Indonesia
NovelToon NovelToon
Rafka Dan Ragam Senja

Rafka Dan Ragam Senja

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa Fantasi
Popularitas:693
Nilai: 5
Nama Author: Aksara Nirmaya

Berkali-kali gagal dalam hubungan membuat ia menutup akses bagi siapapun yang mendekati bahkan datang melamarnya. Jika nenek moyangnya berkata pamali terus menerus menolak lamaran karena konon katanya tidak akan mendapatkan jodoh seumur hidup. Peduli apa dia? Toh takdir seorang manusia telah di tentukan jauh sebelum terlahir ke dunia. Begitulah pemikiran gadis pemilik nama Arunika Binar Senja.

Tapi, bagaimana jadinya jika seorang Pria yang ia kenal datang membawa serta seluruh keluarga untuk melamarnya? Tanpa rasa takut untuk di tolak, Pria tersebut justru dengan senang hati dan menerima dengan sabar syarat-syarat yang di ajukan Senja?

Apakah Senja akan kembali memulai kisah dengan Pria itu? Mampukah mereka menjalani sampai batas waktu yang telah ditentukan? Atau justru Senja Kembali gagal dalam hubungan kesekian kalinya ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aksara Nirmaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perasaan Yang Denial

Senja menuruni tangga dengan riang, berpakaian rapi, memakai seragam perusahaan naungannya yang di padukan celana high waist pants berwarna Cream senada dengan hijab pashmina nya. Di bahu telah tersampir tas yang menampung semua kebutuhan kerjanya.

“Selamat pagi” sapa Senja kepada semua penghuni meja makan. Semua telah berkumpul siap untuk sarapan.

“nah, tiba juga akhirnya si princess rumah ini” Gahez berucap, remaja yang kini memakai seragam putih abu-abu.

“ya maaf, Gahez ikut kakak atau tidak?”

“ngga deh, adek bawa motor sendiri saja. Pulang nanti ada kerja kelompok di rumah teman” Gahez mulai menyuapkan sarapannya. Senja mengangguk mengerti.

Setelah sarapan, Senja segera beranjak untuk bekerja “Ayah, Bunda. Senja berangkat kerja dulu ya” Pamit Senja, menyalami satu persatu kedua nya.

“hati-hati, jangan ngebut bawa motornya” pinta ayah.

“iya siap, Ayah”

“ini bekal sama tumbler, Senja. Habisin bekalnya, sisa mulu tiap hari. Giliran jajan habis” itu, Bunda. Pagi-pagi sudah menyenggol jajan aja

“jajan enak bun” cengir Senja

“enak tapi ngga bikin kenyang, Senja!”

“iya-iyaa, pulangan aja Senja beli jajannya”

“SENJA!!” sedangkan si punya nama sudah melarikan diri keluar, dengan seribu bayangan agar tak mendapatkan kemarahan dari baginda ratu rumah ini.

“huhh.. lagian pagi-pagi udah bahas jajan aja” dengus Senja geli. Segera menyalakan motor, memasang helm dengan aman. Sebelum berangkat tidak lupa menekan klakson tanda pamitan jalan.

Hidup Kembali berjalan sesuai jalannya. Senja berhasil melupakan kenangan hari itu. Sejak saat itu atau lebih tepatnya tiga bulan lalu dan sampai sekarang, Senja tak pernah tau dan tidak mau tau kabar dari mantan tunangannya. Yang sudah lalu cukup jadi kenangan bukan? Fokus dia sekarang hanya pada orang tua dan karir nya saja.

“Pagi, Mba Aru. Wahh cerah banget keliatannya” Ettan rekan kerja divisi lain menyambut pagi Senja di kantor.

Kekehan kecil Senja sematkan “harus dong, nanti kalau saya pasang muka cemberut dibilang lagi marah” candanya

“wah, iya mba. Muka mba serem”

“heh!”

“canda mba” Ettan berlari sembari tertawa. Berhasil membuat Senja berkacak pinggang pagi-pagi.

“belum sampai ruangan loh ini! Awas ya Ettan!” gertak Senja

***

“Mba, pengajuan kemarin bukti transfernya mana?” Senja mengernyitkan dahi. Pemuda yang menjailinya tepat ada di hadapannya sekarang.

