seorang pria dewasa yg berniat untuk membantu seorang gadis yg merupakan anak dari almarhum sahabat nya sendiri,pria bernama harry rafaizan harus menyamar menjadi seorang bodyguard dan memakai identitas orang lain untuk bisa masuk ke kediaman olanza
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fera LS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
2
...Gimana part sebelum nya???...
...Jangan lupa buat selalu support mimin dengan cara vote dan komen ya biar mimin bisa Up lebih cepat...
...Happy reading gaiss...
...😘😘😘😘...
di sebuah gedung bercakar langit,seorang pria duduk di kursi kebesaran dengan tatapan tajam yg fokus ke arah map dan mesin komputer di depan nya.
tok tok tok
mendengar ada yg mengetuk,pria itu menekan sebuah tombol yang ada di samping nya dan pintu pun terbuka secara otomatis,beberapa orang masuk dan berdiri di depan meja.
pria itu menghentikan pekerjaan nya dan melihat mereka satu persatu."apa semuanya sudah di jelaskan?"
"sudah tuan dan kami siap bekerja dengan tuan,"ucap salah satu dari mereka.
mendengar hal itu si pria tersenyum miring."bagus,saya akan membayar kalian 2 kali lipat tapi dengan satu syarat."pria itu berdiri lalu memutari meja sembari membawa beberapa lembar kertas di tangan nya.
"tanda tangan di sini,di sana ada perjanjian kalau kalian bekerja dengan baik maka semua yg keluar dari mulut saya sekarang akan menjadi benar tapi jika kalian berkhianat semua hal yg kalian baca di kertas itu akan menimpa kalian,"ucapan pria itu terdengar menakutkan tapi mereka yg membutuhkan uang hanya bisa pasrah dan menandatangani nya dengan tangan gemetar.
pria itu tersenyum puas melihat satu persatu dari mereka mulai mencoret kertas perjanjian itu,setelah selesai,orang kepercayaan pria itu langsung mengutip kertas itu.
"kalian bisa pergi dan lakukan tugas kalian,"
*************
jam sudah menunjukkan pukul 3 sore dan aqeela masih betah di bawah selimut nya,gadis cantik itu terlihat nyenyak dalam tidur nya namun entah apa yg terjadi tiba tiba tidur nya mulai gelisah,keringat dingin keluar mengucur dari dahi nya.
"e-eng-gak in-ni salah..,"
"gak!!! hah hah mah,pah,"gumam aqeela bangun dengan nafas yg tidak beraturan.
tok tok tok
"nona aqeela,tuan barry kasih kabar ke saya kalau tuan devon kecelakaan,"
"apa!!"aqeela bergegas turun dari kasur nya dan mendekati pintu.
cklek
"aku gak salah dengar kan?"tanya aqeela dengan mata memarah bahkan tetes demi tetes air mata nya terjun bebas melewati kedua pipi nya.
melihat itu harry meneguk ludah nya lalu mengangguk mantap,"iya,"jawab nya.
"mas di mana sekarang?"
"di rumah sakit,"
"oke,kamu tunggu sebentar,aku ambil handphone dulu,"aqeela masuk ke kamar nya untuk mengambil handphone lalu keluar tanpa membawa apapun saking panik nya gadis itu hanya pergi dengan celana pendek dan kaos biasa bahkan rambut nya masih acak acakan.
"ayo cepat ihh,mas aku kecelakaan,aku enggak mau dia kenapa napa,"tanpa sadar aqeela menarik tangan harry supaya mereka cepat sampai ke mobil.
saat sampai ke bawah bodyguard lain yg melihat itu merasa bingung karna mereka tidak mendengar berita apapun.
"harry?"tanya salah satu yg menjaga di depan pintu.
harry hanya mengangkat tangan nya sebagai tanda tahan,supaya mereka tidak panik atau berprasangka yg bukan bukan,melihat hal itu bodyguard yg lain langsung paham,setelah harry dan aqeela berlalu dengan mobil mereka terkekeh karna menyadari sesuatu.
