Indonesia
NovelToon NovelToon
Rafka Dan Ragam Senja

Rafka Dan Ragam Senja

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa Fantasi
Popularitas:689
Nilai: 5
Nama Author: Aksara Nirmaya

Berkali-kali gagal dalam hubungan membuat ia menutup akses bagi siapapun yang mendekati bahkan datang melamarnya. Jika nenek moyangnya berkata pamali terus menerus menolak lamaran karena konon katanya tidak akan mendapatkan jodoh seumur hidup. Peduli apa dia? Toh takdir seorang manusia telah di tentukan jauh sebelum terlahir ke dunia. Begitulah pemikiran gadis pemilik nama Arunika Binar Senja.

Tapi, bagaimana jadinya jika seorang Pria yang ia kenal datang membawa serta seluruh keluarga untuk melamarnya? Tanpa rasa takut untuk di tolak, Pria tersebut justru dengan senang hati dan menerima dengan sabar syarat-syarat yang di ajukan Senja?

Apakah Senja akan kembali memulai kisah dengan Pria itu? Mampukah mereka menjalani sampai batas waktu yang telah ditentukan? Atau justru Senja Kembali gagal dalam hubungan kesekian kalinya ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aksara Nirmaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hubungan Kedepan

Senja melirik Rafka yang tengah mengemudikan mobil, Pria itu lebih banyak diamnya di banding yang tadi. Apa mungkin karena pertemuan Kamal? Memang Rafka tau kalau Kamal mantannya?.

Senja berdehem tak nyaman, lihatlah reaksi laki-laki di samping nya. Tidak ada, mukanya saja yang makin datar.

“Kamu marah?” Rafka menoleh sekilas, keningnya mengkerut bingung.

“Marah? Siapa yang marah?” tanya nya balik, Senja mencebik kesal. Di tanya kok malah nanya balik sih?

“Kamu yang marah, dari tadi diam aja” Rafka semakin tidak mengerti, bukannya pas berangkat dia juga banyak diamnya?

Pria itu menggeleng “Aku ngga marah, memangnya ada apa sampai aku harus marah?”

“Pria tadi, Kamal. Mantan tunanganku” tanpa diminta, Senja menjelaskan supaya tidak ada kesalahpahaman di depan nanti.

Rafka terdiam. Tak menyangka jika Senja mau menjelaskan tanpa diminta, hal itu justru membuatnya merasa di hargai sebagai pasangan. Ia tak bisa menyembunyikan senyumannya.

“Aku tau” Sahut Rafka. Dia melihat wajah kaget Senja sekarang. Mukanya… lucu sekali! “Apa bang Wisnu yang memberitahu?” Tebak gadis manis itu.

“Bukan, aku menebaknya sendiri tadi” jujurnya juga.

“Bohong!”

“Hanya sesama lelaki yang mengetahui tatapan laki-laki, Senja. Aku mengetahuinya dari tatapan yang pria itu berikan kepadamu tadi” Senja tak membalas ucapan Rafka. Ia memang sempat mendengar hal seperti itu sebelumnya, tapi tak dipercayainya. “Kalau ngga mau percaya juga tak apa”

“Maaf, bukan maksudku begitu” ucapnya tertunduk, yang justru membuat Rafka makin bingung.

“Hei! Ngapain minta maaf? Kamu ngga salah” Apa ini karena palang merah itu? Hormon perempuan mudah sekali berubah jika di masa itu. “Mau jajan? Atau mau jalan dulu, jangan minta maaf, kamu ngga buat kesalahan, Senja” Rafka bergantian melihat Senja dan juga jalanan di depan, bagaimana pun posisinya sekarang sedang menyetir, harus fokus.

Rafka tak menunggu persetujuan Senja, terbukti Pria muda itu sudah membelokkan mobil menuju sebuah mall di kota mereka. Jalan-jalan sebentar tidak apa kan? Toh hari masih sore menjelang maghrib.

Setelah mendapatkan tempat parkir, Rafka mulai mematikan mesin. “Kita jalan sebentar ya? Kamu ada yang mau dibeli? Kita beli sekarang. Ayo turun” menarik handel pintu terbuka.

Mau protes tapi sudah sampai, Senja menuruti ajakan Rafka. Baiklah anggap refreshing sebelum kembali pada kesibukan masing-masing nanti.

“Makan dulu ya? Sudah hampir malam biar sampai rumah langsung istirahat saja” sarannya Rafka langsung di setujui gadis itu.

Di sinilah mereka, di salah satu tempat makan yang ramai peminatnya. Sembari menunggu pesanan datang keduanya sibuk memainkan hp masing-masing. Senja menginformasikan keberadaannya kepada keluarganya. Meskipun pada akhirnya Wisnu sudah lebih dulu mengetahuinya.

Ya, Rafka telah menghubungi Wisnu sebagai perizinan jalannya mereka hari ini. Bagaimanapun Senja masih tanggung jawab keluarganya, dan Rafka harus menghargai itu.

Rafka sendiri sibuk meladeni sahabatnya yang sudah memborbardir sederet pertanyaan mengenai status yang baru saja di pasang olehnya. Rafka memposting sebuah foto malam dimana Ia melamar Senja. Hanya sebuah foto tangan perempuan yang di sematkan cincin di tambah pemanis caption ‘Bismillah’ Hanya, tidak menyangka saja respon sang sahabat lebih heboh dari dugaannya tadi.

Cukup membalas yang penting, lalu meletakkan hp nya begitu saja, pandangannya sekarang jatuh pada gadis cantik nan manis di depannya. Sayang sekali jika harus di abaikan demi meladeni sahabatnya yang tak akan habis.

