Indonesia
NovelToon NovelToon
SUAMIKU BANGSAWAN CACAT

SUAMIKU BANGSAWAN CACAT

Status: tamat
Genre:Pernikahan Kilat / Crazy Rich/Konglomerat / Romansa / Tamat
Popularitas:62.5k
Nilai: 5
Nama Author: Shan_Neen

Ratapan Naila sama sekali tak didengarkan oleh sang paman yang menyeretnya keluar dari rumah.

Gadis belia itu dijual demi hutang judi Robert yang sudah menumpuk. Naila Lee yang malang begitu ketakutan saat dirinya dibawa ke sebuah rumah bordir.

Sang mucikari menjual Naila kembali ke seorang pria, yang membawanya ke sebuah rumah besar nan mewah. Rumah itu ditempati oleh seorang pria yang dingin dan kejam, namun dia lumpuh serta buta.

"Tanda tangani kontrak pernikahan itu, atau kau akan masuk penjara atas tuduhan penipuan," ucap Collin Liem

"Ta... Tapi...." Naila ketakutan.

"Kurung dia di gudang selama semalam agar dia bisa berpikir. Ingat, jangan beri dia makan dan minum sedikitpun," seru Daniel Luo.

Naila tak tahu harus berbuat apa. Dia telah dibuang oleh sang paman dan kini harus berhadapan dengan pria cacat dan kejam yang tiba-tiba memaksanya menikah.

Apakah yang akan terjadi pada Naila? Akankah dia menerima kontrak pernikahan itu? Bagaimana hidupnya setelah ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shan_Neen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12

Perubahan sikat Daniel pada Naila, membuat perempuan itu selalu tersipu dan jantungnya pun berdegup kencang, seolah anak remaja yang tengah kasmaran.

Hal itu tak lepas dari pandangan nenek Linzy yang merasa senang dengan perubahan sikap Daniel.

Syukurlah. Ku harap mereka akan semakin dekat satu sama lain. Maafkan nenek, Richard. Nenek terpaksa melarangmu kemari untuk sementara. Nenek harap kau paham, batin nenek Linzy.

Setelah mengetahui penyebab kekejaman Daniel, wanita tua itu memang sudah melarang Richard untuk datang ke mansion dengan alasan jangan membawa urusan bisnis ke rumahnya. Namun entah kenapa, cucu pertamanya itu justru masih datang, terlebih dengan membawa oleh-oleh dari ibunya, hampir setiap hari.

Saat ditelusuri, dia pun mengetahui kalau ternyata Abraham sempat datang beberapa hari sebelumnya, dan kemungkinan besar dia mendengar pembicaraan nenek Linzy dengan Daniel.

Setelah itu, barulah nenek Linzy mengatakan sejujurnya kepada Richard, apa yang membuatnya melarang pria itu ke rumah. Saat Richard mengetahui permasalahan rumah tangga sepupunya, dia pun merasa iba dan menuruti perintah sang nenek.

Sementara itu, semenjak kecelakaan tempo hari, Daniel lebih sering berdiam di rumah dan meminta sekretarisnya membawa semua pekerjaan ke sana, fna sebagai gantinya, Collin yang mengawasi di perusahaan.

Dia bahkan meminta Naila untuk mengurus sarapan, makan siang, makan malam, bahkan kudapan kecil untuk teman bekerjanya. Daniel melakukan itu agar dia bisa sesering mungkin melihat istrinya.

"Saya bawakan teh untuk Anda, Tuan," ucap Naila yang masuk ke ruang belajar Daniel.

Dia menuangkan teh ke dalam cangkir dan menyajikannya di meja.

"Terimakasih," ucap Daniel.

"Sama-sama, Tuan," sahut Naila.

Daniel lalu meraba meja dan merasakan keberadaan cangkir tersebut. Dia perlahan mendekatkan benda mudah pecah itu ke mulutnya.

Namun, tiba-tiba gerakannya terhenti dan pandangannya lurus ke depan.

"Aku ada satu permintaan untuk mu," ucap Daniel.

"Apa itu, Tuan?" tanya Naila.

"Mulai sekarang, panggil aku Daniel. Kau selalu memanggilku dengan sebutan Tuan. Aku rasa itu sangat kaku," seru Daniel.

"Tapi...," sanggah Naila.

"Tidak ada bantahan, Naila," sela Daniel cepat.

