Indonesia
NovelToon NovelToon
LULA, SI PUTRI KECIL KESAYANGAN EMPAT CEO

LULA, SI PUTRI KECIL KESAYANGAN EMPAT CEO

Status: tamat
Genre:Anak Genius / CEO / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:160.4k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Lula, bocah 5 tahun yang hidup luntang-lantung di kerasnya jalanan Jakarta, mendadak jadi putri bungsu kesayangan keluarga konglomerat Ayodhya setelah kekuatan supernya menyelamatkan nyawa sang istri CEO. Kini, dengan kemampuannya berbicara dengan hewan dan melihat kabut nasib buruk, Lula bukan cuma jadi jimat penyelamat Grup Lentera, tapi juga pusat dunia bagi empat kakak laki-lakinya yang kelewat protektif.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18

Lorong menuju toilet mall cukup sepi dan agak jauh dari keramaian restoran.

Saat mereka hampir sampai di depan pintu toilet, ponsel Cakra berbunyi.

"Lula, Kakak angkat telepon dari pelatih basket sebentar ya, kamu tunggu di kursi tunggu depan toilet ini," pesan Cakra panik.

Lula mengangguk patuh dan duduk di kursi panjang yang terbuat dari kayu.

"Iya Kak Cakra, Lula tunggu di sini," jawabnya sopan.

Cakra berjalan sedikit menjauh ke ujung lorong agar suaranya terdengar jelas.

Lula mengayun-ayunkan kakinya yang tidak sampai menyentuh lantai.

Tiba-tiba telinga Lula menangkap suara tangisan yang sangat lirih.

"Hiks hiks, Mama di mana, lututku sakit sekali," suara anak kecil menangis terdengar dari arah tangga darurat.

Lula melompat turun dari kursi dan menoleh ke arah tangga darurat yang pintunya sedikit terbuka.

Dari celah pintu itu, Lula melihat ada asap merah tipis yang melayang di udara.

"Asap merah berarti ada yang luka berdarah," gumam Lula mengingat pengalamannya.

Lula melirik Cakra yang masih asyik berbicara di telepon dengan punggung membelakanginya.

Karena kasihan, Lula melangkah pelan mendekati pintu tangga darurat itu.

Kriet.

Pintu besi itu terasa berat saat Lula dorong, tapi akhirnya terbuka cukup lebar untuk dilewati tubuh kecilnya.

Di anak tangga terbawah, seorang anak laki-laki berumur sekitar empat tahun sedang menangis memeluk lututnya.

Celana pendek anak itu robek dan lututnya berdarah karena jatuh tersandung tangga.

"Halo anak cengeng, kamu terpisah dari Ibumu ya?" sapa Lula pelan agar tidak mengejutkan.

Anak laki-laki itu mendongak dan menatap Lula dengan mata basah.

"Lututku berdarah, sakit sekali, aku mau Mama," tangisnya semakin kencang.

Lula berjongkok di depan anak itu tanpa rasa takut.

"Jangan menangis, nanti lukanya malah bertambah perih kalau kena air mata," nasihat Lula dengan gaya orang dewasa.

Lula lalu menempelkan telapak tangannya tepat di atas lutut anak itu yang berdarah.

Di saat yang bersamaan, pintu tangga darurat kembali terbuka dengan pelan dari atas.

Pria berjaket kulit hitam yang memata-matai mereka tadi menyelinap masuk.

Dia berniat menculik Lula karena melihat anak itu sedang sendirian tanpa pengawalan.

Namun langkah pria itu terhenti seketika di anak tangga bagian atas.

Matanya membelalak lebar melihat kejadian di bawah sana.

Cahaya hijau yang sangat terang dan hangat memancar dari tangan kecil Lula.

Cahaya itu menyelimuti lutut anak laki-laki yang sedang menangis tadi.

Ssshhh.

Dalam sekejap mata, luka robek yang berdarah itu menutup rapat tanpa meninggalkan bekas sedikitpun.

Bahkan celana pendek yang robek itu tidak bisa menyembunyikan kulit lutut yang kembali mulus.

Anak laki-laki itu berhenti menangis dan menatap lututnya dengan bingung.

"Sakitnya hilang, kok bisa cepat sembuh?" tanyanya polos.

