Indonesia
NovelToon NovelToon
Cermin Yang Retak

Cermin Yang Retak

Status: sedang berlangsung
Genre:Poligami / Penyesalan Suami / Balas Dendam
Popularitas:14.4k
Nilai: 5
Nama Author: Mama Mia

Aisyah pernah percaya bahwa pernikahannya dengan Raka akan bertahan selamanya. Selama lima belas tahun, mereka membangun keluarga sederhana dari nol, melewati susah dan senang hingga dikaruniai dua anak yang menjadi sumber kebahagiaan mereka.

Sampai suatu hari, suaminya mengaku telah jatuh cinta pada Nabila, sahabat Aisyah sendiri, dan meminta izin untuk menikahinya. Dengan hati yang hancur, pada akhirnya Aisyah mengizinkannya.

Namun, Aisyah tidak ingin menjadi.lemah. Demi anak-anaknya, dia mulai menyusun strategi. Hasil keringatnya bertahun-tahun, ia tak rela dinikmati oleh wanita lain yang sama sekali tak ikut berjuang.

Setelah Aisyah pergi, barulah Raka menyadari tak ada yang lebih baik dari Aisyah. Raka menyesal dan ingin kembali.

Namun, mampukan Aisyah melupakan luka ketika lelaki yang paling ia cintai pernah memilih wanita lain?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Mia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

18

.

Nabila berdiri di ujung teras dengan napas memburu. Dadanya naik turun akibat berlari dari halaman menuju rumah Aisyah. Namun, bukan rasa lelah yang membuat wajahnya memerah. Melainkan pemandangan di hadapannya.

Raka berlutut di depan Aisyah. Kedua tangan pria itu menggenggam tangan wanita yang selama ini dianggap sebagai satu-satunya penghalang kebahagiaannya. Nabila mengepalkan tangan semakin kuat.

“Oh... ternyata kamu di sini, Mas?”

Suara itu membuat Raka tersentak. Pria tersebut segera melepaskan tangan Aisyah lalu berdiri dengan wajah berubah pucat ketika melihat Nabila berdiri beberapa langkah dari mereka.

“Nabila?” gumamnya. “Ngapain kamu ke sini?

“Kenapa? Kamu kaget melihat aku?” Nabila berdiri menatapnya dengan dua tangan berada di pinggang lalu berjalan cepat mendekat.

“Aku menunggumu sejak tadi, Mas. Dan ternyata kamu di sini bersama istri tuamu?”

Raka menghela napas panjang. Sementara Aisyah memijat pelipisnya merasa akan ada sesuatu yang buruk terjadi.

“Ini pasti akal-akalan kamu kan, Syah?” Nabila melotot ke arah Aisyah dengan ujung jari menunjuk ke arah wanita itu. Sama sekali tidak ingat jika wanita itu adalah sahabatnya yang selama ini paling baik padanya.

“Jangan egois dong kamu, Syah.” Suara Nabila terdengar sarkas. “Mas Raka sudah empat hari di sini kemarin. Seharusnya hari ini masih giliranku. Seenaknya saja kamu mau memonopoli Mas Raka.”

Aisyah yang tidak mau terjadi keributan, menoleh ke arah Raka. “Bawa pulang istrimu, Raka. Aku tidak mau dia membuat onar di sini. Jangan sampai ini jadi gunjingan tetangga. Kalian tidak malu, aku yang malu. Lebih lagi, aku tidak mau anak-anak melihat keributan yang tidak pantas, aku tidak mau mempengaruhi psikologis mereka.”

“Syah… aku…” Raka tak mampu melanjutkan kata-katanya. Ia tak tahu harus bicara apa.

Tetapi mendengar setiap kata Aisyah malah membuat Nabila merasa panas. “Jadi kamu menganggap aku yang bersalah? Heh! Gak sadar diri kamu, ya. Aku tuh gak akan datang ke sini kalau kamu tidak maunya menang sendiri,” teriak Nabila dengan keras.

“Kamu juga, Mas,” serunya sambil menoleh ke arah Raka. “Kamu itu sudah bilang mau bersikap adil. Mana adilnya? Ini jelas-jelas gak adil karena masih jatahku kamu malah ke sini.”

Aisyah mengambil nafas dalam, lalu berniat masuk ke dalam rumah, tak mau meladeni kegilaan Nabila. Namun, baru saja ia akan membuka pintu, pintu itu sudah terbuka lebih dulu.

