Indonesia
NovelToon NovelToon
Surga Kecil Maya

Surga Kecil Maya

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: ingflora

Berawal dari bertemu kembali dengan anak majikan ibunya yang telah menikah-Alika, Maya yang sudah menjadi tukang jamu akhirnya terpaksa bekerja di rumah Alika sebagai pembantu.

Tanpa ia tidak tahu, pernikahan majikannya ini penuh dengan pertengkaran. Itu semua karena Alika sangat cemburuan. Bahkan sering terjadi, namanya disebut-sebut sebagai bahan pertengkaran. Sebagai puncaknya, Alika meminta Raka menikahi Maya demi agar bisa terus mengontrol suaminya. Tentu saja ide itu ditentang keras oleh Raka.

Maya yang terjepit di antara dua majikannya, tentu saja bimbang. Haruskah ia terus mengamini permintaan Alika, atau menentangnya demi kedamaian?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ingflora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12. Bertengkar Lagi

Dokter Tio yang mendengar kenyataan ini, terlihat bingung. Apalagi karena kehadirannya, Sepasang suami istri itu bertengkar. Ia jadi merasa bersalah berada di sana. "Eh, maaf. Aku sepertinya mengganggu hari libur kalian. Mungkin lain kali saja aku datang." Pria itu bergegas berdiri dan pamit.

Maya ingin sekali berteriak bahwa apa yang dikatakan Alika itu tidak benar, tapi untuk apa? Apa ia ingin berkenalan dengan dokter Tio? Tidak. Ia hanya muak direndahkan. Ia ingin memberi tahu dunia ia mampu punya anak, tidak seperti yang dikatakan orang-orang tentang dirinya yang selain anak seorang pembantu, ia juga mandul. Yang terakhir itu tidak benar, tapi mulutnya keluh. Memberi tahu mereka juga hanya akan memberi masalah baru, karena itu ia berusaha diam. Ia akan memberitahukannya nanti, pada saat yang tepat.

"Alika, sudah cukupkah kamu mempermalukanku di depan tamu-tamuku! Apa kamu senang mempertontonkan pada semua orang bahwa suamimu itu di bawah kendalimu?! Apa kamu senang merendahkanku seperti itu?" Kini Raka protes keras setelah tamunya pulang.

"Lho, Mas? Aku bantuin kamu lho Mas, agar nama baikmu tidak ikut rusak gara-gara Maya!" Alika bicara lantang sambil melipat tangan di dada. Ia kesal dituduh merendahkan suami. Padahal ia berusaha agar tamu itu tak menyia-nyiakan waktunya pada Maya, karena pasti kecewa.

"Iya, tapi caranya ... Kamu itu istri pemilik rumah sakit lho, Alika. Bersikaplah seperti itu, bukan bersikap seperti anak remaja yang bisa teriak di mana saja memberi tahu kebenaran kepada orang lain! Aku tidak mengkritik apa yang kamu katakan, tapi caranya. Duduklah yang sopan dan bicara lebih pelan. Apa kamu mau seisi rumah ini tahu apa yang kamu sedang ucapkan, hah? 'Behave', Alika, bersikaplah seperti nyonya rumah yang sepatutnya," ucap sang suami berbicara dengan nada rendah tapi tegas.

Maya membenarkan dalam hati. Ia kemudian melangkah meniti anak tangga menuju kamarnya. Pasti setelah ini akan ada rumor baru tentang dirinya yang mandul. Haruskah ia mengatakan yang sebenarnya? Masih terdengar sepasang suami istri itu dengan pertengkaran mereka tapi Maya tak peduli. Selama namanya tak lagi disebut, ia tak perlu khawatir.

"Kenapa sih kamu terlalu mengatur hidupku?"

Raka terkejut dengan kalimat sang istri barusan. Bukankah dia yang selama ini mengatur hidupnya? Bagaimana dengan sekretaris-sekretaris di kantornya yang telah dipecat? Apa itu bukan ulah istrinya? "Apa tidak terbalik?" Pria itu mengangkat satu alisnya dengan dahi berkerut.

Kalimat itu malah menyulut masalah baru. Alika berang dengan bertelak pinggang menatap suaminya. "Apa? Apa Mas masih belum mengerti maksudku? Bagaimana kalau Mas berada di posisi dokter tadi, apa Mas mau menikahi Maya?"

Maya tersentak kaget. Baru saja ia akan masuk ke dalam kamar, namanya kembali di sebut. Benar-benar keterlaluan kedua majikannya! Tidak bisakah mereka saling bertengkar tanpa menyebut namanya? Tanpa harus merendahkan dirinya? Apakah serendah itukah pandangan mereka tentang seseorang anak pembantu? Objek yang mudah untuk jadi bahan ejekan? Benar-benar tak punya hati!

Pelupuk mata Maya mulai berembun. Ia hanya sanggup mencengkram pagar tangga kuat-kuat dengan tangan bergetar tanpa mampu berkata-kata.

Raka tidak mengerti kenapa istrinya kembali sewot. "Aku 'kan sudah bilang tadi ...."

"Mas denger gak pertanyaan aku tadi? Kalau Mas jadi dia, Mas mau menikahi Maya, seorang wanita yang pastinya mandul, mmh?!" Tantang Alika dengan wajah yang didekatkan.

