Indonesia
NovelToon NovelToon
The Badass Empress: Lembut? Sorry, Gak Kenal!

The Badass Empress: Lembut? Sorry, Gak Kenal!

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Cinta Istana/Kuno / Fantasi
Popularitas:7.3k
Nilai: 5
Nama Author: heldahell

Bagaimana jadinya jika jiwa seorang remaja cewek tomboi modern yang hobi tawuran, bermulut tajam, dan ceplas-ceplos terlempar ke masa lalu? Sialnya lagi, dia bangun di dalam tubuh permaisuri Xia Ruo, wanita paling rapuh dan tertindas di Kekaisaran Han yang baru saja mencoba bunuh diri karena tidak tahan diabaikan oleh kaisar yang penguasa berdarah dingin yang terkenal kejam.

Kini, tidak ada lagi Permaisuri Xia Ruo yang hobi menangis terisak. Yang ada hanyalah permaisuri baru yang berani duduk bersila di atas ranjang sutra sambil memanggil sang Kaisar kejam dengan sebutan "Mas Bro". Didampingi oleh Yuan er, pelayan setianya yang selalu menangis histeris dan berusaha keras mendidik sang permaisuri agar bisa berbicara lembut, Xia Ruo harus memutar otak untuk bertahan hidup. Mulai dari melabrak dapur istana demi makanan enak, melatih fisiknya yang selemah triplek basah, hingga menghadapi Kaisar kejam yang anehnya... justru mulai terobsesi dengan perubahan barbar dirinya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon heldahell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 12 : mengacak-acak biro keuangan

Gedung Biro Keuangan Istana siang itu tampak sibuk. Beberapa kasim dan pejabat rendah tampak keluar masuk membawa gulungan kertas laporan akuntansi. Di ruang utama, Pejabat Wang paman kandung Selir Agung Li yang bertubuh tambun dan berkumis tipis, sedang duduk santai sambil menyeruput teh mahalnya. Dia tersenyum puas setelah berhasil memotong jatah sang Permaisuri atas permintaan keponakan kesayangannya.

Brakkk!

Pintu gerbang kayu Biro Keuangan mendadak jebol setelah dihantam tendangan maut. Dua orang pengawal yang berjaga di depan pintu bahkan ikut terdorong dan jatuh bergulingan di atas lantai marmer.

Seluruh ruangan mendadak hening seketika. Pejabat Wang yang kaget langsung tersedak tehnya sendiri hingga terbatuk-batuk hebat. Tatapan semua orang di dalam ruangan langsung tertuju ke arah pintu yang kini sudah rusak parah.

Di ambang pintu, berdiri Ara dengan gaun sutra yang bagian bawahnya diikat tinggi-tinggi hingga sebatas lutut agar memudahkan pergerakan kakinya. Wajah cantiknya tidak menunjukkan kelembutan sama sekali, melainkan ekspresi sangar khas pentolan tawuran yang siap meratakan markas musuh. Di belakangnya, Yuan-er menyusul dengan napas terengah-engah dan wajah pucat pasi.

"Siapa yang namanya Pejabat Wang?!" teriak Ara menggelegar, suaranya menggema di seluruh sudut ruangan keuangan. "Sini maju lu! Gak usah sembunyi di balik meja!"

Pejabat Wang yang baru selesai menyeka mulutnya langsung berdiri dengan murka. Dia menunjuk Ara dengan jari telunjuknya yang gemetaran. "Permaisuri Xia Ruo! Berani sekali Anda membuat keonaran di Biro Keuangan! Ini adalah tempat sakral negara! Pengawal! Tangkap wanita gila ini!"

Mendengar perintah itu, empat orang pengawal bersenjata tongkat kayu panjang langsung mengepung Ara. Mereka mengira menangkap Permaisuri yang rapuh akan menjadi perkara mudah.

"Halah, cuma berani nyuruh anak buah," cibir Ara remeh.

Pengawal pertama maju, mengayunkan tongkat kayunya ke arah bahu Ara. Dengan refleks premannya yang sudah terasah lewat program latihan militer darurat kemarin pagi, Ara dengan lincah merundukkan kepalanya, menghindari ayunan tongkat tersebut dengan jarak hanya beberapa sentimeter.

Sebelum pengawal itu sempat menarik kembali senjatanya, Ara melangkah maju, menyusup ke dalam ruang pelindung lawan. Tangan kanannya mengepal kuat, lalu meluncurkan sebuah pukulan uppercut mentah tepat ke arah dagu sang pengawal.

Bugh!

Hantaman keras itu sukses membuat rahang si pengawal berbunyi nyaring. Pria berbadan kekar itu langsung terangkat sedikit dari lantai sebelum akhirnya ambruk pingsan dengan mata mendelik ke atas.

