Masa lalu dari kedua orang tuanya membuat seorang pemuda berusia dua puluh tahun harus mengalami banyak kejadian buruk dalam hidupnya, dialah Kaivalya Rajasa Danendra yang merupakan putra dari Rajasa Danendra.
"Aku inginkan jadi putra Sagara Danendra"
"Kamu tepatlah putra Rajasa nak..."
"Aku tidak ingin darahnya, darahnya membuatku tak bisa menjadi keturunan murni Sagara, aku hanya terus di sebut sebagai keturunan darah mati!"
Keturunan darah mati, itulah julukan Kaivalya dari para mahluk halus yang dia temui. mampukah dia melepaskan bayangan Rajasa dari dalam darahnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridwan01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sekolah kembali di teror
"Saya bukan guguk nak.... Hihihihi"
"Ini siang hari, mana ada hantu" ucap temannya
"Kata siapa nak...."
Seorang nenek berpakaian lusuh tiba tiba saja muncul di hadapan mereka bertiga, rambutnya putih acak-acakan dengan mata hitam dan kulit keriput hampir mengelupas, baunya juga begitu menyengat membuat ketiga anak anak yang ketakutan itu tak hanya berteriak tapi juga pingsan.
"Aakhhh!"
Bruk.
"Hahaha... Semoga dengan begini mereka kapok" ungkap Suga memeluk sosok nenek itu ketika para murid itu pingsan ketakutan.
"Nenek jadi merasa lebih muda sekarang, Karena sering ikut kamu mengerjai para murid nakal di sekolah" ucap nenek itu
"Bagus nek, ini supaya mereka kapok, jangan sampai mereka rusak sejak dini, kalau anak SD dan SMP sudah mulai merokok, mereka malah akan menyusahkan orang tuanya, mending kalau mereka bisa cari duit sendiri, kalau malah minta sama orang tuanya yang untuk uang jajan saja harus banting tulang bagaimana, kan kasihan" ungkap Suga yang menduduki salah satu murid itu
"Semoga mereka kapok, dan tidak melakukan kebodohan ini lagi" ucap sosok nenek itu berubah menjadi perempuan cantik berkebaya hitam, dan rambutnya yang putih berubah hitam di sanggul berhiaskan mawar merah.
"Nyi Ros memang selalu cantik" ungkap Suga tersenyum manis
"Kamu masih kecil nak, carilah pasanganmu sendiri" ledek Ros
"Aku sudah tiga puluh empat tahun untuk ukuran manusia nek, tapi dunia ini kan berjalan lambat, aku jadi seperti anak usia delapan tahun" keluh Suga
"Tapi nenek menyukai lelaki berusia setidaknya lebih dari seratus lima puluh tahun" balas Ros mengusap rambut Suga dan pergi dari sana berubah menjadi asap putih yang mengeluarkan wangi bunga mawar.
"Astagfirullah, Suga, kenapa mereka?" tanya Icang saat melihat tiga anak yang pingsan dengan Suga duduk di tubuh salah satu dari mereka.
"Papa, mereka merokok" jawab Suga langsung berdiri
"Panggil Brata, papa takut nanti mereka mati dengan asap setebal ini" ucap Icang segera membersihkan asap rokok yang sengaja di buat Suga memenuhi tempat itu.
"Siap papa" jawab Suga berubah menjadi Briana istri Brata.
Suga berlari ke arah ruangan Zaki dengan tubuh Briana, Brata yang kebetulan sedang di tinggal Briana ke toilet mengira kalau Briana sudah kembali dan langsung menarik pinggang Suga ke dalam dekapannya.
"Kenapa berlari?" Tanya Brata mengecup bibir Suga yang langsung melotot.
"Malah bengong, kenapa? Kamu mau makan lagi?" Tanya Brata dan Suga menggelengkan kepalanya
"Terus kenapa?" Tanya Brata
"Itu... Ada anak anak yang pingsan di gedung SMP, papa Icang yang bilang" jawab Suga
"Astagfirullah, kenapa tidak bilang sejak tadi, ayo ke ruangan pak Zaki" ucap Brata menuntun Suga tapi masih di gandeng pinggangnya.
"Tunggu... Kamu bilang apa tadi? Papa Icang?" Tanya Brata dan Suga mengangguk polos
"Daddy! Kenapa kamu peluk peluk pelakor mirip aku!" Pekik Briana
"Kenapa kamu ada dua?" Tanya Brata bengong
"Lepasin suami aku, kamu siapa kenapa kamu mirip aku, pasti kamu pelakor yang operasi plastik kan, supaya Daddy lupa sama aku dan aku akan kamu lenyapkan seperti yang di novel novel itu!" Pekik Briana memeluk Brata yang masih Shok
"Kan Om yang main gendong Suga dan kecup kecup Suga" jawab Suga cekikikan
"Kamu kecup dia juga, katakan!" Bentak Briana
"Itu.. aku pikir itu kamu, tapi ternyata bukan" jawab Brata setelah tahu siapa yang ada di depannya sekarang.