Lula tersenyum bangga lalu menarik tangannya.

"Lula tiup pakai sihir baik, jadi lukanya takut dan kabur," karang Lula agar anak itu tidak takut.

Di atas tangga, pria berjaket kulit itu menahan napasnya karena sangat terkejut.

"Apa-apaan anak itu? Dia punya semacam kekuatan penyembuh?" gumam mata-mata itu dalam hati.

Pria itu segera mengeluarkan ponselnya dan merekam kejadian itu dari kejauhan.

Tiba-tiba pintu tangga darurat di bawah ditarik dengan kasar dari luar.

Cakra berdiri di ambang pintu dengan wajah sangat pucat dan panik.

"Lula! Ya ampun kamu bikin jantung Kakak hampir copot!" teriak Cakra lega.

Cakra langsung berjongkok dan memeluk Lula erat-erat.

"Sudah kubilang tunggu di kursi, kenapa masuk ke tangga darurat gelap begini?" omel Cakra dengan suara bergetar.

Lula menepuk punggung Cakra menenangkan kakaknya itu.

"Lula dengar ada yang menangis Kak, anak ini jatuh dan lututnya sakit," jelas Lula sambil menunjuk anak laki-laki itu.

Cakra menatap anak laki-laki itu lalu menghela nafas panjang.

"Ayo kita bawa dia ke pusat informasi, ibunya pasti sedang mencarinya," ajak Cakra.

Cakra menggandeng tangan Lula dan anak laki-laki itu keluar dari tangga darurat.

Begitu pintu tertutup, pria berjaket kulit di atas tangga segera menyandarkan tubuhnya ke dinding.

Jantungnya berdebar sangat kencang setelah melihat fenomena tidak masuk akal tadi.

"Pantas saja Adrian bisa sembuh dari kecelakaan maut itu," bisik pria itu pada dirinya sendiri.

"Baskoro menyembunyikan monster kecil yang bisa menyembuhkan luka."

Pria itu segera berlari menaiki tangga untuk keluar dari mall.

Dia harus melaporkan penemuan luar biasa ini kepada Surya secepat mungkin.

Sementara itu, Cakra berhasil mengantarkan anak hilang itu kepada ibunya di pusat informasi.

Ibu anak itu menangis tersedu-sedu dan terus berterima kasih kepada Cakra.

"Terima kasih banyak Nak, lutut anak saya tadinya berdarah tapi sekarang anehnya sudah hilang," ucap ibu itu keheranan.

Cakra hanya tertawa canggung karena dia juga tidak tahu apa yang dilakukan adiknya tadi.

Lula hanya tersenyum polos seolah tidak terjadi apa-apa.

Saat mereka kembali ke restoran, Dewa langsung menjitak kepala Cakra.

Tuk!

"Lama sekali kau ini, ke toilet saja sampai setengah jam," omel Dewa tidak sabar.

"Tadi ada insiden anak hilang, jadi aku harus menolongnya dulu," bela Cakra sambil mengusap kepalanya.

Adrian sudah kembali duduk di mejanya dengan wajah tenang.

"Ayo kita pulang sekarang, barang belanjaan kalian sudah ditaruh di mobil oleh sopir," ajak Adrian.

Arini berdiri dan menggandeng tangan Lula dengan penuh kasih sayang.

"Hari ini menyenangkan sekali ya Lula, nanti kita jalan-jalan lagi ke tempat lain," kata Arini.

Lula mengangguk sangat cepat.

"Iya Ma, Lula suka jalan-jalan sama Mama dan Kakak-kakak," jawab Lula gembira.

Perjalanan pulang ke rumah terasa sangat damai dan penuh canda tawa di dalam mobil.

Lula tertidur di pangkuan Adrian karena kelelahan setelah berlarian di mall.

Adrian membelai rambut adiknya dengan sangat lembut tanpa mempedulikan tatapan menggoda dari Dewa dan Cakra.

Namun kedamaian itu tidak akan bertahan lama.

Di kantor Perusahaan Matahari, Surya sedang menatap layar ponsel milik mata-matanya dengan mulut terbuka lebar.

Video berdurasi sepuluh detik itu menunjukkan dengan jelas bagaimana cahaya hijau dari tangan Lula menyembuhkan luka.

