Indonesia
NovelToon NovelToon
Ketika Istri Pendiamku Berubah Bar-Bar

Ketika Istri Pendiamku Berubah Bar-Bar

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Selingkuh / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 5
Nama Author: Senja

"Baguslah kamu ada di sini. Tolong urus makan malam mas Ardy juga ibu mertuaku! Aku mau belanja dan bersenang-senang pakai kartu kreditnya."

Selama tiga tahun pernikahan, Kirana dikenal sebagai istri yang penurut, pendiam dan selalu mengalah.

Bahkan ketika tahu suaminya, Ardy, memelihara wanita lain. Kirana hanya bisa menangis di pojok kamar, menerima semua makian dari mertua dan manipulasi dari keluarga suaminya sendiri.

​Sampai sebuah kecelakaan tragis mengubah segalanya.

​Saat Kirana membuka mata, ketakutan di jiwanya lenyap tanpa bekas.

​Ardy mengira dia masih memegang kendali atas hidup Kirana, sampai akhirnya pria itu sadar, Kirana yang sekarang bukanlah Kirana yang dulu.

Dan saat Ardy mulai berlutut memohon cintanya kembali, Kirana sudah menutup pintu hatinya untuk pria itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 31 Kepergok

Sesampainya di kafe...

Begitu melihat Kirana memasuki ruangan, Tristan yang telah duduk menunggu di sudut kafe sejak lima belas menit lalu langsung berdiri dari kursinya.

“Nona Kirana,” sapa Tristan dengan nada penuh penyesalan. “Maafkan saya karena baru bisa memberi tahu anda sekarang. Buktinya baru saja valid, saya—”

Belum sempat kalimat itu selesai diucapkan, pertahanan Kirana pun runtuh. Wanita yang selama ini selalu tampak tegar dan dingin itu tiba-tiba menubruk Tristan, memeluk pria itu erat-erat.

Tristan membeku seketika. Kedua tangannya tertahan kaku di udara. Ia sama sekali tidak menyangka majikannya akan runtuh tepat di hadapannya di tempat umum.

“Kenapa kamu baru mengatakannya sekarang, Tristan? Kenapa?” tubuh kurus Kirana bergetar hebat. Kedua tangannya meremas kemeja Tristan.

“Katakan padaku siapa pelakunya? Siapa iblis yang sudah berani menyabotase mobil itu dan merenggut nyawa bayiku?” teriaknya, diiringi isakan yang membuat beberapa pengunjung kafe mulai menoleh ke arah mereka.

Tristan hanya bisa mengepalkan kedua tangannya kuat-kuat di samping tubuh. Naluri terdalamnya sebagai seorang pria ingin membalas pelukan itu, mengusap punggung Kirana dan menenangkannya. Namun, ia menahan diri sekuat tenaga. Ia tahu batasannya. Ia hanyalah bawahan sewaan sekaligus orang kepercayaan Kirana.

“Saya masih menyelidikinya lebih dalam, Nona. Anak buah saya sudah mengikuti jejak orang yang diduga kuat menjadi dalang di balik kejadian itu. Beri saya waktu satu minggu,” ucap Tristan.

Mendengar itu, Kirana perlahan melepaskan pelukannya. Ia mundur selangkah. Air matanya memang belum berhenti mengalir, namun tatapan matanya perlahan berubah drastis. Bukan lagi sorot mata seorang ibu yang dipenuhi kesedihan. Melainkan tatapan kosong yang dipenuhi aura kebencian.

“Satu minggu?” gumam Kirana mengulang.

“Ya.”

“Kalau begitu, ambil waktu sebanyak yang kamu butuhkan, Tristan. Tapi aku mau satu hal. Aku ingin nama orang itu. Siapa pun dia, aku akan membuatnya merasakan apa yang aku rasakan.”

“Saya berjanji, Nona. Nyawa saya jaminannya,” balas Tristan .

Mereka kembali terdiam dalam duka dan amarah, tak peduli pada bisik-bisik dan tatapan orang-orang di sekitar meja mereka.

Tanpa mereka berdua sadari, sepasang mata sempat menyaksikan adegan pelukan itu dari ambang pintu dengan rahang mengeras dan napas memburu.

“Luar biasa. Ternyata dugaanku benar.” suara berat dan dingin itu membuat Kirana spontan menoleh.

