Norman Turner mengira Grace Wills, wanita yang mudah dibodohi, sayangnya ia tidak memahami istrinya dengan baik.
Grace Wills malah memilih langkah yang paling berbeda saat mengetahui suaminya mendua.
Apa yang dilakukan Grace Wills? Penasaran, kepoin yuk ceritanya ...
Untuk tahu info update, follow IG: @nana_vinli
Diusahakan update setiap hari, 1 sampai 3 bab.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ocean Na Vinli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Fallen Investigation Agency
Norman segera mengembalikan ponsel kepada karyawan itu, lalu keluar dari ruangan. Meninggalkan Mona dan pria tersebut yang saling pandang.
"Apa yang terjadi?" tanya Mona, yang ikut merasa penasaran.
"Buka saja media sosial Anda. Saya permisi dulu."
Mona mengangguk. Pria bertubuh tinggi itu kemudian berlalu pergi.
Selepas kepergian karyawan tersebut, Mona dibuat terkejut dengan video yang sedang beredar di media sosial.
"Apa-apaan ini? Bagaimana bisa…" Mona tak mampu berkata-kata.
Berbagai komentar pedas dan menjijikkan memenuhi laman perusahaan Sierra Sunworks.
"Ini gila! Selama ini keluarga Turner bersih dari skandal apa pun! Kali ini Norman Turner berani melakukan hal menjijikkan seperti ini."
"Aku penasaran siapa wanita di dalam video itu? Apa jalang dari jalanan yang Tuan Norman ambil?"
"Kalau aku jadi Nona Turner, sudah habis nyawa mereka!"
"Kau benar. Orang pertama yang akan aku bunuh adalah selingkuhannya."
Begitulah para pengguna akun memberikan komentar. Melihat hal itu, Mona mulai berkeringat dingin.
"Untung saja mukaku diblur," gumam Mona.
Kira-kira pukul tujuh malam, suasana di gedung bertingkat itu tampak ramai dan riuh, dipenuhi para wartawan dan awak media. Dua jam sebelumnya, mereka dikabari jika Norman Turner akan mengadakan konferensi pers.
Mendapatkan kabar itu, mereka segera mendatangi kantor Norman. Kini, mereka sedang menunggu Norman muncul.
Tak menunggu waktu lama, Norman tiba-tiba keluar dari ruangan lain bersama tiga orang pria yang mengekor di belakangnya.
Begitu sampai dan berdiri di depan podium, para wartawan langsung menyerbunya dengan berbagai pertanyaan.
"Siapa wanita di video itu, Tuan Norman?"
"Sudah berapa lama Anda menjalin hubungan terlarang ini?"
"Sejarah baru, Anda menjadi orang pertama yang membuat skandal di keluarga Turner. Bagaimana perasaan Anda?" tanya salah satu wartawan sambil tertawa mengejek.
Pertanyaan yang terlontar dari wartawan itu membuat Norman mengepalkan tangan. Namun, sebisa mungkin dia menahan amarahnya.
Sebelum membuka suara, Norman menarik napas panjang sejenak, kemudian mendekatkan mulutnya ke mikrofon.
"Selamat malam semuanya. Saya minta maaf jika pertemuan malam ini cukup mendadak. Saya ingin mengatakan bahwa video yang beredar direkayasa. Ada musuh bisnis saya yang ingin menghancurkan nama saya dengan membuat video yang sebenarnya bukan saya. Atas kegaduhan yang bukan salah saya ini, saya minta maaf kepada seluruh keluarga saya."
Alih-alih menanggapi pertanyaan para awak media, Norman dengan lantang mengatakan bahwa video tersebut direkayasa.
Setelah berkata demikian, kumpulan manusia di dalam gedung langsung ribut.
Norman segera mundur. Lalu, pria berkacamata yang tadi berjalan bersamanya maju ke depan.
"Selamat malam semuanya. Saya adalah ahli digital forensik. Berdasarkan hasil pemeriksaan yang kami lakukan, video ini merupakan hasil buatan AI."
Pria yang usianya sudah senja itu memberikan penjelasan sambil menunjukkan video yang beredar di dunia maya melalui layar proyeksi.
Perhatian semua orang tertuju pada layar di depan.
"Hal ini tentu saja sangat merugikan Tuan Norman. Maka dari itu, bagi siapa pun yang melakukan hal ini, muncullah sekarang. Sudahi permainan ini," sambungnya lagi sambil melirik Norman sekilas.
Pria ini sudah dibayar Norman untuk membalikkan keadaan dan berusaha memancing sang peneror.
Setelah itu, suasana kembali ricuh. Norman yang sudah memberikan penjelasan langsung pergi dan dilindungi oleh dua orang bodyguard.
Sesampainya di ruangan, Norman segera menjatuhkan diri ke kursi dengan wajah kusut.
"Norman, bukankah video ini bisa menjadi awal agar istrimu tahu kalau ada wanita lain selain dia?"
Tanpa melihat situasi, Mona yang berada di meja kerja tiba-tiba memberikan komentar.
Norman segera mengalihkan pandangan ke arah Mona. Tatapannya langsung tajam.
"Kau ini gila atau apa? Aku sedang berusaha membuat situasi reda kembali! Dan kau ingin membuat keributan lagi!"
