Indonesia
NovelToon NovelToon
Azmira Yang Tak Pernah Diinginkan

Azmira Yang Tak Pernah Diinginkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Anak Genius
Popularitas:8.4k
Nilai: 5
Nama Author: Ayumarhumah

Azmira, gadis kecil berusia sepuluh tahun, tumbuh dalam keterbatasan bersama ibunya.
Meski hidup serba kekurangan, Mira tidak pernah mau dikasihani. Ia memilih bekerja demi membantu ibunya, selalu ceria, dan berusaha menjadi anak yang kuat.
Namun, Mira tidak pernah tahu bahwa sejak kelahirannya, ada seseorang yang menganggap kehadirannya sebagai sebuah kesalahan.
Siapa yang tidak menginginkan Mira? Dan mengapa?

Nantikan kelanjutannya hanya di Manga Toon

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayumarhumah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab Pemberian Sepatu

Perjalanan pulang keduanya terasa begitu menyenangkan. Sesekali terdengar tawa kecil di antara mereka ketika sepeda mini yang dikayuh Mira harus melewati jalan berbatu.

Bagi Mira, perjalanan itu bukan sekadar mengantarkan Shasa pulang. Entah kenapa, sejak mengenal kakak kelasnya itu, perjalanan pulang yang biasanya terasa melelahkan kini justru terasa lebih menyenangkan.

“Pelan-pelan, Mir,” ujar Shasa ketika sepeda itu sedikit bergoyang.

“Tenang, Kak. Mira sudah biasa.”

“Kalau jatuh bagaimana?”

Mira terkekeh. “Ya bangun lagi.”

Jawaban sederhana itu kembali membuat Shasa tertawa.

Tidak terasa, mereka akhirnya sampai di sebuah rumah sederhana yang berada tidak terlalu jauh dari sekolah.

Rumah itu memang tidak mewah, tetapi terlihat cukup nyaman. Halamannya bersih dan beberapa pot bunga tersusun rapi di depan teras.

“Ini rumah Kak Shasa?” tanya Mira sambil turun dari sepeda.

“Iya,” sahut Shasa lalu membuka pagar dengan pelan.

Sementara seorang wanita tua yang sedang duduk di teras langsung menoleh heran karena tidak pernah melihat cucunya membawa seorang teman ke rumah.

“Shasa?”

“Iya, Nek.”

“Loh, tumben kamu bawa teman?”

Shasa mengangguk patuh. “Iya, Nek. Ini Mira. Mira ini juga yang kemarin menolongku.”

Wanita sepuh itu langsung menatap wajah Azmira dengan penuh kagum. Ia melihat kepercayaan diri gadis kecil itu begitu terpancar jelas.

“Wah, makasih banyak ya, Nak,” ucap Nenek Surti lalu segera menghampiri Mira.

Mira segera mendekat dan tersenyum sopan. Mendapat pujian itu bukan membuatnya tinggi melambung, malah timbul rasa sungkan di dalam hatinya.

“Sama-sama, Nek. Itu cuma kebetulan saja Mira melihat Kak Shasa.”

“Masyaallah, anak cantik. Sudah cantik, baik juga hatimu,” pujinya kembali.

Mira langsung tersenyum malu. “Terima kasih, Nek.”

Shasa kemudian menarik tangan Mira pelan. “Ayo masuk.”

Mira mengikuti langkah Shasa ke dalam rumah. Baru beberapa langkah, Shasa tiba-tiba berhenti.

“Tunggu sebentar, Mir.”

“Kenapa, Kak?”

“Aku mau ambil sesuatu.”

Shasa kemudian masuk ke salah satu kamar. Mira hanya berdiri sambil memperhatikan keadaan rumah tersebut. Tidak lama kemudian Shasa kembali dengan membawa sebuah kotak sederhana.

"Apa itu sepatu yang Kakak janjikan tadi."

Shasa mengangguk pelan. "Iya."

Kemudian Shasa mulai membukanya perlahan. Di dalamnya terdapat sepasang sepatu yang masih terlihat cukup bagus. Mata Mira langsung tertuju pada sepatu tersebut.

“Iya, ini sepatu yang tadi aku bilang.”

Mira terdiam. “Kakak benar-benar mau kasih ke Mira?”

“Iya.”

