Indonesia
NovelToon NovelToon
Ketika Wanita Licik Diselingkuhi

Ketika Wanita Licik Diselingkuhi

Status: sedang berlangsung
Genre:Suami Tak Berguna / Pelakor / Selingkuh / Cinta Terlarang / Kaya Raya / Playboy
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: Ocean Na Vinli

Norman Turner mengira Grace Wills, wanita yang mudah dibodohi, sayangnya ia tidak memahami istrinya dengan baik.

Grace Wills malah memilih langkah yang paling berbeda saat mengetahui suaminya mendua.

Apa yang dilakukan Grace Wills? Penasaran, kepoin yuk ceritanya ...

Untuk tahu info update, follow IG: @nana_vinli
Diusahakan update setiap hari, 1 sampai 3 bab.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ocean Na Vinli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perubahan Tak Terduga

Grace memilih diam meskipun hatinya terasa sakit mendengar ucapan Allison. Ia menundukkan wajah sejenak, lalu melirik Norman yang berdiri di sampingnya.

Pria itu hanya diam. Tidak ada pembelaan sedikit pun untuknya.

Grace menatap wajah suaminya selama beberapa detik. Ada rasa kecewa yang perlahan memenuhi dadanya.

'Kenapa aku begitu bodoh selama ini?' batin Grace sejenak.

Selama bertahun-tahun, Grace selalu menganggap Norman sebagai suami yang baik. Ia terlalu mencintai pria itu sampai menutup mata terhadap banyak hal.

Kini, untuk pertama kalinya, Grace mulai menyadari bahwa mungkin selama ini hanya dirinya yang menganggap pernikahan mereka baik-baik saja.

"Benar kata Mama. Sudah lama menikah, tetapi belum juga punya anak. Tidak seperti diriku yang sudah punya anak." Ruby ikut menimpali dengan senyum penuh kemenangan.

Grace perlahan mengalihkan pandangannya kepada Ruby. Ia menatap adik Norman itu dari atas sampai bawah sebelum mengulum senyum tipis.

"Wajar kau kan punya anak bukan karena kemauanmu, tapi karena kecelakaan. Sementara aku menikah dulu, baru berusaha punya anak."

Senyum di wajah Ruby langsung menghilang.

"Apa?" Mata Ruby membesar. "Kau bilang apa barusan, hah!?"

"Grace, jaga bicaramu!" seru Allison.

Wajah Allison pun berubah merah padam. Ia tidak menyangka Grace yang selama ini selalu bersikap lembut kini bisa membalas perkataan mereka dengan begitu tajam.

Grace hanya mengangkat kedua alisnya. "Aku hanya membalas ucapan kalian."

"Berani sekali kau bicara tentang kehidupanku!" Ruby kembali menyela, masih dengan mata melotot.

Dulu, hubungan Grace dengan keluarga Norman memang baik-baik saja. Namun, semuanya berubah sejak Grace belum juga memiliki anak. Allison dan Ruby yang awalnya bersikap baik mulai menunjukkan sifat aslinya.

Norman tahu semua itu. Namun, pria tersebut selalu memilih diam.

"Sudahlah!" Norman akhirnya bersuara. Ia melangkah mendekati Grace. "Sayang, kau harus minta maaf. Ucapanmu keterlaluan."

Grace menoleh kepadanya. Tatapan wanita itu membuat langkah Norman terhenti. "Aku keterlaluan?"

"Ya. Kau tidak seharusnya mengatakan seperti itu kepada Mama dan Ruby," balas Norman dengan nada pelan.

Grace tertawa kecil. Namun, tawanya terdengar hambar. "Lalu ucapan mereka kepadaku bagaimana?"

Norman terdiam.

Sekarang, Grace menatap suaminya dengan mata berkaca-kaca, tetapi ia menolak untuk menangis.

"Mereka mengataiku mandul di depan kau. Apa kau tidak merasa sakit hati saat mendengar istrimu disebut mandul?"

