Indonesia
NovelToon NovelToon
Sekertaris Gendut Istri Rahasia CEO

Sekertaris Gendut Istri Rahasia CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Perjodohan / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:5k
Nilai: 5
Nama Author: Novaa

Naik jabatan menjadi sekretaris CEO Adrian Dewangga (33) harus dibayar mahal oleh Nayla Safira (27). Ayahnya tewas usai menyelamatkan orang tua Adrian dalam kecelakaan maut. Demi melunasi utang nyawa dan menjalankan wasiat terakhir sang ayah, Adrian dan Nayla terpaksa menikah secara rahasia.
Awalnya, Adrian menyetujui pernikahan rahasia ini karena baginya pernikahan tersebut murni sebuah bentuk tanggung jawab, bukan karena cinta. Di sisi lain, Nayla yang bertubuh gemuk memilih bersembunyi karena minder dan tak ingin dituduh memanfaatkan keadaan. Namun, setahun hidup berdampingan membuat rasa tanggung jawab Adrian perlahan menjelma menjadi cinta yang dalam. Ia muak terus berpura-pura asing.
Saat mereka akhirnya sepakat untuk membuka hati, status pernikahan itu justru terbongkar ke publik. Kejamnya dunia menghantam Nayla dengan tuduhan paling menyakitkan, ia dianggap tega menukar nyawa ayahnya demi posisi mewah di samping sang CEO.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 01 - Tautan Takdir

Suara ketukan jemari di atas papan ketik memecah keheningan ruangan seluas seratus meter persegi di lantai teratas Gedung Dewangga Group. Nayla Safira menatap layar monitor dengan fokus penuh. Sesekali jemarinya merapikan blus berukuran XXL yang terbalut blazer hitam formal.

Sebagai wanita bertubuh plus-size dengan bobot mencapai 80 kilogram, Nayla selalu sadar bahwa penampilannya jauh dari standar kecantikan ideal. Namun, di tempat ini di bawah kepemimpinan CEO muda yang terkenal dingin dan rasional, fisik bukan penentu utama. Dewangga Group adalah tempat di mana kerja keras dan kompetensi dihargai di atas segalanya.

Gadis berusia 27 tahun itu mengembuskan napas perlahan. Sudah satu bulan ia menduduki posisi sebagai Sekretaris Utama CEO setelah lima tahun merangkak dari staf administrasi biasa. Hingga detik ini, kadang Nayla masih merasa seperti bermimpi.

"Doa Bapak di kampung memang nggak pernah putus," bisik Nayla dalam hati, menyunggingkan senyum hangat. Ayahnya, Pak Danu, adalah pria paruh baya yang membesarkannya seorang diri dengan mengandalkan bengkel kecil di Bandung. Pria itu selalu menyertakan nama Nayla di setiap sujudnya.

"Nayla."

Suara berat dan berwibawa itu membuyarkan lamunan Nayla.

Nayla seketika menegakkan posisi duduknya dan menatap pria yang berdiri di ambang pintu ruang kerja utama. Adrian Dewangga. Pria berusia 33 tahun itu tampil sempurna seperti biasa dengan kemeja disetrika rapi, rahang tegas, dan tatapan mata tajam yang selalu sanggup menekan mental siapa pun di hadapannya.

"Iya, Pak Adrian?" sahut Nayla sigap, langsung menyambar buku catatan dan pena dari atas mejanya.

"Laporan evaluasi cabang Surabaya untuk kuartal ketiga sudah kamu periksa?" tanya Adrian seraya berjalan menuju meja kerjanya yang luas. Nayla pun beranjak dari kursinya mengikuti langkah sang Bos.

"Sudah, Pak. Berkasnya sudah saya susun di folder biru paling atas meja Bapak, lengkap dengan analisis selisih anggarannya," jawab Nayla tanpa ragu. Suaranya terdengar tenang, lugas, dan sangat profesional.

Adrian menarik kursi kebesarannya, lalu membuka folder yang dimaksud. Pandangannya menyapu lembar demi lembar laporan itu dengan teliti sebelum akhirnya mengangguk tipis, sebuah gestur pujian langka yang sangat berarti dari seorang Adrian Dewangga.

"Bagus. Kerja yang cepat seperti biasa," puji Adrian singkat. "Tolong jadwalkan juga pertemuan dengan direksi besok pagi jam sembilan."

"Baik, Pak. Akan segera saya atur."

