Indonesia
NovelToon NovelToon
SEBATAS KONTRAK DI ATAS RANJANG

SEBATAS KONTRAK DI ATAS RANJANG

Status: sedang berlangsung
Genre:Menyembunyikan Identitas / Orang Disabilitas / Nikah Kontrak
Popularitas:28.1k
Nilai: 5
Nama Author: 𝕯𝖍𝖆𝖓𝖆𝖆𝟕𝟐𝟒

Ares Sudibyo, pewaris keluarga kaya, tidak pernah percaya pada perempuan. Sejak ibunya meninggalkan ayahnya demi pria yang lebih kaya, ditambah pengkhianatan yang dialami pamannya dan dirinya sendiri, Ares memilih menjauh dari pernikahan.

Namun, pertemuannya dengan Alisha Prameswari secara tidak sengaja mengubah sesuatu dalam dirinya. Aroma tubuh Alisha justru membuatnya penasaran karena tubuhnya sama sekali tidak menunjukkan penolakan, sensasi yang tak pernah ia rasakan dari perempuan lain.

Ketika mengetahui Alisha membutuhkan biaya pengobatan untuk adiknya, Ares menawarkan sebuah kontrak: menanggung seluruh biaya pengobatan, dengan syarat Alisha bersedia memenuhi kebutuhan biologisnya. Setiap kali bersama Ares, Alisha harus menutup mata, sebuah aturan yang tak pernah dijelaskan.

Ares yakin hubungan mereka hanya sebatas kesepakatan. Namun ketika ketergantungan mulai tumbuh, sanggupkah ia melepaskan Alisha yang memilih mengakhiri kontrak dan mencari pendamping baru dalam hidupnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 𝕯𝖍𝖆𝖓𝖆𝖆𝟕𝟐𝟒, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

11. Sebelum Aku Melihat Wajahmu

Ponsel bawahan Reki bergetar. Ia yang masih berada di ruang kerjanya segera membuka pesan tersebut. Matanya bergerak membaca balasan dari Alisha.

> Baik. Saya bersedia.

Pria itu mengembuskan napas lega. Setidaknya, keputusan yang cukup rumit itu akhirnya mendapat jawaban.

Ia segera meneruskan pesan tersebut kepada Reki.

Beberapa saat kemudian, ponsel Reki berbunyi. Reki membuka pesan yang masuk, lalu membaca dua kata itu. Senyum tipis muncul di wajahnya.

Ia bangkit dari kursi dan berjalan menuju ruangan Ares. Setelah mengetuk, ia masuk.

“Tuan.”

Ares yang sedang memeriksa beberapa dokumen mengangkat pandangan. “Ada apa?”

“Nona Alisha sudah menjawab. Dia bersedia,” ujar Reki.

Ares meletakkan penanya. Tatapannya turun pada layar ponsel Reki ketika pria itu menunjukkan pesan tersebut.

Hanya tiga kata. Ares meletakkan ponsel Reki di meja, lalu menyandarkan punggungnya ke kursi. Jari-jarinya yang sejak tadi mengetuk pelan di atas meja akhirnya berhenti.

"Siapkan pernikahannya."

“Baik, Tuan," ucap Reki.

Ia baru akan bertanya kapan akan diadakan pernikahannya saat Ares menambahkan,

“Besok.”

Reki sempat mengira dirinya salah dengar. “Besok?”

Ares mengangguk. “Besok kami nikah. Bilang sama dia agar dia bersiap."

Reki terdiam sesaat sebelum mengangguk. “Akan saya atur.”

Ia hendak berbalik, tetapi kemudian berhenti. “Ada satu hal, Tuan. Sebaiknya Anda sendiri yang menyampaikan jadwal ke Nona Alisha. Dari awal komunikasinya lewat saya terus. Sekarang dia sudah setuju, kesannya jadi kaku kalo masih lewat orang ketiga.”

Ares mengernyit. “Aku gak ada yang perlu dibicarakan sama dia.”

“Satu pesan aja, Tuan. Besok kita menikah.” Reki tersenyum tipis. “Lagipula ke depannya, kalo ada hal pribadi yang perlu dikomunikasikan, apa Anda yakin gak mau chat dia sendiri?”

Ares menyandarkan tubuhnya ke kursi. Ada sedikit keraguan di wajahnya...

Ia hanya tidak terbiasa membuka percakapan langsung dengan perempuan. Apalagi perempuan yang besok akan menjadi istrinya.

Reki membuka kunci layar ponselnya. “Saya kirim nomor Nona Alisha ke ponsel Tuan.” Reki segera mengirimkan kontak tersebut.

