Indonesia
NovelToon NovelToon
Terpaksa Jadi Wanita Penghibur

Terpaksa Jadi Wanita Penghibur

Status: tamat
Genre:Duniahiburan / Tamat
Popularitas:120.3k
Nilai: 5
Nama Author: Indah Batam

Mengisahkan tentang kehidupan seorang wanita malam yang harus bekerja keras, demi memenuhi kebutuhan ayah kandung nya. Dia rela melakukan apa saja, demi mendapatkan banyak uang untuk keluarga nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indah Batam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menikah lah dengan ku

"Abang mencintai mu dan abang ingin menikahi mu, sayang!" ungkap Haris dengan nada tegas.

Aku langsung terdiam dengan mata yang membulat menatap wajah Haris. Hati ku berdebar-debar tidak karuan akibat mendengar kejujuran nya. Dan tanpa sadar, air mata ku menetes membasahi kedua pipiku.

"Loh, kok malah nangis sih, Ndah? Emang nya kata-kata abang ada yang salah ya?" tanya Haris bingung.

"Atau kamu tidak suka dengan ucapan abang barusan ya, Ndah? Atau ada hal lain yang membuat mu merasa terganggu?" tanya Haris lagi.

"Kata kan, Ndah! Jangan diam aja, kalau memang abang ada salah abang minta maaf, Ndah."

Tutur Haris sambil menghapus air mata ku dengan tangan nya.

"Gak bang, gak ada yang salah kok. Aku hanya terharu mendengar penuturan mu, bang." jawab ku.

"Aku bingung harus menjawab apa? Sedang kan abang tau sendiri, kalau aku ini hanya lah wanita penghibur, yang selalu menemani banyak lelaki setiap malam nya!" balas ku panjang lebar.

"Apa abang gak malu dan gak menyesal nanti nya dengan pekerjaan ku itu?" tanya ku.

Haris langsung terpaku sejenak karena mendengar penuturan ku barusan. Setelah beberapa saat hening, Haris pun kembali membuka suara nya.

"Abang akan menerima semua keadaan mu, Ndah. Semua kelebihan dan kekurangan mu itu, akan abang terima dengan ikhlas. Asal kan kau mau berjanji pada abang, Ndah!" jelas Haris.

"Janji apa, bang?" tanya ku penasaran.

"Berjanji tidak akan melayani lelaki lain di ranjang selain dengan abang! Gimana, apakah dirimu sanggup berjanji pada abang?" tanya Haris.

"Insya Allah, aku sanggup, bang." balas ku.

Aku mengangguk mengiyakan pertanyaan Haris.

"Oke, abang pegang janji mu ya, Ndah. Abang harap kamu tidak akan pernah mengingkari janji mu itu!"

Haris berucap dengan mimik wajah yang serius menatap ku. Dia tampak bersungguh-sungguh dengan semua kata-kata nya.

"Iya aku janji, bang." balas ku.

"Oke, anak pintar!" balas Haris sambil tersenyum genit dan mengacak-acak rambut ku.

"Iiihh, apa an sih! Rambut ku jadi kusut nih." oceh ku.

Aku merengek manja dan membalas perbuatan nya. Aku juga mengacak-acak rambut Haris sambil tertawa ngakak.

Haris pun tidak mau kalah, dia langsung menggelitik pinggang ku sambil terkekeh.

"Aaaa! Ampun, bang ampun."

Aku menjerit dan langsung beranjak dari kasur. Aku berdiri di depan Haris dengan nafas yang ngos-ngosan.

Haris ikut berdiri dan mendekatiku perlahan, dia langsung memeluk erat tubuh ku dan mengecup kening ku.

"Abang sangat mencintai dan menyayangi mu, sayang."

Haris berbisik lembut di telinga ku, dan itu berhasil membuat bulu kuduk ku meremang.

"Aku juga sangat mencintai mu, bang."

Aku membalas pelukan Haris lalu mencubit kecil pinggang nya.

"Auww! Geli banget, Ndah."

"Itu di minum dulu teh nya, bang! Ntar keburu dingin loh."

"Iya, sayang ku."

Haris terlonjak kaget karena cubitan ku. Dia langsung merenggang pelukan nya dan berjalan ke arah meja. Lalu dia pun meneguk teh hangat yang sudah aku sediakan untuk nya.

"Pakai pakaian mu, bang! Trus kita keluar cari makan!" titah ku.

"Oke siap, tuan putri." balas Haris.

Haris tersenyum sumringah dan dia pun segera memakai pakaian nya. Aku hanya menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah konyol nya, yang selalu berhasil membuat hati ku berbunga-bunga.

