kisah seorang gadis yang terlahir dari seorang ibu yang sangat mengasihi dirinya dan adiknya. ayahnya memilih untuk menikah lagi dengan alasan untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.
banyak yang mencemooh keluarga mereka karena dari kecil sudah ditinggal oleh sang ayah.
berusaha menunggu seseorang yang sudah mencuri hati nya, namun yang ditunggu tak kunjung datang, hingga sahabat yang selama ini selalu ada untuk nya ingin meminang nya hal ini membuat nya bingung.
namun ia berusaha membuka hati nya, tapi takdir berkata lain saat ia membuka hati nya kejadian awal kembali menghampiri dirinya.
seakan kebahagiaan enggan mendekati dirinya selalu ditinggalkan orang-orang terdekat. akankah Mayra menemukan kebahagiaan nya yuk baca novel nya 😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mimi four, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
karma rina
Sesampainya didepan pintu kamar suaminya Maya hanya bisa mondar-mandir menunggu dokter yang menangani arya.
'' may... tenang lah, dokter akan melakukan yang terbaik,'' sebut aufan pada sahabat nya itu
'' iya mas, aku yakin dokter akan melakukan yang terbaik, tapi aku ga sabar ingin tahu perkembangan mas arya,'' sahut Maya cemas
aufan hanya bisa pasrah melihat kecemasan sahabatnya itu.
Sementara itu dikamar rawat Rina
'' ibu anda sudah mulai pulih, ini bayi anda, ibu bisa menyusui mereka secara bergantian'' sebut perawat itu ramah
'' terimakasih sus...'' Rina menggendong bayi pertamanya dan menyusuinya, Rina merasa sangat bahagia saat ini, namun ia sedih karena Arya suaminya belum bisa bersamanya saat ini.
ia teringat pernah mengancam Arya untuk tidak boleh bertemu dengan anak yang ia lahir kan nanti jika Arya berani berkumpul dengan Maya dan anak-anaknya.
sekarang ia juga mengalami hal yang sama dengan yang ia lakukan dulu terhadap Maya dan anaknya.
Ya Allah ampunilah hamba, hamba telah tega memisahkan mas Arya dengan anak dan istrinya, sekarang hamba langsung merasakan juga hal yang hamba buat dulu pada maya, tak sengaja air matanya menetes hingga jatuh kewajah anaknya yang sedang ia susui.
'' ada apa bu, kenapa anda menangis'' tanya perawat itu
'' tidak apa-apa sus, saya hanya terharu melihat kedua anak saya'' sahutnya menutupi
'' hoo... itu wajar buk, karena ini anak pertama anda'' sebut perawat itu
'' bantu saya sus, tolong letakkan ditroli bayi dulu, agar saya bisa menyusui adiknya'' sebut Rina menyerah kan bayinya.
sebelum menyerahkan Rina mengecup wajah anaknya, dan membisikkan kata maaf karena bayinya belum bisa bertemu dengan ayahnya.
'' maafkan ibu nak, ini adalah kesalahan yang ibu buat hingga kamu mengalami keadaan ini, doakan agar ayah segera pulih ya nak, ia pasti sangat senang bisa bertemu dengan kalian''
perawat itu pun mengambil alih bayi Rina lalu menaruh nya didalam troli bayi, dan mengangkat bayi yang satunya untuk disusui oleh rina.
perawat itu dengan setia menemani Rina hingga Rina selesai menyusui kedua bayinya dan tertidur lelap.
'' sus, anda bisa pergi, jika aku membutuhkanmu aku akan memanggil nanti''
'' baiklah buk, saya permisi dulu'' perawat itupun meninggalkan kamar rina untuk rehat sejenak.
ceklek
pintu ruangan Arya terbuka saat itu dokter keluar dari sana, Maya langsung menghampiri nya dengan tergesa.
'' dokter bagaimana dengan keadaan suami saya'' tanya Maya harap cemas
'' Alhamdulillah beliau sudah melewati masa kritisnya, kita tunggu perkembangan selanjutnya ya buk''
'' dok apa saya bisa menjenguknya''
aufan mengganguk pada dokter yang menangani Arya untuk memberikan izin pada maya.
karena mereka saling mengenal dokter itu pun mengizinkan Maya untuk masuk melihat keadaan suaminya.
'' baiklah tapi tidak boleh lama ya buk''
''terimakasih dok'' aufan mengajak Maya untuk memakai pakaian khusus ruangan ICU barulah setelah itu mereka masuk kedalam.