Beberapa detik kemudian, ponsel Ares berbunyi. Ia membuka kontak yang baru diterimanya, lalu menyimpannya dengan nama Alisha Prameswari.

“Persiapan tetap kamu yang urus,” kata Ares.

“Tentu," jawab Reki.

“Penghulu, wali, saksi, tempat, semuanya.”

“Baik, Tuan.” Lalu Reki memastikan. "Untuk Nona Alisha, Anda yang bicara.”

"Hm," jawab Ares singkat sambil memasukkan ponselnya ke saku.

Reki mengangguk. “Oke. Semua sudah clear.” Ia menunduk sopan, lalu ia berbalik dan meninggalkan ruangan.

Setelah pintu tertutup, Ares kembali mengeluarkan ponselnya. Ia membuka kontak Alisha, namun jarinya sempat berhenti sejenak sebelum mulai mengetik. Entah kenapa, menulis pesan untuk seorang perempuan terasa lebih canggung daripada yang ia kira.

Setelah selesai, ia membaca pesan itu sekali, lalu menekan tombol kirim.

 

Di tempat lain, Alisha masih berada di kantornya.

Jam kerja hampir berakhir. Ia mulai merapikan beberapa dokumen di atas meja, memasukkan barang-barang pribadinya ke dalam tas, lalu mematikan komputer.

Sesekali, pandangannya jatuh pada ponsel yang tergeletak di samping laptop.

Sejak mengirim pesan bahwa dirinya bersedia, belum ada balasan apa pun.

Alisha mengirimkannya tepat di detik-detik terakhir sebelum batas waktu yang diberikan pihak Ares berakhir. Setelah itu, ia hanya bisa menunggu.

Mungkin pihak Ares menganggap jawabannya terlambat.

Atau mungkin mereka memang tidak lagi membutuhkan dirinya.

Alisha memasukkan beberapa dokumen terakhir ke dalam tas. Ada rasa lega karena akhirnya ia sudah menentukan pilihan, tetapi bersamaan dengan itu muncul kegelisahan yang sulit diabaikan.

Kalau tawaran itu benar-benar sudah dianggap tidak berlaku, apa yang akan ia lakukan? Bayangan tagihan rumah sakit kembali melintas di pikirannya.

Alisha menghela napas, lalu meraih ponselnya. Layar masih sama. Tidak ada pesan baru. Ia baru hendak memasukkannya ke dalam tas ketika tiba-tiba—

Ting! Satu notifikasi muncul.

Alisha mengerutkan kening. Sebuah pesan masuk dari nomor yang tidak tersimpan. Ia membukanya.

> Besok kita menikah. Persiapannya saya yang urus. Waktu dan tempatnya akan saya kirim setelah semuanya siap.

Alisha membeku. Matanya bergerak membaca pesan itu sekali lagi.

“Besok... kami nikah?”

Jantungnya berdetak lebih cepat. "Nomor ini..."

Alisha menatap layar beberapa saat sebelum akhirnya mengetik.

> Anda Tuan Ares?

Balasan datang beberapa detik kemudian.

> Ya.

Hanya satu kata. Namun, cukup untuk membuat Alisha kembali menatap layar tanpa tahu harus menjawab apa.

Selama ini semua pembicaraan mengenai dirinya dan Ares selalu disampaikan melalui orang lain. Kini, untuk pertama kalinya, laki-laki yang namanya tak tertera di dalam kontrak itu berbicara langsung kepadanya.

Alisha menggigit bibir bawahnya, lalu mengetik perlahan.

> Baik. Saya tunggu info selanjutnya.

Pesan itu terkirim. Kali ini balasan Ares tidak langsung muncul. Alisha menunggu beberapa detik, lalu meletakkan ponselnya di atas meja.

Ting!

Ponselnya kembali berbunyi. Alisha segera meraihnya. Ada dua pesan baru dari nomor Ares. Pesan pertama hanya berisi sebuah alamat. Pesan berikutnya menyusul beberapa detik kemudian.

> Besok setelah pulang kantor, langsung ke alamat itu. Pukul tujuh kita nikah.

Alisha terdiam. Semuanya terasa begitu cepat. Ia baru saja menyatakan bersedia beberapa menit lalu, dan sekarang waktu serta tempat pernikahan sudah ditentukan. Jarinya bergerak mengetik.

> Baik.

Pesan terkirim. Alisha menatap layar beberapa saat sebelum mengembuskan napas panjang.

Besok sepulang kerja ia harus langsung pergi ke alamat yang diberikan Ares. Artinya, besok ia tidak bisa datang ke rumah sakit dan menemani Raka seperti biasanya.