“Ada apa sih, Bu? Kok rame?” Rangga yang semula belajar bersama Fatimah keluar saat mendengar suara teriakan dari arah depan rumah.

Aisyah terkejut. Begitu juga dengan Raka. Hanya Nabila yang tampak sama sekali tak peduli.

“Itu tu… ibu kamu tuh yang egois mau nguasain ayah kamu.” Nabila menyahut sebelum Aisyah sempat menjawab.

“Nabila, diam kamu!” teriak Raka yang tidak suka Nabila bicara seperti itu pada anak mereka.

“Memangnya aku salah? Itu kan memang kenyataan?” Nabila sama sekali tak bisa dibilangin.

“Bawa istrimu pulang, Raka…” suara Aisyah terdengar begitu rendah. Wanita itu mengepalkan tangannya menahan amarah yang akan meledak karena membuat putra putrinya melihat pertengkaran mereka.

“Tapi, Syah… aku…”

“Kok Ayah balik ke sini lagi? Ngapain?”

Raka begitu terkejut saat Rangga memotong ucapannya dengan pertanyaan seperti itu. Apa lagi melihat sorot mata bocah berusia sepuluh tahun itu yang begitu dingin. Pria itu menatap putranya dengan wajah sendu. Sejak kapan keberadaan dirinya di rumah itu dipertanyakan?

“Horee… Ayah pulang lagi…” Fatimah yang masih belum paham apa pun berlari kecil ke arah ayahnya. “Ayah nanti tidur sama Fatimah, kan?” tanyanya dengan wajah begitu senang. Gadis kecil itu bahkan sudah memeluk kaki ayahnya.

Aisyah yang melihat adegan itu hanya bisa menahan sesak di dadanya. Fatimah yang begitu dekat dengan Raka lah yang membuat hatinya masih bimbang untuk menentukan langkah.

Namun tiba-tiba…

BRUK!

“Aaa… Huwaa… “

Gadis kecil itu tersungkur saat Nabila bergerak cepat menarik tubuhnya dan menjauhkan dari Raka. Bocah itu pun spontan menangis dengan keras.

“Fatimah…!” Aisyah dan Raka berseru bersamaan.

Aisyah secepat kilat mendekat dan membantu Fatimah berdiri lalu mendekapnya erat. Matanya melotot tajam ke arah Nabila. Semntara Raka masih syok tidak tahu akan melihat Nabila seperti itu.

“Kamu gila, ya?” teriak Aisyah murka. “Apa kamu tidak sadar dengan apa yang kamu lakukan? Tega-teganya kamu berbuat seperti itu pada anak kecil!”

“Itu kan salah anak kamu sendiri.” Nabila sama sekali tidak merasa bersalah. “Siapa suruh dia mau menahan Mas Raka di sini? Oo… atau jangan-jangan kamu yang mengajari anak kamu untuk bicara seperti itu, ya? Pantas saja… ibunya…”

BRUK!

Belum sempat Nabila meneruskan ucapannya, tiba-tiba tubuh wanita itu terjengkang ke belakang dengan posisi yang sangat tidakenak untuk dilihat.

“Aaa… “ Nabila menjerit merasakan pinggulnya yang sakit akibat menghantam lantai keramik.

Raka dan Aisyah begitu terkejut akan sesuatu yang sama sekali tidak mereka duga. Tampaknya, Rangga yang tidak terima adiknya disakiti membalas perbuatan wanita itu. Aisyah spontan melepaskan pegangannya dari Fatimah dan menarik tubuh putranya.

“Sayang… apa yang kamu lakukan?” Aisyah memeluk putranya erat. Namun Rangga hanya diam dengan mata menatap tajam ke arah Nabila. Aisyah merasakan dada bocah itu yang turun naik dengan cepat. Wanita itu segera mengusap-usap punggung Rangga. “Lain kali tidak boleh seperti itu, ya, Nak.”

Air mata Aisyah tanpa sadar berjatuhan. Raka yang sedang memegang Fatimah dan melihat hal itu merasa dadanya semakin sesak. Kenapa bisa jadi seperti ini? Padahal dia datang dengan niat baik. Dia ingin bersikap adil antara Aisyah dan Nabila. Siapa sangka malah memicu keributan seperti ini.

