Karena memiliki masalah keluarga yang cukup rumit, membuat Ranaya melampiaskan hidupnya di lantai disko. Motonya: Boleh nakal, asal tahu batas. Sayangnya, malam itu, batasnya benar-benar terlewati. Sebuah kecelakaan brutal membuat tubuhnya koma, sementara rohnya malah asyik gentayangan!
Sialnya, jadi arwah itu enggak segampang di film-film. Niat hati melompat elegan masuk kembali ke tubuhnya, Ranaya malah nyungsep di kolong ranjang. Masalah bertambah pelik ketika ia tau apa penyebab kecelakaan yang menimpanya. Ternyata ada udang di balik bakwan.
Berbekal status hantu amatiran dan bantuan seorang cowok indigo yang super cuek bebek, Ranaya harus menyelamatkan nyawanya sendiri. Kalau gagal? Ya wassalam, siap-siap saja jadi Kuntilanak Gen-Z selamanya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Icha Annisa Amanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hantu Magang
"Khem, Princess habis dari mana nih? Jam segini baru pulang." Si Suster Ngesot yang dia sendiri tidak tau namanya siapa itu tiba-tiba muncul dan duduk di samping Ranaya yang sedang terlentang menatap langit malam di rooftop rumah sakit.
"Kepo." Ranaya menatap si Suster Ngesot yang cemberut mendengar jawabannya.
"Eh, lu kan udah lama jadi setan. Kira-kira lu tau enggak gimana caranya nyampein pesan ke orang yang masih hidup?" tanya Ranaya, kini ia duduk dengan wajah yang serius.
Suster Ngesot berpikir sejenak. "Biasanya sih dari mimpi. Memang Princess mau nyampein pesan ke siapa?"
"Itu ke sahabat gue, Agatha. Gue enggak mau dia terus merasa bersalah."
Suster Ngesot itu mengangguk pelan, seolah paham perasaan Ranaya. "Tapi kayaknya kalau Princess enggak bisa, deh."
"Loh, kenapa?" tanya Ranaya.
"Karena kan Princess bukan hantu beneran, jadi ya enggak bisa masuk ke alam bawah sadar."
"Ih, kok gitu, sih?!" Kini giliran Ranaya yang cemberut. "Lu bisa?"
Suster Ngesot itu menggeleng. "Belum pernah coba."
"Tapi tau caranya?"
Suster Ngesot itu menggeleng lagi. "Enggak, hehehe."
"Ish! Terus lu selama ini ngapain? Masa enggak pernah iseng gitu masuk ke mimpi orang?!"
"Aku kan anak baik-baik," jawab Suster Ngesot itu dengan memasang wajah lugu.
"Hedeuh." Ranaya kembali merebahkan tubuhnya, memikirkan bagaimana caranya agar ia bisa menyampaikan pesan pada Agatha. Karena setelah dipikir-pikir, kalau Arka langsung mendatangi Agatha, bisa saja Agatha malah menghindar, meskipun Ranaya sudah menyiapkan 'kunci' untuk membuka kepercayaan Agatha.
"Kalau liat langit malam gini, gue jadi keinget dulu sering diam-diam keluar malam sama Agatha. Kadang ke club, atau kadang cuman keliling kota tanpa tujuan. Dia sering ngomel kalau gue upload story instagram waktu kita lagi di luar tengah malam, karena katanya takut ketauan Nyokap gue."
Ranaya tersenyum ketika mengingat setiap momen dengan Agatha, hingga ia tersadar akan satu hal—
"Gue tau!" Ranaya kembali duduk, wajahnya berbinar setelah mendapatkan sebuah ide baru yang cemerlang.
"Princess tau apa?" tanya Suster Ngesot itu kebingungan.
"Ada deh. Gue pergi dulu, ya!" Ranaya melayang ke arah kamarnya. Di dalam sana ada mamanya yang sudah tertidur di kasur sebelah. Maklum, ruang rawat Ranaya kan VVIP, jadi fasilitasnya juga sangat lengkap.
Ranaya mengedarkan pandangannya. Mencari tas mamanya, terakhir ia melihat handphonenya ada di dalam tas itu.
"Nah, ini dia." Saat Ranaya hendak mengambil benda pipih itu, tangannya justru tembus, tidak bisa menyentuh. "Loh, ko, enggak bisa?"
Ranaya mencoba memegang tas, terangkat. Tapi begitu Ranaya memegang handphone, tangannya kembali tembus. "Ck! Ini kenapa enggak bisa kepegang sih?!"
Kesal, Ranaya kembali ke rooftop untuk menanyakan hal tersebut kepada si Suster Ngesot. Secara kan dia sudah cukup lama jadi hantu, pasti tau jawabannya, pikir Ranaya.
"Loh, Princess kenapa?" tanya Suster Ngesot ketika melihat Ranaya kembali dengan wajah yang ditekuk.
"Gue kok enggak bisa megang handphone gue, lu tau enggak kenapa?"
Suster Ngesot itu kembali berpikir. "Mungkin karena Princess bukan hantu beneran, jadi ada beberapa hal yang enggak bisa Princess lakuin."
"Ck! Masa gitu, sih?! Kok dunia hantu ini pilih kasih! Tapi aku bisa kok jatuhin dan pegang benda-benda lain," ucap Ranaya yang belum terima dan belum puas dengan jawaban si Suster Ngesot.
"Tapi mungkin Princess enggak bisa pegang benda-benda elektronik," jawab Suster Ngesot.
"Kenapa gitu?"
Suster Ngesot itu nyengir, "Aku juga enggak tau."
"Aelah, kirain lu tau!"
Pada akhirnya, Ranaya hanya bisa mengandalkan Arka untuk menjalankan ide barunya.
lnjut kk, aku makin penasaran, ditunggu bab selanjutnya nnti malem
🏃♀️