Vanessa Meidina harus menerima kenyataan kalau ia harus menikah muda dengan dosennya Sendiri Arga Budi Santosa karena ketahuan tidur bersama di ruang kerja milik Arga di kampusnya. Hal itu terjadi bukan karena tanpa alasan, melainkan Arga yang notabennya dosen killer di kampus tersebut, menghukum Vanessa Karena ia lupa tak membawa tugasnya.
bagaimanakah kisah keduanya? apakah pernikahan mereka akan baik - baik saja, sedangkan Vanessa masih punya kekasih, begitu pula dengan Arga?
Yuk ikuti kisah mereka
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Maghfiroh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menemui Angel
"Nanti kamu mau bertemu Roni dimana?" tanya Pak Arga pagi itu saat keduanya hendak pergi ke kampus.
"Aku belum tahu." jawab Vanessa dengan ekspresi datar saja.
"Oh gitu, perlu aku antar?" tanya Pria itu menawarkan diri.
"Enggak usah, nanti kalian adu jotos lagi." balas Vanessa memprediksi.
"Tidak akan, kalau kamu tidak keluar batas." jawab Pria itu serius.
"Keluar batas gimana maksudnya? kamu enggak yakin kalau aku gadis yang baik? padahal kamu juga udah meminta hak kamu kemarin." tanya Vanessa mendadak kesal harus ingat apa yang telah mereka kerjakan kemarin. Padahal mereka sudah menikah, dan statusnya juga suami istri tapi parahnya rasa ikhlas Vanessa masih jauh di atas awan.
"Bukan itu maksudnya, ya kalian pacaran kan sebelumnya. Pasti pernah kan ciuman atau pelukan?" tanya Pria itu sedikit menuduh, dan sok tahu juga.
"Sembarang kalau ngomong. Kamu kali yang kaya gitu sama mantan kamu. Dan aku, dapat sisanya." jawab Vanessa lalu pergi meninggalkan suaminya sendiri di dalam kamar. Ah, mendadak Vanessa jadi pusing sendiri, karena harus cara alasan untuk memutuskan Roni.
"Di pikir Vanessa aku nasi kali ya." gumam Pria itu setelah istrinya bilang kalau dirinya hanyalah sisa.
Pria itu lantas menyusul istrinya yang sudah lebih dulu siap di meja makan bersama orang tuanya. Kali ini tanpa diminta Vanessa sudah mengambilkan satu porsi sarapan dalam porsi sedang untuk suaminya.
Gadis itu nampak diam, tak minta untuk banyak bicara, sehingga Pak Arga lebih memilih berbincang akrab dengan kedua mertuanya.
"Kalian berangkat ke kampus bareng kan?" tanya Papa Haris pada kedua pasangan halal yang sedari tadi saling cuek dan tak menyapa.
"Enggak Pa, Vanessa ada janji sama teman." Jawab Vanessa setengah jujur. Tak mungkin kan dia bilang pada Papanya kalau dia akan bertemu dengan Roni. Auto di usir dia dari rumah.
"Kalau mau bertemu teman harusnya ajak suami kamu." kata Papa Haris.
"Mana bisa pa, urusan perempuan, ada lelaki yang ikut. Malu lah Pa." Jawab Vanessa.
"Papa sih terserah suami kamu. kalau dia bolehin ya papa juga bolehin. Ingat Van sekarang itu kamu sudah punya suami, harus tahu batasan dalam berteman. Utamakan suami kamu." nasehat papa Haris untuk kesekian kalinya.
"Iya Pa." Jawab gadis itu mengiyakan saja, daripada makin panjang nasehat dari papanya.
Tak berselang lama Vanessa lantas pamit terlebih dahulu, ia sudah janjian dengan Angel agar mau menemani dirinya bertemu dengan Roni, pacarnya yang mungkin dalam hitungan beberapa menit ke depan hanya akan menjadi mantan. Ah sungguh hari ini akhirnya tiba juga.
"Mas, aku duluan." Ujar Vanessa setelah pamit pada kedua orang tuanya.
"Kamu mau naik apa?" tanya pria itu serius.
"Naik taksi. Tangan ku kan masih sakit." jawab gadis itu serius.
Vanessa lantas melangkahkan kaki keluar dari rumahnya, tapi Pak Arga buru - buru mengejar dirinya.
"Bareng aja, kamu mau kemana nanti aku antar." tawar Pria itu nampak tak tega istrinya pergi sendiri.
"Mau ke tempat Angel dulu, nanti ketahuan dong kalau aku bareng kamu." jawab mantan gadis itu jelas saja menolak. Sungguh ia belum siap jika hubungannya di ketahui oleh publik.
