Davino Agata, pria dengan sejuta pesona yang mampu memikat banyak gadis. Ketampanan yang ia miliki tak membuatnya merasa sombong. Meski banyak gadis yang mengejarnya, hal itu tak lantas membuatnya berbangga diri.
Banyak yang mengira bahwa dirinya Playboy sejati, karena saking banyaknya wanita yang ia pacari dan kencani. Hal itu tak luput dari adik dan juga mama angkatnya. Karena kemauan mereka lah Davino mau berkencan dan bahkan mempacari mereka. Tapi sayangnya, tak ada satu pun di antara mereka yang mampu memikat hati Davino.
Dina Anindita Ahnal Ihsan, gadis yang mempunyai sejuta pesona. Kecantikannya sudah tak di ragukan lagi. Adik dari Fatur itu mampu memikat siapapun yang memandangnya, termasuk Davino.
Mampukah Davino Agata mendapatkan hati Dina Anindita Ahnal Ihsan? Sedang gadis itu punya prinsip. Hanya sang suami lah nantinya yang akan mendapatkan cintanya.
Bagaimana perjuangan Davino meluluhkan hati Dina? dan apakah ia akan berhasil mempersunting sang tuan putri?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rossanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rencana melamar
Setelah tiga bulan mengenal Dina, hati Davino tak karuan. entah kenapa ia merasa sedetik saja jauh dari Dina membuat hatinya resah. "apakah aku mencintainya, ya Tuhan sungguh rasanya tersiksa jauh darinya dan sangat sakit saat melihatnya tersenyum pada lelaki lain" ucap Davino pada dirinya sendiri.
Davina yang melihat kakaknya gelisah mencoba mendekat dan mencari tau penyebab kakaknya gelisah.
"What makes you nervous brother, pacing around incoherently like a hot worm.( Apa yang membuatmu gelisah kak, mondar-mandir gak jelas kayak cacing kepanasan )"
" Aku bingung dengan perasaanku sendiri na!"
" Bingung kenapa kak? tanya Davina penasaran. jelas ia penasaran saat melihat kakaknya tak seperti biasanya yang sangat tenang meski mengalami masalah sulit sekalipun.
" Apa aku jatuh cinta pada dina? tanya Davino pada Davina.
" What? jelas Davina sangat kaget mendengar perasaan kakaknya terhadap Dina. ia tak menyangka dalam waktu tiga bulan kakaknya di buat bingung oleh perasaan nya terhadap sahabatnya yaitu Dina.
" Aku juga gak tau, itu perasaan kakak dan kakak lah yang merasakannya. Maka tanyakan di dalam hati kakak yang paling dalam. benarkah kakak mencintai Dina, atau hanya perasaan kagum saja. Aku gak mau kakak nantinya akan membuat Dina kecewa kalau nantinya perasaan kakak ke dia cuma perasaan kagum saja."
" Gimana kakak buat Dina kecewa, orang dianya saja gak tau perasaan kakak ke dia."
" Oh ya aku lupa" ucap Davina terkekeh
" Na, Bantu kakak ya jika nanti kakak beneran jatuh cinta pada dina" ucap Davino memohon pada adiknya itu.
" Gak mau, itu kan urusan kakak. masak ia Vina terus yang bantuin kakak untuk dekat dengan wanita. Lagian Vina udah mundur dalam urusan itu sejak kakak putus dengan Sania. Vina gak mau gara-gara Vina kakak terluka."
" Na ini kasusnya beda, biasanya kamu menyuruh kakak pacaran sama teman kamu yang kakak sendiri gak suka. Tapi Dina beda na, Dia memang temanmu dan kakak menyukainya. Kau mau kan bantu kakak setelah kakak meyakinkan hati kakak na?"
" Setelah kakak meyakinkan hati kakak, maka kakak harus menyakinkan papi, mami dan orang tua angkat kakak itu. Vina gak mau nanti Dina akan kecewa saat mendapati para orang tua menentang hubungan kakak dengan Dina. Vina gak mau Dina sampai terluka atau kecewa karena kelakuan kakak."