Akhirnya sejak saat itu, meski ragu-ragu Naila pun memanggil suaminya dengan Nama depan pria tersebut.

Setiap malam, Daniel sengaja terlambat masuk kamar, dan memindahkan Naila yang selalu tidur di sudut, ke ranjang yang empuk.

Dengan lembut, dia bahkan menyelimuti sang istri dan tertidur sambil memandangi wajah lugu itu.

Setiap pagi, Naila pasti akan terlonjak kaget karena mendapati dirinya yang sudah berada di samping Daniel. Dia bahkan secara reflek menyingkap selimut dan memeriksa kondisinya.

Saat melihat pakaiannya utuh, Naila pun bisa menghela nafas lega. Perempuan itu lalu segera bangun dan bersiap menyiapkan sarapan untuk sang suami dan nenek Linzy.

Kehidupan mereka terasa begitu tenang. Kedekatan Daniel dan Naila yang semakin baik pun membuat suasana di mansion besar itu menjadi hangat.

Tawa Naila lebih sering terdengar dan membuat senyum Daniel merekah.

Namun rupanya, semua itu tak bertahan lama. Richard tiba-tiba datang ke mansion dan mencari neneknya. Saat itu, nenek Linzy sedang bersama Naila di teras belakang sambil menikmati secangkir teh.

"Nenek... nenek baik-baik saja bukan?" tanya Richard tiba-tiba.

Nenek Linzy pun terkejut dengan kedatangan cucu pertamanya.

"Richard, bagaimana kau bisa...," tanya nenek Linzy.

"Aku mendengar bahwa nenek kembali drop. Aku mencoba menghubungi Daniel atau Collin tapi mereka tak mengangkat telepon ku," ucap Richard.

"Kenapa kau tak langsung menelpon rumah ini?" tanya Naila.

"Aku sudah mencobanya. Tapi saat sambungan diangkat, tiba-tiba saja telpon terputus setelah aku baru berkata halo," tutur Richard.

"Benarkah? Kata siapa aku drop lagi?" tanya nenek Linzy.

"Ayah," ungkap Richard.

"Tapi, nenek baik-baik saja di sini. Dari tadi kami bersama minum teh. Kau bisa lihat sendiri," sahut Naila

"Astaga... Nak, sepertinya ayahmu mengerjaimu. Ku rasa, sebaiknya kau segera pulang sebelum Daniel melihatmu," seru nenek Linzy.

Richard pun seolah langsung paham dengan apa yang dimaksud oleh neneknya. Dia melihat ke arah Naila, dan kembali menatap sang nenek.

"Apa ayah masih menggunakanku?" tanya Richard lirih.

Nenek Linzy meraih tangan sang cucu dan menepuknya lembut.

"Nak, pulanglah. Jika ada apa-apa denganku, aku pastikan kau yang lebih dulu tau dari pada ayahmu. Mengerti?" ucap nenek Linzy meyakinkan Richard.

Pria itu pun mengerti dan langsung kembali keluar dari mansion, karena tak mau Naila kembali mendapat kesulitan karena dirinya.

...🌸🌸🌸🌸🌸...

Malam hari, saat Naila mengantarkan teh ke ruang belajar suaminya, tiba-tiba dia merasa jika Daniel saat iri terlihat begitu dingin.

"Daniel, aku bawakan teh untuk mu," ucap Naila.

Perempuan itu lalu menuangkan teh seperti biasa dan meletakkannya di atas meja. Namun, tiba-tiba Daniel menyapunya hingga cangkir itu terjatuh dan pecah berserakan.

Naila pun terkejut dengan hal itu. Dia mengira itu terjadi karena Daniel tidak sengaja menjatuhkannya.

"Biar aku tuangkan lagi untuk mu," ucap Naila.

Namun, Daniel menggebrak meja dan berdiri dengan wajah yang sudah merah padam.

"Apa kebaikanku selama ini kurang untuk mu? Aku paling benci wanita munafik, murahan seperti kalian," maki Daniel.

Naila yang mendengar hal itu pun kembali ketakutan, namun juga ada rasa sakit dalam hatinya.

Dia berdiri dan menghadap Daniel dengan mata yang sudah kembali berkaca-kaca.

"Apa kemarin itu hanya permainan mu? Apa kemarin itu kau hanya berpura-pura baik padaku? Kenapa kau kembali seperti ini? Sebenarnya apa salahku?" cecar Naila.

