Indonesia
NovelToon NovelToon
Di Cerai Suami, Di Nikahi Tuan Muda

Di Cerai Suami, Di Nikahi Tuan Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / CEO
Popularitas:15.1k
Nilai: 5
Nama Author: Yam_zhie

Dilara di cerai oleh Kevin karena wanita yang di cintai Kevin kembali.

Setelahnya Dilara melamar menjadi seorang baby sitter, dan di terima pada salah satu keluarga kaya. Dilara memang seorang sarjana, namun dia butuh pergi cepat dari rumah Kevin dan juga butuh tempat tinggal baru. intinya dia ingin lepas dari Kevin dan memulai hidup barunya.

namun, ternyata di rumah itu ada seorang tuan muda bernama Elian yang selalu membuat Dilara kesal dengan sikap dinginnya. lalu apakah pada akhirnya mereka akan saling suka? apa keluarganya akan setuju dengan hubungan mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dilara 5

Keheningan yang ditinggalkan Asha mendadak terasa jauh lebih mencekik dari benturan pintu tadi. Kevin melangkah masuk ke dalam kamar, langkah kakinya seberat timah.

Di depan lemari, Dilara tetap bergeming. Jemarinya yang cekatan terus melipat gamis dan pakaian sederhananya, menumpuknya dengan sangat rapi ke dalam koper besar yang terbuka di atas ranjang. Tidak ada gerakan ragu, tidak ada napas yang tertahan.

"Dilara..." Panggil Kevin dengan suara parau sambil mendekat ke arah Dilara dengan berbagai perasaan yang berkecamuk di dalam dadanya.

"Iya, Mas? Sebaiknya kamu temani dulu Asha... Nanti dia marah kamu tinggalkan sendiri di dapur..." jawab Dilara menoleh dengan sorot mata dingin, jantung Kevin terasa di remas saat melihat tak ada lagi tatapan penuh cinta di kedua mata istrinya.

"Asha sudah pulang... Maaf aku tadi..."

"Tidak apa-apa, Mas. Toh sebentar lagi Asha akan menjadi istrimu. Dan kalian sudah mulai terbiasa bersama di dapur. Dengan begitu, rumah tangga kalian nantinya akan hangat dan penuh cinta tak akan terasa dingin dan hambar. Ternyata seperti itu melihat pernikahan penuh cinta. Akan selalu ada tawa dan kebahagiaan..." jawab Asha sambil tersenyum.

DEGH

"Maaf... Aku tak bermaksud..."

"Jangan minta maaf terus, Mas. Kamu tidak salah kok. Namanya perasaan kan memang tidak bisa di paksakan. Maaf Mas, apa ada yang mau di bicarakan lagi? Saya mau membereskan sisa pakaian dan barang-barang saya di rumah ini. Saya juga minta izin untuk sebagian barang akan saya berikan kepada orang yang membutuhkan. Dari pada nanti kamu dan Asha buang... Barang-barang yang ada hubungannya dengan saya. Kalau di berikan kepada yang membutuhkan akan jauh lebih bermanfaat..."

"Dilara, tolong dengarkan aku sebentar," suara Kevin memecah udara, gemetar dan dipenuhi keputusasaan. Ia mendekat, mencoba meraih pergelangan tangan Dilara.

"Sumpah demi Tuhan, aku tidak pernah menyuruh Asha datang. Dia menemuiku di kantor dan mengikutiku sampai ke sini. Aku sudah menolaknya, Dilara!"

Dilara menghentikan gerak tangannya yang sedang memegang sebuah gamis. Ia melirik pergelangan tangannya yang berada dalam genggaman Kevin, lalu pelan-pelan menepisnya, bukan dengan sentakan emosi, melainkan sebuah dorongan halus yang begitu asing bagi Kevin. Padahal berbeda dengan hati Kevin, dari semalam, pelukan pertamanya untuk Delara membuat hatinya berdesir, perasaan asing yang dia rasakan.

"Lalu?" tanya Dilara pendek. Suaranya sedatar garis lurus.

"Aku cuma mau kamu tahu kalau aku tidak mengkhianatimu di dapur tadi! Aku masih menghormatimu sebagai istriku sampai ketukan palu pengadilan nanti!" Kevin menaikkan intonasinya, setengah frustrasi karena respons Dilara yang terlalu tenang.

Dilara terkekeh pelan. Sebuah tawa tanpa nada, yang sanggup membuat bulu kuduk Kevin berdiri.

"Menghormatiku sebagai istri?" Dilara berbalik badan sepenuhnya, menatap lurus ke dalam manik mata Kevin.

"Mas, di mana rasa hormat itu saat kamu membiarkan mantan pacarmu mengirimkan foto-foto mesra kalian selama dua minggu terakhir ke ponselku? Di mana rasa hormat itu saat kamu datang padaku tadi malam, lalu meminta bercerai seolah pernikahan kita ini cuma urusan administrasi kantor yang bisa kamu batalkan kapan saja?"

