Dear Sesilia
banyak yang bilang cinta pertama itu sulit untuk dilupakan,
jawaban saya yaaa memang benar karna itu tengah dirasakan saya sendiri.
Saya bernama Sesilia Ayudia yang masih duduk dibangku SMA didaerah jakarta.
hobi saya membaca dan menulis,
Pertemuan singkat diwaktu kecil membuat saya jatuh cinta untuk pertama kalinya.
pria itu bernama Syamuel Nugroho, bocah kecil yang membantuku saat aku terjatuh dari sepeda.
Flashback...
aku dan keluargaku pergi belibur kebandung, wisata yang sangat indah itu mempertemukan aku dengan dia cinta monyetku. hahaha terdengar lucu bukan saat ku panggil dia cinta monyetku karna belum tentu juga dia mencintaiku. Hehehe,,,,
ketika sampe dibandung, aku yang masih kecil sungguh antusias ingin bersepeda, karna ingin melihat pemandangan yang indah disini secara santai.
"ayah bunda, boleh yaaa aku pergi bersepeda"
"iya boleh tapi jangan jauh-jauh ya sayang"
ucap ayahku sambil mengacak-acak rambutku,
"siap bosss" jawabku sambil mengakat hormat kepada ayahku.
Aku pun pergi mengambil sepeda dan mengendarainya seorang diri, tanpa ditemani adik dan kakakku, karna mereka memilih istirahat setelah menempuh perjalanan dari jakarta kebandung.
aku terus mengayuh sepedaku sambil melihat kekanan dan kekiri menghirup aroma sejuk disini, tiba-tiba saja sepedah yang aku kendarai terjatuh seperti ada sebuah tali yang menghambat laju perjalanan sepedaku.
aku pun menangis merintih kesakitan memegang kepalaku yang berdarah karna terbentur pohon yang besar, dan sakit dibagian pergelangan tangan dan kakiku yg lecet-lecet.
datang 3 anak kecil seusiaku menghampiriku, ada yang tertawa melihat kondisiku.
dan salah satu dari mereka bertiga ada yang mengendongku, tapi diantara ketiga laki-laki itu, ada satu yang membuatku tersenyum manis.
" tampan sekali laki-laki itu, apa aku sudah ada disurga" gumamku dalam hati
Pandanganku pun mulai berkurang.
"sesilia, lia sayang" pangil bundaku lembut dan menggerak-gerakan tanganku.
*******
bundaku terus memanggil namaku
"lia sayang, bangun udah siang "
"ooooh now, ternyata aku memimpikan dia lagi" gumamku dalam hati.
bundaku pun heran melihatku yang bangun tidur karna seperti orang linglung
" lia sayang, kamu kenapa"
"gak apa-apa kok bun," sahutku sambil termenung melamun mengingat mimpiku barusan.
" udah siang lia, sana mandi bau acem"
bunda pun pergi meninggalkanku.
" iya bunda"
aku pun bangun dan melakukan ritual mandi dan dandan cantik sebelum berangkat kesekolah.
***********
Aku pergi kesekolah bareng kedua sahabatku.
Amara Nurmaulidia dan Tania Rinanda,
ketika sampai digerbang sekolah tiba-tiba saja tania bilang "dengerin yaaa lu berdua, cowok pertama kali yang gue lihat disekolah akan gue jadikan pacar" ntah ada angin apa tania bicara seperti itu.
"apaaa, itu lu serius???"
ucapku dan amara berbarengan karna saking kagetnya dengan ucapan tania.
" ya iyalah gue serius ngapain becanda "
sahutnya meyakinkanku dan amara
" gimana kalo yang pertama kali lu lihat adalah pak karno "
ucapku mengejek tania, karna pak karno adalah satpam sekolah dan usianya pun sudah menginjak usia tua, aku dan amara pun tertawa sambil menutup mulut dengan tangan "hahaha"
" iiiikh gue bilangkan didalam sekolah bukan digerbang sekolah"
tania menjawab dengan nada yang marah dan menghentakan kakinya.
Tiba- tiba datang seorang pria senior bernama Badar melewati kami bertiga.
" tania ternyata kak badar cowo pertama yang lu lihat" aku dan amara sontak kaget dan gak percaya.
Secara kak badar itu adalah ketua osis dan orangnya lumayan tampan dan banyak orang menyukai kepemimpinannya yang tegas dan baik.
