Indonesia
NovelToon NovelToon
Tak Lagi Mencintaimu

Tak Lagi Mencintaimu

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Mandul / Pelakor jahat / Tamat
Popularitas:484.9k
Nilai: 5
Nama Author: Red_Purple

‎Badai datang pelan namun mematikan, menggoyahkan komitmen lima tahun yang Risa yakini abadi. Di bawah langit malam yang sunyi, dia menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri suaminya, Raga, sedang bermesraan dengan wanita lain di dalam mobil mereka.

‎Setelah bertahun-tahun membangun rumah tangga dengan penuh pengorbanan, meninggalkan karir impian untuk mendukung karir suaminya, Risa harus menghadapi kenyataan pahit bahwa cinta yang dia anggap tulus telah dipermainkan.

‎Pengkhianatan itu menjadi pukulan terberat bagi hatinya.

‎"Selama ini aku menutupi kekuranganmu demi menjaga harga dirimu, tapi balasanmu adalah pengkhianatan. Mulai hari ini, aku tidak mau lagi menjadi orang yang selalu mengalah." ~ Risa Anindita.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Red_Purple, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 8

‎Risa melajukan mobilnya kencang, menjauh dari rumah mertua. Tangannya memegang setir dengan erat, rahangnya mengeras kencang. Tidak ada setetes air mata yang keluar dari matanya, hanya ada rasa lega yang bercampur dengan amarah yang sudah terpendam lima tahun lamanya.

‎‎Hatinya bergemuruh hebat mengingat setiap kata penghinaan yang diucapkan Mama Rima, setiap pandangan hina yang ditujukan padanya, setiap bisikan buruk yang terdengar jelas di telinganya.

‎‎Suara dering ponsel tiba-tiba terdengar, memecah keheningan didalam mobil itu. Pandangan Risa langsung teralihkan ke arah ponsel yang tergeletak di samping kursi pengemudi. Layarnya terus menyala berulang kali, nama Mas Raga terpampang jelas disana, disertai suara dering yang terus berbunyi tanpa henti.

‎‎Setiap kali layar itu menyala, dada Risa terasa semakin sesak dan panas. Rasa kesal, amarah, dan rasa jijik bercampur menjadi satu, membuat pikirannya kacau balau. Ia tidak bisa fokus mengemudi, matanya terus melirik ponsel itu sesekali, pikirannya dipenuhi rasa sakit akibat penghinaan mertuanya dan pengkhianatan suaminya.

‎‎Hingga tiba-tiba---

‎‎KRAK!!!

‎Risa tersentak hebat, matanya membelalak lebar. Di depannya, tepat di tengah jalan, ada seorang nenek tua yang berjalan perlahan, terlihat bingung dan hampir terjatuh. Karena pikirannya sedang kacau, Risa baru menyadarinya terlambat. Tanpa berpikir panjang, ia langsung menginjak rem sekuat tenaga, ban mobil berdecit keras memecah keheningan jalanan, sampai mobilnya berhenti tepat beberapa sentimeter saja dari tubuh nenek itu.

‎‎Jantung Risa berdebar kencang, keringat dingin langsung membasahi pelipisnya. Ia segera membuka pintu mobil dan berlari turun dengan tergesa-gesa.

‎‎"Nenek! Nenek tidak apa-apa kan?!" seru Risa cemas, segera memegang lengan tua yang kurus dan lembut itu dengan hati-hati.

‎‎Nenek itu terkejut juga, tubuhnya sedikit gemetar karena kaget, namun wajahnya masih terlihat tenang. Ia menggeleng pelan sambil tersenyum lembut, senyum yang hangat dan menenangkan hati.

‎‎"Tidak apa-apa, Nak… Nenek baik-baik saja. Maafkan Nenek ya, sudah membuatmu kaget. Nenek agak bingung jalan, mata Nenek sudah tidak terlalu jelas untuk melihat," ucap nenek itu dengan suara lembut.

