Indonesia
NovelToon NovelToon
Sekertaris Gendut Istri Rahasia CEO

Sekertaris Gendut Istri Rahasia CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Perjodohan / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:5k
Nilai: 5
Nama Author: Novaa

Naik jabatan menjadi sekretaris CEO Adrian Dewangga (33) harus dibayar mahal oleh Nayla Safira (27). Ayahnya tewas usai menyelamatkan orang tua Adrian dalam kecelakaan maut. Demi melunasi utang nyawa dan menjalankan wasiat terakhir sang ayah, Adrian dan Nayla terpaksa menikah secara rahasia.
Awalnya, Adrian menyetujui pernikahan rahasia ini karena baginya pernikahan tersebut murni sebuah bentuk tanggung jawab, bukan karena cinta. Di sisi lain, Nayla yang bertubuh gemuk memilih bersembunyi karena minder dan tak ingin dituduh memanfaatkan keadaan. Namun, setahun hidup berdampingan membuat rasa tanggung jawab Adrian perlahan menjelma menjadi cinta yang dalam. Ia muak terus berpura-pura asing.
Saat mereka akhirnya sepakat untuk membuka hati, status pernikahan itu justru terbongkar ke publik. Kejamnya dunia menghantam Nayla dengan tuduhan paling menyakitkan, ia dianggap tega menukar nyawa ayahnya demi posisi mewah di samping sang CEO.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13 - Nyonya Muda Dewangga

Embusan angin siang merayapi taman samping gedung perkantoran Dewangga Group. Nayla berdiri mematung. Telapak tangan kanannya masih tertaut erat dalam genggaman hangat Adrian. Rasa canggung dan kepanikan mendadak menyergapnya kembali. Ia tersadar bahwa mereka saat ini berada di area terbuka kantor, area di mana siapa saja bisa melintas dan melihat aksi tak biasa ini.

Nayla mencoba menggerakkan jemarinya, berniat melepaskan genggaman tangan Adrian secara halus karena merasa dirinya sudah berdiri tegak dan tak lagi butuh pegangan. Namun, bukannya terlepas, cengkeraman jemari Adrian justru makin mengencang. Pria itu menolak memberikan jarak sedikit pun.

"Mas... lepas," bisik Nayla cemas, matanya melirik ke sekeliling dengan cemas. "Sudah tidak apa-apa, saya bisa berdiri sendiri."

"Nayla, dengarkan Aku," potong Adrian. Kali ini, pria itu sepenuhnya menanggalkan gaya bahasa formal kantor yang kaku. Suara beratnya terdengar begitu lembut, dalam, dan dipenuhi penekanan yang tegas. "Mulai hari ini, kamu bisa berbagi keluhan apa pun denganku. Jangan pernah lagi menyimpan segalanya sendiri, apalagi sampai menangis sendirian di tempat tersembunyi. Dan siapa pun orang yang berani membuatmu menangis... aku pasti akan menyingkirkannya."

Deg!

Aura penuh otoritas dan perlindungan yang dipancarkan Adrian tatkala mengucapkan kalimat itu sungguh membuat napas Nayla merampat tipis. Tatapan mata pria itu menembus langsung ke dalam netranya, memancarkan kesungguhan yang selama ini selalu tersembunyi di balik raut wajah datarnya. Jantung Nayla berdegup begitu kencang hingga dadanya bergemuruh hebat.

"M-Mas... Ini maksudnya bagaimana...?" gumam Nayla terbata-bata.

Adrian memutar tubuhnya hingga sepenuhnya berhadapan dengan Nayla. Dengan gerakan perlahan namun pasti, pria itu meraih tangan kiri Nayla yang bebas, menyatukan kedua telapak tangan istrinya di dalam genggaman hangatnya.

"Nayla... mari kita jalani hubungan suami istri yang sesungguhnya," ucap Adrian tanpa keraguan sedikit pun.

