Indonesia
NovelToon NovelToon
Beside Me

Beside Me

Status: tamat
Genre:CEO / Nikah Kontrak / Pernikahan Kilat / Romansa / Tamat
Popularitas:13.7k
Nilai: 5
Nama Author: Mirna azahra

Nadira tak pernah menyangka sebelumnya, dia harus menggantikan kakak sepupu nya menjadi pengantin mempelai wanita di detik-detik terakhir menuju ijab kobul. Sepupu Nadira yang seharusnya menikah ketahuan berkhianat di detik menuju ijab kobul, alhasil untuk menghindari rasa malu pernikahan tetap berlangsung dengan menggantikan pengantin wanitanya.

Gerald Fahreza Adiwijaya adalah pengusaha sukses, dia harus menerima pengkhianatan dari kekasihnya di detik menuju ijab qobul pernikahan.

Nadira dan Gerald menjalankan pernikahan kontrak, tapi malam panas keduanya merubah segalanya. Rasa takut Nadira membuat nya nekat untuk pergi, di saat Gerald yang sudah mulai mencintai nya.

Akan bagaimana takdir membawa kisah mereka? Bisakah sesuatu yang di mulai karena paksaan berakhir dengan indah?

Yuk, ikuti kisah nya!

'Besaid Me'

follow ig author: @azahramir_

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mirna azahra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

12. Bekal makanan siang

Besok paginya Gerald dan Nadira kembali ke apartemen, liburan satu hari itu menciptakan awal baru untuk mereka. Keduanya jadi lebih dekat, mungkin sebuah rasa juga sudah tumbuh diantara keduanya. Lebih tepatnya memang sudah ada, hanya saja sama-sama masih enggan untuk menyatakan nya apa lagi Nadira.

"Besok, apa kamu ada jadwal kuliah?" tanya Gerald. Pria itu mengemudi dengan santai sambil sesekali melirik Nadira.

"Hmm.... Aku rasa tidak ada, kenapa?"

Gerald memberikan sebuah id card dan beberapa kartu pada Nadira. "Itu id card untuk masuk ke kantor, dan yang lainnya kartu kredit bulanan mu." Kata Gerald.

"Kita mampir ke minimarket dulu, beli bahan-bahan makanan dan besok aku mau kamu masak untuk makan siang ku dan mengantar nya ke kantor." Lanjut Gerald.

Hah? Nadira menggaruk kepalanya, tahu begini dia tadi akan menjawab bahwa besok dia harus kuliah. Malas rasanya datang ke kantor, pasti akan ada banyak orang yang mengomentari dirinya.

"Bisa kan?" Gerald meminta jawaban.

"Eh, iya bisa." Jawab Nadira pada akhirnya.

Sudut bibir Gerald tertarik keatas, dia mengulas senyum tipisnya. Asyik mengobrol, lalu saling diam dan akan mengobrol lagi terus seperti itu sepanjang perjalanan.

Disebuah minimarket yang tak jauh dari apartemen mereka, keduanya mampir untuk membeli bahan makanan. Gerald mendorong troli belanjaan nya, dan Nadira sibuk memasukan bahan-bahan yang akan di beli mereka.

"Nad, itu coba kamu beli itu." Tunjuk Gerald pada susu ibu hamil.

"Susu bumil?" Heran Nadira. "Untuk siapa?"

"Untuk mu." Celetuk Gerald.

Astaga! Susu bumil untuk Nadira? Selain hatinya yang menjadi baik, ternyata otak Gerald juga menjadi kurang sedikit. Yang benar saja Nadira di suruh minum susu bumil.

"Aku tidak mau, aku tidak suka susu. Lagian aku tidak sedang hamil, untuk apa meminum itu." Tolak Nadira dan kembali mencari bahkan lain.

"Tapi Nad, susu itu bagus loh. Siapa tau saja, setelah minum susu itu kamu jadi hamil juga." Gerald mengejar Nadira pada bagian lain minimarket, dia masih membujuk Nadira untuk membeli susu bumil.

"Tidak mau!" Ketus Nadira. "Lagian siapa yang mengharapkan aku hamil, yang ada nanti aku jadi bahan omongan orang lain hamil tanpa suami."

"Loh, aku kan suami mu Nad. Terus, kenapa kamu bilang hamil tanpa suami?" Tanya Gerald.

"Kamu lupa? Pernikahan kita kan pernikahan kontrak, hanya 6 bulan setelah itu kita akan berpisah. Benar kan?" Nadira mengatakan nya sambil terus memilih-milih barang yang akan dia beli.

Gerald terdiam di tempatnya, benar kata Nadira mereka hanya menikah selama 6 bulan. Jika di lihat-lihat juga rasanya tidak mungkin untuk di pertahankan, apa lagi sepertinya Nadira sangat ingin cepat berpisah terlihat dari cara dia yang berbicara seperti itu tanpa beban apapun.

****

"Zak, apa ada masalah kemarin?"

"Tidak ada tuan, semua aman. Hanya saja kemarin tuan Erickson datang kemari, beliau ingin bertemu dengan anda dan katanya hari ini akan datang kembali." Terang Zaky.

"Hmm, bagus! Aku juga sangat ingin bertemu dengan tuan Erickson lagi." Sahut Gerald.

Erickson adalah partner bisnis Gerald, sudah lama mereka tidak bertemu lantaran Erik pindah ke luar negeri. Erik juga teman satu kampus Gerald, tak heran mereka bisa begitu akrab.

