Cerita ini tidak hanya fokus pada kehidupan si kembar ya tapi juga kehidupan kedua orang tuanya.
Bayi kembar yang tumbuh dengan banyak peraturan dan keamanan ketat dari kedua orang tuanya terutama Umminya.
Sampai pada hal terpenting dalam hidup mereka, akankah mereka bisa mencari dan memilih pasangan hidup mereka sendiri atau orang tua mereka yang memilihkan pendamping hidup mereka?
yuk simak ceritanya.
karna ini novel Ummi yang pertama jadi masih banyak typo dimana mana :)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ummi ip, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
12
Setelah semua orang duduk di kursinya masing-masing mereka langsung memulai makan siangnya. Seperti biasa Nyonya Tiwi mengambil makanan untuk suaminya, setelah itu dia beralih kepada kedua anaknya yang sudah duduk manis di meja makan khusus bayi, yang diletakkan di sudut meja diantara kursi kedua orangtuanya.
Menu makan siang si kembar kali ini adalah Nasi, wortel, dan juga Ati ayam. Nyonya Tiwi mencampurkannya menjadi satu dan mengolahnya ke dalam bentuk bubur. Kemudian dia menyuapi bayi kembarnya itu. Entah memang sedang lapar atau memang karna doyan namun keduanya sangat lahap saat disuapi. Setelah semangkok bubur sayur itu habis, Nyonya Tiwi memberi minum pada kedua anaknya dan membersihkan mulut keduanya yang terlihat cemong.
Semua orang juga sudah selesai dengan makan siang mereka, Mama Asih pamit untuk kembali ke kamarnya dan Smith pamit ke ruang kerja Tuan Enggar untuk mengecek berkas yang tadi dikirimkan karyawan perusahaan ke Email nya. Di meja makan hanya tinggal Tuan Enggar beserta istrinya dan kedua anaknya.
" Kamu makanlah dulu biar aku yang menjaga mereka berdua.! " Kata Tuan Enggar.
" Tidak Mas aku makannya nanti saja, mereka sudah kenyang dan sepertinya mereka sekarang mengantuk jadi aku akan menidurkan mereka dulu ini juga sudah waktunya mereka tidur siang." Kata Nyonya Tiwi.
" Yasudah biar nanti Mbok Sum yang bawakan makan siangmu ke kamar saja." Kata Tuan Enggar.
" Iya Mas." Kata Nyonya Tiwi.
Setelah itu Tuan Enggar memanggil Pak Edi dan Mbok Sum ke ruang makan untuk membereskan meja makan.
" Mbok Sum tolong nanti antar makan siang Istri saya ke kamar utama ya dan Pak Edi suruh pelayan membereskan meja makan." Kata Tuan Enggar.
" Baik Tuan." Kata Mbok Sum.
Setelah mengatakan itu Tuan Enggar membantu Istrinya menggendong salah satu anaknya menuju kamar utama. Sampai di kamar utama Tuan Enggar dam Nyonya Tiwi membawa anaknya masuk ke kamar mandi untuk membersihkan anaknya dan juga tidak lupa Nyonya Tiwi mengambil Wudhu karna akan menyusui anaknya. Selesai membersihkan kaki tangan dan mencuci muka kedua anaknya Tuan Enggar dan Nyonya Tiwi menurunkan kedua anaknya di atas ranjang.
" Terimakasih Mas, aku akan menidurkan mereka dulu." Kata Nyonya Tiwi.
" Iya sayang kalau begitu aku keluar dulu ada yang masih perlu aku bahas dengan Smith." Kata Tuan Enggar sambil mencium pipi kedua anaknya bergantian dan tak lupa mengecup kening istrinya sekilas lalu bergegas keluar kamar.
Tidak butuh waktu lama untuk si kembar tertidur karna mungkin mereka sangat lelah bermain dan ditambah sudah kenyang karna sudah makan dan minum Asi sang ibu.
Tok Tok Tok
Nyonya Tiwi bagun dengan perlahan dari atas ranjang saat mendengar suara pintu diketuk perlahan dari luar dia yakin pasti itu Mbok Sum yang akan mengantarkan makan siang untuknya.
Ceklek
" Permisi Nyonya ini makan siang anda silahkan dimakan." Kata Mbok Sum setelah pintu terbuka dan nampak Nyonya Tiwi disana.
" Makasih ya Mbok, nanti biar saya saja yang bawa piring kotornya ke bawah saat sudah selesai jadi Mbok Sum tidak perlu mengambilnya." Kata Nyonya Tiwi sambil menerima nampan yang Mbok Sum serahkan.
" Baik Nyonya kalau begitu saya permisi." Kata Mbok Sum sopan.