Norman membuka mulut, tetapi belum sempat menjawab, Allison sudah menyela.

"Memang kau mandul, kan!"

Grace perlahan menoleh kepada Allison.

Untuk beberapa detik, suasana di ruangan itu terasa hening.

Kemudian, Grace tersenyum tipis. Senyuman yang membuat ketiga orang di ruangan terheran-heran.

"Belum tentu aku yang mandul." Tatapan Grace tiba-tiba beralih kepada Norman.

"Siapa tahu anak kesayanganmu ini yang mandul."

Mata Allison langsung membesar.

Ruby yang sejak tadi berdiri dengan wajah kesal ikut terdiam.

Sementara Norman membeku di tempat. Ia tidak mungkin membantah perkataan Grace. Ia sendiri memang memiliki seorang anak bersama Mona.

"Tidak mungkin Norman mandul!" Allison langsung membela putranya.

Grace menatap Allison tanpa ekspresi. "Ya, semoga saja."

Allison semakin emosi. "Dasar menantu kurang ajar kau!"

Grace menyeringai sebentar. "Aku pikir aku disuruh ke sini untuk mendengar ucapan selamat atas kelulusanku. Ternyata bukan."

Grace merapikan rambutnya yang sedikit berantakan, lalu menatap Allison dengan tenang.

"Perlu Anda tahu, Mama mertuaku, aku tidak keluyuran. Aku bekerja dan memiliki butikku sendiri. Bukan seorang anak yang hanya bisa menghamburkan uang." Tatapan Grace sengaja beralih kepada Ruby.

Ruby langsung mengepalkan tangan dengan erat. "Kau—"

"Sudahlah." Grace memotong perkataan Ruby. "Aku mau lanjut kerja. Bye."

Grace berbalik dan berjalan meninggalkan ruangan.

"Grace! Aku belum selesai bicara! Kemari kau!" teriak Allison dengan wajah merah padam.

Namun, Grace tidak berhenti. Norman segera mengejarnya.

Sesampainya di parkiran, Norman berhasil meraih tangan Grace.

"Grace, tunggu! Kau sebenarnya kenapa?" tanya Norman dengan nada kesal. "Kenapa tiba-tiba berubah seperti ini?"

Grace langsung menarik tangannya. "Aku berubah juga karena kau dan keluargamu."

"Apa maksudmu?"

Grace menatap Norman lekat-lekat. "Aku baru sadar ternyata suamiku ini tidak pernah membelaku selama ini."

Norman mengerutkan kening.

"Apa kau tidak merasa sakit hati saat mendengar istrimu disebut mandul?" tanya Grace.

Norman menghela napas kasar. "Tapi kau tadi mengatakan aku mandul, Grace. Apa kau juga tidak memikirkan perasaanku?"

Grace terdiam sejenak, kemudian tersenyum tipis. "Apa kau tidak terima?"

"Grace, kau ini kenapa?!" Norman tampak menahan kesal.

"Memang faktanya begitu. Dalam sains, bukan hanya perempuan yang bisa mengalami gangguan kesuburan. Pria juga bisa mengalaminya. Jadi, jangan langsung menganggap akulah yang mandul hanya karena kita belum punya anak," kata Grace sambil membuka pintu mobil.

"Jadi, bisa saja aku tidak mandul. Bisa jadi kau yang mandul," sambungnya.

Wajah Norman langsung berubah. "Jangan asal bicara kau!"

"Minggir, kau menghalangi aku!" Grace masuk ke dalam mobil sebelum Norman sempat mengatakan apa pun lagi.

Mobil itu langsung melaju meninggalkan rumah Allison.

Norman berdiri terpaku di tempat. Wajahnya memerah karena marah.

Ketika kembali masuk ke dalam rumah, Allison langsung menoleh.

"Mana Grace?"

"Dia sudah pergi," balas Norman.

Mata Allison terlihat melotot. "Kenapa kau biarkan dia pergi?"