" Mereka pasti merestui kok na, lagian kakak lihat mami sangat menyukai Dina kok saat di rumah sakit pas kamu sakit waktu itu na" terang Davino ke Davina. Davina pun percaya kalau kedua orang tuannya pasti akan merestui hubungan keduanya jika Davino benar-benar mencintai Davina. Tapi lain dengan mama angkatnya Davino yang tak lain merupakan kakak maminya.
" Mami, papi dan om navin pasti merestui kakak dengan mudah kalau memang Dina bisa membuat kakak bahagia. Tapi Tante Lisa gak akan mungkin kak, dia selalu ingin kakak menikah dengan ponakannya om Navin yang namanya sakura itu. karena ia pasti tau kalau Dina gak akan mungkin bisa ia kendalikan seperti sakura." ucapnya kesal saat mengingat kelakuan tantenya itu yang sangat membenci dirinya.
Davina dan Tante Lisa saling bermusuhan dan saling berlomba-lomba untuk mendapatkan wanita untum Davino. Davino sendiri tau jika sebenarnya mama angkatnya itu sangat membenci adik kembarnya itu. Tapi ia mencoba menutupi semuanya dari orang luar. Ia selalu mencoba untuk menyatukan dua perempuan yang sangat ia kasihi.
"flashback on"
Sedari kecil Davino di rawat oleh tantenya karena kedua orang tuanya sangat sibuk merawat Davina yang penyakitan itu. Lisa mengambil alih tanggung jawab dalam merawat Davino kecil. Karena Lisa sendiri juga tidak memiliki anak, terlebih lagi ia sangat kasihan melihat Davino yang seakan kekurangan kasih sayang kerena kedua orang tua kandungnya lebih sibuk dalam merawat saudara kembarnya itu.
Davino kecil pun sangat menyayangi mama angkatnya itu. Ia seakan menemukan pelukan hangat yang selama ini ia cari, yang tak ia dapatkan dari maminya. Karena tak memiliki anak sendiri, hal itulah yang membuat Lisa dan juga Navin pun merawat Davino seperti anak kandung mereka sendiri.
" Lin, biarkan vino sama aku dan aku janji akan merawatnya seperti anak kandungku sendiri. akan menyayanginya dengan segenap hatiku. Akan ku limpahkan kasih sayangku sepenuhnya kepada Vino. Kau terlalu sibuk dalam merawat Vina sampai kau lupa akan keberadaan Vino. Aku kasihan padanya dan lama-lama rasa kasihan itu menjadi rasa sayang. Aku gak akan menyusahkanmu kok dan kamu tenang saja aku tak akan mengambil Vino sepenuhnya darimu. Ia akan tetap menjadi anak kalian, hanya saja ia akan tinggal bersama ku." ucap Lisa pada Lina adiknya.
Lina bingung dengan perasaannya sendiri, ia sendiri tak mungkin membiarkan anaknya di asuh oleh kakak dan kakak iparnya. Namun, ia harus memberikan perhatian penuh untuk Davina. Sekaligus ia juga kasihan melihat kakaknya yang selama ini kesepian dan selalu merasa sedih karena tak memiliki seorang anak. Mungkin ini merupakan keputusan yang terbaik buat semuanya. Jadi mau tak mau ia menuruti kata kakaknya meski dengan berat hati. Karena ia sendiri tau akan sifat asli kakaknya itu.
" Kau harus berjanji padaku, jangan kau jauhkan aku dari anakku. Kalau sampai hal itu terjadi maka aku akan jauhkan kau dari anakku mbak. Ingat aku tak sebodoh yang kau pikirkan mbak, Davino anakku, dia darah daging ku. Aku juga tak ingin jauh dari anakku itu, tapi semua yang kau katakan memang benar kalau Davino butuh kasih sayang dan perhatian yang tak aku berikan sepenuhnya." ucap Lina pada Lisa, jujur saja Lisa sangat takut akan ancaman adiknya itu.
" Lakukan kemauan mu jika nanti apa yang kau pikirkan menjadi kenyataan."
Akhirnya Davino dirawat oleh Lisa dan juga suaminya. Lisa maupun Navin tak pernah menganggap Davino sebagai anak angkat mereka. Mereka sangat menyayangi Davino dengan segenap hati, hanya saja sifat buruk Lisa yang ingin membuat Davino membenci kedua orang tuanya dengan sendirinya membuat Navin merasa kalau itu pengaruh buruk. Meski ia tau rasa sayang Lisa pada Davino itu tulus, tapi Lisa juga ingin Davino lebih menyayangi nya di banding kedua orang tua kandungnya sendiri.