"harry mulai menjalankan tugas nya,"ucap salah satu dari mereka.
"iya,semoga itu bisa membuat nona olanza menjadi lebih baik,"
"shutt,jangan kencang kencang,itu bukan urusan kita,"tegur bodyguard lain nya yg membuat mereka langsung bungkam.
di mobil aqeela masih histeris dan terus menyuruh harry untuk cepat mengantar nya ke rumah sakit,tangan nya dari tadi sibuk menelfon barry untuk menanyakan keadaan devon namun sampai saat ini masih belum ada jawaban,sampai sampai aqeela berfikir kalau keadaan devon sangat parah itu sebab nya barry sangat sibuk dan tidak bisa mengangkat telfon dari nya
"hiks hiks hiks mas..,"tangis aqeela membuat harry bingung sendiri.
tiba tiba ponsel aqeela berdering dan gadis itu langsung menjawab nya tanpa melihat nama si penelpon
"kenapa qeel?kamu dari tadi telefon mas terus?"
mendengar suara itu sontak aqeela melihat ke arah harry yg sedang menyetir.
"mas? ini mas devon? mas gpp?"tanya aqeela.
"mas gpp qeel,emg kenapa?"
"gpp mas,ya udah aku tutup dulu,"aqeela langsung mematikan panggilan nya.
"berhenti sekarang,"dari nada suara nya sangat jelas kalau gadis itu sedang marah.
harry tidak menjawab namun tetap menepikan mobil nya,setelah berhenti aqeela langsung turun dengan wajah yg tidak enak untuk di lihat.
harry menghela nafas dan ikut turun,lalu berdiri di samping aqeela dan menatap gadis itu dalam,"kamu terlalu berani ya,kita baru kenal hari ini loh dan kamu sudah sangat kurang aja ke aku,"ujar aqeela menunjuk muka harry.
"maaf tapi ini cara saya supaya nona mau keluar dari rumah,"jelas harry
aqeela menatap harry dengan bingung,"jangan bilang kalo ini juga tugas kamu?"
harry diam dan itu sudah cukup untuk menjawab kalau tebakan nya benar,"astaga huff,musnah sudah privasi aku,"gumam aqeela.
aqeela melihat ke arah harry yg diam menatap nya,"kamu itu udah tua,jangan terlalu ikut campur dengan urusan anak muda seperti aku ini,"karna rasa kesal nya yg sudah mencapai batas aqeela dengan berani nya mengatai bodyguard baru nya itu.
"maaf,apa saya terlihat sangat tua?"tanya harry tidak yakin dan dengan polos nya ia meraba wajah nya sendiri.
"iya dan kamu sangat pantas kalo aku panggil om,om bodyguard yg sangat menyebalkan,"ujar aqeela
"om? maaf nona tapi itu sangat tidak sopan,"ujar harry merasa tersinggung.
"lihat muka cantik aku ini,"aqeela mendekat kan muka nya pada harry.
"apa muka cantik aku ini terlihat perduli? gak!! sama sekali gak!!,"ujar aqeela dengan kekesalan tingkat dewa.
harry sadar kalau dia sudah membuat aqeela marah,maka dari itu harry mempunyai rencana untuk mengajak aqeela makan dan mentraktir gadis itu sepuasnya.
"nona,saya tau nona aqeela belum sempat makan tadi dan sebagai permintaan maaf saya,saya akan mengajak nona makan dan saya yg akan bayar,"ucap harry.
aqeela menatap bodyguard nya dengan menaikan sebelah alis nya,"yakin mau traktir?"tanya aqeela memastikan.
"sangat yakin nona,"jawab harry.
