Indonesia
NovelToon NovelToon
Masuk Novel Pikiran Ku Di Baca Pangeran

Masuk Novel Pikiran Ku Di Baca Pangeran

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:10.4k
Nilai: 5
Nama Author: mejiku

Terjebak dalam novel yang pernah dibacanya, Lina terbangun sebagai pelayan istana di Kerajaan Valdoria sebuah dunia modern yang dipenuhi teknologi canggih namun tetap dikuasai oleh sistem monarki absolut. Sebagai wanita yang sangat mata duitan, tujuan Lina sederhana: kumpulkan uang sebanyak mungkin lalu kabur untuk hidup bebas. Sayangnya, rencana kabur itu terhambat ketika ia terus terseret intrik istana dan berhadapan langsung dengan Putra Mahkota Lucien. Pangeran dingin dan disegani itu secara misterius hanya bisa mendengar isi hati Lina sebuah keanehan khusus yang tidak berlaku pada orang lain. Di saat Lina berakting sopan dan penurut di luar, batinnya terus menggerutu, sibuk menghitung uang, dan merencanakan kabur. Lucien yang lelah dengan kebohongan orang-orang di sekitarnya justru merasa terhibur dengan suara hati Lina yang jujur dan serakah, membuat sang pangeran sengaja mengikat Lina di sisinya agar tak bisa pergi ke mana-mana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mejiku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Masuk ke novel sialan?

Bau minyak jelantah dan kepulan asap masakan adalah bau yang paling Lina kenal. Jemarinya yang kasar akibat terlalu sering mencuci piring dan membawa kardus barang dagangan terasa pegal luar biasa. Di usianya yang baru menginjak semester lima, kehidupan kuliahnya sama sekali jauh dari kata estetis. Jalur beasiswa kurang mampu adalah satu-satunya tiket yang membuat Lina bisa duduk di kursi kayu kampus ini. Selebihnya? Hidupnya adalah maraton yang tak pernah usai demi uang, uang, dan uang. Pagi jualan risoles di selasar fakultas, siang kuliah, sore sampai malam jaga toko kelontong, lalu lanjut ambil kerjaan lepas mengetik dokumen di kosan.

"Bayangkan jika negara kita berbentuk kerajaan? Menurut kalian, apa yang akan terjadi?"

Suara berwibawa dosen Sejarah di depan kelas menggema, memecah lamunan Lina yang sedang menghitung sisa saldo di rekeningnya.

"Mungkin akan sering terjadi perang saudara buat perebutan tahta, Pak," sahut salah satu mahasiswa di barisan depan.

Lina menghela napas panjang, bersandar malas pada kursi. Topik seperti ini rasanya terlalu jauh dan tidak berguna untuk urusan perutnya yang mulai keroncongan. Tapi entah kenapa, pertanyaan sang dosen mendadak memicu memori samar di kepalanya. Lina teringat pada satu-satunya buku fiksi yang pernah ia tamatkan di sela-sela waktu luangnya sebuah novel romansa fantasi bernuansa kerajaan modern.

Ia mendecih pelan, mengingat betapa absurdnya konflik di buku itu. "Ceritanya sih lumayan ramai, tapi kapok gue. Cukup sekali aja bacanya," gumamnya dalam hati. Tokoh-tokoh bangsawan di buku itu sibuk drama dan berebut kekuasaan, sementara rakyat kecil seperti dirinya pasti cuma jadi korban yang makin sengsara.

Bel tanda berakhirnya jam kuliah akhirnya berbunyi. Lina buru-buru memasukkan alat tulisnya ke dalam tas kain yang warnanya sudah mulai memudar. Ia melangkah gontai menyusuri koridor kampus yang mulai sepi. Tubuhnya serasa mau remuk.

"Tuhan, sekali aja... gue pengen ngerasain hidup senang, kaya raya, tanpa harus banting tulang tiap hari," keluhnya lirih sambil mengusap lehernya yang kaku.

Begitu kakinya melangkah melewati bingkai pintu besar menuju luar gedung, pandangannya mendadak mengabur. Sensasi pusing yang hebat menghantam kepalanya secara tiba-tiba, membuat sekelilingnya berputar hebat. Suara bising kendaraan di luar kampus lenyap seketika, berganti dengan dentang peralatan besi yang saling beradu dan aroma rempah-rempah yang begitu tajam.

BRUK!

Lina tersungkur ke lantai batu marmer yang dingin setelah tubuhnya dihantam keras oleh seseorang.

"Eliana! Cepat berdiri dan balik kerja!" bentak seorang wanita paruh baya dengan pakaian gaun hitam berlapis celemek putih yang sangat kaku. "Apa kamu mau dimarahi Kepala Pelayan gara-gara lambat menyajikan hidangan untuk keluarga Adipati?!"

