Indonesia
NovelToon NovelToon
Tak Lagi Mencintaimu

Tak Lagi Mencintaimu

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Mandul / Pelakor jahat / Tamat
Popularitas:484.5k
Nilai: 5
Nama Author: Red_Purple

‎Badai datang pelan namun mematikan, menggoyahkan komitmen lima tahun yang Risa yakini abadi. Di bawah langit malam yang sunyi, dia menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri suaminya, Raga, sedang bermesraan dengan wanita lain di dalam mobil mereka.

‎Setelah bertahun-tahun membangun rumah tangga dengan penuh pengorbanan, meninggalkan karir impian untuk mendukung karir suaminya, Risa harus menghadapi kenyataan pahit bahwa cinta yang dia anggap tulus telah dipermainkan.

‎Pengkhianatan itu menjadi pukulan terberat bagi hatinya.

‎"Selama ini aku menutupi kekuranganmu demi menjaga harga dirimu, tapi balasanmu adalah pengkhianatan. Mulai hari ini, aku tidak mau lagi menjadi orang yang selalu mengalah." ~ Risa Anindita.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Red_Purple, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 31

‎Raga dan Amelia menoleh bersamaan, sedikit terkejut mendengar sapaan yang akrab itu. Di hadapan mereka berdiri seorang pria paruh baya berpakaian rapi dan sopan, ditemani oleh istrinya yang berdiri di sampingnya sambil membawa beberapa kantong belanjaan. Ia adalah Dr. Arif, dokter spesialis kesehatan reproduksi yang pernah menangani pemeriksaan Raga dan Risa tiga tahun silam.

‎‎"Kebetulan sekali bertemu disini, Pak Raga. Sudah lama sekali kita tidak berjumpa. Saya kira Anda sedang berjalan-jalan bersama Bu Risa, tapi ternyata…" suaranya menggantung pelan, penuh rasa ingin tahu yang wajar.

‎‎"Benar, Dok. Sudah cukup lama ya. Ah, Dokter Arif… Sebenarnya saya dan Risa saat ini sedang dalam proses perceraian, jadi kami tidak lagi bersama. Dan perkenalkan, ini Amelia, calon istri saya," ucapnya santai, sambil merangkul bahu Amelia dengan bangga.

‎‎"Berbeda dengan Risa, Amelia ini sehat dan kami berharap tidak perlu menunggu lama untuk segera memiliki keturunan," lanjutnya dengan nada seolah menjelaskan fakta yang sudah jelas.

‎‎Mendengar penjelasan itu, wajah Dokter Arif berubah sedikit kaku. Jantungnya terasa berdebar samar, pandangannya sedikit menunduk.

‎‎Ia masih mengingat jelas kejadian tiga tahun silam, hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan justru Raga yang memiliki masalah kesuburan, bukan Risa. Namun di hari itu juga, Risa secara pribadi memohon agar laporan hasilnya ditukar.

‎‎Permohonan itu membuat dokter Arif tertekan berat, namun karena melihat ketulusan dan pengorbanan Risa, serta janji kerahasiaan profesi yang dipegangnya, ia akhirnya menyetujui permintaan itu. Selama ini ia menyimpan rapat-rapat kebenaran itu, tidak pernah membocorkannya kepada siapapun.

‎‎Kini, mendengar Raga dengan mudahnya menyalahkan Risa dan bersiap memulai hidup baru dengan keyakinan salah itu, hati dokter itu terasa sesak. Ia ingin sekali membuka mulut, memberitahu bahwa selama ini yang bersalah adalah dia sendiri, bukan Risa. Ia ingin menjelaskan bahwa wanita yang ditinggalkannya itu telah mengorbankan nama baiknya demi menjaga perasaan suaminya.

‎‎Namun begitu melihat tatapan percaya diri Raga, mendengar nada bicaranya yang penuh kepastian, ia sadar jika sekarang mengungkapkan kebenaran, siapa yang akan percaya? Bukankah selama ini semua orang sudah mengetahui laporan resmi yang menyatakan Risa yang bermasalah? Mengubah kenyataan yang sudah tertanam selama bertahun-tahun hanya akan membuat dirinya terlibat dalam masalah hukum dan etika yang rumit.

‎‎"Begitu ya…" gumam dokter Arif pelan, berusaha menyembunyikan keterkejutannya. "Saya tidak menyangka akan mendengar kabar seperti ini. Dulu saya kira kalian akan terus berusaha menyelesaikan semuanya bersama-sama."

‎Raga mengangguk sambil melingkarkan lengannya lebih erat di bahu Amelia, berusaha menunjukkan keputusannya.

