Dari utara Italia, Fiorella diculik dan dijual ke sebuah klub gelap di Rusia—dunia tempat para mafia, polisi korup, dan pengusaha berkuasa membeli tubuh perempuan seperti membeli barang. Gadis tujuh belas tahun yang dulu punya sejuta mimpi kini hanya punya satu: bertahan hidup.
Lalu ia dibeli oleh Burian, bos mafia Rusia yang dingin, kejam, dan tergila-gila padanya sejak pandangan pertama. Di tangan Burian, Fiorella menemukan neraka sekaligus gairah yang tak pernah ia mengerti—cinta dan kebencian yang saling membakar, membelenggu keduanya lebih erat daripada rantai mana pun.
Tapi pengkhianatan, darah, dan luka mengubah segalanya. Ketika Fiorella akhirnya lolos dari cengkeraman sang mafia, ia tak kembali sebagai korban. Ia kembali sebagai Sang Ratu Putih—dan kali ini, dialah yang datang untuk menagih setiap utang.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon alendra rivero, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 2
JUDUL: PERSIAPAN DEBUT.
"Tuan, undangan emas ini baru saja tiba untuk Anda," lapor Marcos.
"Aku sedang tak berselera. Pergi sana!" bentak Burian.
"Tapi Tuan, mungkin ini menarik bagi Anda. Malam ini di Serigala Malam ada gadis-gadis baru yang belum tersentuh. Dan di Atenas sedang ada malam model, perempuan-perempuan tercantik dan paling diinginkan di seluruh Rusia akan hadir. Itu bisa jadi hiburan yang bagus."
"Baiklah. Mana yang kaurekomendasikan?"
"Serigala Malam, Tuan!"
"Kalau begitu hubungi Vladimir, konfirmasikan kehadiran kita. Bilang juga pada anak buah, malam ini kita garap setiap betina yang ada di depan mata. Aku yang traktir."
"Baik, Tuan. Terserah Anda saja!"
Burian
Hari ini hari sialan bagiku, seperti setiap tanggal empat Desember. Itulah tanggal yang seharusnya menjadi hari terbaik dalam hidupku, tapi malah jadi yang terburuk.
Empat Desember, lima tahun lalu, aku berdiri di altar menanti Miya, perempuan yang seharusnya menikah denganku. Tapi ia tak pernah datang. Beberapa hari kemudian aku tahu ia kabur bersama adik kandungku sendiri. Itu tikaman langsung ke jantungku. Setelah berbulan-bulan mencari dan akhirnya menemukan mereka, aku tahu Miya tengah mengandung anak adikku.
Niatku membunuh keduanya. Tapi melihat perutnya yang membuncit, aku tak sanggup. Aku hanya membunuh adikku. Kusiram tubuhnya dengan bensin dan kubakar hidup-hidup di depan matanya. Sejak hari itu, perempuan yang kucintai membenciku.
Sejak saat itu, yang selalu kulakukan di tanggal-tanggal seperti ini adalah mengurung diri di ruang kerjaku, berharap semuanya cuma mimpi buruk terkutuk. Tapi tidak. Ini kenyataan pahit, kenyataan yang mengubahku menjadi makhluk dingin, kejam, angkuh, dan tanpa cinta pada kehidupan.
Namun mulai hari ini aku akan mencoba mengubur masa lalu. Aku akan bersenang-senang dan menikmati hidup. Aku bukan bocah lagi, usiaku tiga puluh sembilan tahun, tapi aku masih lelaki jantan dan kuat. Karena itu, malam ini aku akan menghancurkan malam, mabuk, dan bercinta dengan perempuan cantik.
SEMENTARA ITU, DI KLUB SERIGALA MALAM.
"Ayo, pakai ini," perintah Vladimir.
"Aku tak mau. Pakaian itu untuk pelacur," tolak Fiorella.
"Memangnya kau pikir kau ini apa, hah? Seorang putri? Bangsawan? Wanita terhormat? Biar kukatakan, kau bukan apa-apa dari itu semua! Mulai hari ini kau seorang pelacur. Dan awas kalau berani mengganggu para pelanggan, atau kubersumpah akan kukuliti kau hidup-hidup."
Fiorella
Sebulan lalu aku direnggut dari tanah kelahiranku, dari rumahku, dari keluargaku. Mereka membawaku ke tempat mengerikan ini, sebuah klub pelacuran. Malam pertama aku nyaris diperkosa, tapi begitu mereka sadar aku masih perawan, mereka lebih memilih menjadikanku ladang uang.
Aku berusaha tak menjadi gila, tapi itu sungguh sulit. Bagaimana bisa aku bertahan menghadapi lelaki-lelaki menjijikkan yang mencoba menodai kesucianku, kesucian yang kusimpan untuk Benicio tercinta, cinta masa kecilku. Sudah setahun aku menjadi kekasihnya. Rencananya, saat kami cukup umur dan lulus sekolah, kami akan bertunangan. Tapi lelaki-lelaki tak berhati itu datang dan merampasku dari segala yang kucintai.
Vladimir dan Sonya adalah germo di tempat ini. Hari ini mereka berniat menjualku seolah aku hanya sepotong daging. Lelaki keparat itu membawakan pakaian menjijikkan untuk kukenakan, dan berkata mulai hari ini aku akan menjadi seorang pelacur.
"Ambil ini juga. Kostumnya dipakai di luar lingerie. Mandi, dan setengah jam lagi kau harus siap. Para tamu VIP sudah mulai berdatangan," kata Sonya.
Aku tak punya pilihan selain menurut. Aku menuju kamar mandi, tempat empat belas gadis lain sudah ada di sana, hampir semuanya seusiaku, bahkan beberapa lebih kecil. Kami semua mandi dan berdandan untuk dinodai lelaki-lelaki hina dan tercela.
"Aku sudah memakai pakaian menjijikkanmu, kalau sampah ini masih bisa disebut pakaian," kataku pada Sonya.
"Kalau tak mau kembali ke kandang hukuman, berhentilah sok berani. Kalau sampai kini aku belum menghajarmu habis-habisan, itu karena hari ini debutmu. Tapi jangan main-main dengan kesabaranku, atau aku sendiri yang akan membuat gigimu rontok dan matamu lebam."
Aku tak mengerti Sonya. Dulu ia pernah berada di posisi kami, tapi kini ia malah memilih menjadi bagian dari mereka. Perempuan ini adalah iblis itu sendiri. Malam sebelumnya ia memukuli Jade tanpa henti, gadis Arab berusia dua puluh satu tahun, hanya karena menolak tidur dengan seorang lelaki, atau pelanggan, begitu mereka menyebutnya.