Indonesia
NovelToon NovelToon
ALENSKY

ALENSKY

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa Fantasi / Action
Popularitas:9.6k
Nilai: 5
Nama Author: Sinho

Kembali dengan kisah keluarga Nugraha, kali ini adalah generasi termuda, ALENSKY yang berpindah tempat kuliah untuk sebuah ketenangan, namun pada akhirnya kembali pada pertarungan antara Cinta, Persahabatan dan Kekuasaan.

Perpaduan kisah yang menyeret kita untuk menggunakan emosi dan hati saat membacanya, ada kalanya ketidak Adilan yang lama membelenggu akhirnya harus terlepas oleh seseorang yang punya keberanian.

Persembahan sebuah Novel dari Author Sinho, semoga memberikan kesenangan dan manfaat bagi para pembaca.

Salam, sehat, semangat dan jangan lupa bahagia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sinho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Alen 11

Sesat yang lalu, Alensky teriak kesal di kamarnya sendiri, pasalnya Oma tak mau memberikan uang satu milyar nya untuk ganti rugi, kecuali dia membawa calon kekasih serius yang akan dinikahi.

Dan tentu saja sesuai janji, Alensky terpaksa harus menyerahkan dirinya pada Tranaka.

Percakapan dalam sambungan ponsel.

"Kalau begitu kau harus menyerahkan dirimu" ucap Tranaka setelah mendengar penjelasan panjang lebar Alensky.

"Ck, nilai ganti rugi itu gak masuk akal Naka, tolong di revisi, aku bisa membuat mobil mu utuh kembali, jadi itu lebih adil dan aku tidak usah mengorbankan diriku"

"No, sesuai kesepakatan, dan jangan berani mengingkarinya kalau kau tak ingin mati muda"

"Apa?, kau mengancam ku?!" Teriak Alensky.

"Berisik, serahkan saja dirimu padaku"

"Memang nya untuk apa?, sesembahan?" Sahut Alensky kesalnya makin menjadi-jadi.

"Setannya gak akan mau sama kamu yang lebih mengerikan dari pada mereka"

"Sialan!"

"Gak usah teriak-teriak, mulai hari ini kau milik ku, jadi turuti apa kataku"

"Tidak mau"

"Kalau begitu siap-siap lah kau tidak akan lulus kuliah dengan mudah"

"Aku akan membayar mu satu milyar!" Sahut Alensky.

"Baiklah, sampai uang itu ada di tangan ku, kau adalah milikku dan aku Tuan mu"

Ceklek

Sambungan di putus begitu saja, dan tak lama ada pesan masuk yang menunjukkan tempat pertemuan malam ini di sebuah Restoran Mewah, dengan gaun yang akan di kirimkan secepatnya.

"Apa-apaan orang ini" Alensky terkejut dan bergumam sendiri.

Terpaksa, dan sungguh terpaksa, Alensky kali ini harus bersabar dan menuruti, tepat di jam tujuh malam, segera merias wajahnya dengan sangat sederhana tapi_

"Wow, kenapa kau cantik sekali?" Gumam Alensky saat terkejut melihat dirinya sendiri dengan gaun indah pemberian Tranaka.

Alensky punya rencana akan mengganti pakainya, dia tidak ingin terlihat terlalu cantik, tapi sayang, bel pintu Apartemen sudah berbunyi duluan.

Bukan Tranaka, tapi orang suruhannya, dan Alensky segera keluar setelah mendapatkan satu pesan dari Tranaka yang penuh tekanan, memang dasar minta di hajar ini orang, batin Alensky sebal.

Akhirnya duduk manis di sebuah mobil, Alensky hanya diam dan melihat jalanan, sampai akhirnya tiba di tempat tujuan.

"Nona Sudah sampai" ucap sang sopir setelah berhenti tepat di pintu masuk Restoran.

Ada anggukan, Alensky keluar dari mobil dan berjalan menuju ke tempat sesuai arahan Tranaka yang mengirim pesan lewat ponselnya.

Dan disana, tangan seseorang terangkat memberikan tanda akan keberadaannya.

"Shitt!"

Alensky seketika merasa ada yang tidak baik-baik saja sebentar lagi.

Semua mata tertuju padanya, gaun berwarna biru muda itu senada dengan pakaian Tranaka malam ini, Alensky melirik sejenak dan mengumpat dalam hati, sepertinya semua memang sudah di persiapkan oleh laki-laki yang kini berhasil menguasai nya, dasar gila!

