Kayla Nabila, seorang gadis cantik yang sederhana. Ia harus mengadu nasibnya ke kota karna di sana tempat rezekinya berada. Dari kecil ia tinggal bersama sang Nenek. Nenek yang sejak kecil merawatnya sudah satu tahun ini meninggalkannya untuk selama-lamanya. Neneknya meninggal karna sakit jantung. Nenek Kayla meninggalkan hutang puluhan juta yang harus bisa Kayla bayar. Jika Kayla tidak bisa membayar, maka Kayla harus menikah dengan anak rentenir yang selama ini di pinjami uang oleh Nenek Kayla.
Akankah Kayla bisa membayar hutang-hutang sang Nenek?
Yuk ikuti kisah lengkapnya di Tiba-Tiba Menikah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon maya rere, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 12
Pagi harinya, mata Kayla mengerjab beberapa kali karna mendengar ketukan pintu. Ia pun duduk dan mengumpulkan nyawanya terlebih dahulu sebelum membuka pintu.
Pak Dareen masih nyenyak di alam mimpinya. Tangan kekarnya memeluk perut Kayla, membuat sang empu salah tingkah kembali.
''Siapa sih pagi-pagi ngetuk pintu kenceng gini,'' gerutunya. Ia enggan untuk membuka pintu karna di sana masih ada Dareen yang tertidur pulas.
Kayla menyingkirkan tangan Dareen yang ada di perutnya. Setelah perdebatan panjang tadi malam, akhirnya Kayla mau tidur satu kasur bersama suaminya.
Kayla segera bergegas ke dalam kamar mandi. Ia segera membersihkan diri dan membeli sarapan untuknya dan untuk Dareen.
Setelah ia selesai mandi, ia pun membangunkan Dareen yang masih tertidur pulas. Wajah tampan dan teduhnya membuat Kayla betah memandangnya lebih lama.
''Pak, bangun udah pagi,'' ucapnya sambil menggoyang-goyangkan tubuh Dareen. Namun Dareen tidak ada pergerakan sama sekali.
''Apa memang susah gini kalau di bangunin,'' batinnya.
Percobaan kedua. Ia menggoyang-goyangkan kembali tubuh Dareen dengan lebih kenyang. Namun Dareen sama saja tidak ada pergerakan.
''Ish nggak bangun juga dia,'' gerutunya. Kayla pun meninggalkan Dareen yang masih tertidur untuk membeli makanan. Saat ia hendak membeli makanan, ia bertemu dengan Gala yang juga ingin membeli makan.
''Kay,'' sapa Gala.
''Hai Gal,'' ucap Kayla.
''Mobil Pak Dareen kok masih di situ. Apa semalam Pak Dareen tidur di kamarmu?'' tanya Gala yang sangat penasaran.
''Eh i itu Gal. Pak Dareen pagi tadi kesini lagi. Karena obatnya kemarin ketinggalan,'' ucap Kayla dengan gugup.
''Oh, aku kira Pak Dareen nginep di sini. Kan peraturan disini nggak boleh cewek cowok tidur satu kamar kalau bukan suami istri,'' ucap Gala.
''Enggak Gal. Pak Dareen pagi tadi kok kesini nya,'' ucap Kayla mengulang ucapannya.
Setelah membeli sarapan, Kayla segera masuk kembali ke kamarnya. Tak lupa ia menutup pintunya.
''Kenapa aku jadi curiga ya dengan mereka berdua. Kenapa juga Pak Dareen hampir setiap hari kesini. Padahal kan Kayla masih terbilang anak baru di sini,'' batin Gala menatap Kayla yang sudah menghilang di balik pintu.
Di dalam kamarnya, Kayla di kagetkan dengan Dareen yang bertelanjang dada dari arah kamar mandi. Ia pun segera mengalihkan pandangannya dari dada bidang Dareen.
''Ini saya sudah membelikan makanan untuk Bapak, mari kita makan,'' ucap Kayla sambil menunduk.
''Aku pakai baju dulu,'' ucap Pak Dareen.
Setelah memakai bajunya, Dareen duduk di depan Kayla sambil merapikan rambutnya.
''Terima kasih ya,'' ucap Dareen membuat Kayla mendongakkan wajahnya. Wajah segar milik Dareen membuat Kayla terpana. Bagaimana bisa ia menjadi istri lelaki tampan seperti Dareen ini.
''Untuk?''
''Untuk makanannya,'' ucap Pak Dareen sambil membuka bungkus makanan itu.
''I iya,'' ucap Kayla.
''Oh iya, sebentar,'' Pak Dareen bangkit dari duduknya. Ia merogoh saku celana yang ia pakai kemarin. Ia membuka dompet dan memberikan salah satu kartu atm nya kepada Kayla.
''Buat apa Pak?'' tanya Kayla bingung.
''Buat keperluan kamu. Mungkin isinya tidak terlalu banyak, namun bisa buat kebutuhan kamu,'' ucap Dareen membuat hati Kayla tersentuh.