"Aku... aku bingung saat itu, Ra! Asha datang dengan fakta kalau dia sakit keras di luar negeri, dan aku..."

"Dan kamu merasa bersalah? Kamu terharu?" potong Dilara tajam, melangkah satu tapak lebih dekat.

"Lalu bagaimana denganku? Satu tahun, Mas. Satu tahun aku berdiri di rumah ini, memasakkan makanan kesukaanmu, menyiapkan kemejamu, menunggu giliran untuk dicintai. Tapi kamu cuma memberi dingin. Begitu Asha melambaikan tangan, kamu langsung berlutut meminta maaf pada masa lalumu dan mengorbankan masa depanmu denganku."

"Aku tidak bermaksud mengorbankanmu!" teriak Kevin, matanya memerah. "Aku menawarkan rumah ini untukmu! Aku menawarkan pesangon yang lebih dari cukup agar kamu tidak perlu kesusahan! Tapi kamu menolaknya dan memilih pergi seolah aku ini monster, Dilara!"

"Karena aku tidak bisa dibeli dengan uangmu!"

Suara Dilara akhirnya naik satu oktav. Mata yang tadinya berkaca-kaca kini memancarkan keberanian yang membakar. Kevin terkejut, melangkah mundur setengah tapak. Sepanjang satu tahun menikah, ia tidak pernah mendengar Dilara meninggikan suara.

"Uangmu tidak bisa membayar rasa sakit hati saat aku sadar aku cuma tameng formalitas keluarga buat kamu, Mas!" sambung Dilara dengan napas terengah.

"Aku tidak butuh rumah mewah yang tiap sudutnya bikin aku ingat betapa kasihannya aku di mata kamu. Ambil rumah ini. Berikan pada Asha. Masaklah bersamanya tiap malam sampai kamu puas!"

Kevin membisu. Tenggorokannya terasa tersumbat batu besar. Ia berniat maju untuk merengkuh bahu Dilara, namun pintu kamar yang tiba-tiba diketuk keras menghentikan niatnya.

Cklek.

Di ambang pintu, Asha berdiri dengan napas terengah-engah dan wajah memerah. Ia ternyata belum benar-benar pergi;, taksi yang dipesankan Kevin belum datang, dan ia memutuskan kembali masuk untuk mengambil tas kosmetiknya yang tertinggal di area dapur. Namun mendengar pertengkaran hebat di kamar utama, kakinya melangkah kemari.

"Kev, kamu tidak perlu merendahkan dirimu sendiri demi wanita yang bahkan tidak menghargai tawaran rumah mewahmu!" seru Asha provokatif, melangkah masuk tanpa rasa canggung.

Kevin menoleh kaget, amarahnya membumbung tinggi. "Asha! Aku bilang tunggu di luar atau pulang! Kenapa kamu malah masuk ke kamar pribadi kami?!"

"Kenapa? Aku cuma mau meluruskan!" Asha menunjuk Dilara dengan telunjuk bermani-kur merah menyala.

"Kamu dengar sendiri kan, Kev? Dia tidak butuh kamu! Dia tidak butuh uangmu! Jangan merasa bersalah lagi pada wanita melarat yang sengaja berakting jadi korban ini!"

"Asha! Tolong kamu keluar... Biarkan aku bicara dengan Dilara...!" pinta Kevin dengan suara lembut dan memohon.

"Kenapa aku harus keluar, Kev?!" Asha memotong dengan suara melengking, menyilangkan tangan di dada seraya menatap Dilara sinis.

"Wanita ini sudah jelas menolak rumah ini, menolak semua kebaikan yang kamu tawarkan sebagai kompensasi atas semua yang dia lakukan selama satu tahun ini merawat kamu! Untuk apa kamu memohon-mohon padanya? Biarkan saja dia pergi membawa koper-koper kumalnya itu!"

"Cukup, Asha!" bentak Kevin. Suaranya bergema memenuhi ruangan, matanya menyalang penuh amarah.

"Keluar sekarang atau aku sendiri yang akan menyeretmu keluar dari rumah ini!"

Asha terperanjat. Ia menyentakkan kakinya ke lantai, melempar tatapan benci ke arah Dilara sebelum akhirnya berbalik dan melangkah lebar meninggalkan kamar, membiarkan bunyi heels-nya mengetuk lantai dengan keras hingga menghilang di ujung lorong.

Keheningan kembali menyergap. Kevin membasahi bibirnya yang kering, berbalik menatap Dilara yang masih berdiri mematung di samping ranjang. Penyesalan merayapi relung hatinya. Perasaan asing yang berkecamuk sejak pelukan pertamanya pada Dilara semalam kini makin mencekik. Ia sadar, ikatan yang selama ini ia abaikan justru baru terasa menghimpit saat akan terputus. Namun, pengakuan dan kejujuran Asha meningalkannya tanpa kabar karena penyakitnya membuat dia akhirnya kembali memaafkan dan ingin memulai hidup bersama Asha. Dan jelas yang harus dia korbankan adalah Dilara.

