Dari desa yang sederhana tumbuh cinta yang tak pernah disangka...
Hal itulah yang mungkin dirasakan oleh Vallery gadis cantik yang lahir dan dibesarkan di kota dengan berbagai macam vasilitas mewah kemudian dipaksa untuk tinggal didesa terpencil yang jauh dari hiruk pikuk dan kemudahan fasilitas umum yang biasa ia dapatkan setelah diusir oleh nenenk tirinya dari rumah begitu kedua orang tuanya meninggal dunia. Tanpa disang,ka keputusan cepat yang dimabilnya untuk tinggal di Desa Maju Bersama, kampung halaman sang papa untuk tinggal bersama neneknya mengubah seluruh kehidupan Vallery termasuk kisah cintanya yang terejrat kepada seorang kepala desa yang berstatus duda perjaka di kampung neneknya itu yang terus mengejarnya secara ugal-ugalan hingga membuat hati Vallery pun menjadi luluh...
Kisah cinta romantis namun ada sedikit unsur komedi mewarnai kisah cinta keduanya membuat cerita kali ini bisa terbilang sangat ringan karena jauh dari intrik panjang dan berat.
HAPPY READING.....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon julieta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CEMBURU MENGURAS HATI
Drttt…
Vallery membuka pintu sambil menggeser tombol terima di ponselnya.Baru saja diangkat, suara familiar menyeru indera pengarannya.
"Valley, dimana kamu? Aku sudah sampai di parkiran", ucap seorang cowok dari seberang.
Vallery terkekeh ringan, "Wah, kamu gercep juga ya ternyata, padahal tadi kamu bilang masih meninjau lokasi".
Dirga yang mendengar ucapan lembut Vallery terhadap temannya dari ibukota yang memang sengaja membuat janji dengan gadis itu dikantor pemerintahan kabupaten, entah kenapa hatinya merasa tak senang.
Ada rasa cemburu yang mulai muncul secara perlahan melihat keakraban tersebut.
Ketika Vallery baru berjalan beberapa langkah, suara teriakan terdengar di telinganya, “Valley, lihat kekanan…”. Begitu Vallery menoleh, seorang pria muda berusia dua puluh lima tahunan dengan pakaian rapi melambai kearahnya sambil tersenyum lebar.
Melihat keberadaan sahabatnya, Vallery pun berjalan cepat menghampiri. Begitu keduanya bertemu, mereka pun langsung berjabat tangan disertai beberapa gerakan khas ala mereka jika bertemu sahabatnya dan di tutup oleh kekehan keduanya yang terdengar sangat renyah, membuat Dirga yang tak sengaja ditinggalkan oleh Vallery akibat terlalu senang bertemu sahabatnya hanya bisa memasang wajah masam.
Dirga dari kejauhan mengamati pria muda yang Vallery temui dengan seksama. Mata sipit dan gaya rambut mohawk dengan pakaian rapi apa eksekutif ibukota, iapun mulai membandingkan dengan dirinya yang saat ini mengenakan seragam coklat khas pegawai pemerintahan.
Ia terus mengamati sahabat Vallery, lalu menatap tampilan dirinya di kaca mobil sambil sesekali bergaya yang menurutnya tak kalah dari para artis negeri tetangga yang sangat diidolakan oleh adik kandungnya itu.
"Masih gantengan aku dimana-dimana. Cewek-cewek itu semua yang buta tak bisa melihat jika justru produk dalam negeri seperti aku ini lebih gagah dan berwibawa daripada cowok modelan idol negeri ginseng itu", gerutu Dirga sambil terus membandingkan antara dirinya dan sahabat Vallery, dengan ekspresi penuh percaya diri yang sayangnya rasa percaya diri Dirga lansung lenyap begitu ia melihat pemandangan yang membuat dadanya terasa meledak akibat cemburu yang dalam.
Vallery dan Chen Lu yang tak sadar jika sedari tadi tengah diamati oleh sepasang mata elang yang tajam seolah tengah mengintai mangsanya masih terus bertukar sapa melepas rindu.
“Kamu tampaknya betah tinggal didesa. Lihat betapa gemuknya kamu sekarang”,ujar Chen Lu sambil mengacak-acak rambut Vallery dengan senyum jail.
“Apa kamu bilang, aku gemuk? Enak aja! Ini namanya padat, berisi, dan sexy..”, jawab Vallery sambil mengibaskan rambut hitam panjangnya ala iklan shampoo di televise dengan gaya sedikit genit. Keduanya pun spontan tertawa secara bersamaan tanpa menyadari jika sedari tadi ada seseorang yang mengawasi tingkah laku mereka dengan hati panas.
Ya, Dirga yang tak sengaja Vallery tinggalkan di parkiran mobil, yang tadi masih berguman penuh percaya diri karena merasa penampilannya lebih unggul dari Chen Lu, melihat bagaimana pria lain menyentuh kepala Vallery dan disambut hangat oleh gadis itu, api cemburu dalam diri Dirga berkobar dengan cepat seolah bisa membakar apa saja yang ada didekatnya saat ini.
Vallery yang benar-benar melupakan keberadaan Dirga setelah bertemu dengan sahabatnya langsung saja masuk kedalam kantor kabupaten Santosa tanpa sedikit pun menoleh kebelakang,membuat Dirga yang merasa benar-benar dilupakan merasa kecewa dan sedih.