‎‎"Memang sudah tidak ada kecocokan lagi, Dok. Lagipula, masalah yang kami hadapi selama ini membuat rumah tangga kami terasa berat. Sekarang saya ingin memulai hidup baru. Begitu proses perceraian selesai, saya akan segera menikahi Amelia, wanita yang sekarang berdiri di samping saya ini."

‎‎Dokter Arif menatap keduanya bergantian. Di dalam hatinya merasa prihatin memikirkan nasib Risa yang selama ini menanggung tuduhan dan cemoohan yang bukan kesalahannya. Namun ia tetap memegang teguh janji yang telah dibuatnya.

‎‎"Kalau itu memang keputusan terbaik untuk Anda, saya tidak bisa berkomentar banyak. Saya hanya bisa mendoakan semoga Anda mendapatkan kebahagiaan yang Anda cari, dan semoga segala sesuatunya berjalan dengan lancar," ujarnya dengan nada sopan, tanpa sedikitpun mengungkit kenyataan yang sebenarnya.

‎‎"Terimakasih untuk doanya, Dok." jawab Raga.

‎‎Setelah saling bertukar sapa singkat dan berpamitan, Raga dan Amelia melanjutkan langkah mereka. Sementara itu, Dokter Arif masih berdiri terpaku di tempatnya, menatap punggung mereka yang menjauh. Ia menghela napas panjang, menggeleng pelan dalam hati.

‎‎"Kasihan sekali Bu Risa. Dia sudah berkorban dan menanggung semua tuduhan itu sendirian, tapi pada akhirnya dia ditinggalkan dengan cara seperti ini oleh orang yang seharusnya berterimakasih padanya," batinnya dengan rasa bersalah yang makin membebani.

-

-

-

‎‎Suara dering ponselnya memecah keheningan malam. Risa yang sedang duduk di tepi tempat tidur segera meraih ponselnya diatas meja dan melihat nama Pak Gunawan tertera di layar.

‎‎Dengan napas yang sedikit tertahan, ia mengangkat telepon itu.

‎‎"Halo, Pak Gunawan… ada kabar apa hari ini?" sapanya lembut namun tegas.

‎‎Di seberang sana terdengar suara tenang pengacaranya.

‎"Selamat malam, Bu Risa. Saya menghubungi untuk menyampaikan kabar baik. Sidang gugatan perceraian hari ini berjalan sangat lancar dan tanpa hambatan sedikit pun."

‎‎Risa mengangguk perlahan, meski lawan bicaranya tidak bisa melihat. Jemarinya mencengkeram ujung selimut, menahan rasa haru yang mulai menjalar.

‎‎"Benarkah, Pak? Mas Raga… dia tidak menolak sama sekali?" tanyanya memastikan, takut ada hal tak terduga yang terjadi.

‎‎"Tidak sama sekali, Bu. Bahkan ia dan kuasa hukumnya menyatakan secara tegas tidak mengajukan keberatan. Mereka mengakui rumah tangga kalian sudah tidak bisa dipertahankan lagi. Karena itu, majelis hakim mencatatnya sebagai kesepakatan bersama. Sidang hari ini cukup, dan nanti kita hanya tinggal menunggu jadwal pembacaan putusan yang akan diberitahukan lewat surat resmi," jelas Pak Gunawan dengan rinci.

‎‎Ia melanjutkan, "Dan satu hal lagi, karena Anda tidak menuntut harta apapun, prosesnya menjadi lebih cepat. Setelah putusan dibacakan dan berkekuatan hukum tetap, maka ikatan perkawinan kalian akan putus secara sah."

‎‎Risa menutup matanya sejenak, napasnya keluar panjang seolah melepaskan beban berat yang selama ini membebani dadanya. Setiap kata hinaan, tatapan merendahkan, kesendirian, dan rasa sakit yang ditahannya selama bertahun-tahun seolah perlahan terangkat sedikit demi sedikit.

‎‎"Terimakasih banyak, Pak. Terimakasih atas segala bantuan dan usahanya selama ini," ucapnya dengan suara sedikit bergetar, terasa lebih ringan dari biasanya.

‎‎"Sama-sama, Bu Risa. Saya senang bisa membantu. Nanti saya kabari lagi setelah ada pemberitahuan resmi dari pengadilan," jawab Pak Gunawan ramah, lalu mengakhiri percakapan.

‎‎Begitu sambungan terputus, Risa meletakkan ponselnya di sampingnya, lalu menyandarkan punggungnya ke dinding. Matanya berkaca-kaca, namun bukan air mata kesedihan, melainkan air mata kelegaan yang tak terlukiskan.