Lina mendongak, mengerjapkan matanya yang masih terasa pening. "Hah?! Eliana?? Siapa Eliana?!"

Ia membelalak saat melempar pandangan ke sekeliling. Tidak ada lagi jalanan kampus atau tiang bendera. Ia kini berada di tengah dapur raksasa bertiang tinggi dengan langit-langit berukir emas. Puluhan orang berseragam pelayan lalu-lalang membawa nampan perak, memotong daging, dan menyusun buah-buahan mewah.

Lina memegang dadanya yang berdegup kencang, menatap bajunya sendiri yang kini berubah menjadi gaun pelayan berenda kusam.

"Gue... gue di mana?!" gumamnya syok berat, menyadari realita di depannya jauh lebih gila dari sekadar mimpi buruk.

"Mimpi. Ini pasti cuma mimpi buruk gara-gara gue kurang tidur dan kecapekan!"

Lina merancau pelan. Tangannya yang gemetar terangkat, memukul kedua pipinya sendiri cukup keras. PLAK! PLAK! Sensasi panas menyengat langsung menjalar di wajahnya, tapi pemandangan dapur megah bergaya Eropa klasik di depannya sama sekali tidak memudar.

Masih belum percaya, Lina menurunkan jemarinya ke lengan atas. Ia menjepit kulitnya sendiri kuat-kuat lalu memuntirnya tanpa ampun.

"Awwhh! Sakit, anjir!" ringisnya meringis kesakitan sambil refleks melepas cubitannya. Bekas memar kemerahan langsung tercetak jelas di kulitnya yang pucat.

Air mata Lina hampir menetes. Kalau rasa sakit ini nyata dan teramat tajam, berarti ini bukan bungkus dari tidur ayamnya di pojokan perpustakaan. "Gue di mana ini?! Kenapa bisa begini?!" pikirnya panik. Jantungnya berdegup begitu kencang sampai rasanya mau melompat keluar dari rongga dada.

Belum sempat rasa bingungnya terurai, gelombang rasa pening yang luar biasa mendadak menghantam tempurung kepalanya. Serangkaian ingatan asing bukan miliknya merangsek masuk secara paksa bagaikan pita kaset yang diputar berkecepatan tinggi. Memori tentang kehidupan seorang gadis yatim piatu bernama Eliana, hidup terlunta-lunta, hingga akhirnya dijual menjadi pelayan paling bawah di kediaman bangsawan tertinggi kerajaan.

Lina meremas rambutnya, mencengkeram kepalanya yang serasa mau pecah. Di antara seluk-beluk ingatan Eliana yang masuk, ada satu benang merah yang membuat darah Lina mendadak berdesir dingin. Nama-nama wilayah, nama sang Adipati, struktur kerajaan... semua informasi ini cocok dengan satu hal.

Itu adalah novel kerajaan modern yang baru saja ia bahas dan cemooh di dalam hatinya beberapa jam lalu sebelum keluar dari kelas Sejarah.

Di dalam cerita novel tersebut, nama 'Eliana' bahkan cuma disebut dua kali seorang pelayan kelas bawah yang nantinya bakal tewas mengenaskan akibat terkena ledakan bom sihir saat konflik perebutan tahta antara pangeran dan kelompok pemberontak pecah di istana. Tokoh figuran. Tokoh yang bahkan tidak punya peran penting, selain jadi jasad pelengkap untuk menambah kesan dramatis di dalam bab pembuka cerita!

Mata Lina membelalak sempurna, napasnya tertahan di tenggorokan saat menyadari takdir mengerikan apa yang sedang mengintainya.

"Sialan..." pekik Lina tertahan, menutupi mulutnya sendiri dengan kedua tangan yang bergetar hebat. "Gue... gue masuk ke dalam novel bangsat itu?!"

1
Uthie
Lanjut menyimak 👍😁
Uthie
Pas.. lagi seneng cerita yg soal bisa membaca Pikiran 😁👍👍👍
Noveni Lawasti Munte
kurang jeli nih si pangeran mahkota masa ga da pengawal bayangan untuk eliana🙄
Inez Putri
gmn nasibnya alianaa... smga slmat
JasmineA
mereka keluar istana terus adik nya Lucien si Althea gi mana? masa ditinggal sm predator sih...kasian pasti dia depresi gara2 kakak nya meninggoy
Nyai mardianti
ka aku Suka bangat sama novel kaka yg satu ini apakah ini masih on going
Retno Isma
ini kerjaan modern kan. kenapa ga pake lampu aja. masih pake obor Kya jaman purba.
Retno Isma
🌹🌹🌹🌹
Talita Rafifah artanti
ceritanya bagus, menarik untuk dibaca.
Anita Rahayu
Yg banyak dan panjang thor buat cerita👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Wahyuningsih
q mampir thor dpt bonus ruang dimensi gk thor biar makin sru n buat eliana badaz abiz
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!