Indonesia
NovelToon NovelToon
Terpisah Oleh Takdir

Terpisah Oleh Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Cintapertama
Popularitas:205
Nilai: 5
Nama Author: Diah Lubis27

Mengisahkan tentang seorang pria yang sudah beristri yang mengalami sebuah kecelakaan hingga mengakibatkan ia kehilangan ingatan dan menikah dengan wanita beda keyakinan.
Akan kah kisah cinta mereka bertahan?
Bagaimana akhir kisah cinta mereka?.....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diah Lubis27, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1

   "Farhan....." Panggil seorang wanita paruh baya kepada seorang pemuda yang sedang fokus membaca sebuah buku.

"Ya umi, ada apa !" Farhan segera menghentikan aktivitas membacanya begitu melihat seorang wanita paruh baya datang menghampirinya dan memanggil namanya, wanita itu tak lain adalah ibunya yang bernama Humaira.

Meskipun usianya sudah tak lagi muda namun Humaira masih terlihat anggun dan cantik dengan sikapnya yang lemah lembut menambah kesan istimewa pada wanita paruh baya itu.

Humaira mendekat dan duduk di samping Farhan.

"Menurut kamu bagaimana dengan Karisa putri ustadz Jamal ?"

"Maksud umi?" Farhan mengerutkan dahi, bingung kenapa tiba-tiba uminya bertanya tentang Karisa.

"Sebenarnya memang ada sesuatu, tapi umi ingin dengar penilaian kamu dulu." Humaira menatap lekat wajah putranya.

Farhan terdiam sejenak seolah berfikir dan mengumpulkan semua memori tentang Karisa di benaknya.

"Emmm, cantik " ucapannya sambil tersenyum.

"Hanya cantik?" Tanya Humaira kembali.

"Sholehah, pintar, lemah lembut dan..." ucapan Farhan terhenti saat ia menoleh ke arah uminya dan melihat uminya tersenyum penuh arti.

"Aiss...umi katakan terus terang sebenarnya ada apa?"

"Iya, iya umi katakan" merasa sudah cukup menggoda anaknya itu Humaira mulai mengatakan niatnya kepada Farhan anaknya.

"Sebenarnya umi dan Abi berencana menjodohkan kamu dan Karisa, dan umi kesini mau bertanya tentang pendapat kamu, bagaimana kamu setuju atau tidak ?"

"Kalau aku tidak setuju apakah umi akan kecewa ?" Bukannya memberi jawaban Farhan justru balik bertanya kepada uminya.

"tentu saja umi akan kecewa karena menurut umi Karisa itu jodoh terbaik untuk kamu. Tapi bagaimanapun juga umi tetap akan menghargai keputusan kamu, karena hal ini menyangkut kebahagiaan seumur hidup kamu jadi apapun keputusan kamu umi dan abi tidak akan menyalahkan kamu."

Farhan tersenyum menatap uminya, ia benar-benar bersyukur memiliki orang tua yang sangat pengertian seperti abi dan uminya. "Umi tenang saja aku setuju kok, lagi pula menurut aku Karisa itu wanita yang sangat baik."

"Alhamdulillah " Humaira merasa sangat bersyukur dan bahagia.

"Baiklah kalau begitu umi akan sampaikan pada abimu agar dia bisa segera menyampaikan kabar gembira ini kepada ustadz Jamal."

Setelah Humaira pergi meninggalkan Farhan ia kembali terdiam sambil menarik nafas dalam-dalam "Ya Allah semoga keputusan hamba ini benar " ucap Farhan lirih.

Begitu dapat kabar dari istrinya bahwasanya Farhan setuju dengan perjodohan ini, kiyai Usman abinya Farhan langsung menghubungi teman baiknya ustadz Jamal melalui seluler.

"Assalamualaikum ustadz Jamal ini saya kiyai Usman" ucap kiyai Usman begitu panggilan selulernya tersambung.

"Waalaikumsalam kiyai Usman, bagaimana kabar anda dan keluarga ?" Tanya ustadz Jamal.

"Alhamdulillah baik, begini ustadz Jamal mengenai perbincangan kita tempo hari tentang anak-anak kita, anak saya Farhan sudah setuju jadi bagaimana kapan kami bisa berkunjung untuk melamar Karisa ?" ucap kiyai Usman to the points. Kiyai Usman memang tipe orang yang menggebu-gebu dan energik walaupun usianya sudah tidak muda lagi.

"Ha..ha..ha.." Ustadz Jamal tertawa mendengar ucapan kiyai Usman yang begitu menggebu-gebu.

"Kiyai Usman memang tidak pernah berubah selalu to the points, tapi untuk masalah ini saya akan bicarakan dulu dengan Karisa, insyaallah akan saya kabari secepatnya."

