tentu juga aku sanggup menghadapi hariku seperti dulu.

Kamu ... ditatapnya sebentuk wajah tampan di monitor ... melintas sekilas dalam masa laluku, bertahan dalam hidupku saat ini ... benarkah memang kamu yang dihadirkan untuk menemani masa depanku ...?

Gusti .... maafkan aku. Saat semua kemampuanku berpikir dan merasa sudah tak mampu menjawabnya, aku berserah ... tapi saat jawaban itu kudapatkan, mengapa pula aku masih menyangkalnya ...?

Benarkah itu jawaban yang Kau berikan padaku atau hanya angan yang tersembunyi dibawah sadarku ? Atau aku yang terlalu sombong untuk menerima jawaban itu ?

Agastya menggerakkan mouse, menampilkan deretan wajah dan berita tentang Rajendra ... tentang album dan single barunya bersama Ken.

“ Hei, sejak kapan di kantor jadi baca gosip ?”

Agastya tersentak ... menatap Joey yang sudah duduk di lengan kursinya ,” Cari inspirasi lagu buat project kalian." Kilahnya, membuka file kerja.

Joey tersenyum lembut ," Coba lihat"

Agastya menggeser sedikit laptopnya ," Ini detail tiga tempat yang kalian minta untuk survei. Ada beberapa grand design disitu, untuk masing masing tempat. Perlu aku share ke Ken ? Atau kakak yang mau bawa sendiri ? Tadi udah aku kirim ke email kakak.”

"Aku terusin ke Ken.”

Agastya mengangkat wajahnya mendengar bagaimana lelaki itu menyebut nama Ken dengan segenap perasaannya. Wajah lelaki yang selama ini selalu identik dengan kata tenang itu begitu bahagia " Bahagia banget kak .... Ada rasa takut gak sih bakal menikah ama seorang Ken ?"

Joey duduk di kursi diseberang meja, menarik nafas dan menatap Agatya dengan mantap ,”Pasti .... keraguan itu bahkan cukup lama. Itulah kenapa aku gak pernah mengenalkanmu padanya sebelum aku yakin. Dunia Ken membuatku berpikir lebih dari seribu kali ... tapi pada akhirnya aku menyerah untuk mencintainya sebagai sepenuhnya Ken apa adanya dia. Dan mempersiapkan diri untuk pada akhirnya harus membagi sebagian kecil privacy pada publik."

" Kakak yakin ini yang terbaik ?”

" Insyaallah ... aku sudah minta petunjukNya."

" Dan setelah doa itu dijawab semua jadi mudah dan meyakinkan ?"

“ Meyakinkan iya .... tapi tidak sepenuhnya mudah. Yang terbaik bukan berarti yang sempurna tanpa kekurangan dan tantangan khan ?" Joey mengamati wajah perempuan dihadapannya ,”Kenapa, Tya ?”

Agastya tercenung ...

“ Beberapa bulan ini kamu gelisah, sejak aku kenalkan Ken.” "Diraihnya tangan yang menggores permukaan meja dengan ujung jarinya, kebiasaan ketika perempuan ceria ini dalam kodisi hati yang tidak tenang , "Ada yang mengganjal dengan Ken ?”

Agastya menggeleng cepat ," Gak ada yang salah, bahkan kakak beruntung."

“ Lalu ?” dieratkannya genggaman pada adik, sahabat sekaligus partner kerjanya ini ," Aku coba untuk tidak bertanya sebelum kamu cerita. Tapi beberapa minggu ini, sepulang survey ... kegelisahanmu semakin jelas. Ada apa ?”

“ Ada seseorang.” Agastya menerawang ,” Aku mengenalnya beberapa tahun yang lalu ... tidak secara personal, hanya dari apa yang aku amati. Dan waktu survey kemaren aku ketemu dia lagi ...” dipejamkannya mata, kembali merasakan perasaan itu.

Joey mengerutkan kening melihat wajah Agastya melembut, bahkan ada kilasan kabut yang membuatnya terlihat sedang bermimpi ketika gadis itu membuka matanya ," Kamu jatuh cinta ?" senyumnya

Seketika aura kebahagiaan itu memudar ,” pada orang yang sama sekali tidak masuk dalam hitungan detik.” Dan ketakutan serta keraguan itu sekarang begitu jelas.

“ Bukan laki orang kan ?"

Agastya melotot ” Gila ajaaaaa .... itu sih secara nalar juga gak masuk hitungan.” Ditariknya tangan ,” Tega kakak ih."

Joey tertawa lembut ,” Becandaaaa .... aku percaya kamu gak akan aneh aneh."

Agastya memajukan bibirnya.

“ Sekuat apa rasa itu ?"

" Sampai aku menyerah menghadirkan alasan untuk menolaknya ."

" Dia bilang apa ?"

Agastya tertawa kecut , "Bahkan kami nggak bicara lebih dari sekedar basa basi, dan hanya dalam hitungan menit.”

Joey mengerutkan kening.

“ Aku bahkan sudah bertanya ama yang punya rasa, Kak ...”

“ Lalu ?"

" Keyakinan itu makin tebal, bawa dia ...."

“ Tapi nada suaramu gak yakin sama sekali ...."

“ Itulah ... benarkah dia jawaban doaku ?"

“ Coba sekali lagi berdoa ..."

“ Sudah berkali kali dalam beberapa bulan ini, dengan jawaban yang sama. Sampai aku takut Tuhan marah karena aku meragukan jawaban doa itu."

“ Ya udah ... jalani dan pasrahkan. Seperti yang aku bilang tadi, yang terbaikpun bukan berarti mudah dan sempurna. Pasti ada jalannya ketemu dia lagi."

Agastya tertunduk dalam Ya.... salah satunya aku pasti menemuinya berkaitan dengan pernikahanmu ..

Ken sahabatnya, dan sudah dipastikan ada lelaki itu dalam proses ini. Apa yang harus aku katakan kalau nanti dia menagih DM ku ? Atau dia bahkan sudah lupa ? Entahlah ... bagaimana aku bisa berharap dan menghindar pada saat yang sama ?

Episodes

Download

Like this story? Download the app to keep your reading history.
Download

Bonus

New users downloading the APP can read 10 episodes for free

Receive
NovelToon
Step Into A Different WORLD!
Download NovelToon APP on App Store and Google Play