‎‎Risa menghela napas lega, rasa takutnya perlahan hilang digantikan rasa kasihan.

‎‎"Syukurlah kalau Nenek tidak terluka. Saya yang minta maaf, Nenek, saya kurang fokus mengemudi tadi," jawab Risa dengan nada penyesalan, lalu ia membantu menopang tubuh nenek itu agar berdiri. "Nenek mau pergi kemana? Kenapa pergi sendirian tanpa ada yang menemani?"

‎‎"Nenek mau pulang ke rumah, Nak. Tapi jalanannya sudah banyak yang berubah, Nenek jadi bingung arah jalan menuju ke rumah," jawab nenek itu pelan.

‎‎"Baiklah kalau begitu, biar saya antarkan Nenek pulang. Di luar panas sekali, dan jalanannya juga ramai, berbahaya untuk orang tua," ucap Risa.

‎‎Ia membantu nenek itu masuk ke dalam mobil dengan hati-hati, lalu duduk di sampingnya. Setelah itu, Risa bertanya alamat rumah nenek itu, lalu mulai mengemudi kembali dengan hati-hati, kali ini dengan fokus penuh, tidak lagi melirik ponselnya yang masih berdering.

‎‎Setelah sekitar dua puluh menit perjalanan, mobil Risa akhirnya berhenti di depan sebuah gerbang besar yang tinggi dan megah. Salah satu penjaga yang berjaga di gerbang langsung membuka pintu gerbang begitu kaca mobil diturunkan dan wajah Nenek itu terlihat.

‎‎Risa perlahan mengemudikan mobil masuk ke dalam halaman yang luas itu. Belum sempat ia mematikan mesin, seorang wanita yang sedang berdiri di teras langsung berteriak keras ke arah dalam rumah dengan suara gemetar.

‎‎"BU SINTIA! OMA BERLIN SUDAH PULANG! BELIAU SELAMAT DAN DITEMUKAN!"

‎‎Suara teriakan itu bergema ke seluruh sudut rumah megah itu. Tak sampai semenit kemudian, seorang wanita berusia sekitar 57 tahun keluar dengan wajah pucat pasi penuh ketakutan. Ia langsung berlari menghampiri ibu mertuanya yang baru saja dibantu turun dari mobil oleh Risa.

‎‎"Ibu… Ibu! Ibu kemana saja?! Kami sudah panik nyariin Ibu, hampir saja mau melapor ke kantor polisi!" seru Sintia dengan suara parau menahan tangis. "Ibu tahu tidak, kami semua hampir gila karena khawatir! Sudah aku bilang Ibu tunggu dimobil dulu, mengapa malah turun dan menghilang! Ibu sudah tua, penglihatan juga sudah kabur, kalau terjadi apa-apa bagimana?!"

Wanita yang dipanggil ‎‎Oma Berlin itu hanya mengusap lembut punggung menantunya, tersenyum lembut sambil menggeleng pelan.

‎"Sudah, Sintia… Ibu baik-baik saja," ucap Oma Berlin lembut, lalu menoleh ke arah Risa yang berdiri diam di sampingnya. "Ini Risa, dia yang sudah menolong Ibu saat Ibu tersesat tadi."

‎‎Risa mengangguk pelan, tersenyum tipis, "Kebetulan saya bertemu Oma di jalan, beliau tersesat dan terlihat bingung arah. Saya hanya membantu mengantar beliau pulang,"

‎‎Sintia langsung menggenggam kedua tangan Risa dengan erat, "Kamu adalah penyelamat bagi kami semua. Terimakasih banyak… Terimakasih sudah mau mengantarkan ibu mertua saya pulang,"

‎‎Oma Berlin segera menarik tangan Risa dengan lembut.