"tan, tania"
aku memegang tangan tania karna ia sendri pun syok dan masih mengangap tak percaya, aku pun terus memangil namanya dengan sedikit keras "taniaaaaaaaaa"
dia pum mulai tersadar dari lamunannya
" iya berisik banget sih lu yaaa, hmmmmz.... gue bener-bener harus berusaha menjadikan dia sebagai cowo gue gimana pun caranya"
" lu serius tan, emangnya lu suka sama kak badar " ucap amara penasaran.
"lu gak usah kepo dech, cukup doakan gue aja biar bisa berpacaran dengannya "
sahutnya sambil melangkah pergi meninggalkanku dan amara.
" lu mau kemana tan" ucapku karna tania berlari pergi meninggalkanku dan amara.
"mau PDKT sama kak Badarlah" jawabnya sambil menengok kebelakang melihatku dan amara.
" GOOD LUCK " ucapku dan amara memberi semangat💪 kepada tania.
******
Aku dan amara pun pergi masuk ke dalam kelas, dan tidak menemukan tania.
" ara kemana perginya tania yaaa?
perasaan dia tadi pergi lari masuk kelas dech, tapi didalam kelas juga gak ada"
Sambil ku edarkan pandangan mataku mencari sosok sahabatku tania.
" kan tadi dia bilang mau PDKT sama kak badar, mungkin ajah dia tadi lari masuk ke kelasnya" sahut amara dengan sambil selfie dihpnya dan membetulkan sedikit make upnya.
Yaaa begitulah amara yang sering ku panggil ara, padahal menurutku dia udah cantik natural koq, tapi masih saja suka make up didalam sekolah, ya wajar sih cewe itu kan ingin selalu terlihat cantik.
"hayyyy gays, sayangnya akuuuuu."
nah yang diomongin akhirnya datang juga, aku melihat mimik wajah tania yang baru datang tiada henti tersenyum bahagia.
" lu kenapa sih tan, datang langsung senyum-senyum kaya gituch" aku pun mengecek keningnya "gak panas, lu kesambet kuntil anak kali yach hehehe "
"eeeh sembarangan yach loch lia" ucapnya tidak terima " gue ini lagi bahagiaaaaaa" sahutnya lagi sambil merentangkan kedua tangannya.
" Bahagia kenapa lu say?" "kepo niech gue"
amara yang sibuk selfie pun menghentikan kegiatannya, aku pun sama keponya dengan kebahagian yang tengah tania rasakan.
" udah nanti ajah dikantin gue ceritanya, bentar lagi bu yolanda da,,,,"
belum sempat tania selesai bicara, suara deheman "eheeemmmz" pasti bu yolanda sudah datang, dan menghentikan obrolanku dengan kedua sahabatku.
"selamat pagi bu" ucap semua murid
" iya" hey kamu masuk jangan berdiri disana"
ntah pada siapa bu yolanda menyuruh masuk, padahal semua murid dikelas ini sudah masuk semua.
Sosok yang dipanggil bu yolanda pun datang,
" astagfirullah haladzim," ku ucapkan istigfar dalam hati, karna murid baru yang ada didepanku mengingatkan aku dengan dia, meski penampilannya yang sekarang jauh lebih tampan dan berbeda, tapi aku yakin kalo itu dia karna aku mengingat jelas tatapan matanya dulu dan sekarang sama.
Semua teman-teman perempuan pun memuji ketampanannya,
" sarangheo oppa, iiikh ganteng banget sih oppa " ucapan nia itu berhasil menghebohkan kelas menjadi berisik karna kedatangan murid baru, yang menurutnya seperti oppa-oppa korea.
" sudah diam" bentak bu yolanda "anak-anak semua kita kedatangan murid baru, ayo kenalkan nama kamu" suruh bu yolanda kepada murid baru.
" hay semuanya nama gue Syamuel Nugroho, kalian bisa panggil gue syam"
" apaaa jadi benar dia cinta pertamaku" ucapku dalam hati sambil tersenyum bahagia, orang yang sudah bertahun-tahun aku rindukan akhirnya bertemu juga.
" oppa syam, asal dari korea yaa mukanya ganteng seperti aktor korea " ucap sasha yang terus menatap wajah syam.
" bukan gue dari bali, "sahutnya
"apa ba,,,ba,,li bukan bandung"
berarti bukan dia dong, apa mungkin hanya namanya saja yang sama, tapiiiii mukanya memang sedikit berbeda sih, tatapan matanya itu loh yang mengingatkanku dengan dia" gumamku dalam hati penuh kekecewaan, karna sudah terlanjur berharap bahwa dia adalah cinta pertamaku.
ini cerita pertamaku
perlu keritik dan saran yang baik biar aku semangat nulisnya...
***Download NovelToon to enjoy a better reading experience!***
Comments