Daniel nampak diam. Emosi masih menyelimuti hatinya dan tak tergrak sedikitpun dengan air mata Naila yang sudah mulai luruh.

"Asal kau tau, bukan aku yang memintamu untuk mengambil ku dari rumah bordil. Bukan aku yang meminta mu untuk menikahiku. Aku ingat betul bahwa di surat kontrak, kau tak boleh menyakitiku sedikitpun atau perjanjian kita batal."

"Tapi demi ikatan suci ini, yang kita jalani dalam kepalsuan, aku tahan semua rasa sakit yang selama ini kau berikan. Aku selalu berdoa agar kau berhenti menyakitiku."

"Tapi rupanya, sejak awal semua ini tak akan berhasil. Karena kau sudah ingkar, maka aku rasa perjanjian kita batal. Aku sudah tidak peduli lagi jika harus dipenjara. Setidaknya aku bisa lepas darimu," ucap Naila panjang lebar.

"Oh... jadi kau akhirnya menunjukkan wajahmu yang sesungguhnya? Kau ingin pergi dan datang ke pelukan pria itu hah? Bagus... bagus sekali, Naila. Bagus," sanggah Daniel.

"Pria? Pria mana maksudmu? Apa sekarang aku akan bermain lempar kesalahan?" tanya Naila.

Daniel diam. Dia sudah benar-benar marah dan mencoba meredam emosinya. Kali ini, dia tak ingin sampai mengasari Naila lagi, karena bagaimana pun beberapa hari ini hatinya sudah bergetar terhadap gadis itu.

"Kau benar-benar keterlaluan, Daniel," ucap Naila.

Perempuan itu pun keluar dari sana karena sudah tak sanggup menghadapi temperamen seorang Daniel Luo.

 

.

.

.

.

Yah... ribut lagi deh🤦‍♀️

Tolong beri dukungan pada novel ini berupa like👍, komen💭, vote🧧 atau bunga 🌹, terimakasih 🙏

1
Selvy
Keren kka
Rin Rs
Uhhhh asik2 lemah belum makn kapan sik dia makan heran aku sma cerita gini knpa tidk pndai mkn bila jalan atau kemana2 gitu kebanyakan novel itu selalu aja tidk mkn kn biar nnti ada mslh itu lemah terus tidk bisa melawan
Uswah Atun
dah kayak di senetron aja cerita nya terlalu terlalu lama gak greget kurang tegas ceo-nya kurang lincah ni menurut aku sendiri ya thor
Uswah Atun
Disni yg gercep malah sirichard masak iya deniel yg notabennya seorang coe gak ada kaki tangan yg bisa diandalkan kayak sekretaris yg mumpuni gitu yg bisa gerak sebalum diperintahkan,,,, maaf ya Thor ni cuma dari sisi pemikiran ku aja,,,,
Uswah Atun
riweh kli jalannya banyak kli turunan tanjakan belokan aku jdi boshen🥴🥴🥴
Yunerty Blessa
Makasih banyak kak thor buat cerita nya..
walaupun singkat tapi mantap sekali..
teruslah berkarya dan sehat selalu 😘😘
Yunerty Blessa
sungguh mantap..Naila hidup bahagia bersama Daniel dan anaknya..
Yunerty Blessa
jangan salah faham lagi Daniel..
Yunerty Blessa
syukur lah Naila telah sedar kembali
Yunerty Blessa
rasakan itu Abraham..moga Naila cepat sedar..
Yunerty Blessa
Richard juga sedih tapi apa nak buat..itu semuanya kesalahan ayahnya.. rasakan itu Abraham..
Yunerty Blessa
Naila akan koma karna kepala nya membentur papan
Yunerty Blessa
makin deg degan
Yunerty Blessa
moga Daniel sampai pada waktu nya..
Yunerty Blessa
Viona mau cari kenikmatan dari Daniel..maka Daniel sendiri bagi kenikmatan Viona sama bodyguard nya
Yunerty Blessa
apakah paman Daniel.. sedangkan Daniel disuntik.. siapakah pelakunya
Yunerty Blessa
secepatnya Naila hamil..
Yunerty Blessa
moga cinta mereka segera berputik..
Yunerty Blessa
entah apa yang terjadi..
Yunerty Blessa
jahat sekali paman mu Daniel..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!