Ia akan menikah dengan seorang pria yang namanya saja baru ia kenal.

Aneh. Seharusnya pikiran itu membuatnya takut. Namun yang terasa justru debaran yang sulit ia abaikan.

Alisha menggenggam tali tasnya sedikit lebih erat.

"Semoga aku gak salah ngambil keputusan."

Ia menatap alamat itu sekali lagi sebelum mematikan layar ponselnya. Namun satu pertanyaan terus berputar di kepalanya.

Seperti apa sebenarnya wajah pria yang akan menjadi suaminya?

 

...✨“Ketika hidup hanya menyisakan sedikit pilihan, keputusan yang paling berat bukanlah memilih apa yang kita inginkan, melainkan menentukan batas yang tetap ingin kita pertahankan.”✨...

.

To be continued

1
Dek Sri
lanjut
Cicih Sophiana
lumayan bagus dan masuk akal alasan Aisha kerja...biar ada bohong nya lumayan🫢 😂
Cicih Sophiana
Alisha seperti nya tdk seperti cewek lain yg mendekati Ares... yg matre, celamitan minta ini minta itu... bukti nya Alisha anteng anteng aja tuh gak macam...
Ass Yfa
rencana Arga berhasil menyakiti Ares
Cicih Sophiana
klo semua orang takut menikah Res dunia sepi dong... gak ada anak untuk penerus manusia... orang jg mungkin malas kerja dan beraktifitas untuk apa?
abimasta
puas yaa kamu arga
Cicih Sophiana
klo udah cemburu berarti udah ada rasa ya Res... jujur aja napa Res gapapa kok klo jujur jg Alisha seperti nya jg suka kamu deh...
Puji Hastuti
kamu selamat alisha
Cicih Sophiana
cie cie ada yg cemburu nih yeh... tp gak berani bilang cemburu... padahal jujur aja gak usah malu mas Ares 🫢
Cicih Sophiana
betul kak Nana bukan tempat yg membuat tenang tp seseorang yg tulus...
Cicih Sophiana
Ares kamu sdh ketergantung aroma tubuh Alisha...klo Alisha pergi meninggalkan kamu gimana coba..
Fadillah Ahmad
Ayo Kak Nana... Lanjutkan lagi Kak 🙏🙏🙏😁

Semangat Kak Nana... Up Bab Barunya ya, Kak 🙏🙏🙏
Cicih Sophiana
kasian yah Alisha masa mata dan kuping nya harus di tutup... itu maksud nya Alisha gak boleh liat Ares takut Alisha jatuh cinta gitu yah 🫢
Fadillah Ahmad
Hoooh, sekarang aku tau kenapa Ares tidak ingin terlalu drkat dengan Alisha atau sampai mencintai Alisha. Karena Ares tau, bahwa itu bisa menjadi kelemahan terbesarnya uang bisa di manfaatkan oleh Pesaing bisnis seperti Arga... 😂😂😂 Karena, tidak di dunia ataus ataupun dunia bawah sekalipun, kelemahan terhadap Wanita itulah yang paling di cari oleh lawan... 😂😂😂
Fadillah Ahmad
Ayo Kak Nana... Lanjutkan lagi Kak 🙏🙏🙏😁

Semangat Kak Nana... Up Bab Barunya ya, Kak 🙏🙏🙏
Cicih Sophiana
Ares nyaman yah memeluk Alisha... sape di lepas aja gak mau
Fadillah Ahmad
Hahaha, itulah bodohnya kau Arga! 😂😂😂 mungkin selama ini, Ares sudah terlalu baik padamu. Membuatmu berada di atas angin. 😁😁😁 Tapi sekarang? Lihatlah langkah yang di ambil Ares? 😂😂😂 Kau sendiri pun lengah kan? 😂😂😂
Fadillah Ahmad
Itu adalah langkah yang bagus Alisha... 😂😂😂 Maka, untuk selanjutnya berhati-hatilah... 😂😂😂 Karena, sesungguhnya dunia bisnis itu amatlah kejam. Tidak sesederhana seperti yang terlihat di permukaan... 😂😂😂
Fadillah Ahmad
Benar sekali Alisha... 😂😂😂 maka, berhati-hatilah pada setiap Pertanyaan Arga yaaa 😂😂😂
Fadillah Ahmad
Arga itu, terlalu lihai dalam menyusun kalimay Alisha... 😂😂😂 Hingga kamu sendiri pun nggk nyadar, bahwa jawaban kamu itu membawa lerugian bagi perusahaan suamimu sendiri... 😂😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!