"Jadi_?" Tanya Tomi.

"Dia Alensky" sahut Tranaka, lalu berdiri dan membawa Alensky duduk di sebelah nya.

Tomi sang Daddy hanya mengangguk pelan sekali, sementara yang lainnya mulai merasa gerah dengan situasinya.

"Bisa kalian jelaskan?" Ucap Haris Mawardi, Deddy dari Meriya.

"Dia Mahasiswa baru di kampus kita" bukan Tranaka, tapi Meriya yang menjawabnya, dengan wajah tak ramah sama sekali.

"Lalu?" Sahut Intan, mommy Meriya.

Alensky masih terdiam, mengamati dan berusaha memahami situasi, mau di bawa kemana sandiwara malam ini, batinnya.

Akhirnya, Tranaka angkat bicara, sudah waktunya dia menggunakan otaknya untuk segera lepas dari belenggu perjodohan yang selalu membuatnya sesak saat berurusan dengannya.

"Alensky, dia kekasihku"

"APA?!"

Meriya, Momy dan juga Daddy nya terkejut bersamaan, tak percaya dengan apa yang diucapkan.

"A apa maksud mu?" Meriya terbata-bata menanyakan kembali.

Sementara, Alensky yang shock akan kelakuan Tranaka langsung menyambar minuman di atas meja, rasanya panas dan begitu kehausan seolah ada di tengah padang pasir, kelakuan sinting apa lagi ini orang!, batin Alensky.

"Iya, aku dan Alensky, kami saling mencintai" ucap Tranaka lagi.

Uhuk uhuk..

Dan kali ini Alensky langsung terbatuk, tersedak minumannya sendiri.

"Tranaka, Daddy peringatan kan, jangan macam-macam" Tomi yang juga terkejut akan pengakuan anaknya langsung memberikan ultimatum serius.

"Aku tidak sedang bercanda Dad" Tranaka menjawab dengan cukup tenang, namun juga menahan perih kulit tangannya yang sudah di cengkeram kuat oleh Alensky di bawah meja.

"Itu tidak mungkin, kalian bahkan bermusuhan di kampus tadi!" Meriya meninggikan suaranya.

"Okey, saatnya kekasihmu menjelaskannya, silahkan Nona" ucap Intan Mommy Meriya yang juga nampak menahan kesal di wajahnya, dan kini menatap ke arah Alensky.

"Sialan, sialan, sialan!" Batin Alensky saat ini, dia benar-benar tidak tau apa yang harus diucapkan hingga dikejutkan dengan tangan seseorang yang sudah berada di atas pahanya, apa-apa an laki-laki gila ini!, batinnya, dan berusaha melepaskan tangan itu tapi tidak bisa.

"Emm, sebenarnya kami_"

Shit!, Alensky terkejut saat tangan Tranaka makin kurang ajar saja.

"Katakan saja yang sebenarnya sayang, tidak usah takut" ucap Tranaka yang membuat Alensky ingin sekali menelannya hidup-hidup.

"Iya, kami saling mencintai" dengan cepat Alensky berbicara sebelum tangan Tranaka yang ada di atas pahanya makin menjalar kemana-mana, memang brengsek ini orang, batin Alensky, seketika lega saat tangan itu akhirnya terdiam setelah dia memberikan penjelasan.

Ada senyuman manis penuh sandiwara, dan sepertinya Tranaka sangat puas akan apa yang diucapkan oleh Alensky sesaat tadi, sementara yang lainnya di buat kesal setengah mati.

"Jadi bagaimana ini?!" Akhirnya Haris Mawardi angkat bicara dengan kekecewaan di hatinya.

"Maaf, aku juga baru tau hari ini, kalau Tranaka sudah punya kekasih, dan sekali lagi minta maaf, dengan terpaksa seperti perjanjian kita sebelumnya, perjodohan ini tak bisa kita lakukan jika salah satu sudah punya pasangan, bukankah begitu?"

"Tapi ini tidak mungkin Om Tomi, pasti hanya kebohongan, mereka baru saja bertemu beberapa hari, mana mungkin jatuh cinta begitu saja, ini_"

"Apa yang tidak mungkin soal cinta?, kita tau sendiri hal itu tidak bisa di paksakan, seperti kita yang sudah bertahun-tahun saling mengenal, nyatanya harus berapa kali aku katakan, aku tidak punya rasa apa-apa selain pertemanan Meriya" sahut Tranaka.