Nayla merasa kehangatan merambat di dadanya. Rasa lelah akibat menumpuknya pekerjaan seketika menguap. Ia bangga pada dirinya sendiri, dan ia tak sabar ingin menceritakan pencapaian hari ini kepada ayahnya nanti malam.

Triiing....

Namun, di tengah suasana kerja yang tenang dan terkendali itu, ponsel di atas meja kerja Adrian mendadak berdering nyaring.

Adrian melirik layarnya, lalu menggeser tombol jawab. "Ya, Mama?"

Nayla yang hendak berbalik menuju mejanya menahan langkah, bersiap jika ada perintah dadakan berkaitan dengan jadwal sang bos. Namun, hanya dalam hitungan detik, ekspresi tenang dan dingin di wajah Adrian berubah drastis. Warna kulit wajahnya memucat, dan tubuhnya menegak kaku.

"Halo Adrian, mama dan papa mengalami musibah nak. Mobil mengalami rem blong sehingga kami menabrak pohon." Terdengar Suara Bu Ratih yang menangis panik dan syok.

"Apa?! Kecelakaan?" suara Adrian meninggi, sarat akan kepanikan yang tak pernah Nayla lihat sebelumnya. "Mama sama Papa bagaimana?! Di rumah sakit mana?!"

Nayla menahan napas. Jantungnya ikut berdegup kencang melihat sang CEO yang biasanya selalu tenang kini tampak sangat terguncang.

"Mama dan papa ada di rumah sakit umum Bandung. Alhamdulilah mama dan papa hanya mengalami luka ringan tapi pria yang menolong kami kritis Adrian! Dari KTPnya namanya Pak Danu." Jawab bu Ratih tetap dengan nada paniknya.

Adrian mendengarkan penjelasan di balik telepon dengan napas terengah-engah. "Syukurlah kalau Mama sama Papa selamat. Aku akan segera kesana, Pak Danu, siapapun dia aku berjanji akan membayar atas kebaikan yang dia lakukan pada mama dan papa hari ini."

Deg!

Nayla membeku di tempatnya berdiri. Nama itu... nama yang baru saja diucapkan Adrian mendadak membuat dadanya berdesir aneh.

Pak Danu?

Nayla mencoba tertawa kecil dalam hati untuk menenangkan dirinya sendiri. "Nggak mungkin. Nama Danu di Indonesia ini ada ribuan."

"Iya cepatlah kemari Adrian, kondisi pak Danu kritis karena mobil meledak sesaat setelah mama dan papa berhasil keluar." imbuh ibu Ratih dengan isakan yang penuh kecemasan.

"Kondisinya kritis?!" suara Adrian kembali memecah lamunan Nayla, terdengar makin panik. "Baik, Mama tenang dulu. Adrian berangkat ke Bandung sekarang juga!"

Adrian mematikan sambungan telepon dengan tangan bergetar. Pria itu menyambar kunci mobil dan jasnya di sandaran kursi. "Nayla, batalkan semua agenda saya hari ini dan besok! Orang tua saya kecelakaan di Bandung dan..."

Triiiing ....

Belum sempat Adrian menyelesaikan kalimatnya, bunyi dering ponsel lain bergema di ruangan itu.

Bukan ponsel Adrian. Melainkan ponsel milik Nayla yang berada dalam saku blazernya. Nayla segera merogoh sakunya mengeluarkan ponsel miliknya.

Layar ponsel Nayla menyala terang, menampilkan foto seorang pria paruh baya tersenyum ramah dengan nama kontak yang sangat familiar, Bapak.

Nayla mengembuskan napas lega yang teramat sangat. Senyum tipis mengembang di bibirnya. 'Tuh Kan! Ini bapak menelpon' Batin Nayla merasa lega. Ini membuktikan bahwa pria bernama Danu yang terlibat kecelakaan dengan orang tua Adrian tadi jelas-jelas bukan ayahnya.

"Maaf, Pak Adrian. Saya angkat telepon sebentar," pamit Nayla cepat.

Nayla menjauh beberapa langkah dari Adrian, lalu menggeser tombol hijau dengan penuh semangat. "Halo, Bapak! Tahu nggak, Nayla baru aja mau..."

"Halo? Apakah benar ini nomor keluarga dari Pak Danu?"

Suara di balik telepon itu seketika merenggut seluruh pasokan udara dari paru-paru Nayla.

Suara itu bukan suara serak nan hangat milik ayahnya. Itu suara asing, suara seorang pria yang terdengar sangat terburu-buru dengan latar belakang kebisingan dan derap langkah kaki yang kacau.