Maya tak kuasa melihat selang memenuhi tubuh suaminya hingga air matanya mengalir begitu saja.
mas... kenapa bisa begini, cepat lah pulih kami membutuhkan mu mas...., dan Rina juga sudah melahirkan anak-anak mu mas, kamu tahu Rina melahirkan anak kembar untuk mu mas.
cepatlah pulih bukankah kamu dan Rina sudah lama menantikan kehadiran mereka.
Maya terus saja menangis tanpa henti, dan lagi mas aku bertemu dengan aufan dialah yang menolong ku mas.
kamu ingat aufan kan mas, dia sahabat yang pernah aku ceritakan pada mu.
Air mata Arya mengalir dikedua sudut matanya mungkin ia mendengar apa yang dikatakan oleh maya namun ia tidak bisa menjawab apa yang dikatakan oleh maya.
'' mas aufan kamu lihat mas Arya menagis, air matanya mas'' tunjuk Maya pada suaminya itu.
aufan hanya menggusap bahu sahabat nya itu, untuk menyemangati nya.
'' mas sampai kapan mas Arya seperti ini, kapan ia akan sadar kembali '' tanya Maya
'' kamu tenang, dokter sudah menangani nya dengan baik, aku juga tidak tahu pasti kapan Arya akan sadar''
'' jadi begitu ya mas'' sahut Maya lemah, entah sampai kapan ia menunggu suaminya siuman, sementara Mayra juga membutuhkan nya dirumah saat ini.
'' may..., ayo kita keluar, waktu kita sudah habis, kamu tenang saja perawat akan menjaga Arya disini''
'' baiklah mas,'' sahutnya pasrah
mas... aku keluar dulu, nanti jika boleh masuk aku akan menemui mu lagi, aku mohon cepatlah pulih mas..
Maya mengecup kening suaminya itu, hal yang sudah lama sekali tidak ia lakukan, aku merindukan kamu mas bisik Maya lagi sebelum ia meninggalkan suaminya.
sementara aufan merasakan nyeri dihati nya melihat Maya begitu mencintai suaminya, ia hanya bisa mengusap dadanya yang sakit namun tak tampak dimana luka itu.
sungguh kamu adalah pria yang beruntung arya, bisa mendapatkan cinta yang begitu besar dari Maya, berbeda dengan ku berapapun besarnya cinta yang aku berikan padanya namun ia tidak pernah membalas nya, batin aufan.
'' mas ayo '' ajak Maya
mengejutkan aufan yang sibuk berdialog dalam hatinya.
aufan tersenyum saat Maya kembali menegang tangan nya, dan mengikuti langkah Maya yang berjalan didepan nya.
setelah mereka sampai diruang tunggu, Maya menyampaikan pada aufan apa yang jadi pikiran nya saat ini.
''mas aku khawatir memikirkan anak-anak dirumah, terlebih lagi Mayra saat ini kondisi belum pulih betul''
'' lalu apa yang akan kamu lakukan'' tanya aufan
'' apa aku bawa saja mereka kerumah sakit ini mas''
'' jangan may, tidak baik bagi mereka jika harus bermalam disini'' cegah aufan
'' lalu aku harus bagaimana mas'' tanya Maya bingung, jika ia disini bagaimana dengan anaknya, namun Maya juga tidak ingin meninggalkan suaminya.
Maya takut saat suaminya membutuhkan dirinya ia tidak ada disini.
'' kamu antar saja mereka kerumah orang tua mu, pasti kedua orang tua mu senang bisa bertemu dengan mereka''
'' gila kamu mas, aku sudah lama sekali tidak kerumah papa dan mama, mana mungkin aku membawa mereka kesana, dan besok anak-anak juga harus sekolah''
''kamu coba saja dulu''
'' tidak mas, aku tidak ingin, aku belum siap bertemu mereka''
aufan menghela nafas panjang, kesalahan yang dibuat Maya memang fatal hingga ia meninggalkan kediaman orang tua nya untuk hidup bersama Arya.
tapi kejadian itu sudah lama sekali, mungkin saja kedua orangtuanya juga merindukan maya.
'' mas bagaimana kalau aku pulang sebentar untuk melihat keadaan mayra, dan mengatakan pada mereka jika aku menginap dirumah sakit ini sampai keadaan mas Arya pulih.''
'' kenapa tidak kamu telpon saja may'' sebut aufan
''ah iya, aku tanyakan dulu pada rina nomor telepon rumah'' sebut Maya lalu ia pergi begitu saja meninggalkan aufan
aufan hanya bisa menggeleng kepala nya melihat kepanikan maya, kamu adalah ibu dan istri yang baik may... tapi Arya telah menyia-nyiakan kamu.
entah apa yang ada dipikiran Arya saat itu hingga ia tega menduakan mu
bersambung dulu....