"Hentikan ocehan mu Tranaka!" Teriak Meriya mulai tak terkendali akan emosinya.

Dan

BRAK!

"DIAM KALIAN!"

Haris tak kalah marah kali ini.

Suasana seketika sunyi sesaat, ada ketegangan di wajah semua orang, begitu juga Alensky yang sebenarnya juga masih shock akan sandiwara yang harus di perankan malam ini.

"Aku benar-benar minta maaf, Haris" Akhirnya Tomi membuka suara setelah keheningan beberapa lama.

"Dan maaf Om, perjodohan ini tidak bisa kita lanjutkan" sambung Tranaka pelan.

Tidak ada yang perlu di teruskan, orang tua Meriya langsung berdiri, pamit dan pergi meninggalkan acara makan malam dengan makanan yang masih utuh diatas meja, sedangkan Meriya, menatap tajam kearah Alensky dengan Api permusuhan yang sudah di kobarkan.

"Baiklah, aku akan pulang sekarang, dan bawa kekasih mu ke rumah untuk di perkenalkan dengan pantas padaku Naka" ucap Tomi lalu berdiri setelah mendapat anggukan dari anaknya, kemudian pergi.

Tinggal mereka berdua, dan kesempatan Alensky langsung menginjak kaki Tranaka sekeras-kerasnya.

"Akh!, Shit!"

"Apa yang kamu lakukan Alensky?!" Nyaring sekali suara Tranaka sambil menahan sakit di kakinya.

"Itu hukuman setimpal karena tangan mu yang kurang ajar" Alensky santai dan mulai menikmati hidangan di atas meja, sayang kalau makanan seenak ini tidak di nikmati, apalagi perutnya sudah keroncongan sejak tadi, ditambah drama menegangkan yang sempat menarik urat syarafnya.

1
Nurul Ambar
wah mungkin tranaka jodohx alensky
Sinho: Amin, semoga kak😍
total 1 replies
Mutia
Aduh Alen...knp jadi spt wanita murahan...dg gaun yg dibelah....
Sinho: Aken agak membuat sensasi kayaknya kak😍
total 1 replies
Mundri Astuti
dasar samanya berdua ... mang jodoh nya si Ale kali yak 😛
Sinho: makasih komennya kak
total 1 replies
Siti Aisah
kurang -kurang thor lgi seru udah habis aja.. pokoknya sehat selalu🤗
Sinho: makasih kak😍🙏
total 1 replies
Siti Aisah
ternyata naka tak bisa jauh-jauh dari ci cantik ,lanjut sampai begadang aku baca nya thor.... mengejar karya mu 🤗
Sinho: Makasih kak😍
total 1 replies
Siti Aisah
jangan di paksa nnti alensky nanti kabur😄
ismi
lanjut kak,,kok sekarang cuma satu babgk kayak dulu 2/3 bab 😭😭
Sinho: sabar kak, nanti ada Doble up lagi😍
total 1 replies
Siti Aisah
lanjut pinisiran.. awas kau naka ada rahasia antra kamu dan ibu marni😜
Siti Aisah
mulai ....membuat teka teki 🤭
Siti Aisah
belum kapok tu Mak Lampir belum di hajar sm ci cantik
Siti Aisah
naka tenang alen hanya menunggu waktu nanti ci memey bakal memohon ..
Siti Aisah
hajar alen hajar akupun sudah tidak sabar🤭
Siti Aisah
sekali kibas tamat kamu memey
Siti Aisah
tidak tahu saja kalau hati alensky dan tangannya sudah ingin mengacak-acak😜
Siti Aisah
sabar-sabar.. tahan nnti ledakan...
Siti Aisah
wah naka kamu pelecehan, mengambil kesempatan dgn alasan satu milier🤣
Siti Aisah
jeng..jeng Siapakah dia ??
Siti Aisah
ternyata alensky sudah tak perawan lgi bibir mu, bayangkan 2x ayo hajar itu pejantan🤭
Siti Aisah
aku mah ga kasian sma alensky.. pasti di hatinya sudah ingin menghancurkan.. kasian mah ci murni menderita nya kamu selalu di siksa😢
Siti Aisah
lanjut... dasar soplak ci alensky😜
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!