Pria itu berusaha bicara tapi sulit hingga akhirnya terucap juga. "Ah, Alika. Kamu gak ngerti juga ...." Ia menghempas tangannya ke bawah.

Istrinya mendekat dengan mata menyipit ke arah Raka. "Kalau Mas sendiri bagaimana? Mau menikah dengan Maya?"

Ditanya begitu, pria itu berusaha menghindar. Apalagi ia melihat Maya masih berdiri di tangga atas. Ia seperti tersadar telah menyakiti orang lain karena terpancing emosi oleh sang istri. "Alika, mana mungkin aku menikah dengan orang lain. Aku hanya mencintaimu, Sayang."

"Bohong. Kalau kau punya kesempatan, pasti kau ingin menikah dengan wanita lain 'kan?" Bibir istri dokter itu makin menggulung keluar.

"Tidak, Sayang aku hanya mencintaimu."

Maya yang berada di lantai atas segera menghapus air matanya yang hampir jatuh. Drama pertengkaran sepasang suami-istri itu sebentar lagi tampaknya akan berakhir. Tidak ada gunanya lagi ia ada di sana.

Raka berusaha mendekati sang istri ingin memeluknya tapi Alika malah menepisnya dengan kasar. "Kalau begitu, kenapa tidak kau nikahi saja Maya kalau kau benar-benar mencintaiku!"

"Apa? Apa maksudmu?" Pria itu kembali bingung mendengar pernyataan istrinya.

Maya pun juga sama terkejutnya hingga kembali mendekati pagar tangga. 'Menikah denganku? Apa aku tidak salah dengar?'

"Kau dengar 'kan, aku bilang apa. Kalau kau benar mencintaiku, nikahi Maya sekarang juga." Alika melipat tangannya dengan santai di depan dada. Ia tahu, suaminya takkan punya keberanian itu.

Raka tak percaya akan pendengarnya. "Alika, apa kau gila? Pernikahan bukan hal main-main, Sayang. Kamu bercanda 'kan?" Ia ingin memastikan.

"Apa mataku ini terlihat bercanda?" Kini wajah Alika tampak serius saat menunjuk mata sendiri. "Kau tidak mau 'kan, menikah dengan Maya? Berarti kau bohong!"

Raka terlihat kesal. Ia masih rancu apakah istrinya sedang bercanda atau tidak tapi tidak mungkin ia menikah dengan orang lain, apalagi ... anak seorang pembantu! "Sudah bercandanya, ok?" Ia mengangkat kedua tangannya agar istrinya berhenti menyerangnya.

"Tuh, 'kan? Semua pria sama. Pasti akan cari istri yang lebih cantik dari yang dia punya sekarang." Wanita cantik itu tersenyum mengejek.

"Alika, apa kau masih tak percaya padaku?" Raka kembali putus asa. Sang istri masih terus memperkarakannya hanya karena tidak senang dinasehati soal cara bicara dan kini ia tak tahu bagaimana cara menyelesaikannya.

Maya bergegas turun. Ia juga tak mau Alika marah hingga melebar ke mana-mana. Ia sangat paham bila anak majikannya kesal, wanita cantik itu akan mencari-cari kesalahan lawan, bahkan kadang melakukan hal yang tidak masuk akal. Seperti sekarang ini, meminta sang suami menikahi dirinya.

"Mas tidak mau melakukannya, 'kan? Bagaimana aku bisa percaya?" ucapan wanita cantik itu kembali sinis.

"Alika, bukankah kamu hanya mau aku ada untukmu?"

"Apa pernah begitu? Kamu sering pulang telat larut malam. Bahkan hari libur pun kau pakai dengan alasan kerja. Apa menurutmu aku percaya?" Bola mata sang istri membulat sempurna menerangkan dengan penuh emosi. Ini sudah entah ke berapa kalinya mereka bertengkar soal ini dan Alika tetap tak bisa mempercayai sang suami begitu saja. "Daripada Mas kelayapan sendirian entah ke mana, lebih baik Mas nikahi Maya, agar aku bisa memastikan Mas tak bohong padaku!"

"Maksudmu, agar Maya bisa memata-matai aku, begitu? Alika ...."

"Memang kenapa? Dia 'kan sekretarismu sekarang."

"Tapi bukan berarti aku harus menikahinya, ya Allah ...." Raka menggaruk-garuk kepalanya karena bingung dengan cara berpikir istrinya saat itu.

"Kak, jangan emosi. Tolong pikirkan baik-baik apa yang Kakak ucapkan. Pernikahan bukan main-main, Kak." Maya berusaha ikut bicara dan menenangkan nyonya rumah itu.

"Alika. Aku sudah membuktikannya dengan hanya menikahi kamu, Alika. Bagaimana mungkin aku menikahi orang lain," ucap Raka lemas tak bersemangat. Ia bukan tidak tahu saat istrinya marah, wanita itu sering melakukan hal yang tidak masuk akal.

Bersambung ....

1
sunaryati jarum
Selalu dicemburui dan dicurigai itu susah
Shofwa Arzita
Bagus
Shofwa Arzita
update tiap hari dong thor
Baby_Miracles: author semangat kalo ada yang komen dan like. Jangan lupa likenya ya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!