Ardy?

“Kamu benar-benar keluar rumah hanya untuk menemui pria ba-jingan ini?!” geram Ardy.

“Mas Ardy, apa yang kamu lakukan di sini?” tanya Kirana pura-pura terkejut. Padahal, Kirana tahu jika Ardy pasti akan datang kemari karena panggilan dari Tristan semalam.

Tanpa memberikan aba-aba, Ardy melangkah maju.

Bugh! Sebuah pukulan keras mendarat telak tepat di rahang Tristan. Pria berpakaian serba hitam itu terpental hingga menabrak meja dan jatuh ke lantai bersama bunyi pecahan gelas kopi. Kafe seketika riuh. Beberapa pengunjung wanita menjerit kaget.

Belum sempat Tristan menyeimbangkan diri untuk berdiri, Ardy sudah kembali menarik kerah kemejanya dan menghajarnya lagi.

“Brengsek!” bentak Ardy kalap. “Apa kamu tidak tahu perempuan yang kamu peluk ini masih berstatus istriku, Hah?!”

Pukulan demi pukulan menghantam wajah Tristan. Anehnya, pria itu sama sekali tidak membalas. Ia hanya mengangkat lengan, menangkis seperlunya agar tidak melukai Ardy lebih parah, karena ia tahu memukul suami Kirana akan memperumit keadaan.

“Mas, hentikan! Apa kamu sudah gila!” teriak Kirana panik, berusaha menarik lengan suaminya.

Ardy seolah tuli. Matanya gelap oleh api cemburu. Ia kembali menarik kerah baju Tristan yang sudah robek.

“Kamu pikir laki-laki miskin sepertimu bisa membahagiakan istriku, hah?!”

Melihat Tristan yang tak bersalah terus-menerus dipukul, amarah Kirana yang sejak tadi ditahannya akhirnya meledak tak terbendung.

“Aku bilang cukup, Mas Ardy. Jangan bersikap kekanak-kanakan!” teriak Kirana.

Ardy menoleh perlahan kepada istrinya. Tatapan Kirana yang penuh kebencian padanya, membuat nyali Ardy sedikit menciut.

“Sudah puas main hakim sendirinya?” tanya Kirana lirih.

Ardy tidak menjawab. Ia menghempaskan tubuh Tristan begitu saja. Tanpa berkata apa-apa lagi, Ardy mencengkeram pergelangan tangan Kirana dengan sangat kasar.

“Ayo kita pulang sekarang,” desis Ardy.

“Aku nggak mau!”

“Aku bilang pulang!”

“Lepaskan tanganku, Mas! Sakit!” berontak Kirana.

“Lepaskan? Supaya kamu bisa kembali bermesraan sama selingkuhanmu yang kere ini?!”

Tanpa memberi sedikitpun kesempatan bagi Kirana untuk membela diri atau menjelaskan identitas Tristan, Ardy menyeret istrinya keluar dari kafe secara paksa, mengabaikan tatapan iba dari para pengunjung. Kirana terus memberontak dan memukul lengan suaminya sepanjang jalan, namun tenaga pria itu jelas jauh lebih kuat darinya. Sesampainya di area parkir, Ardy membuka pintu mobil dengan kasar, mendorong Kirana masuk ke kursi penumpang, lalu membanting pintu.

“Tindakanmu barusan sangat memalukan dan egois, Mas,” ucap Kirana, merapikan rambutnya yang berantakan sambil membuang muka ke arah jendela.

“Kamu yang egois, Rana!” bentak Ardy sambil memukul setir kemudi dengan keras. “Aku memberimu waktu satu bulan untuk merenung di rumah, bukan untuk melihatmu bermesraan dengan laki-laki simpanan di tempat umum!”

Kirana menoleh perlahan. Alih-alih menangis, wanita itu justru tertawa kecil. Tawa yang kering, getir, dan sukses membuat Ardy semakin kesal.

“Bermesraan katamu?”

“Iya! Mataku tidak buta, Rana! Aku melihat sendiri kamu memeluknya erat!”

Kirana menatap suaminya dengan sebelah alis terangkat. “Kamu cemburu, Mas?”

“Aku tidak cemburu!” bantah Ardy cepat, rahangnya mengetat. “Aku cuma sedang menjaga harga diriku sebagai seorang suami yang sah!”