‎"Nak Risa, jangan buru-buru pergi dulu ya," ucap Oma Berlin dengan suara lembut namun tegas, matanya berbinar penuh keinginan yang tulus. "Masuklah sebentar ke dalam. Cucu laki-laki Oma sebentar lagi akan pulang , Oma ingin memperkenalkan dia padamu. Dia pasti akan sangat berterimakasih padamu karena sudah menolong Oma kesayangannya ini,"

‎"Iya benar kata Oma, Risa. Masuk dan duduklah dulu sebentar," Sintia ikut membujuk.

‎"Maaf sekali, Oma, Bu Sintia… Saya benar-benar sangat berterimakasih atas kebaikan dan keramahan kalian," jawab Risa dengan nada halus namun tegas. "Tapi sungguh, saya tidak bisa berlama-lama disini. Saya ada urusan yang sangat penting, jadi saya harus pergi sekarang."

‎‎Ia melanjutkan dengan nada tulus, agar mereka tidak merasa tersinggung.

‎‎"Saya sangat senang bisa bertemu kalian, sangat senang bisa membantu Oma. Tapi sungguh, kali ini saya tidak bisa memenuhi permintaan Oma. Lain kali, jika ada kesempatan, saya pasti akan datang berkunjung lagi dan bertemu dengan cucu Oma, ya?"

‎‎‎‎Oma Berlin kembali tersenyum, lalu mengusap pipi Risa dengan lembut sekali.

‎‎"Baiklah, Nak… Oma mengerti, Oma tidak akan memaksamu." ucap Oma Berlin lembut. "Tapi lain kali kamu harus datang dan ikut makan malam bersama kami,"

‎‎Risa mengangguk setuju, hati kecilnya terasa hangat disentuh kebaikan tulus dari kedua wanita itu. "Pasti, Oma. Saya janji, lain kali saya pasti datang berkunjung,"

Setelah berpamitan, ‎‎Risa berjalan kembali menuju mobilnya. Ia membuka pintu, lalu duduk di kursi pengemudi, sementara Oma Berlin dan Bu Sintia tetap berdiri di depan teras, melambaikan tangan padanya sampai mobil itu mulai bergerak menjauh dan keluar melewati gerbang.

-

-

-

‎Begitu melihat kedatangan Risa, Sella segera mengangkat tangan memberi isyarat, lalu segera berdiri menyambutnya dengan wajah penuh kepedihan sekaligus kemarahan yang tertahan.

‎‎"Kamu datang tepat waktu, Ris," bisik Sella pelan begitu Risa duduk di hadapannya, lalu segera menarik kursi mendekat, nada suaranya rendah agar tidak terdengar oleh pengunjung lain. "Orang yang aku bayar untuk mengawasi Raga dan wanita itu baru saja mengirimkan semuanya lewat berkas digital dan cetakan fisik. Mereka bekerja sangat rapi, tidak ada satu hal pun yang terlewat."

‎‎Tangan Sella mengulurkan amplop cokelat tebal itu ke arah Risa. Permukaan amplop itu polos tanpa tulisan, tapi isinya adalah hal yang paling ditunggu sekaligus paling menyakitkan bagi Risa selama ini.

‎‎"Ini semua bukti lengkap, Ris. Semua yang kamu butuhkan," ucap Sella dengan suara gemetar. "Didalamnya ada foto-foto mesra mereka berdua, bahkan ada rekaman suara percakapan mereka yang berhasil direkam dari jarak dekat."

‎‎Jantung Risa berdebar kencang, tangannya sedikit gemetar saat menyentuh permukaan amplop itu. Dengan napas yang tertahan, Risa perlahan membuka penutup amplop itu dan mengeluarkan foto-foto mesra suaminya bersama dengan wanita lain.

‎‎Risa memejamkan matanya kuat-kuat, air mata yang selama ini ia tahan mati-matian, yang tidak keluar saat dihina habis-habisan oleh Mama Rima, yang tidak keluar saat ia tahu suaminya mengkhianatinya, akhirnya menetes begitu saja, jatuh satu persatu membasahi permukaan foto yang menampakkan Raga sedang memeluk dan mencium wanita lain.