Mira belum juga mengambilnya. “Tapi Mira belum goncengin Kakak.”

Shasa terkekeh. “Makanya mulai besok kamu harus rajin goncengin aku pulang.”

Mira akhirnya tersenyum. “Kalau begitu Mira terima.”

Tangannya perlahan mengambil kotak tersebut. Ada kebahagiaan yang terpancar dari wajahnya. Bukan karena ia mendapatkan sepatu, tetapi karena ia tahu sepatu itu bukan pemberian cuma-cuma.

Itu adalah upah dari kesepakatan mereka.

“Jangan sampai besok kamu lupa,” ujar Shasa.

“Enggak akan. Mira pasti ingat.”

Setelah itu Mira melihat beberapa foto keluarga yang terpajang di dinding. Salah satunya adalah foto Shasa bersama seorang wanita.

Mira menunjuk foto itu. “Itu Ibu Kak Shasa?”

Shasa mengangguk. “Iya.”

“Ibu Kakak di mana?”

“Kerja.”

“Kerja di mana?”

“Di kota.”

Mira mengangguk pelan. “Kerja apa?”

“Ibu jadi pembantu rumah tangga.”

Mira tidak menunjukkan wajah iba. Ia hanya mengangguk. “Oh.”

Shasa kemudian duduk di lantai. “Ibu jarang pulang.”

“Kapan pulangnya?”

“Minggu depan.”

Mata Mira langsung berbinar. “Serius? Wah, pastinya Kakak senang dong, Ibunya mau pulang.”

Shasa hanya tersenyum hambar karena ia tahu sang Ibu pulang bukan karena cuti kerja, melainkan hanya menjenguknya sesaat.

Perlahan senyum di bibir gadis kecil itu memudar. “Memang benar Ibu pulang. Tapi cuma sebentar.”

“Kenapa?”

“Karena Ibu cuma mengantar majikannya jalan-jalan.”

“Ke sini? Katanya mereka mau liburan.”

“Liburan di mana?”

“Di daerah sini. Katanya tempatnya masih bagus, banyak pohon dan pemandangannya juga bagus.”

Mira membayangkan tempat tersebut. “Berarti kayak di sebuah vila gitu ya? Pastinya mereka sangat suka dengan pemandangan desa.”

“Tentunya. Karena setiap hari kan mereka hidupnya di kota.”

Mira terkekeh pelan. Entah kenapa bayangannya berada di sebuah vila yang begitu besar dan nyaman.

“Andai saja Mira bisa ke vila sama Ibu.”

Gadis itu segera menutup mulutnya sendiri karena sadar khayalannya terlalu tinggi.

“Mira kenapa?” tanya Shasa heran.

“Enggak apa-apa, Kak,” elaknya lirih.

“Oh ya, Kak, biasanya mobil mereka berhenti di mana?”

“Biasanya sih di taman raya.”

Mendengar itu, Mira langsung tersenyum. “Loh, kalau begitu gampang!”

Shasa mengernyit. “Gampang apanya?”

“Ibu Mira juga jualan di sana.”

“Serius?”

“Iya. Biasanya Ibu jualan makanan, minuman sama jepitan rambut.”

Shasa tersenyum. “Kamu mau enggak temani aku ketemu Ibu?”

Mira langsung mengangguk. “Iya!”

Kemudian ia berpikir sebentar. “Sekalian Mira bantu Ibu jualan.”

Shasa tertawa kecil. “Kamu ini kalau diajak jalan-jalan malah ingat kerja.”

“Kalau bisa bantu Ibu, kenapa enggak?”

Shasa mengangguk. “Iya deh.” Kemudian ia teringat sesuatu. “Oh iya, biasanya Ibu juga bawa banyak makanan.”

“Makanan?”

“Iya. Kadang Ibu juga bawa baju-baju bekas anak majikannya.”

Shasa menunjuk sepatu yang baru saja diberikan kepada Mira. “Masih bagus. Ada sandal sama sepatu juga.”

Mira terdiam sebentar. Tangannya tanpa sadar menyentuh kotak sepatu yang kini berada di sampingnya.

“Kalau begitu pasti banyak yang masih bisa dipakai.”

“Iya.”

Mereka kemudian berbincang cukup lama. Sampai akhirnya Mira melihat matahari mulai condong ke barat.