Nayla membeku di tempatnya. Kalimat yang meluncur dari bibir suaminya itu rasanya terlalu mustahil untuk diterima oleh indra pendengarannya. Matanya membelalak bulat, dipenuhi rasa tidak percaya yang meluap-luap.

"Mas... kamu... apa yang kamu katakan?" bisik Nayla menggeleng pelan. "Itu tidak mungkin, Mas. Saya ini... saya punya banyak kekurangan. Saya tidak seperti wanita-wanita elegan yang pantas berdiri di sampingmu..."

"Dengarkan aku, Nayla!" sela Adrian cepat, memotong rentetan kepasrahan istrinya dengan nada protektif. "Aku tidak peduli apa kata orang tentangmu! Aku tidak peduli pada standar picik mereka! Takdir memang sudah mengizinkan kita untuk bersatu... dan aku... aku mencintaimu, Nayla."

Brak!

Dunia di sekitar Nayla rasanya seperti berhenti berputar. Kata 'mencintaimu' menggema berulang-ulang di dalam kepalanya, meluluhlantakkan seluruh prasangka buruk yang dipeliharanya selama setahun ini. Air mata yang baru saja kering kembali berkaca-kaca di sudut matanya.

"Mas... tapi pernikahan kita ini dimulai hanya karena balas budi almarhum Bapak," bisik Nayla bergetar, menyuarakan rasa takut terbesarnya. "Aku tidak sempurna untukmu..."

"Itu dulu, Nayla," sahut Adrian mantap, melangkah satu piksel lebih dekat. "Sekarang aku hanya ingin bersamamu. Dan sejak awal, aku tidak pernah memandangmu dari fisikmu! Kamu sangat pantas berada di sampingku, Nayla. Kamu adalah istriku."

Sementara itu, di balik kaca jendela tebal lantai dua gedung utama, Mira berdiri menempelkan dahinya ke kaca. Tangannya mengepal gemas.

"Ih! Itu mereka ngobrolin apa sih?!" gerutu Mira histeris seraya menghentakkan kakinya. "Nggak kedengaran sama sekali dari sini! Mana pegangan tangan mesra banget begitu lagi! Ini mah udah fix! Fix seribu persen mereka pacaran! Nggak bisa dibiarkan, aku harus samperin sekarang juga!"

Mira yang heboh dan tak sabaran itu berbalik dengan gerak cepat, berniat menaiki lift turun ke bawah. Namun, baru dua langkah memacu jalannya, sebuah lengan tegap mendadak menyambar bahunya dan menariknya mundur secara paksa.

"Astaga! Aduh!" pekik Mira kaget setengah mati.

Ia menoleh cepat dan menemukan Rio, asisten pribadi CEO sedang berdiri di belakangnya dengan raut wajah panik luar biasa.

"Aduh, Mas Rio! Kenapa sih tarik-tarik?!" protes Mira bersedekah muka.

Rio memutar otaknya secepat kilat. Ia diberi perintah oleh bosnya untuk mengamankan situasi, namun jiwa detektif Mira terlalu mengerikan. Dalam kepanikannya, Rio melemparkan pengalihan isu paling absurd yang pernah ada.

"M-Mbak Mira! Mau kemana? Ikut saya yuk! seru Rio dengan nada sok heboh. "Di... di lobi utama depan ada pertunjukan topeng monyet loh! Seru banget! Yuk, lihat ke sana aja yuk!"

Mira menatap Rio dengan pandangan datar, bagaikan melihat orang gila. "Mas Rio sehat? Topeng monyet di lobi gedung Dewangga Group?! Logikanya di mana coba?! Itu nggak penting, Mas! Ini jauh lebih penting!"

Sebelum Rio sempat menahannya lagi, Mira sudah lebih dulu mengecoh gerakannya, meloloskan diri dan melesat cepat menyeberangi koridor menuju tangga darurat agar lebih cepat sampai.

