Indonesia
NovelToon NovelToon
After The Last Goodbye

After The Last Goodbye

Status: tamat
Genre:Nikah Kontrak / Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:12.6k
Nilai: 5
Nama Author: Fhatt Trah

Di balik gemerlap kariernya sebagai aktor papan atas, Ethan Voss menyimpan rahasia besar: pernikahan tanpa cinta bersama Mia Taylor. Pernikahan yang lahir dari utang budi itu terikat perjanjian ketat—dirahasiakan dari publik, tanpa keterikatan emosional, dan wajib berakhir dalam empat tahun.

Selama empat tahun, Mia bertahan hidup bagai bayangan. Ia menelan dinginnya sikap Ethan dan rasa sakit saat melihat pria itu memamerkan kemesraan bersama kekasihnya di media. Saat masa perjanjian usai, Mia pergi dengan tenang, meninggalkan Ethan yang mengira dirinya telah bebas.

Namun, kepergian Mia justru menyisakan kehampaan mendalam. Setelah menemukan rahasia pengorbanan tulus sang mantan istri, Ethan sadar ia telah membuang cinta sejatinya.

Situasi makin rumit dengan hadirnya Liam, investor besar yang selalu ada untuk Mia setelah perceraian. Dengan ketulusannya, Liam siap melindungi Mia dan menjadi saingan berat Ethan yang ingin merebut kembali hati sang mantan istri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fhatt Trah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

11. Lingkaran Yang Bertemu Kembali

Pagi itu, aroma pembersih kaca dan kilau dari balik etalase kaca menjadi pemandangan familiar bagi Mia. Ia merapikan barisan cincin berlian dengan gerakan jemari yang cekatan saat derap langkah kaki tergesa-gesa memecah ketenangan toko.

Mark, manajer toko dengan pembawaan energik, berjalan masuk membawa sebuah map tebal di tangannya. Wajahnya berseri-seri, menatap seluruh staf dengan binar antusias yang tak bisa disembunyikan.

“Semua, kumpul sebentar!” panggil Mark seraya menepuk tangannya dua kali.

Mia menghentikan aktivitasnya, meletakkan kain lap mikrofiber lalu berdiri berdampingan dengan rekan kerjanya.

“Aku punya kabar gembira. Kita baru saja memenangkan penawaran besar pagi ini,” ujar Mark, suaranya naik satu oktaf karena kegirangan.

Para staf berbinar antusias menunggu kabar apa gerangan sampai membuat Mark begitu bersemangat.

“Set perhiasan eksklusif kita terpilih untuk digunakan dalam produksi film romantis terbaru yang paling diantisipasi tahun ini. Proyek besar yang dibintangi oleh Ethan Voss.”

Mendengar nama itu disebut, jantung Mia serasa berhenti berdetak sesaat. Jemarinya diam-diam meremas pinggiran rok seragamnya, berusaha keras menjaga ekspresi wajahnya agar tetap datar di hadapan semua orang.

Mark melanjutkan penjelasannya tanpa menyadari perubahan raut wajah Mia.

“Pihak rumah produksi meminta pengawasan ketat selama proses pengambilan gambar. Set perhiasan bernilai miliaran ini tidak boleh lepas dari pengawasan kita sedikit pun,” tutur Mark seraya menyapukan pandangannya, yang kemudian tertuju lurus pada Mia. Senyumnya mengembang makin lebar.

“Mia, kamu adalah staf yang paling teliti dan bisa diandalkan di sini,” tegas Mark.

“Aku mau kamu yang menjadi perwakilan resmi toko kita. Tugasmu adalah membawa langsung set perhiasan ini ke lokasi syuting, memastikan keamanannya, dan mendampingi pemeran utama selama pengambilan gambar berlangsung.”

“Aku?” Mia tersentak, suaranya terdengar sedikit bergetar.

“Kenapa bukan rekan yang lain saja? Aku  kurang berpengalaman untuk tugas di luar toko,” tambahnya menolak tegas.

“Tidak ada penolakan, Mia. Ini keputusan akhir,” potong Mark ramah namun tegas.

“Mobil jemputan dari lokasi syuting akan tiba satu jam lagi. Bersiaplah.”

Mia hanya bisa terpaku di tempatnya. Takdir yang berusaha keras ia hindari, kini justru merajut jalan untuk mempertemukannya kembali dengan masa lalu yang belum usai.

****

Di lain tempat, berpuluh-puluh kilometer jauhnya.