“Mira pulang dulu, ya, Kak.”

“Iya.”

“Jangan lupa minggu depan.”

“Enggak lupa.”

Mira kemudian membawa kotak sepatu itu dengan hati-hati sebelum menaiki sepedanya. Shasa berdiri di depan rumah sambil melambaikan tangan.

“Hati-hati!”

“Iya!”

Mira membalas lambaian itu sebelum akhirnya mengayuh sepedanya menuju rumah.

Di sepanjang perjalanan, sesekali ia melihat kotak sepatu yang diletakkan di keranjang sepedanya. Senyumnya kembali merekah. Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, Mira merasa memiliki sesuatu yang bisa membuatnya berjalan ke sekolah tanpa harus menyembunyikan kaus kaki yang keluar dari lubang sepatunya.

Namun ia tidak pernah tahu... sepatu sederhana itu hanyalah awal dari sebuah pertemuan yang kelak akan mengubah kehidupannya

☘️☘️☘️☘️

Sore hari. Rina baru saja tiba di rumah. Langkahnya terlihat berat. Keranjang dagangan terlihat ringan bukan karena laku melainkan habis terjatuh tadi, dan setelah itu hanya laku beberapa biji saja.

Mira yang sedang duduk di teras langsung berdiri. “Ibu sudah pulang?”

Rina tersenyum lemah. “Sudah, Nak.”

Mira segera membantu mengambil keranjang dari tangan ibunya. “Dagangan Ibu masih banyak?”

Rina mengangguk. “Hari ini agak sepi.”

Mira terdiam. Ia tahu ibunya pasti lelah tapi beberapa detik kemudian wajahnya kembali ceria.

“Bu, lihat!”

Rina yang sedang membereskan sesuatu menoleh. Mira berdiri di hadapannya sambil mengangkat sepasang sepatu yang dibawanya dari rumah Shasa.

“Sepatu apa itu?”

“Punya Kak Shasa. Kak Shasa kasih ke Mira.”

Rina menerima sepatu itu, lalu memperhatikannya sebentar. Meski bukan sepatu baru, kondisinya masih sangat bagus.

“Masih bagus sekali.”

“Iya, Bu.” Mira tersenyum lebar. “Kata Kak Shasa, sudah enggak dipakai lagi.”

Rina mengembalikan sepatu itu kepada putrinya.

“Kalau begitu, Mira harus menjaganya baik-baik.”

Mira mengangguk. “Tapi Mira enggak mau gratis.”

Rina menatap putrinya dengan sedikit heran. “Kenapa?”

“Mira mau bayar. Biar Mira enggak cuma terima.”

“Iya, Nak. Bagus sekali pemikiranmu itu."

Rina tersenyum. Tangannya perlahan mengusap kepala Mira. Dalam hati, sebenarnya wanita itu menjerit andai saja keadaannya tidak seperti ini sudah pasti ia bisa memberikan anaknya kehidupan layak.

"Ya Allah Nak maafkan Ibu," ucapnya dalam hati.

Bersambung .....