"Mbak Mira! Tunggu! Jangan ke sana!" teriak Rio bergegas mengejar.

Jadilah siang itu, seorang asisten manajer marketing dan asisten pribadi CEO kejar-kejaran bagaikan kucing dan tikus di sepanjang koridor menuju area taman.

"Nayla!"

Panggilan nyaring yang terdengar tiba-tiba itu memecah keheningan sakral di taman. Nayla yang kaget setengah mati refleks menarik kedua tangannya lepas dari genggaman Adrian. Jawaban yang tadinya hendak diluncurkan Nayla terpaksa tertahan di tenggorokan.

Mira muncul dari balik semak taman dengan napas terengah-engah, disusul Rio yang menyusul di belakangnya seraya memegangi lututnya yang lemas.

Mira melangkah mendekat, matanya bergantian menatap Nayla dan sang CEO dengan binar curiga mendalam. Untungnya, meski ia heboh, Mira masih ingat batasan tempat sehingga ia bertanya dengan suara berbisik yang amat pelan.

"Nayla... kamu... kamu pacaran ya sama Pak Adrian?" desak Mira penuh selidik.

Nayla makin panik luar biasa. Wajahnya pucat pasi, tak tahu harus memberikan alibi palsu seperti apa lagi di depan sahabatnya ini.

Namun, bukan Nayla yang memberikan jawaban. Adrian melangkah satu tingkat ke depan, berdiri pas badan melindungi tubuh Nayla. Pria itu secara terang-terangan kembali meraih jemari Nayla dan menggenggamnya erat-erat di hadapan Mira.

"Kami tidak pacaran," jawab Adrian dengan suara datar namun tajam. "Kami sudah menikah."

Jleg!

"WHAT?!" pekik Mira tertahan. Matanya melotot selebar piring.

"Tepatnya... sudah satu tahun lebih satu hari," tambah Adrian tenang tanpa rasa dosa sedikit pun.

Seketika itu juga, Mira mendadak memegangi pelipisnya. Kesadarannya seolah dipaksa bekerja mengejar kenyataan absurd ini. "S-satu tahun...? Pernikahan? Rahasia...?"

"M-Mir... aku bisa jelasin..." cicit Nayla takut-takut dari balik punggung Adrian.

Setelah membisu selama beberapa detik demi mencerna seluruh kepingan teka-teki, mulai dari kemeja kembar, cincin emas putih, gelang mewah, hingga momen romantis di bawah pohon, ekspresi pusing Mira mendadak menguap. Berganti menjadi kehebohan dahsyat yang tak tertahankan.

"ASTAGA! NAYLAKU SAYANG!" pekik Mira histeris tanpa memedulikan kehadiran sang CEO lagi. "Ternyata sahabatku sendiri ini Nyonya Muda Dewangga yang punya gedung ini?!"

Pekikan nyaring Mira bahkan sukses membuat Rio yang berdiri di sampingnya sampai melonjak kaget melompat ke belakang.

"Aduh, Mir! Kecilkan suaramu!" panik Nayla langsung maju dan membungkam mulut heboh sahabatnya itu dengan kedua tangannya. "Ikut aku sekarang! Kita bicara berdua saja!"

Nayla menyeret Mira yang masih meronta-ronta gembira menuju area sepi di dalam gedung, tinggallah Adrian dan Rio yang berdiri berdua di bawah naungan pohon taman.

Rio mendesah lega, mengusap dadanya. Ia mendekati bosnya. "Pak... maafkan saya. Saya tidak berhasil menghalangi Mbak Mira tadi. Dia larinya cepat sekali seperti atlet."

"Tidak apa-apa," sahut Adrian santai, pandangannya masih menatap punggung istrinya yang menjauh. "Bagaimana soal OB itu? Sudah kamu urus?"