Ethan melangkah pelan menuruni anak tangga. Sorot matanya dingin tanpa emosi, seperti biasa ketika ia bersiap memasuki karakternya di depan kamera.

Marcus menatap catatan di gawai miliknya lalu berkata, “Oh ya, Ethan. Pihak toko perhiasan mengkonfirmasi bahwa mereka  mengirimkan penanggung jawab khusus untuk mengawasi set utama yang akan kamu pakai hari ini. Mereka ingin memastikan tidak ada goresan sedikit pun pada barang mahal itu.”

“Aku tidak peduli siapa yang mengawasi, asalkan mereka tidak mengganggu konsentrasiku saat pengambilan gambar,” balas Ethan datar, lalu menyambar kacamata hitamnya dan berjalan mendahului Marcus menuju mobil yang sudah menunggu di depan rumah.

Satu jam kemudian, lokasi syuting tampak sibuk dan riuh. Lalu lalang kru, peralatan lampu yang menjulang, serta komando arahan sutradara memenuhi udara.

Mia berdiri di sudut ruang rias eksklusif dengan tas jinjing khusus yang terkunci rapat di tangannya. Jantungnya berdegup kencang. Setiap detakannya seolah menghitung detik menuju momen yang paling ia hindari.

Pintu ruangan tiba-tiba terbuka lebar. Suasana seketika hening saat Ethan melangkah masuk bersama asistennya. Ketampanan lelaki itu masih sama, tegas dan memikat.

Ethan berniat langsung duduk di kursi rias, tetapi langkahnya terhenti secara mendadak saat matanya menangkap sosok perempuan yang berdiri kaku di sudut ruangan sambil menggenggam tas dengan jemari yang gemetar tipis.

Kacamata hitam yang dikenakan Ethan perlahan ia turunkan. Matanya membelalak, menyapu raut wajah Mia dari ujung rambut hingga sepatu seragamnya. Keheningan yang pekat dan mencekat pun  mendadak membungkus ruangan itu.

“Mia?” bisik Ethan, suaranya yang serak dan berat memecah udara, menyisakan ketegangan yang menggantung di antara mereka.

Marcus yang melihat keanehan sikap Ethan itu kemudian mengambil satu langkah maju menghampiri Mia, memecah kecanggungan berat yang mendadak menyelimuti ruangan. Tatapannya tertuju penuh keheranan pada perempuan yang berdiri kaku di sudut ruangan tersebut.

“Mia? Kamu… Mia, kan?” tanya Marcus, suaranya dipenuhi rasa tak percaya. Ia melirik sebentar ke arah Ethan yang masih terpaku, lalu kembali menatap Mia.

Mia mengangguk pelan membenarkan.

“Kamu datang ke sini untuk urusan apa? Kenapa kamu bisa ada di ruang rias Ethan?” tanya Marcus lagi.

Mia berusaha menguasai diri, menghela  napas panjang demi menetralkan detak jantungnya yang terpacu kencang. Tangannya mengepal erat gagang tas jinjing yang dibawanya sebelum akhirnya mengangkat wajah dan menjawab dengan nada profesional.

“Saya datang sebagai perwakilan resmi dari toko perhiasan, Tuan Marcus,” sahut Mia tenang, meski getaran tipis masih terdengar di balik suaranya.

“Tugas saya adalah menyerahkan dan memantau penggunaan set perhiasan utama yang akan dikenakan oleh Tuan Ethan untuk pengambilan gambar hari ini.”

Marcus mengedipkan mata, berulang kali menatap tas terkunci di tangan Mia dan wajah perempuan itu bergantian. “Jadi… penanggung jawab khusus dari pihak toko perhiasan yang dimaksud itu… kamu?”

Mia mengangguk perlahan. “Benar. Saya yang bertugas memastikan seluruh perhiasan tetap aman dan mengawasinya secara langsung selama proses syuting berlangsung.”

Marcus mengangguk paham. Tak menyangka penanggung jawab yang dikirim toko perhiasan itu adalah mantan istri rahasia Ethan.

Ethan kemudian mengambil duduk di depan meja rias. Penata rias mulai merias Ethan. Penata busana datang membawakan beberapa koleksi pakaian untuk dipilih Ethan.

Sedangkan Mia melangkah maju secara perlahan, menekan sekuat tenaga gejolak emosi yang bergemuruh di dadanya. Setiap jarak yang terkikis antara dirinya dan kursi rias tempat Ethan duduk terasa begitu berat.