Selesai memakai pakaian masing-masing, kami berdua langsung bergegas keluar kamar dan mengunci pintu, lalu melangkah menuruni anak tangga satu persatu.

Setelah sampai di parkiran mobil, aku dan Haris pun langsung masuk ke dalam. Haris mulai menjalankan mobil nya secara perlahan ke jalan raya.

"Kita makan dimana, Ndah?"

Haris bertanya pada ku sambil memegang stir kemudi dan menatap lurus ke depan.

"Di rumah makan Padang aja, bang!" jawab ku.

Aku menoleh sekilas pada nya, lalu kembali fokus menatap ke depan.

"Oke, sayang."

Haris menjawab dan menyungging kan senyum manis nya pada ku. Tak lama kemudian, Haris membelok kan mobil nya ke kiri, dan berhenti di depan rumah makan Padang yang cukup besar.

Setelah mobil terparkir rapi, kami berdua turun dan berjalan ke dalam rumah makan tersebut.

Kami berhenti tepat di depan steling kaca yang sangat besar. Di sana sudah tertata rapi segala macam jenis lauk pauk yang sangat menggugah selera.

"Mau makan pakai lauk apa, Ndah?"

Haris bertanya sambil menoleh pada ku yang masih bingung memilih lauk yang enak menurut ku.

"Pakai rendang daging dan ayam goreng Kalasan, bang!" jawab ku.

"Oke, Ndah. Biar abang yang pesan kan ya!" balas Haris.

"Iya," balas ku.

"Mbak, pesan nasi putih dua. Trus lauk nya rendang daging dan ayam goreng Kalasan, masing-masing dua potong ya! Minum nya es teh dua!" pinta Haris.

Haris memesan kepada pelayan rumah makan tersebut.

"Baik, mas." balas si pelayan.

Selesai memesan makanan, Haris pun mengajak ku untuk mencari tempat duduk.

"Ayok, Ndah! Kita duduk dia sana aja ya."

Ajak Haris sambil menggenggam tangan ku menuju kursi pojok. Kami berdua langsung duduk dan saling berhadapan. Tak butuh waktu lama, makanan yang di pesan pun tiba.

"Silahkan di nikmati hidangan nya, mas!" ujar si pelayan dengan ramah dan sopan.

"Oke, makasih ya mbak." jawab Haris.

Setelah pelayan itu pergi, aku dan Haris langsung memulai acara makan siang bersama dengan lahap dan cepat.

Beberapa menit kemudian, makanan pun ludes tanpa sisa. Kecuali tulang ayam nya yang tersisa tentu nya.

"Kita mau kemana lagi, Ndah?" tanya Haris.

Haris menyeruput es teh nya sampai tandas dan hanya menyisakan es batu nya saja.

"Balek ke kos aja, bang! Aku mau istirahat aja." jawab ku.

"Oke, tuan putri." balas Haris.

Kami berdua pun beranjak dari kursi dan berjalan ke meja kasir untuk membayar tagihan nya. Aku pun turut mengekori langkah Haris dari belakang.

Selesai membayar, Haris menggandeng tangan ku dan kami pun berjalan beriringan menuju ke parkiran.

Setelah masuk ke dalam mobil, Haris langsung menjalan kan kendaraan nya dengan kecepatan sedang menuju kos tempat tinggal ku.

Sesampainya di kos, aku merogoh kunci di dalam saku celana dan membuka pintu sambil mengucapkan salam.

"Assalamualaikum," salam ku.

Aku melangkah masuk ke dalam kamar yang di ikuti oleh Haris dari belakang.

"Wa'laikum salam," jawab Haris.

Setelah berada di dalam kamar, aku langsung menjatuhkan diri di atas kasur. Sedang kan Haris, dengan santai nya dia ikut menjatuhkan tubuh nya di atas badan ku.

"Auww! Berat BANG."

Aku memekik kuat sambil memukul-mukul pelan lengan nya. Bukan nya menghindar dan bangkit dari badan ku, Haris malah semakin memeluk tubuh ku dengan erat sambil mengecupi kedua pipi ku.

"Apa sih, Ndah? Masa gini aja berat, sih!" balas Haris cuek.

"Ya berat lah, bang! Di kira berat badan nya cuma dua kilo aja apa?" balas ku sewot.

Haris langsung nyengir kuda mendengar ucapan ku, lalu dia pun mulai beranjak dari atas badan ku.

