"Mama akan menikah."
Kalimat itu menghantamku tanpa aba-aba.
"Aku tidak setuju, Ma..."
Suaraku bergetar, berharap keputusan itu masih bisa berubah.
"Mama berhak bahagia, Amerta."
Kalimat sederhana itu seolah menjadi palu yang menghancurkan seluruh angan-anganku.
Amerta Bunga Adiguna.
Namaku dipanggil untuk menerima kenyataan yang tak pernah siap kuhadapi.
Di balik rumah yang diselimuti nuansa temaram, berdiri seorang pria bertubuh tinggi dengan tatapan yang sulit ditebak. Ia hanya mengamati jalannya acara dari kejauhan, membiarkan keheningan berbicara lebih banyak daripada kata-kata.
Mahesa Putra Dirgantara.
Sosok yang kehadirannya perlahan mengubah seluruh jalan hidupku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bulane, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kakak Tiri Kuu Yang Dingin Komentar