"Hiks.. Hiks.. kamu mengkhianati pernikahan kita padahal aku sudah kasih kamu tiga anak tapi kamu malah selingkuh dengan diriku sendiri!" Lirih Briana memelas
"Kamu salah faham, dia ini hantu penunggu sekolah, lihat kakinya" ucap Brata
Briana berhenti menangis, dia melihat ke arah bawah tepatnya kaki Suga yang tidak menapak dengan tatapan terkejut, mulutnya bahkan sampai menganga dengan mata melotot saking Shok dengan apa yang dia lihat.
"Aakhhh! Hantu Briana!" Pekik Briana yang langsung pingsan.
"Sudah Om, pergi ke ruangan Om Zaki saja, bilang tiga murid pingsan karena merokok di gedung SMP" ucap Suga menjaga Briana yang tergeletak di lantai.
Brata menurut, dia langsung memberi tahu Zaki tentang anak anak itu dan Zaki segera menelpon ambulans bahkan mengabari orang tuanya tiga anak anak itu agar mereka bisa datang ke rumah sakit.
Kabar anak anak yang ketahuan merokok dan pingsan itu sudah di ketahui para murid yang yakin kalau ke tiga anak itu sudah di ganggu penunggu gedung, karena memang mereka tahu gedung sekolah Smith internasional school memiliki penunggu sejak lama tapi mereka bukannya takut malah senang bersekolah di sana.
•••••••••••••••••
Saat pulang kuliah,. Kaivalya mengajak teman temannya ke seberang jalan tempat Smith internasional school berdiri, dia ingin melihat seorang murid bernama Heru yang di ceritakan Suga.
"Nah yang itu tuh, itu ada hantu yang ikutin dia" bisik Kaivalya
"Iya, wajahnya suram dan tatapannya kosong, hantu itu menyerap sesuatu dari dalam tubuhnya" jawab Mustafa
Mereka sedang mencari orang yang bernama Heru, murid yang di katakan Suga membawa hantu beraura jahat ke dalam sekolah dan membuat Suga waspada, dan ternyata memang benar, murid itu di ikuti sosok bayangan hitam tinggi dan tangannya panjang menjuntai ke tanah.
"Itu apa ya" gumam Aariz
"Pasti jin yang di kirim orang, mana mau orang setampan itu kehilangan karismanya" celetuk Shafeea
"Sedang serius seriusnya kamu malah sempat lihat wajahnya yang tampan, tapi memang iya sih" gerutu Cantika cekikikan dengan Shafeea.
"Dasar gadis labil" sinis Kaivalya
Mereka kembali mengamati orang yang bernama Heru itu dengan hati hati, sampai saat di area parkir sekolah, Heru di peluk seorang lelaki yang mungkin adalah ayahnya, bahkan lelaki itu terlihat merangkul Heru, tapi ada yang aneh, sosok yang tadinya mengikuti Heru tiba tiba saja menghilang dan wajah Heru kembali cerah, bahkan tidak pucat ataupun seperti mayat lagi.
"Aneh bin ajaib, apa papanya itu obatnya Heru" gumam Mustafa
"Mungkin saja, soalnya sosok yang ikutin dia juga tiba tiba saja hilang" jawab Kaivalya
"Tapi sosok itu kemana ya?" tanya Arthayasa
"Kita tanya Om Icang sebagai penunggu sekolah ini" jawab Kaivalya
Hampir saja mereka akan berbalik untuk menemui Icang di halaman depan sekolah yang berada di area pos satpam, Zaki sudah menghadang mereka dan meminta mereka untuk pulang.
"Om... Ini penting, ada ancaman di sekolah kita ini Om" ucap Kaivalya serius
"Kalaupun ada, hal gaib yang menganggu sekolah ini adalah urusan Icang, Peter dan Michelle" jawab Zaki
"Om kenal mereka?" tanya Mustafa
"Sebelum papa kamu sekolah di sini juga Icang sudah jadi penunggu di sini, kalau Peter dan Michelle itu angkatan dua Angkasa Aurora" jawab Zaki
"Tapi kami ingin tahu kemana makhluk itu Om, bisa bahaya kalau sampai dia meneror anak anak di sini" ucap Kaivalya
"Insya Allah tidak...."
Belum sempat Zaki menyelesaikan ucapannya, Brata tiba tiba saja datang mendekat bersama Briana yang sudah sadar dengan wajah panik.