“pengajuan mana? Sudah saya lampirkan kemarin lengkap dengan yang lainnya. Malah sudah saya upload ke sistem kemarin”

“mba hanya melampirkan Form pengajuan dana saja mba, bukti nya belum ada” Ettan masih kekeh dengan jawabannya.

“hah? Gimana-gimana? Kamu lagi ngga jailin saya kan? Itu saya clip loh kemarin” Senja mengalihkan atensi sepenuhnya kepada Ettan.

Ettan menggeleng “tidak ada mba, hanya ada ini” Pria itu menunjukkan selembar kertas pengajuan lengkap dengan sejumlah approval. Benar, itu miliknya.

“gimana sih. Bentar saya print ulang lagi” final Senja. Setelahnya Ettan berpamitan.

Setelah mendapatkan dokumen yang dibutuhkan, Senja keluar dari ruangannya menuju meja Ettan guna menyerahkan kekurangan dokumen. Entah hilang kemana pula dokumen itu.

Senja menyerahkan lembaran kertas bukti transfer kehadapan Ettan “ini, sudah ya ngga ada lagi” Ettan mengangguk setuju. Memang sudah tidak ada lagi.

“terima kasih, Mba Aru” Senja berbalik bermaksud Kembali ke ruangannya.

“eh, Mba Aru!” mau tak mau senja Kembali memutar badannya, lagi

“kenapa, Mas?”

“kandidat kemarin gimana sudah mba?” tanya Narel. Kepala divisi Purchasing

“oh, sudah tahap Medical Chek Up (MCU), Mas. Kita tinggal menunggu hasilnya. Jika semua baik kandidat bisa langsung bekerja” jelasnya.

“MCU-nya hari ini atau kemarin mba?”

“kemarin, butuh banget ya sudah mas?” tanya Senja. Pasalnya raut wajah pria di depannya kusut sekali.

“banget mba, puyeng kepalaku ngerjain double job ini” Senja tertawa. Ya mau gimana lagi, tuntutan pekerjaan.

“sabar ya mas, sebentar lagi kok” Narel mengangguk lalu pamit. Begitupun Senja yang balik ke ruangannya. Kembali berkutat dengan setumpuk file dan data data karyawan.

“yuhuuu, Aruu ayo istirahat” sangking sibuknya, Senja sampai tak sadar sudah jam istirahat. Berucap terima kasihlah pada Yara, rekan kerja sekaligus alarm istirahatnya di kantor. “sibuk banget sih. Biasa nongkrong di luar!”

Senja mendengus, benar juga “nyiapkan surat buat yang mau habis kontrak nih” sekali hentakan di atas keyboard tanda berhentinya aktivitas Senja di jam istirahat. Ia lapar, oke!

“rileks kawan, mari istirahat. Mau makan dimana?” Yara menggandeng tangan Senja. Menuntut keluar ruangan Bersama.

“kantin aja deh, aku bawa bekal juga. Bosan sama makanan kantin” keluh Senja mengikuti tarikan Yara.

“bosan-bosan juga paling beli bentar” Yara sudah tau tabiat atasannya ini. Lemah akan jajan.

Senja terkekeh “ngga deh, Bunda aku udah ngomel bekalnya ngga di habisin. Jadi cukup bekal aja” niatnya sih gitu. Tapi kenyataannya.

Tawa gelak Yara sangat puas menatap Senja yang menenteng jajanan hasil buruan di kantin perusahaan siang ini. Benarkan, niatan Senja tuh hanya ucapan lisan semata! Dengan dalih camilan di ruangan habis. Senja tidak membatasi diri.

“apasih! Gini gini juga kamu tukang habisin yaa, Split Bill ini harusnya…”

“dihh, ogah. Aku kan membantu habiskan. Dari pada berjamur di meja penuh tumpukan kertas itu!” Bela Yara terang-terangan.

“ejek terus, bentar lagi tuh kertas pindah kemejamu!” ancam Senja kejam. Sontak membuat Yara memukul sadis Senja.

“haram hukumnya menambah kerjaan bawahan! Korupsi tugas tuh. Lagian ya, kalau kamu memang sudah kelawahan kenapa ngga ajukan anak magang atau Daily Worker?” usul Yara.

Gadis manis itu menghela nafas pelan “tanpa kamu suruh juga sudah aku ajukan, tapi pusat tak ACC, ya Sudah aku mau Kembali kerja bay bay” Senja dan Yara terpisah di depan ruangan Senja.