"oke kita lihat aja nanti,apa om mampu bayar atau om akan mengemis ke aku memohon supaya aku mau bayarin,"batin aqeela dengan senang hati masuk ke dalam mobil dengan niat jahat yg melekat di hati nya.
harry tersenyum senang karna berfikir nona nya akan mau memaafkan perbuatan nya tadi dan tanpa pikir panjang harry langsung meluncur menuju ke sebuah restoran mewah yg tidak terlalu jauh dari tempat mereka berhenti tadi.
sampai di sana aqeela semakin senang karna ia berfikir bisa mengerjai harry dengan mereka makan di restoran mewah.
sampai di sana mereka langsung di sambut oleh para pelayan restoran,"silahkan tuan.."
"khemm,"harry berdehem dan sengaja menghentikan ucapan pelayan itu lalu dengan bahasa isyarat harry menyuruh para pelayan itu untuk pergi.
"silahkan nona,kita duduk di tempat yg agak sepi karna saya tau anda tidak suka keramean,"ucap harry menuntun aqeela ke sebuah meja.
"om kayak tau banget tempat ini ya?"tanya aqeela yg langsung membuat harry diam.
"tentu karna saya bekerja sebagai bodyguard kalangan atas dan tempat ini adalah pilihan mereka saat mengadakan meeting atau makan bersama keluarga,"jelas harry mencari alasan yg masuk akal.
"iya juga sih,"gumam aqeela merasa masuk di akal dengan penjelasan harry.
dan tak lama setelah mereka duduk,seorang pelayan datang dengan membawa sebuah buku menu.
"ini tuan dan nona menu nya,"ucap pelayan itu melihat kedua nya secara bergantian.
aqeela yg merasa tidak nyaman atau takut pelayan itu mengira dia berkencan dengan om om hidung belang pun secara tiba tiba langsung menjelaskan,"hehe dia om bodyguard saya kok mba,saya bukan ani ani kok hehe,emang ketuan sih untuk jadi bodyguard tapi sumpah gpp kok mba,"penjelasan aqeela membuat pelayan itu hampir tertawa ngakak namun itu masih terhenti akibat tatapan tajam milik harry.
"maaf nona tapi umur saya masih 35 tahun dan saya rasa muka saya tidak setua seperti yg anda bilang tadi,"harry berusaha membela diri nya dari hinaan aqeela yg semakin menjadi.
"om,kita itu gak bisa menilai diri kita sendiri justru orang lain yg harus memberi menilaian untuk diri kita,itu sebab nya ada yg nama nya juri di dunia ini dan menurut aku om itu udah tua,maaf banget ya om,"ujar aqeela dengan tenang nya sedangkan pelayan itu sudah gemetar mendengar setiap kata yg keluar dari mulut aqeela.
"ah haha maaf nona,saya akan mencatat pesanan anda,"pelayan itu langsung menghentikan mulut beracun aqeela.
"oh iya saya lupa,maaf ya mba,saya pesan glam burger 1 sama almas caviar untuk penutup nya saya cuma pesan strawberries arnaud saja dan minum nya saya pesan oren jus,"ucap aqeela tersenyum sinis pada harry yg hanya memperlihat kan muka datar.
"mampus kamu om,sok sok an pasang muka begitu padahal mah aku yakin banget jantung kamu pasti udah mau copot pas aku pesan menu tadi,"batin aqeela menatap sinis harry.
"itu saja atau ada yg lain?"tanya pelayan itu.
"saya kopi saja tanpa gula,"ucap harry.
"baik tuan,nona mohon tunggu 20 menit,"
setelah pelayan itu pergi,aqeela berdiri dan mendekat kan muka nya pada harry,"om gak keberatan dengan pesanan ku?"tanya aqeela.
harry berusaha menahan diri untuk tidak melumat bibir aqeela yg sangat dekat dengan nya saat ini,meski sesuatu dalam diri nya sudah berontak keras tapi harry masih cukup waras untuk tidak melakukan hal gila di otak nya.
"khem,tidak,karna kita salah satu tamu pemenang di restoran hari ini,"ucap harry mengeluarkan 2 lembaran voucher dari saku jas nya.
"apa!!!"