Norman hanya diam.

Allison mendengus kesal. "Kau benar-benar tidak bisa mendidik istrimu. Bawa dia kembali ke sini. Dia harus minta maaf sama Mama dan Ruby."

Norman mengangguk patuh.

Sejak kecil, Norman memang selalu menjadi anak kesayangan Allison. Hampir semua keinginannya dituruti. Bahkan ketika sudah menikah, Allison masih memperlakukannya seperti anak kecil yang harus selalu dibela.

Norman pun pergi ke butik Grace. Namun, Grace tidak ada di sana. Hanya ada Carmen yang sedang merapikan beberapa barang.

"Di mana Grace?" tanya Norman.

Carmen menoleh. Untuk sesaat, ekspresinya terlihat kaku sebelum kembali biasa.

"Tidak tahu. Kan kau suaminya, bagaimana sih?"

Norman mengerutkan kening. "Carmen, aku sedang serius."

"Aku juga serius. Bu Grace tidak bilang mau pergi ke mana."

Norman memperhatikan Carmen beberapa saat.

Carmen justru mengalihkan pandangan dan pura-pura sibuk merapikan beberapa barang di atas meja.

"Aku pergi dulu. Jika Grace kemari, kabari aku," kata Norman akhirnya.

Carmen hanya mengangguk saja.

Sepanjang hari, Norman terus mencoba menghubungi Grace. Tidak ada jawaban. Bahkan hingga malam, Grace seolah menghilang begitu saja.

Ponsel Norman kembali berdering. Nama Allison tertera di layar.

"Kapan kau bawa Grace ke sini?" tanya Allison begitu panggilan terhubung.

"Belum bisa, Ma."

"Suruh dia datang! Dia sudah sangat keterlaluan dan menginjak-injak harga diri Mama! Dia harus meminta maaf!"

Norman memijat pelipisnya. "Iya, Ma, iya."

Setelah panggilan berakhir, sebuah pesan masuk dari nomor asing.

"Jangan lupa siapkan uangnya besok siang. Letakkan di Cafe Bellmont. Jika tidak, videomu akan disebar."

Norman menatap pesan itu dengan kesal. Kepalanya sudah terlalu pusing untuk memikirkan semuanya. Ia memilih mengabaikan pesan tersebut.

Malam itu, Norman memutuskan untuk tidur di rumah Mona.

Keesokan paginya, Norman kembali menjalani rutinitas seperti biasa. Ia berangkat ke kantor meskipun pikirannya masih dipenuhi Grace.

Beberapa kali ia mencoba menelepon istrinya. Tetap tidak diangkat.

Pesan dari Allison pun terus masuk, meminta Norman membawa Grace kembali dan menyuruhnya meminta maaf.

Norman semakin tertekan. Sore harinya, di sela-sela pekerjaan, Mona yang sejak tadi memperhatikan Norman akhirnya membuka suara.

"Apa yang kau pikirkan?"

"Grace," jawab Norman tanpa berpikir panjang.

Mona langsung menoleh tajam. "Kau memikirkan wanita lain sementara aku ada di sampingmu sekarang, hah?"

Norman terkesiap. "Ada apa denganmu? Grace itu istriku. Wajar aku memikirkannya."

Mona mendengus. "Ya, tapi aku adalah wanita yang berhasil memberimu keturunan! Jangan memikirkan wanita jalang itu lagi!"

Wajah Norman seketika berubah.

Plak!!!

Tamparan Norman mendarat di pipi Mona.

Mona terkejut. Tangannya langsung menutup pipinya yang memerah. Ia menatap Norman dengan mata berkaca-kaca, tidak menyangka pria itu kembali menamparnya. Namun, sebelum Mona sempat membalas, pintu ruangan tiba-tiba terbuka.

Seorang karyawan masuk dengan langkah tergesa-gesa. Wajahnya terlihat panik.

"Pak Norman."