"flashback of"
...****************...
" Kau benar na, tapi aku yakin mama Lisa pasti akan merestui kami saat tau anaknya sangat mencintai wanita pilihannya." ucap Davino penuh keyakinan. Ia tak ingin baik dirinya atau pun adiknya itu sampai meragukan kasih sayang mama Lisa nya.
" Kak, kakak di buta kan cinta Tante Lisa dan yang kakak katakan memang benar. Tante Lisa memang sangat menyayangi kakak, tapi egonya lebih besar kak. Ia tak akan mungkin mau kalah dengan keegoisannya. Nyatanya ia pernah berusaha menjauhkan kakak dengan keluarga kandung kakak kan? Kalau saja om Navin tak mencegahnya dan kita tau lebih dulu mungkin ia sudah melakukannya. Dan pada akhirnya kakak akan membenci kedua orang tua kita dan akan jauh membenci Vina." terang Davina pada kakaknya itu. Davino sendiri tak menyangkal apa yang di katakan Davina, karena nyatanya memang seperti itu.
" Kakak janjikan satu hal padamu na, jika memang kakak memiliki rasa cinta untuk Dina maka kakak akan melindunginya dengan segenap jiwa kakak. Meski mama Lisa menolak kakak akan tetap melamar Dina dengan atau tanpa restu mama Lisa sekalipun." ucapan Davino berhasil membuat Davina tenang. Pasalnya untuk pertama kalinya Davino mengambil keputusan yang tepat untuk mama lisanya.
...****************...
Setelah yakin dengan perasaannya sendiri, Davino mencoba mengungkap kan perasaannya di depan kedua orang tuanya. Jelas mereka begitu terkejut saat tau anaknya kini telah mencintai seorang wanita. Mereka sampai terharu mendengarnya. Akhirnya Davino anak mereka bisa jatuh cinta pada seorang wanita, dan itu pun pilihannya sendiri bukan pilihan mama atau adiknya. Meski Dina merupakan teman dari adiknya, tapi kali ini Davina tidak ikut andil dalam hal percintaan Davino.
" Pi, mi, vino mau melamar Dina hari ini secara pribadi dan jika Dina menerima lamaran Vino, Vino ingin mami dan papi melamar Dina untuk Vino di hadapan kedua orang tua Dina." ucap Davino kepada kedua orang tuanya. Kini kedua orang tuanya saling tatap, baru kemudian menatap Davina. Davina yang merasa menjadi tersangka hanya menggelengkan kepalanya sebagai tanda ia tak ikut campur dalam hal ini. Mami, papinya lalu memandang Davino lekat-lekat sebelum akhirnya menanyakan keseriusan ucapan anaknya itu.
" Kau yakin nak dengan perasaan mu sendiri, apa kau benar-benar mencintai Dina?" tanya orang tuanya memastikan dan Vino pun mengangguk sebagai jawaban.
" Baiklah, jika Dina menerima lamaran mu secara pribadi nanti. Maka mami dan papi akan melamarnya ke orang tuanya secara resmi.
" Benarkan mi, mami serius kan dengan ucapan mami" ucap Davino memastikan. matanya sudah berbinar
...****************...
" Hari ini sudah dua cerita dariku dan juga Ananta, nona! mungkin cukup untuk hari ini nona, besok kita teruskan lagi. Dimana aku akan akan melamar Dina secara langsung."
" Baiklah tuan, kalau itu mau anda. Saya sangat berterima kasih kepada anda dan keluarga. Maaf sudah sangat merepotkan Anda tuan."
" Kau tak perlu minta maaf nona, Dina yang memintaku melakukan ini. Aku tak akan bisa menolak permintaan Dina, seseorang yang sangat aku cintai."
Dan seperti biasanya pak vino akan menangis meski hanya menyebut nama Bu Dina. Ya ampun pak please jangan membuatku semakin penasaran dengan kelanjutan ceritanya dong pak. Dan seperti biasanya, aku pulang di antar si Mr. tembok