Setelah Mbok Sum pergi Nyonya Tiwi segera menutup pintu dan berjalan menuju sofa, meletakkan makananya di atas meja dan duduk di sofa Nyonya Tiwi segera membaca doa dan menghela nafasnya panjang ketika melihat banyaknya makanan untuknya, disana ada nasi dengan berbagai macam lauk hingga memenuhi piringnya, ada semangkuk sop dengan berbagai macam sayur, segelas air putih, jus mangga, dan susu ibu menyusui, semua itu harus dia habiskan karna dia menyusui dua anak sekaligus apalagi putranya itu sangat kuat minum Asi jadi Nyonya Tiwi harus banyak makan agar Asi yang dihasilkan juga banyak.
Setelah menghabiskan semua makanan nya dan hanya menyisakan segelas jus saja Nyonya Tiwi beranjak dari duduknya dan membawa piring kotornya ke bawah, sampai di dapur dia segera mencuci piring kotornya itu. Para pelayan dan Mbok Sum membiarkannya karna memang Nyonya Tiwi sering melakukannya bahkan terkadang saat ada waktu senggang dia juga sering beberes rumah sebelum melahirkan.
Selesai dengan kegiatannya di dapur dia segera kembali ke kamar dia takut anaknya terbangun dan menangis, sampai di kamar dia meraih gelas susunya dan meminumnya sebelum dingin. Setelah cukup lama sibuk dengan ponselnya Nyonya Tiwi merebahkan tubuhnya di samping anak anaknya dan ikut terlelap.
🌻🌻🌻
Malam harinya setelah makan malam, Sholat isya dan menidurkan kedua anaknya di kamar mereka, Nyonya Tiwi kini sedang menonton TV di ruang keluarga sambil menunggu suaminya pulang, tadi setelah sholat dan makan malam Tuan Enggar pergi mengantar Mama Asih pulang kerumahnya.
Saat teringat sesuatu Nyonya Tiwi segera mengambil ponselnya yang tergeletak di atas meja yang ada di depannya dia mencari kontak seseorang dan menelfonnya.
" Assalamualaikum, halo kania." Kata Nyonya Tiwi setelah telfonnya tersambung.
" Wa'alaikumsalam Bu." Jawab Kania.
" Bagaimana keadaan panti apa semuanya baik baik saja?" Tanya Nyonya Tiwi.
" Alhamdulillah semua baik Bu." Kata Kania.
" Alhamdulillah kalau begitu, oh iya saya ingin mengabarimu, tiga hari lagi acara ulang tahun si kembar nanti saya akan meminta Pak Joko menjemput anak anak panti ke sini untuk ikut serta dalam acara nanti." Kata Nyonya Tiwi.
" Baiklah Bu saya mengerti nanti saya akan sampaikan pada yang lain dan kami akan menyiapkan mereka semua." Kata Kania.
" Ya sudah kalau begitu Terimakasih ya, kalau ada apa-apa kamu hubungi saya, saya tutup dulu telfonnya. Wassalamu'alaikum." Kata Nyonya Tiwi.
" Baik Bu, Wa'alaikumsalam." Jawab Kania.
Bersamaan dengan itu Tuan Enggar masuk dan duduk di samping istrinya.
" Kenapa kamu masih belum tidur? Aku kan tadi sudah bilang tidak perlu menungguku." Kata Tuan Enggar.
" Tidak apa-apa Mas lagian aku juga belum ngantuk." Jawab Nyonya Tiwi.
" Hmm, kamu tadi sedang bicara dengan siapa? " Tanya Tuan Enggar.
" Dengan Kania aku memberitahu nya bahwa tiga hari lagi aku akan mengirim Pak Joko untuk menjemput anak-anak panti kesini." Kata Nyonya Tiwi.
" Lho memangnya kemana supir panti?" Tanya Tuan Enggar.
" Pak Ucup sedang izin pulang kampung selama beberapa hari jadi aku meminta Pak Joko yang menjemput mereka." Kata Nyonya Tiwi.
" Yasudah ayo kita ke kamar, aku sudah sangat lelah." Kata Tuan Enggar.
Setelah mengatakan itu mereka berdua menuju kamar mereka untuk istirahat tapi sebelumnya mereka mampir dulu ke kamar Putra Putrinya untuk mengecek kedua anaknya. setelah memastikan kedua anaknya aman, Tuan Enggar dan Nyonya Tiwi keluar dan menuju kamar mereka.
Sebelum tidur mereka menggosok gigi dan wudhu terlebih dahulu. Nyonya Tiwi dan Tuan Enggar terbiasa melakukan itu, bahkan saat ingin menyusui pun Nyonya Tiwi mengambil wudhu terlebih dahulu agar saat menyusui dia dalam keadaan suci. Selesai dengan kegiatan sebelum tidur mereka langsung merebahkan diri, berdoa dan tak butuh waktu lama mereka sudah terlelap.
~IP
udah Gabriel dan Felix udah cocok ko udah mulai nyaman kan?
cepet sembuh yah buat author dan keluarga
lagian yang di pandang foto siapa sih?
Adam sama Bilqis ajah suatu saat nanti mereka ngga ada hubungan darah kan.
ceritanya terlalu ber tele-tele Thor pusing bacanya