“Suami? Jangan lupa kita akan segera bercerai Mas!” Kirana mengulang kata itu dengan nada mengejek.

Ardy terdiam kaku. Cengkeramannya pada setir mengendur.

“Kamu boleh jalan berdua dengan Siska kemana pun kalian mau. Kamu boleh memeluknya, menciumnya, bahkan menidurinya di belakangku. Bahkan, sekarang perempuan itu sedang mengandung anakmu. Lalu, saat aku sekadar berbicara dan menangis di depan pria lain, tiba-tiba kamu merasa harga dirimu diinjak-injak? Lucu sekali,” lanjut Kirana.

“Itu beda, Kirana! Aku dan Siska berbeda denganmu dan ba-jingan tadi!”

“Apa bedanya?” tantang Kirana tanpa berkedip.

“Kami berdua saling mencintai!”

“Oh jadi kalian saling mencintai dan saling melengkapi, ya?” Kirana terkekeh sinis. Disaat seperti ini saja Ardy masih membahas soal cintanya dengan Siska. “Sedangkan aku tidak pernah mendapatkan sebutir pun cinta darimu sejak awal kita menikah. Bukankah logika normalnya, seharusnya aku yang berhak marah, memukul dan menyeret kalian?”

Ardy kehilangan kata-kata. Napasnya seolah tercekat di tenggorokan.

“Kalau menurutmu tindakanku hari ini mempermalukanmu, coba kamu ingat-ingat lagi, Mas. Berkaca lah, siapa yang sudah membawa bibit penyakit dan kotoran ke dalam pernikahan kita,” ucap Kirana dengan berbisik.

Saat Ardy lengah, Kirana pun buru-buru keluar dari mobil dan berlari menjauh dari Ardy.

1
Ayla Anindiyafarisa
aku sudah menebak sih kalau Tristan ini anak orang kaya
Ayla Anindiyafarisa
oala masih belum sadar juga tu emak
Risa Ristiani
ya kalo ngomongnya sama Ardi yg di bicarain siapa lagi ya Kirana lah 😆 oon semua😄
Ayla Anindiyafarisa
manusia manusia aneh pengen kaya tapi g mau kerja pengennya ngerampok harta orang
Ummee
uang tok pikiran mu mak lampir
Ummee
admin keuangan? haha siap² digerogoti
Ummee
selingkuhan nya siska ini pasti dan ayah dari anak yg dikandung siska ini kek nya
Anonim
mantap💞
rahmah
ceritanya bagus Kirana bukan berubah jadi bar² tapi memang seharusnya dari awal bersikap seperti itu biar tidak dihina terus²an sebelum menikahkan tau keluarga calon suaminya seperti apa apalagi mertuanya yg gak suka sama dia tapi dasarnya Kirana baik dan penurut terbuktikan 3 tahun dia mengabdi sampai anak yg dikandung jadi korban suaminya mana pernah perduli dan lebih percaya sama selingkuhannya dan setelah berubah dan berpisah dg suaminya Kirana justru mendapat kebahagiaan berkali lipat apalagi bertemu dg Tristan yg selalu setia bersamanya hingga bersatu membangun keluarga kecilnya tapi bagaimana nasib bu Sarah ya setelah dioperasi kirain meninggal aja..🤭
Nunuy Aja
good Kirana
Ayla Anindiyafarisa
kalau kirana kaya kenapa selama ini mau aja di hina dan di rendahakan
Thix
hasilnya tidak memuaskan krn mereka adopsi anak pelakor😒
Anonim
dak sadar diri🤣
Dewa Nara
ogah ah baca novel yg perempuannya lemah
𝓢𝓮𝓷𝓲 𝓢𝓮𝓿𝓲𝔂𝓸𝓻𝓾𝓶: baru bab 2 lho, blm selanjutnya
total 1 replies
evana gusani
baru mampir
Ida Susmi Rahayu Bilaadi
keeekk 🤣🤣🤣
Mujiono Año
gitu dong jadi perempuan.balas jika dihina
Deera__
memang /Proud/
Deera__
ngimpi /Hammer//Sly/
Deera__
diihh naif dan gengsi.. bilang aja kau suka dan cinta nonamu itu 🤣🤣🤣🤣🤣🤣/Tongue//Tongue//Tongue/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!