Haris duduk sambil menyandarkan punggung nya di tembok. Dia menarik tangan ku untuk menyuruh duduk bersama nya. Setelah aku duduk, dia malah memutar badan nya dan berbaring di pangkuan ku.

"Iiihh, manja banget sih bayi besar ku ini!" cibir ku.

Aku mencubit kuat hidung mancung nya. Dan Haris pun langsung terpekik karena cubitan ku barusan.

"Aduuh! Sakit, Ndah." Haris merengek manja sambil mengelus hidung nya sendiri.

"Helehh, lebay! Masa gitu aja sakit sih, hihihi."

Aku terus saja menggoda lelaki ku itu, sambil terkikik geli dan membelai rambut hitam nya dengan lembut.

"Ndah, ada yang ingin abang tanyakan pada mu, boleh gak?" tanya Haris.

"Boleh, mau tanya apa, sayang?" balas ku.

"Hmmm, kalau abang mengajak mu menikah. Mau gak, Ndah?"

Haris bertanya dengan ragu, lalu dia pun mendongakkan kepala nya untuk melihat wajah ku.

1
Jesi Jasinah
sampai disini, kalau ada waktu nanti lanjut lagi
Indah Batam: terima kasih kunjungan nya kakak 🥰🥰
total 1 replies
Anonim
bneran kisah author ini
Indah Batam: hehehehe 😁😁
total 1 replies
Jesi Jasinah
lanjut
Indah Batam: siap 🥰🥰
total 1 replies
Bulan Rindu
Aku suka baca part Haris sama indah. ngebucin gimana gitu 🤭. semangat 💪
Bulan Rindu: Sama-sama. semangat terus
total 2 replies
neng ade
Siapa meluncur thor cantik ku ❤❤
Indah Batam: Siap kakak,, di tunggu kehadiran nya,,👌👌😘😘
total 1 replies
neng ade
Alhamdulillah .. selamat ya utk bang
Ryan dan Indah.. semoga menjadi keluarga yg samawa .. bahagia dan langgeng sampai maut memisahkan .. semoga cepat hamil ya thor.. jngn tamat dlu dong 😍😍
Indah Batam: aaamiiiiinn,,semoga saja🥰🥰🤲🤲
total 5 replies
neng ade
Semoga pernikahan nya berjalan dngn lancar
Indah Batam: aaamiiiiinn 🥰🥰🤲🤲
total 1 replies
neng ade
alhamdulillah.. meski ada rasa gregetan sm si ayah yg ga punya malu klo soal uang tp si ayah merestui nya lalu bagaimana dngn nenek .. masa iya ga dikasih tau sm Indah
Indah Batam: nenek sudah di beritahu ayah kak
total 1 replies
neng ade
cepatlah menikah Ndah dari pada terus tersakiti..
neng ade
iihh .. gregetan banget sm ayah nya itu .. matre nya minta ampun .. seenak nya aja minta mahar 20 jt
enak nya tuh kalian bertiga dilempar aja jauh2 ke laut Amazon ..
Indah Batam: ke laut Batam aja kak, biar gak buang2 ongkos 🤣🤣🤣
total 1 replies
neng ade
bilang aja sejujur nya sm ayah mu itu Indah . masa iya sih dilarang .. emang nya may anak nya selama nya jadi wanita penghibur.. Indah juga harus hidup bahagia .. jngn terus2 an dijadikan sapu perah ..
Indah Batam: sapi perah tak bertanduk, hehehehe 😁😁😁
total 1 replies
Bulan Rindu
Cerita nya bagus dan nyesek Thor. semangat 💪
Indah Batam: Iya kak, author juga ikutan nyesek ngetik nya🤧🤧🤧🤧
total 1 replies
Leo
lanjut Thor
Indah Batam: Siap kakak 🥰🙏
total 1 replies
Leo
lanjut
Indah Batam: baik🥰🥰
total 1 replies
Leo
next
Indah Batam: Assiaapp 🙏😍😍
total 1 replies
Leo
lanjut Thor
Indah Batam: assiaapp 🥰
total 1 replies
Leo
lanjut
Leo
next
Leo
mantap👍👍👍
neng ade
sudahlah Ndah jngn dibuat rumit .. seharusnya kamu harus bersyukur. mendapatkan orang sebaik bang Ryan dari pada harus tetap manjadi wanita malam dari pelukan laki2 satu kepelukan laki2 yg lain nya .. sdh saat nya mengakhiri petualangan mu di dunia mlm..
Indah Batam: Iya tuh, author juga geregetan lihat indah, pengen ngejitak jidat nya, bandel banget di bilangin🤭🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!