Vanessa Wijaya punya satu prinsip: **jangan pernah main di kandang sendiri.**
Sekretaris andalan di Meridian Global ini tahu betul cara menjaga benteng kariernya—dibangun dari nol, dengan kerja keras, bukan dengan menjual diri. Akhir pekan itu, ia hanya ingin satu malam tanpa beban di sebuah klub privé eksklusif, Bilquis—tempat di mana segala hasrat boleh terjadi, asal **atas dasar persetujuan.** Pria yang masuk ke ruangannya malam itu sempurna di setiap titik: tampan, dominan, dan tahu persis cara membuatnya melupakan seluruh dunia.
Sampai Senin pagi, pria itu berdiri di ruang rapat sebagai **Direktur baru-nya.**
"Salam kenal, Nona Sekretaris," ujar Damian Hartono sambil mengulurkan tangan—pewaris tersembunyi konglomerat Surya Sentosa Group yang memilih jalannya sendiri.
Vanessa bersumpah akan menguburnya sebagai "kebetulan satu malam." Tapi Damian punya rencana lain. Dan ketika seorang petinggi mitra perusahaan menyudutkannya di toilet pesta gala dan berdalih *"dia sendiri yang menggoda"*, Damian-lah yang mendobrak pintu itu—lalu mengucapkan kalimat yang mengguncang seluruh ruangan:
**"Dia boleh seliar apa pun. Itu haknya. Tapi selama dia tidak setuju, yang kau lakukan tetap kejahatan. Boleh liar, tapi tak boleh kau ganggu."**
Di antara kontrak rahasia tiga bulan, gosip "naik jabatan lewat ranjang", tekanan perjodohan dari keluarga konglomerat, dan luka lama *"keluargamu tak sederajat denganku"*—Vanessa harus menjawab satu pertanyaan yang paling ia takuti:
*Bisakah ia mencintai seseorang tanpa kehilangan dirinya sendiri?*
Sebuah kisah tentang perempuan yang menolak tunduk, cinta yang menolak kompromi, dan seorang pria konglomerat yang rela melawan seluruh dunianya—asalkan ia boleh mencintai dengan bebas.
**Dari dahaga, menuju cinta. Mawar yang pergi, akhirnya pulang untuk mekar.**
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yovan Gunardio Darmawan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Boleh Liar, Tapi Tak Boleh Kau Ganggu Komentar