-

-

-

Bersambung...

1
Heny
Bagus risa pergi yg jauh biar waktu yg menentukan mrk akan menyesal
Turi77 Turi77
selesai ini km akan menyesali semua perbuatan mu raga,
fatmiatun sahono
begitu suami nya pergi ke luar kota. mending lah tinggal pergi saja itu suami nya
toh barbuk sdh ditangan
lsg cerai....wanita skrg hrs kuat percaya diri dan mampu berdiri di atas kaki sendiri...hehhehehe💪
Edy Sulaiman
inilah yg namanya manusia serakah SDH merusak rmh tangga orang tapi masih tetap m rasa kurang
Edy Sulaiman
masih menyimak saja dulu nmpknya bagus nih cerita.
Ranny
Amelia dasar perempuan perek murahan gampangan lobang mu itu sdh seperti wc umum ya 😄😄😄
Ranny
mandul teriak mandul 😄😄😄 nanti setelah terbongkar kalau dia sendiri yg mandul malu gak ya 🤭
Ranny
dasar pak Harun ortu lucnat ayah kandung berasa ayah tiri woiii punya otak kagak kok malah membela anak mantu tak beradab yg suka obral perkututnya his jijik deh dengan kelakuan mu itu
Ranny
Amelia kau mau dapat kecebong dr mana...paling kau akan dapat dr selingkuhan ya soalnya sekali kau merebut suami orang pasti akan ketagihan dan penasaran mau merasakan burung perkututnya pria lain lagi 😄😄😄
Ranny
lah dah betul kan perkiraan ku kalau Regan itu cucunya Oma yg hampir di tabrak dan di tolong Risa ☺️
🔥Violetta🔥: /Ok//Ok//Grin/
total 1 replies
Reni Setia
makasih untuk novelnya ya
🔥Violetta🔥: Sama-sama kakak 🙏😁
total 1 replies
Ranny
mungkinkah Regan ini cucunya Oma yg hampir di tabrak oleh Risa
Murni Sumiarti
Dibawah kendali asisten suami kok di noveltoon nggak ada?
🔥Violetta🔥: Iya kakak... saya hapus dulu karena kemarin sempat gak lolos kontrak.. mau direvisi total. Nanti saya up ulang kalau sudah direvisi 🙏😁
total 1 replies
Violet
Bersyukurlah utk para wanita yg bisa merdeka bercerai dr suami modelan Raga. Tetangga kompleks rumah sini ada sprti Risa yg sehat tp dicaci maki mandul pdhal sp*rma suaminya encer, nikah 20thn pilih cerai mlh ditekan mentalnya oleh suami & kluarga mlh sang ortu wanitanya jg ga dukung, smuanya blg kalo cerai ga ada yg bakalan mau sama janda yg ga bisa kasih anak. Sedih bgt tiap kali didoktrin gitu menciut lg nyalinya utk cerai 😭
🔥Violetta🔥: Amin... Kita doakan sama-sama untuk kakaknya yang disana... semoga diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menjalani ujian kehidupan 🙏😊
total 3 replies
Khansa Andini
kak buatin versi Raga untuk bisa nemuin wanita tulus lagu
🔥Violetta🔥: Nanti coba ya kak 😁🙏
total 1 replies
Agus Tina
Kamu menjaga harga diri suami kamu tapi kamu tifak jujur padanya Risa, seharusnya kamu jujur pada suamimu duku baru outuskan untuk menutupi semuanya pada mertuamu ...
Yunita Asep
uuhh serru..! author kerren..., suxes dan sehat slalu, lov yu...
🔥Violetta🔥: Terimakasih kakak 😁🙏
total 1 replies
Yunita Asep
ahaay deh., jadi malu2.., Gas langsung Regaann...!
Yunita Asep
lanjuutt..
Yunita Asep
syukurriin... makanyaa jangn ambil suami orang..!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!