Ting!

Senja mengalihkan pandangan ke layar hp yang menyala menampilkan pop-up notif masuk. Pesan grup dengan temannya terpampang. Tak hanya itu, beberapa kali terlihat ia di sebut dalam pembicaraan mereka.

Sebagai peregangan tubuh, Senja istirahat dari pekerjaannya dan mulai ikut muncul di grup.

‘Mantan tunanganmu minggu ini nikah, Ru’

Siapa? Kamal kah? Bohong rasanya jika ia ikut senang jika benar pria itu Kamal. Jika di undang harus kah ia datang? Tak dia tidak siap!

‘Itu loh, sebelum sama Kamal. Si Reno’

Terima kasih ya Allah. Ingin rasanya Senja sujud syukur sekarang juga. Tiga bulan denial rupanya masih ada Pria itu di dalam hatinya. Rasanya seperti dipermainkan oleh perasaan sendiri.

Cukup membaca kejelasan informasi, Senja Kembali menyelesaikan pekerjaannya. Dari pada harus lembur lagi. Terlebih di grup itu sepertinya mengajak bertemu. Yaa jajan lagi. Tapi diizinin tidak ya? Semingguan ini sudah pulang malam terus.

Menjelang jam pulang hp Senja semakin ribut memaksa Senja untuk mengiyakan jalan bareng dengan dalih refreshing. Senja mendengus geli, dalih itu selalu di pakai saat membeli jajanan sepulang kerja. Refreshing dan reward harian.

“telpon Bunda lah, mau jalan bareng Daye dan Ayfah. Di izinin lah ya” Senja menekan ikon panggilan Telfon di nomor Bundanya.

“halo bunda, izin ya mau jalan sama dua anak angkat bunda” belum sedetik telponnya di angkat Senja telah menyerobot untuk perizinan.

“Salam dulu Senja, Assalamualaikum!”

Gadis berhijab ini cengengesan di tegur tak salam di awal tadi “waalaikumsalam Bunda. Gimana? Diizinin kan bunda?”

“mau pulang jam berapa lagi?hari minggu saja atau malam minggu. Memang Senja ngga cape pulang malam terus loh dari kemarin”

“tapi mereka mau nya sekarang, Bun. Itu di grup berisik banget ngajakin dari siang tadi” benarkan dugaannya..

“Senja mau dengerin Bunda atau mereka? Nanti malam abang mu mau datang sama Istrinya”

Senja mengumpat dalam hati, Kok bisa barengan gini sih. Dia pasti milih ketemu Abang dan Kakak Iparnya “beneran datang mereka, Bun? Tumben ngga ngabarin Senja”

“iya datang mereka, jadi tunda aja dulu ya bareng temannya?” kalau sudah begini mau diapa? Sejujurnya dia juga cape. Bujuk dua sahabatnya dulu deh.

“ya sudah, Bunda tidak apa. Mau malakin Abang aja lah di rumah” diseberang, Bunda tertawa. Setelah bicara sedikit lagi panggilan telepon itu di putus oleh Bunda.

Senja mulai mengetik untuk memberitahu ketidakbisaan dia karena suatu sebab “Sorry, guys. Aku absen dulu ya, di rumah lagi ada abang sama Kakak Iparku. Jadi tak bisa jalan dulu, kalau mau ayok malming kita jalan, nginap sekalian di rumah siapa juga ayo aku mah”

“oke mari pulang di saat matahari masih terlihat di langit”

note:

Medical Check Up (MCU) - Pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh untuk mendeteksi penyakit sejak dini, memantau kondisi tubuh dan mencegah risiko gangguan kesehatan. kebanyakan perusahaan akan melakukan MCU untuk calon dan karyawan mereka untuk memastikan kesiapan kesehatan tubuh karyawannya.

Approved/Accepted, Account (ACC) - disetujui, diterima, atau diberi izin. sering di pakai saat atasan mengesahkan suatu dokumen, pengajuan biaya atau rencana lainnya.

Daily Worker - Pekerja harian lepas yang dipekerjakan oleh perusahaan berdasarkan kebutuhan jangka pendek atau saat beban kerja tinggi.

1
Senja Susanti
sama namanya seperti namaku
Aksara Nirmaya: hihii halooo kak Senjaa🤗
total 1 replies
Irma Nsyah
semangat nulisnya 😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!