Walaupun Norman sudah menyangkal video tersebut, dunia maya tak bisa langsung mereda. Mereka berspekulasi sendiri, bahkan mencoba menjadi ahli digital sendiri.
Mona mendadak diam.
Norman mendengus, lalu melirik ke arah ponselnya yang tergeletak di atas meja. Banyak notifikasi pesan baru masuk, dari Allison, Ruby, abang kandungnya, dan tangan kanan kakeknya. Saat ini, kakek Norman berada di luar pulau.
Dan anehnya, tak ada pesan dari sang peneror. Norman sedikit heran, tetapi sekaligus merasa lega.
Norman pun memilih tak membuka pesan-pesan tersebut. Di antara banyaknya pesan, ada satu nama yang tertera. Firma Fallen Investigation Agency yang mengatakan Tuan Fallen sudah sampai di California malam ini dan besok pagi akan mendatangi kantor Norman.
Melihat hal itu, mata Norman sedikit berbinar. Dia pun segera membalas pesan tersebut.
Selanjutnya, Norman menghubungi Grace karena ingin menjelaskan kepada sang istri bahwa video itu direkayasa. Namun, setelah beberapa kali menelepon, panggilannya tak kunjung diangkat.
"Ck, ke mana dia?" Norman berkata sambil mematikan ponselnya, lalu meletakkan benda tersebut dengan kasar di atas meja.
"Norman, ayo pulang. Hari sudah malam. Tidurlah di rumahku."
Mona seketika beranjak sambil merapikan peralatan kantor di meja.
Norman melirik singkat.
"Pulanglah. Ada yang harus aku kerjakan malam ini. Aku akan tidur di sini."
"Jangan membantah. Pulang sana."
Belum sempat Mona menanggapi, Norman langsung menyela dengan wajah serius.
Mona langsung cemberut, lalu keluar dari ruangan.
Malam itu, dengan perasaan gelisah, Norman pun terpaksa tidur di kantor.
Keesokan harinya, media sosial masih panas dengan berita tentang Norman. Ponsel Norman pun menjelang pagi masih terus berdering. Kali ini, panggilan datang dari kakaknya.
Norman tak berani mengangkat panggilan tersebut. Dia memilih menunggu kedatangan Fallen, pria yang akan mengungkap siapa sang peneror.
Norman menyewa Fallen bukan tanpa alasan. Pria tua itu dikenal sebagai seorang investigator terpercaya di California. Keluarga Fallen juga memiliki reputasi yang gemilang. Konon, puluhan tahun lalu, kekayaan keluarga Fallen bahkan hampir menyamai keluarga Turner. Namun, akibat masalah internal, kejayaan keluarga tersebut perlahan mulai meredup.
Kendati demikian, nama keluarga Fallen masih tercatat dalam majalah Forbes dan masuk dalam daftar 100 keluarga paling berpengaruh.
Tepat pukul tujuh pagi, Fallen sudah berada di ruangan Norman. Dia disambut hangat dengan sebuah jabat tangan.
"Saya minta maaf jika baru bisa hadir hari ini, Tuan Norman," kata Fallen dengan senyum tipis yang mengembang di wajah keriputnya.
Fallen adalah pria tua dengan tubuh yang masih terlihat segar dan bugar. Orang-orang tak akan menyangka jika umur Fallen sudah memasuki usia 70 tahun.
Norman menggeleng cepat sambil mengulum senyum.
"Tidak usah minta maaf. Mari, silakan duduk, Tuan Fallen."
Fallen mengangguk samar, kemudian duduk berseberangan dengan Norman.
"Jadi, Tuan Norman, kenapa memerlukan tenaga saya?" tanya Fallen.
Norman menarik napas sejenak.
"Begini, Tuan Fallen. Ada seseorang yang mengancam membunuh saya dan istri saya," kilah Norman.
Fallen mendengarkan dengan saksama.
"Dia juga suka menelepon saya dengan nomor tidak dikenal. Saya sudah mencoba mencari tahu sendiri dengan kemampuan saya, tetapi orang ini terlalu licik. Maka dari itu, saya mohon Tuan Fallen menemukan orang ini," sambungnya.
Pria tua itu tersenyum kecil.
"Apa orang ini ada hubungannya dengan video yang beredar?"
Norman tersenyum kecut.
"Iya."
"Baiklah, mana ponsel Anda? Saya akan melacak keberadaannya. Beri saya waktu 30 menit, paling lama satu jam."
Norman segera memberikan ponselnya kepada Fallen.
Fallen langsung bergerak cepat. Dia membuka laptop dan perangkat pelacak lainnya, sementara Norman kembali duduk di meja kerjanya.
Tak lama kemudian, Fallen seketika membuka suara dari sofa.
"Tuan Norman, saya menemukannya!" sahutnya dengan semangat.
Norman tersenyum sumringah. Dengan cepat, dia menghampiri Fallen.
"Benarkah? Siapa?"
Akan bahagia klo video perselingkuhan Edmund juga juga viral 🤣
Mona yang haus status Turner hingga tak sadar bahwa Mona membuka jalan untuk keruntuhan Turner sekeluarga 🤣