"Sudah, Pak," jawab Rio tegas. "Surat pemecatan tidak hormat untuk Bimo sedang diproses oleh divisi HRD. Sebentar lagi, dia akan menerima suratnya dan angkat kaki dari gedung ini."

Adrian mengangguk puas. Garis rahangnya terlihat mengendur santai.

"Sekarang... saya punya tugas baru lagi untukmu, Rio."

Rio menaikkan alisnya antusias. "Apa itu, Pak?"

"Buat reservasi malam ini di restoran paling romantis di kota ini," perintah Adrian dengan tatapan serius. "Dan pesan satu buket bunga mawar merah segar berukuran besar."

Mata Rio seketika berbinar-binar. Rencananya sukses besar! Sang CEO bucin akhirnya bergerak mantap!

"Siap laksanakan, Pak!" seru Rio antusias, membungkuk hormat.

Ia baru saja berbalik melangkah dua meter untuk menjalankan tugasnya, sebelum akhirnya memutar tubuh kembali dengan cengiran jahil paling lebar di wajahnya.

"Oh iya, Pak... ngomong-ngomong..." goda Rio berbisik setengah berteriak. "Mau sekalian saya beri tutorial cara Kiss yang paling romantis dan melelehkan hati cewek nggak, Pak? Gratis nih!"

Adrian seketika menegang kaku. Wajah tampannya yang biasanya dingin mendadak bersemu merah padam. Ia melayangkan tatapan tajam dan mematikan ke arah asisten pribadinya itu.

"RIO! Pergi dan kerjakan tugasmu sekarang!" seru Adrian dengan suara meninggi yang menahan salah tingkah luar biasa.

Rio tertawa kencang meledak-ledak seraya kabur melesat pergi, meninggalkan Adrian yang berdiri menyendiri dengan jantung yang masih berdebar hebat, membayangkan malam romantis pertamanya sebagai seorang suami sejati bersama Nayla.

1
Ariany Sudjana
eh ada pelacur murahan yang ga tahu diri, sudah ditolong bukannya terima kasih, sama seperti ibu kamu, sama-sama pelacur murahan 😂😂🤣🤣
Ariany Sudjana
ciye pa bos cemburu nih... kenapa ga sekalian informasikan kalau Nayla itu istri bapak?
Yunie Silvia Putri
😄😄😄 orang bucin mah memang gitu Rio, cemburunya kadang suka kelewatan.....😄😄😄😍😍
Yunie Silvia Putri
🖒🖒🖒🖒.....
best suka ama ceritanya
❤❤
Yunie Silvia Putri
waaahhhh parah nih emak nya, malu dia punya anak bertubuh gendut....
Yunie Silvia Putri
wah bakalan ada yg bucin nih sama istri gemoy nya 😄😄😄
Yunie Silvia Putri
waahhh makin seru nihh, lanjut thor...
Yunie Silvia Putri
halo kk author baru mampir baca nih, suka ceritanya, tapi episode ini bacanya nangis terus...😢😢
Yunie Silvia Putri: kk author boleh tanya, kapan up bab selanjutnya uda gak sabar nunggu cerita selanjutnya, jangan lama2 ya up nya 😄😄😄
total 2 replies
Ariany Sudjana
yang pasti istri Adrian itu perempuan baik-baik, cerdas dan mandiri, bukan seperti kamu yang pelacur murahan 🤣🤣😂😂 maklum yah, mama kamu kan pelacur murahan, yang tega meninggalkan suami dan anaknya demi jadi istri konglomerat
Lisa
Sabar y Nayla..yg kuat y..
Lisa
Ceritanya bagus Kak
Lisa
Aku mampir Kak
sunshine wings
Good story i like..
👍👍👍👍👍
👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻
❤️❤️❤️❤️❤️
sunshine wings: 🥰🥰🥰🥰🥰
total 2 replies
Ariany Sudjana
ciye yang mau dinner romantis 🤣🤣😂😂
Ayu Ara12
next dong kak cerita
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!