Tiga pengawal lainnya yang melihat rekan mereka tumbang dalam satu kali pukul langsung melongo syok. Mereka menelan ludah ngeri, menyadari bahwa wanita di depan mereka ini bukan lagi Permaisuri Xia Ruo yang hobi menangis, melainkan monster betina yang haus darah.

"Ayo, maju bertiga sekalian! Gak usah antre kayak mau beli sembako!" tantang Ara sambil menggerakkan jari-jarinya, memicu bunyi kretak-kretak yang menakutkan dari buku-buku jarinya.

Dua pengawal berikutnya maju bersamaan, mengayunkan senjata mereka dari kiri dan kanan. Ara melompat mundur selangkah untuk menjaga jarak, lalu dengan gerakan memutar yang cepat, dia menendang dada pengawal di sebelah kiri hingga terpental menabrak lemari penyimpanan dokumen.

Prangg! Brakkk!

Lemari kayu itu roboh, menimbun si pengawal di bawah tumpukan gulungan kertas kertas laporan keuangan. Pengawal terakhir yang tersisa langsung menjatuhkan tongkat kayunya ke lantai, lalu mengangkat kedua tangannya tinggi-tinggi ke udara tanda menyerah kalah. Dia tidak mau berakhir mengenaskan seperti rekan-rekannya yang lain.

"Mental tempe lu pada," cibir Ara, lalu melenggang santai melompati tubuh pengawal yang pingsan menuju meja kerja Pejabat Wang.

Pejabat Wang sendiri sudah memundurkan langkahnya hingga punggungnya membentur dinding ruangan. Wajah tambunnya kini sudah seputih kain kafan, dan celana sutranya perlahan mulai basah karena dia mengompol saking ketakutannya.

Ara menggebrak meja kerja kayu cendana milik Pejabat Wang hingga retak di bagian tengahnya. Dia mencondongkan wajah cantiknya ke depan, menatap lurus ke dalam sepasang mata Pejabat Wang yang bergetar hebat.

"Denger ya, paman uler kadut," desis Ara, suaranya merendah penuh ancaman. "Lu potong jatah bulanan gua dengan alasan biaya perbaikan pintu dapur, kan? Nah, sekarang lu liat sendiri... gua baru aja ngejebol pintu gerbang lu, ngehancurin lemari dokumen lu, dan bikin pingsan anak buah lu. Kira-kira, berapa keping perak yang harus gua bayar buat ganti rugi semua ini, hah?!"

Pejabat Wang menggeleng-gelengkan kepalanya dengan cepat seperti mainan bor, air matanya mulai mengalir karena ketakutan yang luar biasa. "Ti-tidak ada, Permaisuri... tidak perlu ganti rugi..."

"Bagus! Sekarang, balikin duit jatah bulanan gua yang utuh. Ditambah... bunga denda ganti rugi karena lu udah bikin pelayan gua nangis bombay tadi siang!" gertak Ara sambil menepuk pipi Pejabat Wang dengan kasar menggunakan telapak tangannya. "Buruan keluarin kantong duitnya sebelum tangan gua gatel mau nyobain trik bela diri yang baru!"

1
Yadi
bab ini paling senang gue ngulang bacanya 🤣🤣🤣
Yadi
Semua masalah pada ludes jika Ibu Bar Bar Negara yg turun tangan 🤣🤣
Yadi
tawuran...?? 🤣🤣🤣
Yadi
Lanjut Thor..
Yadi
hahahaha..
Paksu Kaisar berharap banget pada ibu negara 🤣🤣🤣
Yadi
🤣🤣🤣🤣🤣

ketawa mulu mah gue
Yadi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
daacanss
jangan lupa mampir komen terus yaa, biar author semangat nulis nyaa😊
Yadi
Ratu Bar Bar Pedas beraksi
Yadi
Lanjuuuiut...

kok nggak ada yg komen ya?

apakah para pembaca pada terhipnotis krn novel ini enakn dibaca ya?
Yadi
Gue yakin ilmu beladiri Permaisuri satu tingkat diatas Kaisar 😄😄😄
Yadi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣

Kayaknya Kaisar Yan akan mendapatkan lawan seimbang
Yadi
🤣🤣🤣🤣

Gue suka mulut Permaisuri yg badas... yg bikin para pejabat pada setrok berjemaah ketika Permaisuri memberikan kuliah subuh 🤣🤣🤣🤣
daacanss: yakan,gak menye menye jadi seru,gak lemah terus🤭🤣
total 1 replies
Emalia
Lanjut kk
daacanss: tunggu kelanjutan nya besok ya kak😙
total 1 replies
Hatijah Cantik
cukup menghibur
daacanss: makasih kak kalo suka sama ceritanya,tunggu terus ya kelanjutan cerita nya🥰
total 1 replies
Hatijah Cantik
cerita menarik , diawali dgn ngamuk2👍🤣🤣🤣🤣
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮: saling support yo ka
total 2 replies
Ame Joh
aku mampir thor sepertinya seru
daacanss: iyaa makasih ya udah mau mampir😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!