Ia meletakkan tas jinjing khususnya di atas meja datar di samping cermin, lalu memutar kode kombinasi pengunci tas tersebut hingga terdengar bunyi klik yang nyaring.

Ethan mengawasi gerakan jemari Mia melalui pantulan cermin rias.

Mia membuka tas berpelapis beludru hitam tersebut, memperlihatkan sebuah set perhiasan platinum yang berkilau mewah di bawah sorotan lampu ruang rias. Sebuah jam tangan edisi terbatas bernilai tinggi dan sepasang kancing jas bertatahkan berlian tampak berkilau sempurna.

“Tuan Ethan,” panggil Mia dengan suara dibuat senetral dan seformal mungkin, juga berusaha menghindari kontak mata langsung.

“Ini adalah set perhiasan yang akan Anda kenakan. Mohon periksa kelengkapannya sebelum dipasangkan.”

Ethan tak bergerak sedikit pun untuk melihat perhiasan di meja. Matanya tetap terkunci pada pantulan wajah Mia di cermin.

“Pasangkan kancing jas dan jam tangan itu padaku. Sebagai penanggung jawab profesional, pastikan barang mahal ini terpasang dengan benar di tubuhku,” perintah Ethan degan suara datar.

–tbc–

1
sunaryati jarum
Thank Thoor happy endingnya
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah): sama²😊😊 thank you udah membersamai perjalanan cinta Liam dan Mia👌🏻😊
total 1 replies
sunaryati jarum
Nikmati kesombongan kamu Jane
sunaryati jarum
Tandingan di publik
sunaryati jarum
Benarkan Jane salah memilih lawan
Tiara Bella
otw thor hehehhe....
Tiara Bella
wow Liam aku padamu banget ini.....
Tiara Bella
penyesalan mu tak ada artinya lg Ethan.....
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah): udah telat ya😊
total 1 replies
Tiara Bella
apakah mw mendekati tamat
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah): seperti itu😊
total 1 replies
Tiara Bella
aneh si Jane ini kenapa ngerang Mia pdhal ada Liam ada dibelakang Mia....
Tiara Bella
bagus aku suka ceritanya....
Tiara Bella: sama² thor😍/Kiss/
total 2 replies
Tiara Bella
nh gitu cewek klu lg ngambek disun jg Bakalan lumer dia.......Pepet trs liam
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah): 🤭🤭🤭 langsung melting
total 1 replies
Tiara Bella
wow Mia aku padamu...😍/Kiss/
Tiara Bella
aku Herman sm Jane Ethan yg salah kenapa yg diserang malah Mia ya.....
sunaryati jarum
Kamu yang akan hancur,Jane.Kau menyerang Mia, berarti menantang Liam.Kau terlalu sombong dan merasa lebih kuat Jane.Mia sekarang lebih kuat,dia juga banyak bukti apalagi dibantu Liam kamu sendiri yang gali lubang untuk kuburmu,ingat Mia itu korban ,selama empat tahun.Dii selama empat tahun mengalah, menerima,dan pasrah tanpa dendam,tapi kamu malah memojokkan Jane, saat ini kemenangan harus milik Mia
sunaryati jarum
Lawan pemberitaan yang dibuat Jane,itu hanya akan menghancurkanh karier Ethan Voss
sunaryati jarum
Jangan goyah , tetep keluarkan pernyataan sesuk realita dengan kemampuan intelektual kamu ,Mia.Beliau hanya menguji nyalimu
sunaryati jarum
Penampilan tenang dan jawaban jujur.Sepertinya penilaian pertemuan pertama oleh Tuan dan Ny Vance positif
sunaryati jarum
Akhirnya keraguan Mia lenyap dan menerima lamaran ,Liam.Semoga acara pernikahan berjalan lancar
sunaryati jarum
Nah ,begitu Mia.Kena provokasi Jame bikin dia makin merasa di atas.Besok berjalan berdua dengan Liam,di depan Jane, untuk membungkam mulutnya yang julid.Mia, korban dari Ethan, yang perlu kau peringatkan itu , Ethan agar jangan mengganggu kehidupan Mia
sunaryati jarum
Jika kamu pergi Jane akan betepuk tangan kemenangan, dengarkan dulu penjelasan Liam,jangan merasa insecure karena provokasi Jane.Bicara dari hati ke hati Mia, orang tua Liam sudah member restu beliau tidak memandang status sosial kamu.Dinginkan kepalamu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!