1
Heni Fitoria
semoga saja anak gundik yg km besarkan itu bukan anakmu, hukum karma untukmu dika
Nar Sih
kak ayuuu boleh satu bab. lgi ngk,penasarannn🙏🥰
Nar Sih
dan...ank yg kmu tinggal kan dan tdk kmu akui sdh berjuang keras bersama ibu nya tanpa mu ayah durjana🤣🤣
Nar Sih
jdi gk sbr nunggu karma ayah yg ngk mengangap putri nya
Ghiffari Zaka
di tunggu up nya ya Thor....AQ ud mulai agak gmn dech Thor,karena mulai sedikit jenuh thur...tp AQ ttp usahakan tunggu author up...mungkin karena kurang greget di kehidupan Dika yg enak2 trs seolah Rina dan Mira tu GK ada maknanya...semudah itu,EK dech Thor AQ tunggu jangan lama2 ya Thor....🙏🙏🙏🙏/Drool//Drool//Drool/
Ghiffari Zaka
AQ no komen dech di bab ini Thor...lanjut aja dech...cmn mau nunggu gmn si Dika tu menderita aja/Frown//Frown/
Ghiffari Zaka
Thor maaf Thor...sebenarnya AQ gondok bngt loh Thor...kok kehidupan si Dika itu bs baik2 aja sih?? knp bd gt padahal dia ud menyakiti dan menyia2kan istri dan ank nya.....kok gak adil gt loh Thor....sangking gedek nya AQ SMP pingin nangis guling2 ini loh thor😭😭😭😭
Ghiffari Zaka
perasaan seorang ibu itu amat kuat,iya gak n bakal ada hal yg terjadi PD ank nya,tp mereka hrs ttp berjalan di balik masa lalu yg menyakitkan,kalaupun Mira tau Dika BPK nya dan bahkan se x pun dia pemilik perusahaan semoga Mira bs berpikir bahwa itu gak bs dengan mudah menghapus luka dia dan ibunya selama 25 tahun ini,jangan mau dekat dengan BPK mu yg jahat ya Mira????😡😡😡
Ghiffari Zaka
dan jangan LP Thor...karma on berlaku,AQ gak ikhlas loh Thor mereka bahagia sementara ank dan istrinya menderita begitu,di tambah lagi mereka membahagiakan penghianat dan pelakor loh....😡😡😡
Ghiffari Zaka
heeeem....aroma2 Cinto ini🤭🤭🤭
Ghiffari Zaka
heeeemmmm...jodoh otw ni ceritanya,semoga dia pria baik ya Mira,yg bs terima km apa adanya,ud gak usah cari BPK mu yg gak berguna itu,dia itu laki2 yg jahat dan gak berbelas kasih,km bs kok HDP cmn dngn ibumu,buktinya ud 25 THN bs kan???/Drool//Drool//Drool/
Ghiffari Zaka
semoga laki2 itu baik dan bs membuat Mira bahagia nnt nya
Ghiffari Zaka
Alhamdulillah...akhirnya cita2 mu terkabul Mira,AQ ikut bahagia...SMP mewek ni AQ nya😭😭😭😭
Ghiffari Zaka
selamat MLM jg Thor...sukaaa bngt,cuman campur gemezzz gt Thor......semoga sukses dengan karya2 mu thor/Drool//Drool//Drool/
Ghiffari Zaka
ih dasar bapak GK waras,tega dia perjuangkan selingkuhannya dr pada istri sah dan parahnya lagi tega bngt dia sm ank kandungnya sendiri,CPT Thor
..kasih karma itu dengan segera....AQ gak akan puas lok blm lihat dia nyungsep Thor...apa lagi istri yg pernah jadi pelapor itu😡😡😡😡
Ghiffari Zaka
nah kan...dadar si Dika ini banyak ya istrinya x,awas AQ doakan km cepat dapat karma,km dah nolak Mira sekarang km punya ank dr istri yg lain jg dan perempuan juga kan,km gak bakalan bs punyak ank laki2,itu kutukan dari q,nah...nah...lok AQ dah emosi jadi Mak nya si Malin Kundang AQ jadinya ,maaf beribu maaf ya Thor🙏🙏🙏😂😂😂😂
Ghiffari Zaka
banyak banget tokohnya Thor jadi bingung,apa semua ank perempuan itu ank nya si Dika BPK yg GK ada akhlaknya itu ya??? ah takut dosa AQ Thor lok nebak2,cuman author yg punya kuasa,lanjut aja lah Thor🤭🤭🤭
Ghiffari Zaka
kalau menurut q majikan ibunya Shasa itu nenek nya Mira dech,atau Shasa jg ank yg GK di inginkan jg ya sm kayak Mira,dan apa mungkin mereka 1 darah??? ah gak mau nebak2 Thor,lanjut aja dech.....🤭🤭
Ghiffari Zaka
ya allah.jahatnya mereka😡😡😡sabar ya Mira....km harus kuat
Ghiffari Zaka
knp mereka begitu ya??? padahal Allah ngasih kejutan itu sesuatu yg baik buat kita menurut Allah...blm tentu lok laki2 bs memegang perusahaan nnt nya,dah biar aja cewek semoga nnt Mira bs menunjukkan pada dunia lok dia ank yg di tolak dan tak di inginkan justru bs berhasil meraih cita2nta,pasti karma itu ada Bu Rina,percayalah dan ttp kuat dan sabar,hah.....capek dech ngomong panjang lebar gini🤦🤦🤦🤦awas aja km pak Dika,kualat km😡😡😡😡
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!