"Baiklah kalau begitu saya tunggu kabar baiknya."

"Bagaimana pak?" Tanya Humaira yang penasaran dengan pembicaraan suaminya dengan ustadz Jamal.

"Ustadz Jamal ingin bertanya dulu pada putrinya, baru setelah itu akan memberi kabar pada kita.

"Semoga semuanya lancar dan sesuai harapan kita ya pak, saya benar-benar sudah tidak sabar ingin menjadikan Karisa sebagai menantu kita."

Kiyai Usman hanya tersenyum menanggapi celotehan istrinya.

Satu hari setelah kiyai Usman menelpon ustadz Jamal, ustadz Jamal balik menelpon kiyai Usman. Seperti janjinya ia akan memberi kabar setelah berbicara dengan putrinya. Dan ternyata putrinya Karisa juga setuju dengan perjodohan ini.

Tanpa menunggu lama ustadz Jamal langsung memberi tahu kabar baik ini kepada keluarga kiyai Usman.

Dan sesuai kesepakatan bersama hari lamaran akan di lakukan akhir bulan ini, yang pada saat itu hanya terhitung 15 hari dari tanggal saat ustadz Jamal memberi kabar.

"Karisa kamu mau kemana?" Tanya ustadz Jamal pada putrinya yang saat ini sudah terlihat rapi dengan setelan gamis syar'i berwarna dusty terlihat sangat serasi dengan kulitnya yang putih bersih.

"Tentu saja mau mengajar ayah, memangnya mau kemana lagi." Karisa tersenyum sambil menyalami tangan ayahnya.

"Sebaiknya kamu harus segera ambil cuti mengajar, ingat acaranya tinggal dua Minggu lagi Lo."

"Iya ayah aku mengerti, tapi ayah kenapa harus secepat ini sih, kesannya seperti terburu-buru sekali ?"

"Itu karena anak ayah terlalu cantik." Canda ustadz Jamal menggoda anaknya.

"Isss, ayah apaan sih. Ya sudah aku berangkat dulu, assalamualaikum."

Karisa melangkah pergi meninggalkan ayahnya yang masih asyik menikmati secangkir kopi.

Waktu cepat berlalu hari yang di sepakati pun tiba, acara lamaran berjalan lancar sesuai dengan yang di harapkan. Dan satu bulan kemudian akan di gelar acara pernikahannya.

"Kalian sudah bertunangan, bicaralah kalau ada yang ingin di bicarakan tentang acara pernikahan kalian nanti tapi jangan berdua saja ingat belum muhrim, ajak adikmu Aisyah." Ucap kiyai Usman kepada Farhan putranya.

Sesuai yang dikatakan ayahnya Farhan pergi menemui Karisa untuk berbicara tak lupa ia juga mengajak adiknya Aisyah.

Mereka bertiga duduk di bangku taman yang ada di samping rumah Karisa tentu saja Aisyah yang tau diri duduk agak menjauh dari mereka berdua walaupun masih dapat melihat dengan jelas dan mendengar dengan jelas apa yang di bicarakan oleh Farhan dan Karisa.

"Karisa bagaimana menurutmu dengan pernikahan kita ini." Kalimat itulah yang pertama kali terlontar dari mulut Farhan untuk memulai percakapan diantara mereka.

Karisa tak langsung menjawab, ia hanya diam dan memandang wajah Farhan dalam-dalam.

Hal ini membuat Farhan salah tingkah dan wajahnya sedikit memerah.

"Astaga, benar-benar pria yang lucu dan lugu. Tapi aku suka." Batin Karisa.

"Emmm..., bagaimana ya, sebenarnya aku sih terpaksa takut membuat ayahku kecewa dan aku berdosa tapi untungnya kamu sangat tampan jadi sekarang aku tidak terpaksa lagi." Ucap Karisa santai.

Ucapan Karisa membuat Farhan terkejut dan sedikit melongo, hal itu membuat tawa Karisa dan Aisyah pecah secara bersamaan.

"Kak Karisa sudah jangan goda kakakku lagi, lihat wajahnya ini sudah seperti kepiting rebus." Aisyah berjalan mendekat ke arah Farhan dan Karisa masih dengan tawa yang belum hilang dari bibirnya.

Sadar kalau kedua wanita ini sedang mengerjai dirinya, Farhan memasang wajah cemberut.

"Kalian !!!!"

"Sudah sudah jangan marah, lagian kamu kaku banget sih." Karisa menutup mulutnya yang masih belum bisa berhenti tertawa.

"Menurutku pernikahan ini sangat baik untukku karena aku yakin kamu pria yang baik yang di kirimkan Allah untuk menjadi imamku dan menuntun aku ke surga."

Ucapan Karisa itu langsung melenyapkan segala keraguan di hati Farhan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!