''Nggak usah Pak. Saya juga punya uang kok,'' tolak Kayla.
''Kamu sekarang istriku Kay. Kamu berhak mendapatkan nafkah lahir batin dariku. Sekarang nafkah lahirnya dulu, nanti nafkah batinnya,'' ucap Dareen santai, namun tidak dengan Kayla. Sudah bisa di pastikan jantung Kayla saat ini tidak aman.
"Ta tapi---
"Aku nggak butuh penolakan Kay,'' kartu atm itu pun di letakkan di atas telapak tangan Kayla.
''Gunakan untuk kebutuhan kamu,'' ujar Pak Dareen.
Mau tidak mau Kayla menyimpan kartu atm itu. Percuma ia menolaknya, Pak Dareen pasti akan tetap memaksanya.
Setelah selesai sarapan, mereka pun berangkat bekerja bersama-sama. Gala yang melihat kebersamaan mereka hanya bisa mengepalkan tangannya.
''Ya iya lah Kayla pilih Pak Dareen, secara dia atasan. Beda kalau sama aku mah,'' ujar Gala sambil mengeluarkan motornya.
Setelah sampai di tempat kerja. Kayla dan Dareen pun akhirnya berpisah, karna tempat kerja Dareen dan Kayla berbeda.
''Semangat,'' ucap Dareen pelan. Bagaimana jantung Kayla mau aman, jika mereka dekat seperti ini saja Dareen tak henti-hentinya memberikan perhatian-perhatian kecil kepada Kayla.
''Ya Tuhan, tolong bentengilah hatiku agar tidak jatuh hati kepadanya. Aku takut,'' batin Kayla.
Bel masuk pun berbunyi, semua karyawan melakukan pekerjaannya masing-masing. Saat Kayla sibuk mengecek pekerjaannya tiba-tiba ponselnya bergetar.
''Ke ruangan saya!'' isi pesan itu.
Kayla mengerutkan keningnya. Padahal dia baru saja ingin memulai pekerjaannya, namun ia malah di panggil oleh atasannya sekaligus suaminya itu.
Kayla segera berjalan ke ruangan Pak Dareen. Setelah sampai di depan ruangannya, ia pun mengetuk pintu.
''Masuk,'' ucap Pak Dareen dari dalam ruangan.
Kayla segera memutar knop pintu. Disana Pak Dareen tengah berkutat dengan pekerjaannya.
''Duduk Kay!'' ucap Pak Dareen.
Kayla pun duduk di depan Pak Dareen.
''Kay maaf. Untuk 1 minggu ke depan kamu saya pindahkan ke tempat lain. Kamu nggak pa-pa kan?'' tanya Pak Dareen dengan raut wajah yang tidak bisa di tebak.
''Tempat lain? Kenapa Pak?'' tanya Kayla bingung.
''Di sana sedang membutuhkan karyawan seperti kamu. Tadi Pak Chiko memberitau saya,'' ucap Pak Dareen.
''Jaga diri baik-baik di sana. Karna mayoritas karyawannya laki-laki,'' ucap Pak Dareen dengan raut wajah tidak rela.
''Tapi kenapa harus saya Pak? Di sini juga ada Gala yang juga laki-laki,'' ucap Kayla merasa tidak mau meninggalkan tempat kerjanya saat ini.
''Kalau saya boleh memilih, saya akan mempertahankan kamu Kay! Tapi saya di sini juga bawahan, saya tidak bisa berbuat banyak,'' ucap Pak Dareen.
''Sepuluh menit lagi, saya akan antarkan kamu kesana. Kalau kamu ingin bertanya, tanyakan saja jangan ragu-ragu,'' ucap Dareen memegang erat tangan Kayla yang terasa dingin.
''Saya akan pantau kamu dari jauh sayang,'' ucap Dareen, namun kata terakhir ia ucapkan dengan sangat pelan.
Sepuluh menit pun telah berlalu, Dareen pun mengantarkan Kayla ke tempat kerjanya yang baru.
''Semuanya akan baik-baik saja, percayalah,'' ucap Dareen. Kayla pun hanya mengangguk. Sebenarnya ia tidak masalah di pindah tempat kerja, namun yang jadi masalahnya di sana mayoritas pekerjanya adalah laki-laki, Kayla sangat menghindari itu.
''Selamat pagi Pak,'' sapa Pak Dareen kepada lelaki yang terlihat seumuran Pak Dareen.
''Selamat pagi Pak Dareen, silahkan duduk,'' ucap lelaki itu yang bername tag Chiko Prasetyo.
Kayla dan Pak Dareen duduk di kursi yang telah di sediakan, setelah sedikit lama mereka bercakap-cakap akhirnya Pak Dareen meninggalkan Kayla di tempat itu.
''Jangan khawatir, setelah dari sini kamu akan kembali ke tempat semula. Semangat,'' ucap Pak Dareen pelan sebelum meninggkan Kayla.
*
*