"Jadi ini rahasia di balik keselamatan Adrian," gumam Surya dengan mata berbinar serakah.

Bukan lagi rasa frustrasi yang menyelimuti Surya, melainkan sebuah ambisi baru yang jauh lebih gelap.

"Jika aku bisa mendapatkan anak ini, aku tidak akan pernah takut sakit atau mati lagi," tawa Surya pecah memenuhi ruangan.

Surya menatap anak buahnya dengan tatapan bengis.

"Ubah rencana kita, target utama kita sekarang bukan Adrian atau Baskoro."

"Tangkap anak perempuan itu hidup-hidup dan bawa ke hadapanku," perintah Surya dengan suara menggelegar.

Perang antara keluarga Ayodhya dan Surya kini telah berubah arah.

Bukan lagi soal urusan bisnis atau kontrak saham.

Ini adalah perebutan nyawa dan kebebasan seorang gadis kecil yang menjadi pusat dunia bagi keluarga Ayodhya.

1
Sri Wulandari
demi menjaga senyum Lula klrg Ayodya g perduli brp banyak uang yg hrs mereka keluarkan 😜
kiyoe: hehehe uang bukan hal yang sepele buat keluarga Ayodya kak
total 1 replies
Sri Wulandari
jd guru koq pkai riasan tebal saat mengajar memangnya mau kondangan 😜🤭
Sri Wulandari
eehm....tentu sj itu kue terenak d dunia karna kue itu d buat dg banyak cinta & kasih sayang oleh kakak²mu & mama Arini😍😍🥰🥰🥰
Sri Wulandari
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Sri Wulandari
untungnya Lula biasa hidup d jalanan jd dia bs tegar & g ketakutan 🤗
Sri Wulandari
Clara msh TK sdh sejahat itu bagaimana klu dia sdh besar 😔
Mak Rik: ANAK KECIL YG TERBIASA DIMANJA DN. DIPERLAKUKAN BAK PUTRI RAJA , DIPERPARAH. SETIAP. HARI SELALU DIBERI MAKANAN ,PAKAIYAN DN. JUGA SEGALA KEBUTUHANNYA DIPEROLEH DR. UANG HARAM HASIL. KORUPSI ORTUNYA..... MAKA ANAKNYA. PON KELAKUAN DN. PERBUATANNYA AKAN JADI BURUK DN. MINES AHLAKNYA..... NAUDZUBILLAH HIMMAINZALIK...... 🤔🤔🤔🤔👎👎👎👎👎👎👎👎
total 2 replies
Sri Wulandari
Aah... manisnya punya kakak² yg sllu menyayangi & melindungi Lula kecil 🥰🤗🤗
Sri Wulandari
kakak² mu saling berebut perhatian mu Lula 🤦😅
Sri Wulandari
Lula qm belajar beladiri biar bs menjaga diri utk mengimbangi kemampuan mu yg bs melihat hal ghoib
Ita Xiaomi
Klo benaran kena patuk Tuan Kobra pasti merasa sangat bersalah.
Ita Xiaomi
Berasa jd benteng tuh TK🤣🤣🤣.
kiyoe: benteng Takeshi hehe
total 1 replies
Ita Xiaomi
Wah terima kasih Kk Bastian👍👍👍
Ita Xiaomi
Rahasia Lula ketahuan. Cakra ini klo dpt panggilan telepon ngapa lah hrs menjauh dari Lula.
Ita Xiaomi
Anak pintar 😁
Sri Wulandari
hati² Cakra jaga adikmu baik² ada penguntit
Sri Wulandari
smua orang pasti panik mencari lula yg tertidur d rumah kaca.... biasanya Lula klu hbis mengeluarkan kekuatannya tertidur cukup lama bs smpai semalaman 😔
Ita Xiaomi
Auto kaget😁
Sri Wulandari
wuuiiiih kalian mendapatkan adik baru 😂😂😂
kiyoe: hehehe semoga suka yaa kak sama novel ini ☺️
total 1 replies
Ita Xiaomi
🤣🤣🤣
Ita Xiaomi: Insyaa ALLAH Kk. Suka. Keren tuh klo dibuat film👍
total 2 replies
Ita Xiaomi
Sedihnya 😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!