Seorang wanita yang juga terpaksa masuk ke dalam kehidupannya tanpa dia mau. Namun selama satu tahun ini, Dilara adalah wanita dan istri yang tek memiliki kekurangan apapun di matanya. Hanya saja, hatinya... Hati Kevin masih tersesat di masa lalu. Keputusan cepat dengan mengajukan perceraiannya adalah memang desakan dari Asha dan juga kedua orang tuanya.

"Dilara... tolong," lirih Kevin, mencoba melangkah mendekat. Suaranya serak. "

"Aku akui aku salah. Aku buta oleh rasa bersalah pada Asha hingga tak sadar betapa dalamnya luka yang kubuat untukmu. Dan betapa egoisnya keputusanku ini, tapi demi Tuhan aku tak ingin menyakiti kamu lebih jauh lagi, Ra. Maafkan aku... Kamu adalah wanita sempurna dan juga istri yang baik, kamu pantas mendapatkan kebahagiaan di luar sana... Maafkan aku sekali lagi, sudah memberikan luka selama pernikahan kita..."

1
𝐃ITA💋𝐀𝐍𝐍𝐈𝐕⑤🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
ditunggu kelanjutan nya kak❣️
𝐃ITA💋𝐀𝐍𝐍𝐈𝐕⑤🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
udah aku kasi 10 ☕☕☕ ya kak😎
Rarik Srihastuty
batalin aja dah Kevin, kamu menduda aja.mungjin suatu saat km dapat jodoh lain dari author. daripada nikah sama asha makan hati, lebih baik kamu larut dalam penyesalan dan memperbaiki diri menjadi lebih baik
nely_48
ak loh curiga klau Asha lg hamidun, makanya maksa kevin untuk cpet² menikahinya, trs soal mahar yg fantastis itu adalah langkah aman untuk nguras habis harta kevin
nely_48
jantungan ga tuh s kevin pas baca daftar mahar yg d minta ibu nya Asha,,, lagian calon ibu mertua searogan itu main bentak n nekan kevin,, tah kev km mikir lah d situ,, ortu kandung km az menyayangi km dgn tulus n ga pernah berkata kasar apalagi nada tinggi loh,,, gila az kevin mau masuk k keluarga toxic
Ambu Rinddiany Thea
belum apa2 udh d teror kaya ma depkolektor s kevin mah , apalagi ntar udh nikah amsiong ga tuh
Lee Mba Young
semoga ortu Kevin lbih Tegas lagi. cabut saja semua fasilitas kl mau nikah megah suruh usaha sendiri tanpa bantuan ortu nya. yakin Asha masih mau 🤣.
Oma Gavin
semoga ortu nya Kevin menolak punya menantu asha dan pernikahan batal cabut semua fasilitas dan jabatan di perusahaan aku jamin asha kabor setelah tau kevin kere
Fitria Syafei
rasaiin kau Kevin mentok kesana kemari . pilih ntuh si ratu lebah Asha yg lebih menarik dari Dilara 😏 KK cantik kereen 😍 terimakasih 😍
Talnis Marsy
Kevin ....KLO kamu sampai nurutin Asha..otak kamu kemakan ayam bearti....
ryuka
kevin kevin.. kamu bodoh bgt sih klo masih mau lanjutt
Oma Gavin
rasakan kamu kevin cuma diporotin asha saja sama keluarga nya semoga ortu mu menolak mentah" dan pernikahan batal terbongkar manipulasi asha tentang sakitnya
Mundri Astuti
oi Kevin blegug...dah liat kan babang tamvan elian...calonnya dilara tuh kerennn kan 😄.

nikmatin harimu sama lampir pilihanmu 😛
nely_48
turuti az sih kev apa yg d inginkan Asha, kan semua jg keinginan mu mau bahagia bersama Asha mu itu
nely_48
thank's elian km udh melindungi n membela dilara d depan mata kevin
Fitria Syafei
hadeh Kevin..Kevin...ngaca..deh terlambat tauu dan kemana ajee baru nyadar kalau Dirara jauh berbeda dari nenek sihir ntuh 😏 KK cantik mantaf 🥰 terimakasih 🥰
Masha 235
harusnya jgn adik prempuan Thor...saudara prempuan gt,itu bisa merujuk adik/KK prempuan..
𝐃ITA💋𝐀𝐍𝐍𝐈𝐕⑤🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
Udah aku kopi manis ☕ kak.. 😎
❥␠⃝ ͭ🍁Amalia💋❣️
nama nya kebalik balik kak
Ambu Rinddiany Thea
aneh pikiran s kevin mah nyasar kamana karep , tau klo liat s elian ganteng membahanaaaaa hahhahaha
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!