Indonesia
NovelToon NovelToon
Rafka Dan Ragam Senja

Rafka Dan Ragam Senja

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa Fantasi
Popularitas:689
Nilai: 5
Nama Author: Aksara Nirmaya

Berkali-kali gagal dalam hubungan membuat ia menutup akses bagi siapapun yang mendekati bahkan datang melamarnya. Jika nenek moyangnya berkata pamali terus menerus menolak lamaran karena konon katanya tidak akan mendapatkan jodoh seumur hidup. Peduli apa dia? Toh takdir seorang manusia telah di tentukan jauh sebelum terlahir ke dunia. Begitulah pemikiran gadis pemilik nama Arunika Binar Senja.

Tapi, bagaimana jadinya jika seorang Pria yang ia kenal datang membawa serta seluruh keluarga untuk melamarnya? Tanpa rasa takut untuk di tolak, Pria tersebut justru dengan senang hati dan menerima dengan sabar syarat-syarat yang di ajukan Senja?

Apakah Senja akan kembali memulai kisah dengan Pria itu? Mampukah mereka menjalani sampai batas waktu yang telah ditentukan? Atau justru Senja Kembali gagal dalam hubungan kesekian kalinya ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aksara Nirmaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sosok yang Rapuh

‘Halo, Rafka?’ baru akan memutuskan telepon, suara dari seberang pemanggil terdengar. Rafka terdiam, Tunggu, ini bukan suara nya Viki. Masa suara Viki berubah jadi Cewe? Rafka langsung melirik nama Pemanggil tersebut ‘Arunika Binar Senja’

Lidah Rafka mendadak keluh, siapa yang sangka jika gadis itu yang menghubunginya sekarang? Sedangkan dugaannya tadi pasti sudah terlelap.

‘Rafka? Helloo?’

Rafka menarik nafas dalam sebelum buka suara “Senja, kok belum tidur?” mari memulainya dengan basa-basi.

‘Kenapa? Aku ganggu ya? Kalau gitu aku sudahi saja’

“Eh… jangan!” Seruannya membuat Senja di seberang urung mema tikan telpon. “Aku hanya bingung aja, kirain sudah tidur tadi. Teleponku ngga kamu angkat kan tadi?”

‘Oh, itu tadi sengaja’ jawaban Senja menjatuhkan ekspektasi Rafka. Jujur sekali perempuan ini.

“Lantas mengapa sekarang menelponku?” Rafka kembali memandang Bonekanya, senyumnya merekah hanya mendengar suara perempuan itu.

‘Mau nanya kenapa nelpon tadi’ merasa ada yang berbeda dari Senja membuat Pria itu menekan tombol alihan video call, ada yang harus ia pastikan sekarang.

Di seberang, Senja panik karena pengalihan yang di lakukan Rafka tanpa konfirmasi dengannya terlebih dulu. ‘Eh mau ngapain? Aku ngga berjilbab!’

“Pakailah segera, aku tunggu” benar, ia tak salah dengar. Suara Senja berbeda dari biasanya, ini bukan efek suara hpnya ataupun hp Senja. ‘Aduh ribet banget sih, aku matikan aja deh!’

“Senja!” Suara rendah Rafka membuat Senja tak berkutik. “Kamu habis nangis?” pertanyaan To the point itu berhasil bikin Senja semakin terdiam membeku.

“Senja, kamu masih di sana kan?” rasa khawatir semakin mendera hati Rafka, mereka pulang dalam keadaan baik tadi. Apa yang membuat gadisnya menangis? “Senja aku ke rumah ya?”

‘Ngga!, ngga usah iya ngga usah’ Senja gegalapan sekarang. Terdengar suara grasak-grusuk di sana, dan kamera terbuka menampilkan Senja yang memakai jilbab asal. Terbukti jilbab gadis itu miring di atasnya, tapi bukan itu pusat penglihatannya, melainkan mata sembab dan hidung memerah. Benar dugaannya, Senja menangis tadi.

“Kenapa nangis? Perut nya masih sakit? Atau ada hal lain yang mengganjal di hatimu?” begitu lembut tuturnya, Senja sendiri merasa salah mendengar sekarang. “Senja?”

Gadis itu menggeleng, berusaha menahan tangis yang siap tumpah lagi sekarang. Jika itu terjadi maka Rafka laki-laki pertama yang melihat sisi rapuhnya. ‘Ngga papa, aku baik-baik saja’

Mulut bisa berbohong, tapi suara? Rafka sangat mendengar jelas suara bergetar Senja. Gadis itu sedang menahan tangis, itulah yang dapat Rafka simpulkan sekarang.

“Cape ya? Istirahat lah, jangan nangis lagi. Ngga usah cerita sekarang kalau kamu memang belum siap” Senja diam, tidak ada jawaban yang bisa dia berikan sekarang. Lidahnya keluh, rasa sesak di dada kembali mendesak.

“Jangan nahan diri, Senja. Kamu bakal nambah sakit. Tidurlah aku temenin, aku di sini nemenin kamu” Senja menurut, ia merebahkan tubuhnya dan Hp yang di sandarkan di guling. Tanpa sadarnya, Boneka Bernama Pinky itu di dekapnya erat Bersamaan mata mulai tertutup.