“Dasar anak sialan!” teriak Nabila. Wanita yang sudah berhasil bangkit itu mencoba menyerang ke arah Rangga dan Aisyah, namun Raka yang menyadari itu segera mencegahnya.

“Apa yang akan kamu lakukan?” teriak Raka seraya mencekal pergelangan tangan Nabila.

“Lepaskan aku, Mas!” pekik Nabila meronta. “Biar aku kasih pelajaran sama anak nakal itu!”

“Kamu yang mulai duluan!” hardik Raka dengan mata menyala merah. Ia sama sekali tidak percaya Nabila akan berbuat kasar pada Fatimah. Padahal selama ini ia melihat Nabila sangat menyayangi Rangga dan Fatimah. Dan itulah salah satunya yang membuat Raka menyukainya. Karena sifat Nabila yang keibuan. Tapi kenapa sekarang berbeda?

Aisyah yang tidak mau anak-anaknya kembali menjadi korban segera membawa Rangga dan Fatimah menjauh. “Bawa pergi istrimu, Raka!” ucapnya entah untuk yang ke berapa kalinya.

Raka menatap punggung Aisyah dengan dada yang terasa sesak. Di tangannya Nabila terus meronta namun pria itu sama sekali tak melepaskan.

Namun, baru saja Aisyah akan masuk ke dalam rumah… di luar pagar terdengar suara..

“Kalian ngapain sih, ribut-ribut malam-malam gini? Ganggu orang mau istirahat tahu gak?”

1
〈⎳ FT. Zira
up nya mana ini miii
Ayuk Witanto
bagus Aisyah
Patrick Khan
rangga aja sadar dan paham kelakuan bapaknya yg gila itu..apa lg ponakan q yg keluarga nya jg gitu..milih nekat😭😭😭
vania larasati
lanjut
ahs@
tunjukan,kamu mampu tanpa bantuan suamimu..wow pasti iri lagi tuch madu mu jika madumu tahu kamu membuka usaha baru 🤣🤣🤣
Ilfa Yarni
bagus aisyah ber usaha lah sendiri dgn uangmu sendiri walaupun itu kau dpt kan Dr menyisihkan Dr uang belanjamu itu adalah hak km Dan semoga usaja km sukses melebihi dua usaha yg kalian bangun bersama
〈⎳ FT. Zira
baru nyadar??
Muft Smoker
skraaang waktu ny km berdiri dg kaki mu sndri aisyah ,,
demi kedua ank mu ,,
kalo msh ngandelin raka ,, tkut nenek kebayan d sebrang sana jd tantrum🤭🤭😒😒😒😒
Muft Smoker: duuh kak si Anu lgi sibuk ,,
🤭🤭🤣🤣
total 7 replies
Hary Nengsih
semangat aisyah💪
falea sezi
cpet cerai sat set g sabar liat laki doyan selingkuh kena karma🤣🤣
ahs@
percuma Raka,kamu telah menyakiti hatinya Aisyah begitu dalam,apa mungkin Aisyah mau menerima kamu kembali seperti sebelum kamu menikah dengan Nadila...
Ayuk Witanto
Rangga sudah mengerti ayahnya tak seperti dulu lagi
vania larasati
lanjut
Ilfa Yarni
kok aku ga sabar liar raka hancur ya Dan aisyah bahagia bisa ga ya begitu ceritamya aku paling benci liat laki2 baru jadi orang kaya Udah mendua
Aditya hp/ bunda Lia: sama aku juga biasa laki2 ada uang pasti nyari yang lain
total 2 replies
Hary Nengsih
rangga dh ngerti klo ayah nya dh berubah
ahs@
ya, untuk jaga" siapa tahu nanti keuntungan rumah makan itu mengalir ke Nadila 🤣🤣
ahs@
Nadila pasti gigit jari 🤣🤣🤣
ahs@
apakah kamu akan bertahan Nadila,kalau tahu Raka tidak punya apa-apa... wkwkwk
Nabila belum tahu aja semua surat-surat berharga harta Raka selama perkawinan dengan Aisyah sudah di amankan Aisyah...
ahs@
PD banget tuch laki...sama" gak tahu dirinya sama c Nadila...
ahs@
wow luar biasa,Raka berani memakai tabungan untuk resepsi pernikahan yang ke 2 memakai uang hasil usaha bersama Aisyah..apa sich keistimewaan Nabila......
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!