Sentuhan dingin menyapu seluruh permukaan kulit Nayla. Lututnya mendadak lemas bagai tak bertulang.

"I-iya... saya anaknya," bisik Nayla dengan suara bergetar hebat. "Ini siapa, ya? Kenapa ponsel Bapak ada di Mas?"

"Mbak, saya petugas medis IGD Rumah Sakit Umum Bandung. Bapak Danu mengalami kecelakaan lalu lintas yang sangat parah akibat terkena ledakan mobil. Saat ini kondisi beliau kritis! Mohon pihak keluarga segera datang sekarang juga!"

Prang!

Ponsel di genggaman Nayla terlepas, jatuh menghantam lantai karpet ruangan CEO.

Dunia di sekitar Nayla mendadak berputar hebat. Penglihatannya mengabur tertutup lapisan air mata yang merebak cepat. Suara dengung berfrekuensi tinggi memenuhi kepalanya, mematikan seluruh panca inderanya.

Adrian yang hendak melangkah keluar ruangan menghentikan geraknya. Ia menatap sekretarisnya yang berdiri mematung dengan wajah sepucat kertas dan tubuh yang gemetaran hebat.

"Nayla? Kamu kenapa?" tanya Adrian dengan dahi berkerut cemas.

Nayla perlahan menolehkan kepalanya. Pandangannya pada Adrian terasa kabur. Bibirnya yang bergetar berusaha keras memproduksi suara, namun yang keluar hanyalah bisikan pecah yang dipenuhi rasa panik dan duka yang mendalam.

"P-Pak Adrian..."

"Ada apa, Nayla? Bicara yang jelas!" tegas Adrian, melangkah mendekati meja sekretarisnya.

Air mata Nayla menetes deras membasahi pipinya, jatuh melintasi blus besarnya. Dengan napas yang patah-patah, Nayla menatap lurus ke dalam mata sang CEO.

"Pria bernama Danu... yang menyelamatkan orang tua Bapak..." Nayla mencengkeram kusen pintu agar tidak ambruk ke lantai. "...dia ayah saya, Pak."

Adrian membelalakkan matanya. Keheningan yang mencengkeram seketika memenuhi ruangan megah itu, menyisakan dua insan yang kini terpaku dalam kesadaran akan tragedi besar yang baru saja menautkan takdir mereka.

1
Ariany Sudjana
eh ada pelacur murahan yang ga tahu diri, sudah ditolong bukannya terima kasih, sama seperti ibu kamu, sama-sama pelacur murahan 😂😂🤣🤣
Ariany Sudjana
ciye pa bos cemburu nih... kenapa ga sekalian informasikan kalau Nayla itu istri bapak?
Yunie Silvia Putri
😄😄😄 orang bucin mah memang gitu Rio, cemburunya kadang suka kelewatan.....😄😄😄😍😍
Yunie Silvia Putri
🖒🖒🖒🖒.....
best suka ama ceritanya
❤❤
Yunie Silvia Putri
waaahhhh parah nih emak nya, malu dia punya anak bertubuh gendut....
Yunie Silvia Putri
wah bakalan ada yg bucin nih sama istri gemoy nya 😄😄😄
Yunie Silvia Putri
waahhh makin seru nihh, lanjut thor...
Yunie Silvia Putri
halo kk author baru mampir baca nih, suka ceritanya, tapi episode ini bacanya nangis terus...😢😢
Yunie Silvia Putri: kk author boleh tanya, kapan up bab selanjutnya uda gak sabar nunggu cerita selanjutnya, jangan lama2 ya up nya 😄😄😄
total 2 replies
Ariany Sudjana
yang pasti istri Adrian itu perempuan baik-baik, cerdas dan mandiri, bukan seperti kamu yang pelacur murahan 🤣🤣😂😂 maklum yah, mama kamu kan pelacur murahan, yang tega meninggalkan suami dan anaknya demi jadi istri konglomerat
Lisa
Sabar y Nayla..yg kuat y..
Lisa
Ceritanya bagus Kak
Lisa
Aku mampir Kak
sunshine wings
Good story i like..
👍👍👍👍👍
👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻
❤️❤️❤️❤️❤️
sunshine wings: 🥰🥰🥰🥰🥰
total 2 replies
Ariany Sudjana
ciye yang mau dinner romantis 🤣🤣😂😂
Ayu Ara12
next dong kak cerita
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!