Norman yang masih dipenuhi amarah langsung menoleh tajam. "Ada apa?"

Karyawan itu terlihat ragu sejenak, seolah bingung harus memulai dari mana.

"Pak, ada masalah besar."

Dahi Norman langsung berkerut. "Masalah apa?"

Karyawan itu mengeluarkan ponselnya dengan tangan sedikit gemetar. "Ada video Anda yang sedang beredar di media sosial."

Jantung Norman seketika berdegup lebih cepat.

"Video apa?" Nada suaranya berubah. Ada kecemasan yang mulai terdengar jelas.

Karyawan tersebut menelan ludah sebelum menjawab, "Saya rasa Bapak harus melihatnya sendiri."

Norman langsung mengambil ponsel tersebut.

Begitu layar menampilkan video itu, wajahnya seketika pucat. Matanya melebar dan tubuhnya bahkan terasa kaku selama beberapa detik.

Video itu memperlihatkan dirinya dan Mona berbagi peluh saat berada di taman villa kemarin. Wajah Norman terlihat sangat jelas. Sementara wajah Mona sengaja diburamkan.

Napas Norman mendadak tercekat.

"Sialan!"

1
Ma Em
Ayo Grace kalau kamu sdh mau bercerai dgn Norman lbh baik dipercepat saja TDK usah mikir yg lain lagi , lbh baik Grace segera bebas dari suami yg tukang selingkuh dan cari kebahagiaanmu Grace , semoga Grace cepat dapat pengganti nya Norman buaya buntung .
Susan Paulina
up lagi thor
Susan Paulina
iya kenapa di anaknya ya
Adinda
bukannya edmund kakek norman thor
mery harwati
Nah kan ngaku sendiri Mona pada Grace, sekalian bilang klo ada anak lahir dari rahimmu Mona, tapi jangan keceplosan kalo anak itu bukan anak kandung Norman 😜🤣
Oma Gavin
wkwkwk koplak yg Norman bilang ngga ada hubungan yg mona bilang saling mencintai 🤣🤣🤣
Dew666
Lanjuttttt
Ma Em
Grace sdh tuntaskan dan bongkar saja semua langsung bahwa Grace sdh tau tentang hubungan Norman dgn Mona , jgn ditunggu lagi lalu Grace berpisah dgn Norman .
mery harwati
Jangan² si Edmund ketua Turner juga tukang selingkuh 😜
Akan bahagia klo video perselingkuhan Edmund juga juga viral 🤣
Adinda
mona selingkuhan hanry dan jacob🤣🤣🤣
Ma Em
Rekaman siapa itu punya Norman atau Alison yg sdh terpampang dilayar .
Ma Em
ayo cepatlah Grace hancurkan Norman dan selingkuhan nya .
Adinda
kevin jodohmu grace🤣🤣🤣
Ma Em
Semoga saja Kevin tdk membocorkan siapa yg telah meneror Norman dan tdk mengatakan nama Grace pada Norman .
Adinda
kevin berpihak pada grace biar mampus norman🤣
Ma Em
Ayo Mona kasih tau Grace bahwa kamu dan Norman punya hubungan bahkan sampai punya anak agar Grace gampang gugat cerai Norman .
mery harwati
Mona Mona tak sadar kalo kau dimanfaatkan Grace untuk membongkar kebusukan keluarga besar Turner 😜
Mona yang haus status Turner hingga tak sadar bahwa Mona membuka jalan untuk keruntuhan Turner sekeluarga 🤣
mery harwati
Curiga sama Julian Sinclair? Apakah Eva salah satu anak buah Sinclair yang dikirim untuk membantu Grace?
Ma Em
Itu kebenaran Norman dan keluarganya yg cuma pencitraan agar terlihat baik Dimata orang padahal kelakuan nya bejad semua dan sdh jelas Grace ketahui semuanya , Ayo Grace buat Norman dan keluarganya pusing dan stres
mery harwati
Penuh intrik & rahasia keluarga Turner 🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!