‎‎Ia mengusap sudut matanya, lalu tersenyum tipis ke arah jendela yang terbuka sedikit, tempat angin malam bertiup lembut menyapa wajahnya.

‎‎"Akhirnya… sebentar lagi aku benar-benar bebas. Tidak perlu lagi mendengar kata-kata menyakitkan, tidak perlu lagi menjadi tempat menyalahkan segala kegagalan," batinnya pelan.

‎‎Belum sempat Risa sepenuhnya menenangkan hatinya, terdengar suara ketukan pelan namun jelas dari arah pintu depan kontrakan.

‎‎Tok... tok... tok...

-

-

-

Bersambung...

1
Heny
Bagus risa pergi yg jauh biar waktu yg menentukan mrk akan menyesal
Turi77 Turi77
selesai ini km akan menyesali semua perbuatan mu raga,
fatmiatun sahono
begitu suami nya pergi ke luar kota. mending lah tinggal pergi saja itu suami nya
toh barbuk sdh ditangan
lsg cerai....wanita skrg hrs kuat percaya diri dan mampu berdiri di atas kaki sendiri...hehhehehe💪
Edy Sulaiman
inilah yg namanya manusia serakah SDH merusak rmh tangga orang tapi masih tetap m rasa kurang
Edy Sulaiman
masih menyimak saja dulu nmpknya bagus nih cerita.
Ranny
Amelia dasar perempuan perek murahan gampangan lobang mu itu sdh seperti wc umum ya 😄😄😄
Ranny
mandul teriak mandul 😄😄😄 nanti setelah terbongkar kalau dia sendiri yg mandul malu gak ya 🤭
Ranny
dasar pak Harun ortu lucnat ayah kandung berasa ayah tiri woiii punya otak kagak kok malah membela anak mantu tak beradab yg suka obral perkututnya his jijik deh dengan kelakuan mu itu
Ranny
Amelia kau mau dapat kecebong dr mana...paling kau akan dapat dr selingkuhan ya soalnya sekali kau merebut suami orang pasti akan ketagihan dan penasaran mau merasakan burung perkututnya pria lain lagi 😄😄😄
Ranny
lah dah betul kan perkiraan ku kalau Regan itu cucunya Oma yg hampir di tabrak dan di tolong Risa ☺️
🔥Violetta🔥: /Ok//Ok//Grin/
total 1 replies
Reni Setia
makasih untuk novelnya ya
🔥Violetta🔥: Sama-sama kakak 🙏😁
total 1 replies
Ranny
mungkinkah Regan ini cucunya Oma yg hampir di tabrak oleh Risa
Murni Sumiarti
Dibawah kendali asisten suami kok di noveltoon nggak ada?
🔥Violetta🔥: Iya kakak... saya hapus dulu karena kemarin sempat gak lolos kontrak.. mau direvisi total. Nanti saya up ulang kalau sudah direvisi 🙏😁
total 1 replies
Violet
Bersyukurlah utk para wanita yg bisa merdeka bercerai dr suami modelan Raga. Tetangga kompleks rumah sini ada sprti Risa yg sehat tp dicaci maki mandul pdhal sp*rma suaminya encer, nikah 20thn pilih cerai mlh ditekan mentalnya oleh suami & kluarga mlh sang ortu wanitanya jg ga dukung, smuanya blg kalo cerai ga ada yg bakalan mau sama janda yg ga bisa kasih anak. Sedih bgt tiap kali didoktrin gitu menciut lg nyalinya utk cerai 😭
🔥Violetta🔥: Amin... Kita doakan sama-sama untuk kakaknya yang disana... semoga diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menjalani ujian kehidupan 🙏😊
total 3 replies
Khansa Andini
kak buatin versi Raga untuk bisa nemuin wanita tulus lagu
🔥Violetta🔥: Nanti coba ya kak 😁🙏
total 1 replies
Agus Tina
Kamu menjaga harga diri suami kamu tapi kamu tifak jujur padanya Risa, seharusnya kamu jujur pada suamimu duku baru outuskan untuk menutupi semuanya pada mertuamu ...
Yunita Asep
uuhh serru..! author kerren..., suxes dan sehat slalu, lov yu...
🔥Violetta🔥: Terimakasih kakak 😁🙏
total 1 replies
Yunita Asep
ahaay deh., jadi malu2.., Gas langsung Regaann...!
Yunita Asep
lanjuutt..
Yunita Asep
syukurriin... makanyaa jangn ambil suami orang..!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!