Di tengah-tengah obrolan Gerald dan Zaky, seseorang mengetuk pintu ruangan Gerald. Ternyata itu Nadira, perempuan itu datang untuk mengantar makan siang untuk Gerald. Seperti yang Gerald minta kemarin, hari ini Nadira datang ke kantor Gerald.

"Nona, silahkan masuk." Zaky membungkuk hormat.

Nadira dengan ragu masuk kedalam ruangan Gerald, sejak dia sampai di kantor tadi lalu masuk dan melewati para karyawan Gerald banyak pasang mata yang memperhatikan dirinya. Ada juga yang berbisik tentang Nadira.

"Sayang!" Gerald berdiri dari duduknya dan menghampiri Nadira.

Nadira melirik Zaky sekilas lantaran merasa malu di panggil 'sayang' sejak kemarin Gerald jadi sangat aneh, lihat saja sekarang dia memanggil Nadira panggilan yang berbeda.

"Kenapa tidak memberi tau sudah sampai di kantor, tau begitu tadi aku suruh Zaky jemput di bawah. Pasti kamu merasa canggung kan? Apa lagi para karyawan ku di bawah kebanyakan perempuan, pasti mereka berbisik-bisik saat kamu lewat tadi." Cerocos Gerald.

Perempuan itu menyengir kuda menanggapi nya, dia jauh lebih merasa canggung saat berbicara dengan Gerald seperti sekarang.

"Eh, tidak apa." Sahutnya.

Zaky mengulas senyuman nya melihat Gerald yang sudah mulai bucin kembali, dia pikir di tinggal Monika pergi Gerald akan patah hati dan berlarut-larut dalam kesedihannya. Nyatanya dia salah, pria itu bahkan sudah menemukan penggantinya sekarang. Meski terkesan sangat cepat, tapi Zaky ikut senang keduanya ternyata bisa hidup bahagia meski di awali dengan sebuah kesepakatan.

"Tuan, Nona, saya permisi." Pamit nya.

"Baiklah Zak, nanti setelah Erik sampai kabari aku." Kata Gerald.

Zaky mengangguk mengerti, pria itu pun keluar dari ruangan Gerald meninggalkan Nadira dan tuanya berdua di sana.

Nadira meletakkan bekal yang di bawanya di meja, perempuan itu mulai membukanya.

"Sayang, biarkan saja nanti aku akan membukanya sendiri." Ujar Gerald.

"Kemarilah." Panggil Gerald, pria itu duduk di sopa.

"Rald, makanya dingin nanti. Kamu mau makan, makanan yang sudah dingin?" Sahut Nadira sedikit kesal.

"Sayang, biarkan saja aku akan memakannya nanti. Tidak masalah dingin, makan itu tetap akan terasa enak karena kamu yang memasaknya."

Nadira memutar bola matanya jengah, pria ini akan mulai menggoda dirinya lewat kata-kata manisnya.

"Ya sudah, terserah!" Nadira pun menurut untuk menghampiri Gerald di sopa, perempuan itu duduk di samping Gerald.

Tanpa dugaan Gerald menjatuhkan kepalanya di bahu Nadira, tangannya memeluk erat tubuh perempuan itu.

"Rald, apa-apaan sih? Lepas!"

"Sebentar, biarkan seperti ini aku merasa lebih baik setelah memeluk mu." Sahut Gerald.

Perempuan itu menghela napasnya, dia membiarkan Gerald dengan keinginan nya. Beberapa saat berlalu, Gerald masih betah dengan posisinya memeluk Nadira.

"Kamu sakit?" tanya Nadira.

"Tidak, aku hanya merasa lelah." Gerald melepaskan pelukannya. "Maaf, kamu pasti capek juga kan? Masak, terus datang ke sini."

Nadira menggelngkan kepala, tangannya terulur untuk mengusap rahang pria itu. "Ayo makan."

Gerald membuka bekalnya, Nadira membantunya untuk menyajikan makanan itu.

"Kamu masak semuanya?" tanya Gerald saat melihat makanan yang di buat Nadira adalah makanan favoritnya.

"Iya, tadi aku tanya mama soal makanan kesukaan kamu." Sahut Nadira menjelaskan.

Gerald langsung melahap makanan nya, pria itu begitu menikmati makanan buatan Nadira.

"Setelah ini, kamu yang aku makan." Bisik nya di sela-sela aktivitas menyantap makanan nya.

Nadira membulatkan matanya. "Rald!"

Gerald tertawa kecil melihat wajah Nadira yang mulai memerah, di tambah ekspresi cemas dan takut Nadira.

"Aku bercanda sayang."

...*****...

Lanjut?

Jangan lupa untuk klik favorit, rate, komen, like, hadiah dan vote nya!!

Yang mau tau, yang jadi visual Nadira dan Gerald kalian bisa lihat di ig aku ya. Udah aku post di sana. @azahramir_ Jangan lupa di follow juga🤗

1
Rosee
lanjut Thor 🤩💪✨
kapan-kapan mampir yuk ke novel aku
Sofiatul Nafisah
uler sawah yg😍😍
Nur Mandina
lanjut
Nur Mandina
lanjut
Sofiatul Nafisah
belum nympe 5 bulan udah cinta
Sofiatul Nafisah
mampir ka
Nur Mandina
lanjut...makin seru.semangat Thor🦾🦾🦾
Mystory
aku mampir, semangat. jangan lupa saling dukung ya
Ig : Author_fanie.liem
AK mampir kak
Santai Dyah
lnjut thor Aku hadir
Santai Dyah: sama sama
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!