"Enggak apa - apa kan, biar dia tahu kalau kita itu suami istri." balas Pak Arga. Pria itu malah senang - senang saja kalau semua orang mengetahui hubungan mereka.
"Aku belum siap mas. Aku bisa di ketawai habis - habisan oleh teman - teman ku. Itu taksinya sudah datang, aku duluan ya Mas." Jawab Vanessa lantas berjalan ke arah taksi yang kini ada di depan rumahnya.
"Van... tunggu!!!!" intrupsi Pria itu serius. Vanessa bahkan sampai binggung kenapa pria itu menghentikan langkahnya kembali.
Mantan gadis cantik itu lantas menoleh. Setelah itu di berhenti setara memandang heran ke arah suaminya.
"Apa lagi sih mas?" tanya Vanessa kesal sendiri.
"Sini Salim dulu. Kebiasaan banget, jangan bilang kamu lupa kalau sudah bersuami?" tanya pria itu dengan wajah seriusnya.
"Enggak gitu, aku belum terbiasa." jawab Vanessa lalu meraih tangan suaminya dan mencium bahu tangannya.
"Mas..." panggil Vanessa pada suaminya yang kini menatap lekat ke arahnya.
"Apa sayang? minta cium ya?" Tanya Pria itu seraya mengecup kening Vanessa.
"kamu modus banget, sini minta duit." Jawab Vanessa seraya menengadahkan tangannya.
"Cash atau kartu ATM?" tanya Pak Arga pada istri kecilnya itu.
"Cash aja mas, buat jajan. Jawab Vanessa.
"Bentar." jawab Pria itu lantas mengambil dompet dari saku celananya.
"Cash adanya 100 rb doang, emang cukup?" tanya Pak Arga serius.
"Gampang kalau kurang nanti aku ngutang." jawab Vanessa lalu menerima satu lembar uang berwarna merah itu.
"Ha? mau ngutang siapa? jangan aneh - aneh deh." tanya pak Arga masih dalam mode serius.
"Ngutang angel lah mas, udah ah mau berangkat." Jawab Vanessa lalu pergi dengan taksi yang tadi sudah ia order via online.
Sepanjang perjalanan Vanessa terus memikirkan apa yang harus ia katakan pada Roni nantinya. apakah alasan perjodohan cukup masuk akal?
Setelah menempuh perjalanan sekitar 20 menit, Vanessa akhirnya sampai di rumah angel. Ia langsung masuk sesuai intrupsi Angel yang telah menunggu di ruang tamu rumahnya.
"Hai, beb. Gimana kabarnya? kenapa kemarin elo enggak masuk." tanya Angel seraya memeluk tubuh Vanessa.
"Gua sakit, anterin gua yuk ketemu Roni." jawab Vanessa to the point.
"Yang benar saja elo Van. Ya kali apel ngajakin gua." tolak Angel. Gadis itu tentu saja mau jika di jadikan obat nyamuk.
"Bukan Apel, tapi gua mau mutusin dia." Jawab Vanessa jelas saja membuat Angel terkejut. Setahu Angel hubungan Vanessa dengan Roni itu cukup harmonis. kenapa mendadak Vanessa ingin memutuskannya?
"Van elo serius? jangan bercanda deh, elo kalau ada masalah mending elo selesaikan baik - baik jangan langsung putus." Balas Angel memberi saran.
Vanessa nampak menghela nafasnya panjang, sungguh ia juga tak ingin putus tapi ia tak ada pilihan untuk bertahan apalagi sekarang posisinya adalah istri orang.
"Masalahnya tak semudah yang ada di pikiran elo Angel. Gua enggak bisa bertahan sama dia." jawab Vanessa tak langsung jujur tapi malah membuat Angel berpikir keras untuk memecahkan teka - teki yang Vanessa ciptakan sendiri.
"Karena apa?" tanya Angel memberi tahu.
"karena gua udah di jodohin sama papa mama. Gua enggak bisa nolak, kalau gua nolak gua bakal di usir dari rumah." jelas Vanessa tentu saja membuat Vanessa Makin terkejut.
"Yang di jodohin sama elo pasti lebih ganteng ya dari Roni?" tanya Angel makin penasaran saja.
Vanessa hanya tersenyum, walaupun dalam hati ia membatin. "Andai elo tahu gua sekarang istri dari Pak Arga si dosen killer. Pasti elo ngetawain gua."
🤲🤲🤲🤲
awas nanti jatuh cinta Lo.....🤭🤭🤭