Hal itu tidak lepas dari pandangan Rafka, pria itu tidak sedetikpun mengalihkan pandangan dari layar hpnya. Meski masih bertanya-tanya, dia masih dapat menahan diri untuk tidak bertanya yang berpotensi ketidaknyamanan Senja.

Rafka memandang Sendu Senja yang telah terlelap, sesekali masih terlihat sisa-sisa isakan tangisnya bahkan menarik napas pun tampak berat. Satu hal lagi yang dia lihat dari sosok Senja, gadis itu begitu rapuh di dalamnya.

“Aku ngga tau apa yang membuatmu mengeluarkan air mata di malam ini, entah hal apa yang berhasil membuatmu sedih” Ibu jari nya mengusap pelan layar yang menampilkan wajah damai Senja. “Jika sudah siap, aku mau mendengarkan semua ceritamu. Asal ngga kamu pendam sendiri. mimpi yang indah, Sayang..”

Senja terbangun kala sinar matahari masuk di balik celah-celah gorden kamarnya. Yang menjadi pemandangan utamanya sekarang adalah Hp yang masih tersandar seperti semalam dan layar yang sudah gelap. Entah sampai jam berapa Rafka mematikan telponnya.

Efek nangis semalam baru terasa di pagi harinya, mata yang terasa ganjal, kepala pusing keliyengan tidak enak dan suaranya ikut serak.

“Senja bod oh! Kamu ngapain semalam hah?” mau di taruh kemana mukanya kalau bertemu nanti? Malu sekali.

Puas merutuki diri tidak ada artinya, perlahan Senja bangkit guna membersihkan diri. Rasa lapar tidak bisa ia abaikan sekarang. Wajar saja, hari sudah cukup siang untuknya yang notabane nya selalu morning person. Untunglah tidak ada agenda berarti hari ini. Hanya nanti sore akan bertemu dengan dua sahabatnya yang sama ributnya seperti teman Rafka.

Mengingat itu Senja tersenyum, ia mengingat jelas dumelan Rafka karena mengira yang menelponnya adalah sahabatnya. Dumelan dan wajah yang belum di perlihatkan secara langsung ke dirinya.

Selesai mandi dan berpakaian rumahan tubuhnya sudah mulai mendingan sekarang, di sambarnya Hp yang masih di atas kasur. Rupanya ada pesan dari Rafka dan beberapa ocehan sahabatnya di grup. Di bukanya pesan Rafka.

Rafka

‘Hai, selamat pagi’

‘Gimana perasaannya? Sudah mendingan?’

‘Masih tidur ya? Ngga papa’

‘Aku pergi kerja dulu ya. Sampai jumpa nanti’

Jari lentik Senja mengetik cepat di atas keyboard. Ia harus mengucapkan terima kasih untk semalam kan? ‘Terima kasih untuk tadi malam, Rafka. Aku berutang padamu’

Senja berjalan keluar kamar, tujuan utamanya sekarang adalah meja makan. Perutnya perih sekali, lapar! “Bunda masak apa ya?” monolognya pelan. Rumahnya sepi sekarang, Bunda dan Ayah masih ada agenda bersilahturahmi beberapa temannya. Begitupun Wisnu dan Hiza. Tapi kemana Gahez? Apa pergi juga?.

“Ini serius aku di tinggal sendirian? Kalau ada tamu gimana?” Dia bukan orang ramah dan mudah berbaur jika bukan karena tuntutan kerjaan dan keluarganya. “Tapi memang ada? Rumah sepi gini. Ngga ada lah pasti aman aja” meyakinkan diri dari semua kemungkinan-kemungkinan terbesarnya nanti.

Sesampainya di meja makan di buka nya satu persatu wadah penyimpan makanan di atas meja makan “Wah masih ada opor, makan pakai nasi enak nih” Senja beraksi mengambil sepiring nasi hangat dan mencampurkannya dengan opor. Semua enak di mata Senja.

Dari ia bangun sampai sore hanya di habiskan untuk mengurung diri di rumah dan kamar. Menghabiskan stok makanan di kamarnya, sebelum besok mulai kembali beraktivitas seperti semula. Bekerja. Untuk hubungannya, ia sudah mengambil keputusan buat menjalani seperti sebelum-sebelumnya. Berhasil gagalnya akan dia serahkan kepada yang maha kuasa. Tugasnya sekarang hanya menerima dan menjalani nya saja.

Sesimpel itu hidup Senja, meskipun masih sering bertarung melawan rasa kekhawatiran berlebih yang sering kali muncul tanpa bisa ia cegah. Asal ia tak menaruh harapan besar dan bergantungan kepada Rafka harusnya ia masih bisa mengendalikan diri kalaupun nanti kembali gagal.

1
Senja Susanti
sama namanya seperti namaku
Aksara Nirmaya: hihii halooo kak Senjaa🤗
total 1 replies
Irma Nsyah
semangat nulisnya 😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!