Jam pulang sekolah pun telah usai, sesilia langsung pergi kekantin, akan tetapi langkahnya terhenti ketika kedua sahabtnya datang menghampiri.
" lia lu mau ngpain kekantin, lu masih laper yaa " tanya amara kepada sesilia
" gue haus mau beli minuman " jawabnya
" oooh gue kirain lu masih laper, habisnya tadi dikantin makanan lu masih banyak, lu langsung pergi gitu ajah, pasti tadi lu risih karna kedatangan boby kan " sahut tania
" yaaa salah satunya sih itu juga bener tan, ya udah gue pergi kekantin dulu yach, lu berdua kalo mau pulang duluan juga gak apa-apa koq " lia pun langsung pergi meninggalkan kedua sahabatnya.
sebelum memutuskan pergi kekantin lia memeriksa ke setiap kelas, karna ia tidak tau nama dan kelas berapa, orang yang ia tak senghaja menjatuhkan minumannya.
Tapi karna saking banyaknya kelas disekolahan ini, ia mengurungkan niatnya.
" haduuuch lia lia, tadi kenapa sih lu gak tanya namanya dulu atau tanya kelas berapanya ke... Iiiiikh kalo gini kan pusing, gimana bisa gue ganti minumannya " rutuk lia pada dirinya sendiri.
Akhirnya lia memutuskan menunggu digerbang sekolah setelah membeli minuman dikantin, berharap bisa bertemu dengan cowo yang ia maksud.
" lia ngapain lu disini sendirian, nungguin jemputan ya " tanya syam menghampirinya.
" bukan urusan loch " jawabnya ketus
" mau gue anterin gak, atau gue temenin lu disini sampai jemputan lu datang " pinta syam.
" gak usah, udah dech syam lu pergi jangan ganggu gue " sahut lia menyuruh syam pergi.
Padahal dalam hati sebenernya lia senang bisa berdekatan dengan syam, hanya saja ia masih malu bila mengingat kejadian yang ketahuan menatap wajahnya syam.
" ya udah kalo gak mau mah gue pergi duluan, tapi lu hati-hati disini sendirian, karna semua guru dan murid disekolah ini sudah pulang semuanya " ucap syam sambil melangkah pergi menghampiri motornya.
Lia pun melihat jam ditanganya,
" astagfirullah ini kan udah jam 1 siang, ya wajarlah dari tadi aku nungguin cowo itu gak keluar-keluar mungkin sudah pulang " gumamnya dalam hati.
Ketika syam hendak pergi, sesilia memanggilnya.
" syam, kalo lu maksa mau nganterin gue pulang, ya udah ayo anterin gue pulang " ucap lia malu-malu dengan alibi syam memaksanya pulang bersama.
" iiiikh siapa yang maksa lu, geer banget " syam pun menyeringatkan dahi, ia binggung dengan ucapan sesilia yang terkesan memaksanya, padahal ia hanya coba untuk mendekatkan diri kepada sesilia tanpa paksaan.
" kan tadi lu bilang mau nganterin gue pulang atau mau temenin gue, kalo bukan maksa apa coba namanya, ya udah yuuu pulang udah jam satu nanti bundaku khawatir, karna biasanya jam segini gue udah dirumah" jelas sesilia.
Syam dan sesilia pun pergi meninggalkan sekolahan, akan tetapi al yang melihat kejadian itu, hanya diam merutuki keterlambatannya, padahal ia sudah senang bisa dekat dengan gadis yang ia cintai.
Tapi karna datang terlambat keluar sekolah menjadi hambatan untuk bisa menemui sesilia, al pun pulang dengan perasaan penyesalan.
Tapi ia masih punya harapan untuk bisa mendekati sesilia, karna ia akan menagih minuman yang sesilia jatuhkan.
Sedangkan sesilia merasa bahagia bisa diantar pulang oleh syam, dan berharap kalo syam adalah cinta pertamanya.
Si pangeran kecil yang menolongnya, yang membuat ia jatuh cinta sampai sekarang pada sosok anak kecil dimasa lalunya.
***Download NovelToon to enjoy a better reading experience!***
Comments