Merasa di perhatikan, Senja membalas tatapan itu. Seolah bertanya ‘apa?' Rafka hanya menggeleng dan tersenyum "Kamu cantik” ucapnya tiba-tiba.

Bukannya tersipu, reaksi Senja justru merasa jengah. “Semua cewe juga cantik kali!” balasnya ketus.

Rafka terkekeh “Kamu ganteng”

“Dasar ngga war as!” umpat Senja, tanpa rasa sungkan gadis manis itu melemparkan tisu bekas lap meja ke arah Rafka

Semakin meledaklah tawa Rafka “Ternyata kamu ngga sekalem penampilan ya” baru akan membalas Waiter datang membawakan pesanan mereka.

“Iya, makanya heran saja ada yang mau melamar aku. Sudah di tolak malah di paksa!” Senja mulai menyendok nasi dan mulai memakannya, Tidak menghiraukan Rafka yang masih betah menatapnya.

Pria itu menopang dagu di atas tangan dengan sikut di meja memperhatikan gadis di hadapannya makan dengan lahap, tidak memperdulikan Image di depannya. “Pasti laki-laki itu sangat berbaik hati. Boleh aku tau siapa orang itu?”

“Hantu!” Sengak nya sinis “diam ngga kamu, cerewet banget!” Senja mentodongkan garpu ke depan Rafka. “Oke-oke, aku diam” Dia juga menyantap makanannya sendiri.

“Masuk kerja mulai kapan?” Tanya Rafka, tidak enak rasanya jika makan hanya saling diam. Seperti orang marahan.

“Lusa, besok masih cuti Bersama kan?” Rafka mengangguk mengiyakan “Kamu besok masuk?”

“Iya, hanya izin sehari aja tadi” Laki-laki itu menyudahi makannya.

“Kerja mu sistem Shift?” berbeda dengan Rafka, Senja justru sudah menikmati dessert, makanan utama sudah habis dari tadi.

“Betul, sepertinya kedepan nanti kita bakal jarang bertemu”

“Sudah seharusnya seperti itu, kan?” Senja, gadis yang tidak suka mengambil pusing. Bukan sebuah kewajiban harus bertemu teruskan?

“Senja, sepertinya kamu lupa. Bukankah kita sedang melakukan pendekatan? Bagaimana kau bisa terbiasa dengan hubungan ini jika meluangkan waktu saja aku tidak bisa?”

Senja menghela nafas “Biarkan semua berjalan seperti air mengalir. Semua keputusan ada di tanganmu, Rafka! Kamu mau mengakhiri atau melanjutkan nantinya”

Kalimat Senja seakan menggambarkan tidak adanya campur tangannya dalam hubungan mereka, Rafka tidak suka pendapat itu. “Tidak ada yang seperti itu, Senja. Aku dan kamu berhak menentukan hubungan ini kedepannya” Suara Rafka begitu lembut, Jika bukan Rafka orangnya, Senja tak yakin akan mendapatkan respon seperti ini.

Mengalihkan pandangan ke lain arah di lakukan oleh Senja. Di dalam hatinya membentengi hati agar tak mudah luluh karena kata-kata seperti itu. Mau sakit hati untuk keberapa kalinya dia jika hubungan ini gagal nantinya?

“Senja?”

“Terserah! Ayo pulang”

“Kita mau jalan kan? Kenapa pulang? Jalan dulu ya, sudah di sini loh” Lagi, Pria itu tanpa memerdulikan harga diri yang begitu di junjung orang lain sudah melontarkan bujukan ke Senja.

“Mau jalan kemana?” tidak salah menghargai perjuangan Rafka kan? Timbal balik, setidaknya itulah yang ada di pikiran Senja sekarang.

Tidak langsung menjawab, Rafka pun juga bingung mau kemana Sekarang “Gimana kalau nonton?” sarannya langsung.

Senja menggeleng “Habis makan, kalau nonton nanti malah tidur”

“Belanja?”

“Tak… ngga ada yang aku pengen”

“beli jajanan yang lagi trend sekarang?”

Senja mencebik “Aku kenyang Rafkaaaa” Gadis manis itu sudah merengek ke Rafka hingga membuat pria jangkung itu gemes.

“Oke, kita ke pasar malam gimana?” tawar nya untuk kesekian kalinya.

“Memangnya ada yang buka?” Rafka mengedikkan bahu, ia juga kurang yakin “Kita coba cari saja”

“Ya sudah, ayo!” Senja beranjak dari kursinya, meraih tasnya dan mulai keluar diikuti Rafka di belakangnya.

Karena Rafka tidak ada di sampingnya reflek Senja menghentikan langkahnya lalu menoleh kebelakang, dimana Pria yang sedang di carinya berada. Berjalan tepat di belakangnya persis pengawal. Pengawal tak dibayar.

“Kenapa?” Tanya Rafka bingung. “Ngapain di belakangku?” Ah Rafka sadar apa yang membuat Senja bertanya. Dengan Langkah lebarnya ia berhasil berdiri di samping gadis ragam sifatnya ini.

“Iya, ini ngga di belakang lagi sekarang. Ayo jalan” Rafka meraih pergelangan tangan Senja, menarik pelan berjalan. Masih banyak yang harus di biasakan melihat sifat Gadisnya yang mudah sekali berubah atau Moodswing. Sedikit saja ia kelepasan pengaruh di hubungan mereka cukup besar.

1
Senja Susanti
sama namanya seperti namaku
Aksara Nirmaya: hihii halooo kak Senjaa🤗
total 1 replies
Irma Nsyah
semangat nulisnya 😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!