"Apa aku benar-benar tak terlihat hingga kamu mengabaikanku begitu saja", batin Dirga dramatis.
Sepanjang jalan keduanya masih terus berbincang dengan riang hingga seorang wanita dengan pakaian resmi pemerintahan datang menghampiri.
"Nona Vallery...", sapanya sedikit ragu.
Vallery yang disapan segera tersenyum ramah. "Anda pasti bisa Ivone..", tebaknya sambil menjabat tangan wanita didepannya.
"Benar nona Vallery, saya Ivone, sekretaris pak Andreas"
Vallery yang melihat Ivone melirik sahabatnya, segera memperkenalkan keduanya. "Bu Ivone, perkenalkan ini Pak Chen Lu, investor ibukota yang beberapa hari lalu sempat saya sebutkan di telepon".
Mendengar jika pria muda yang bersama dengan Vallery adalah calon investor di tempat mereka, Ivone pun segera memasang senyum ramah yang profesional."Pak Chen Lu, selamat datang di Kabupaten Santosa".
Setelah berbasa-basi sebentar, Ivone pun segera membawa keduanya ke ruang rapat dimana bapak bupati dan para staf berkepentingan sudah menunggu didalam.
Dirga yang berusaha menyusul, hanya bisa melihat siluet tubuh ketiganya menghilang di balik pilar lantai dua, membuat pria itu pun menghembuskan nafas kasar dengan wajah gelap karena benar-benar ditinggalkan oleh Vallery yang melupakannya begitu saja setelah teman dari ibukotanya itu muncul.
Sempat mematung sejenak, Dirga yang masih merasa kesal segera menyadarkan diri jika ia tak boleh larut akan perasaan pribadi nya karena masih banyak hal penting yang harus ia urus.
Karena kantor badan pengawas bantuan dana warga kurang mampu ada dilantai dua, Dirgapun segera berbelok ke kanan dimana ruangan badan pengawas dana batuan warga kurang mampu berada.
Ia berencana memberikan bukti yang ia miliki mengenai kasus korupsi yang menjerat camat Kecamatan Tentrem dan mendiskusikan beberapa langkah pencegahan beberapa bukti yang mungkin akan sengaja dihilangkan oleh Rofik sebelum ia pergi menemui pak bupati secara pribadi guna membahas permasalahan ini lebih lanjut.
Begitu urusan Dirga beres, urusan Vallery bersama Chen Lu pun juga sama, setelah keduanya bersama beberapa staf pemerintahan kabupaten Santosa meninjau lokasi yang akan dipergunakan untuk membangun cabang mall milik keluarga Chen Lu.
"Aku akan mendiskusikan hal ini dengan para dewan direksi terlebih dahulu Jika mereka setuju, mungkin aku akan sering datang kesini untuk mengawasi sekaligus mengunjungimu".
Ucapan Chen Lu membuat Vallery merasa senang."Ya, semoga mereka setuju agar aku memiliki teman berdiskusi disini".
Melihat wajah sedih Vallery, spontan Chen Lu mengusap pipi gadis cantik itu, "Tenang saja. Hans bilang, jika aku jadi membuka mall disini dan berkembang maka kemungkinan kita membuka cabang disini juga semakin besar".
Vallery mengangguk paham, "Tidak apa. Aku juga tidak terburu-buru, hanya saja jika bekerja tanpa pergi ke kantor itu rasanya ada yang kurang".
Chen Lu yang paham dengan sifat Vallery yang memang dasarnya tak bisa diam dan sedikit workaholic itupun langsung mencubit pipi chubby Vallery.
"Tenang saja, jika proyek ini di acc, kamu akan aku tunjuk sebagai pengawas langsung disini", Chen Lu berkata sambil menguyel-uyel pipi Chubby Vallery yang sangat lembut itu, membuat si empunya hanya bisa mengerucutkan bibir sedikit kesal.
Dirga yang sudah merasa lebih baik setelah membahas permasalahan korupsi yang ada di kecamatan Tentrem, kembali meledak marah melihat tingkah intim keduanya.
Tanpa sadar, kedua tangan Dirga mengepal kuat melihat bagaimana lancangnya pria tersebut menyentuh pipi Chubby Vallery.
Vallery yang masih belum menyadari jika tindakan intim dan perbuatannya meninggalkan Dirga begitu saja dilapangan parkir, dengan wajah polos tanpa dosa mengajak Dirga pulang.
"Ayo mas, kita kembali keburu malam nanti sampai desa, bukankah kita juga harus mampir ke rumah orang tua mas Dirga dulu", Vallery terus berbicara tanpa menyadari wajah gelap Dirga akibat perbuatannya dan langsung masuk kedalam mobil begitu Dirga membuka kuncinya.
Valley...Valley...kamu kok ya cuek amat padahal pria disampingmu sudah seperti banteng yang mau nyeruduk orang.
Dirga yang melihat sikap polos Vallery hanya bisa mengerutu dalam hati, "Sudah salah tapi tak juga minta maaf".
Meski kesal dan terus menggerutu dalam hati, Dirga tak berani memarahi Vallery secara langsung dan hanya mendiamkannya agar gadis cantik itu bisa sadar akan kesalahannya.
TENG TENG TEEEEEEEEEENNNNGGGGG☕️
SELAMAT PAGI SEMUAAAAAA